Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Basah


__ADS_3

"Kita tidak bisa tidur satu kamar," kata Helen sambil memberikan Nathan secangkir teh hangat.


"Aku tidur dengan Edward."


"Tidak papa, Edward sangat menyayangi mu," kata Helen.


"Katakan dengan jujur kau siapa ku," tanya Nathan.


"Untuk apa kau tau itu, sudah itu masa lalu, jangan mengungkit nya lagi, aku sudah melupakan semuanya," jawab Helen.


"Pasti kau memiliki hubungan penting dengan ku kan," tanya Nathan.


"Iya dulu kita memiliki hubungan penting, kita pernah tinggal satu apartemen bersama, kita pernah terjebak di hutan bersama. Sudah aku ingin istirahat." Helen pergi meninggalkan Nathan begitu saja.


"Jika kau mantan pacar atau mantan tunangan ku, aku ingin kembali dengan mu," ucap Nathan.


Helen tidak menanggapi Nathan dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Air mata nya kembali menetes mendengar ucapan Nathan. Apa mungkin dia bisa kembali dengan Nathan setelah semuanya yang telah terjadi, itu sangat sulit untuk nya.


Nathan masuk ke dalam kamar Edward. Ia naik ke atas ranjang dan langsung memeluk Edward. Rasa nya benar-benar sangat hangat dan nyaman. Ia sudah terlanjur nyaman dengan anak itu.


Pagi hari nya. Edward bangun lebih dulu dari Nathan. Ia sangat senang ayah nya tidur bersama nya. Ia mendekati wajah Nathan dan memberikan beberapa kecupan manis di wajah Nathan.


"Ayah bangun sudah siang," kata Edward.


"Hmmmm." Nathan beberapa kali mengedipkan mata nya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


"Morning," ucap Nathan.


"Cup... Morning dad." Edward mencium bibir Nathan.

__ADS_1


"Kamu sekolah sayang," tanya Nathan.


"Tidak," jawab Edward.


"Oke kamu ikut ayah," kata Nathan.


"Kemana yah, aku ingin pipis," ucap Edward.


"Ayo." Nathan membawa Edward ke kamar mandi.


"Mandi sekalian," tanya Nathan.


"Ayah juga," jawab Edward.


"Ayah tidak ada baju ganti," ucap Nathan.


"Tidak sayang, ayah tidak mau merepotkan mamah mu," kata Nathan.


"Mandi." Edward melemparkan air pada Nathan.


"Sayang ayah basah." Mau tidak mau Nathan harus ikut mandi dengan Edward.


"Ini kenapa yah," tanya Nathan yang melihat bekas luka di perut Nathan.


"Sakit sayang, tapi sudah tidak papa sayang," jawab Nathan.


"Wah itu apa yah," tanya Edward.


"Kau juga punya," jawab Nathan.

__ADS_1


"Punya ku." Edward melihat ke bawa.


"Itu kecil, tapi itu besar," kata Edward.


"Dia belum berkembang sayang, tunggu kamu besar baru dia berkembang," ucap Nathan.


Edward banyak bertanya karena ia baru pertama kali nya bertemu dengan sosok ayah. Banyak hal yang belum ia tau dan sekarang ia tanyakan pada ayah nya.


Helen keluar dari dalam kamar nya, ia bingung mau kemana ke kamar Edward yang ada Nathan atau masak untuk mereka berdua.


Saat berjalan ke kamar Edward. Edward berlari mendekati nya dengan tidak memakai apa apa. Helen bingung kenapa Edward sudah seperti itu.


"Mamah ayah meminta baju," kata Edward.


"Ha? ayah mu mandi," tanya Helen.


"Iya, kata ayah, mamah cari baju untuk ayah."


"Nathan kau merepotkan mu, sayang kamu minta ayah mu untuk memakai kan mu pakaian. Mamah ingin mencari pakaian untuk ayah," kata Helen.


"Oke." Edward kembali masuk ke dalam kamar nya.


"Ayah...."


"Sudah sayang," tanya Nathan.


"Beres, pakai pakaian," jawab Edward.


"Ayo.. Tapi jangan bilang mamah mu kalau daddy tidak memakai apa apa depan mu," kata Nathan.

__ADS_1


__ADS_2