
Pernikahan pun di laksanakan. Edward langsung yang menikahkan Narendra dan Mawar, ikhlas tidak ikhlas Edward melakukan nya, hati nya tidak yakin jika Narendra tulus dengan Mawar, yang ia bisa lakukan sekarang ini hanyalah fokus memperhatikan rumah tangga Mawar dan Narendra.
"Serius mereka menikah," ucap Jack.
"Kau bisa diam tidak," ujar Salsa.
Jack hanya merasa heran saja, seperti tidak mungkin mereka berdua menikah.
Dan pada akhirnya mereka berdua sah menjadi pasangan suami istri. Apa yang Narendra dan Mawar inginkan sudah terwujud.
"Jaga dia dengan baik, masalah kita berdua tidak ada sangkut paut nya dengan mereka berdua," ucap Edward.
"Hmmm," gumam Narendra.
"Akhirnya anak ku menikah semua," ucap Nathan.
"Nambah anak lagi Nat," kata Bryan.
"Hahaha tidak lah, sudah sangat cukup," ucap Nathan.
"Ayah jangan sampai mempunyai anak lagi," ujar Nabila.
"Iya sayang, tidak akan.."
__ADS_1
"Malam pertama kita," bisik Narendra.
Mawar hanya tersenyum kecil, ia tidak tau nanti akan bagaimana. Ia sudah sangat tenang Narendra mau bertanggung jawab meskipun ini juga bukan kesalahan Narendra seutuhnya. Kalau diri nya hamil karena masalah kemarin sudah tidak perlu takut lagi, ada pria yang bertanggung jawab.
"Narendra, kau kenapa mau dengan nya," tanya Jack.
"Kenapa? apa salah? dia bisa mengurus ku," jawab Narendra.
"Apa aku sangat jelek di mata mu Jack," tanya Mawar.
"Hahaha tidak tidak.." Dari pada di babat abis oleh Jack dan Edward lebih baik dia diam saja.
"Kakak dari mana saja," tanya Arya.
"Sayang kakak baru melihat mu kembali, maaf ya sayang. Besok pagi kakak berikan hadiah untuk mu," ucap Mawar.
Saat ini memang Arya sudah di asu oleh Nathan langsung, Nathan malah menganggap Arya sebagai anak nya, mau bagaimana lagi ia sudah sangat menginginkan cucu tetapi anak anak nya belum memberikan cucu.
"Malam pertama," bisik Jack.
"Lalu," tanya Narendra.
"Tidak papa si, kau sudah dewasa dan mengerti apa yang harus kau lakukan.."
__ADS_1
"Hahaha aku tidak tau, aku mah polos mana tau apa apa," ucap Narendra.
"Gaya mu, aku tidak yakin mata keranjang seperti ku tidak tau apa apa."
"Sudah lah, aku mau istirahat dulu. Ayo.." Narendra menarik perhatian Mawar bersama nya.
Mawar ikut saja di tarik dengan Narendra. Mawar benar-benar takut dengan apa yang terjadi nanti. Ia sangat berharap Narendra tidak melakukan apa apa pada nya.
"Ah akhirnya selesai juga." Narendra melemparkan tubuh nya ke atas ranjang, semua ini benar-benar sangat melelahkan.
"Mas aku mandi dulu ya.."
"Mas? hahaha aneh. Ya sudah mandi jangan lupa bersihkan semua nya," kata Narendra
"Semua nya??"
"Itu mu lah, aku ingin merasakan nya.." Narendra tersenyum tipis.
"Hahaha iya iya aku tau," ucap Mawar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Narendra masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian yang santai. Mungkin malam ini akan menjadi kejutan untuk nya dan juga untuk Mawar.
Celana pendek dan dan kaus oblong menjadi pilihan nya, ia yakin semua nya akan berjalan dengan sangat lancar.
__ADS_1
Narendra menunggu Mawar di atas ranjang. Mata nya tertuju pada kamar mandi karena ingin melihat Mawar keluar dari dalam sana.
Mawar keluar kamar mandi dengan memakai handuk panjang. Mata Narendra benar-benar ter manjakan dengan pemandangan yang ada.