
Edward melepaskan Salsa begitu saja, ia tidak jadi melakukan hal itu meskipun sudah separuh jalan, mendadak Edward mengingat janji nya pada Narendra, Salsa menaikan alis nya, ia tidak tau kenapa Edward seperti ini padahal mereka sudah separuh jalan.
"Aku tidak bisa, maafkan aku Salsa, aku bukan pria yang baik untuk mu."
"Aku mencintai mu, aku sudah menyerahkan semua untuk mu, sebegitu buruk nya aku di mata mu, sampa sampai aku tidak menarik di mata mu," ucap Salsa sambil menahan tangis nya.
Edward memeluk Salsa dengan erat, Salsa tidak buruk di mata nya, wanita ini sangat cantik, jika bukan diri nya pasti semua pria merasa beruntung memiliki istri seperti Salsa.
"Kamu tidan buruk di mata ku, kamu sangat cantik Salsa, jika bukan aku suamimu pasti sangat mencintai mu dan memberikan semua hal yang kau mau."
"Bohong aku tidak percaya itu, aku tidak bisa memiliki suami seperti ini, aku memang memiliki raga mu, tapi aku tidak memiliki jiwa mu. Aku akan meminta orang tua ku untuk mengurus perceraian kita.''
"Salsa jangan begitu, oke sekarang aku akan mencoba untuk mencintai mu, mencoba untuk menerima mu. Tapi aku mohon jangan bawa masalah kita ke orang tua kita, hubungan ku dengan ayah mu sangat dekat, hubungan kami bisa hancur, belum lagi hubungan aku dan orang tua ku, sudah jangan begini Salsa.''
"Janji untuk bisa menerima ku, janji untuk membuka hati mu untuk ku, aku tidak memerlukan apapun lagi selain cinta dari diri mu Edward,"
Edward membuang nafas nya dengan kasar, sudah tanggung juga jika ia tidak melanjutkan nya. Masalahnya dengan Narendra biarlah menjadi tanggung jawabnya. Dari pada Salsa mengatakan yang tidak tidak pada Bryan dan Nathan. Lebih baik ia jalani dulu pernikahan ini. Untuk masalah kedepannya urusan nanti, toh ia juga yang merasakan enak dan Salsa tidak merasakan tidak enak nya.
Tangan Edward melepaskan satu persatu pakaian Salsa yang hanya tinggal beberapa helai saja. Wajah Edward kembali memerah menahan sesuatu yang ingin meledak di dalam diri nya. Apalagi saat melihat betapa indah nya tubuh istri nya, Edward tak bisa menutup mata jika Salsa memiliki bentuk tubuh hanya sangat sempurna.
Apa yang Salsa harapkan pun terjadi, serangan demi serangan Edward lakukan. Salsa benar-benar sangat menikmati nya, ia sama sekali tidak malu memperlihatkan tubuh nya pada Edward, ia benar-benar sangat mencintai Edward, apapun yang Edward inginkan akan ia lakukan.
Edward mulai menurunkan pertahanan terakhir nya, sesuatu yang tegang menantang keluar dari sarannya. Salsa menyaksikan hal itu, milik Edward sesuai dengan bayangan nya, sangat indah di mata nya. Salsa mengambil nafas panjang saat Edward mulai memposisikan milik nya.
"Tahan." Satu dorongan kuat membuat Salsa terkejut, rasa nya benar-benar sangat menyakitkan. Ukuran Edward yang jumbo membuat Salsa seperti tehantam oleh sesuatu yang sangat menyakitkan.
__ADS_1
"Sakit hmmm, pelan," ucap Salsa.
"Kau yang meminta nya, tahan sebentar."
Beberapa dorongan kuat menembus pertahanan Salsa, pada Akhirnya Salsa mendapatkan Edward. Dan Edward mendapatkan sesuatu yang memang Ia harapkan dari Salsa. Salsa wanita baik baik yang menjaga kehormatan nya dari pria lain.
"Sakit sayang, jangan bergerak," ucap Salsa.
Edward tersenyum sambil mendekati wajah Salsa, beberapa kecupan manis mendarat di wajahnya. Edward kagum pada Salsa yang tidak menangis sedikit pun, padahal ia tau pasti rasa nya sangat menyakitkan.
"Milik enak sekali sayang, hmmm aku tidak tahan." Edward mulai bergerak dengan lembut, ia merasa bodoh selalu menolak Salsa, ia tidak tau jika rada nya seenak ini, jika tau begini ia tidak akan membuat perjanjian yang merugikan dengan Narendra.
"Ahh pelan sayang, masih sakit." Salsa mencengkram kuat punggung Edward, ia merasakan sakit dan rasa enak yang bersamaan.
"Mas," ucap Salsa.
Tanpa berkata Edward membalik posisi Salsa dan melakukan nya dari belakang, seperti yang Edward duga rasa nya jauh lebih nikmat. Baru beberapa menit berada di posisi itu tubuh Edward bergetar dan ia menumpahkan benih nya di dalam sana. Begitu juga dengan Salsa yang sudah mencapai puncak nya beberapa menit sebelum nya.
Mereka berdua jatuh ke atas ranjang bersama sama, Salsa sangat bahagia mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia memeluk Edward dengan erat. Berbeda dengan Edward yang bingung dengan dirinya ia sangat menikmati nya, ia sudah menabur benih nya di dalam saja, tetapi rasa untuk berpisah dengan Salsa masih ada. Edward menipis rasa itu dan membalas pelukan dari Salsa.
Pagi hari nya, Nabila dan Jack sedang di tugas kan bersama, mereka berdua pergi ke Vins grup untuk mengajarkan tugas kuliah. Meskipun tidak satu kampus kebetulan mereka memiliki tugas yang sama, awal nya Jack malas tetapi setelah di pikir pikir ia bisa memanfaatkan Nabila, Nabila sangat pintar dan memiliki akses yang bebas di sana. Ia akan lebih mudah menyelesaikan tugas terakhirnya di semester ini.
"Kau akan menikah Jack," tanya Nabila.
"Iya, aku akan menikah dengan pacar ku, kenapa? sudah kubur saja perasaan mu itu pada ku," ucap Jack.
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau, aku tak akan menguburnya."
"Kalau begitu jadi istri ke dua ku," ucap Jack.
"Ya aku mau, asalkan kau adil," kata Nabila.
Jack mengerutkan dahi nya, ia rasa Nabila benar benar cinta mati pada nya, sama seperti Salsa dengan Edward.
"Kau bisa mengatakan iya, tapi keluarga mu bisa membunuh ku," ucap Jack.
"Kenapa kau menikah dengan nya, iya kalau dia benar benar mengandung anak mu," kata Salsa.
"Ya kalau saat lahir tidak mirip dengan mu, aku pisah dengan nya. Berharap saja itu bukan anak ku, agar kau mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ku," ucap Jack.
"Semoga benar," kata Salsa.
Salsa membawa Jack keruangan kakek nya, ia lebih mudah mengerjakan pekerjaan nya ini jika dengan kakek nya yang memang sangat pintar sekali.
"Wah banyak wanita cantik dan seksi di sini," ucap Jack
"Bisa tidak mata mu tidak jelalatan," kata Nabila.
"Hahaha mubazir tidak di lihat," ucap Jack.
Di rumah Salsa terbangun lebih dulu dari Edward, ia seperti akan memulai hidup baru dengan Edward, setelah memberikan kesucian nya Salsa yakin Edward akan lebih menghargai diri nya, tidak menyia-nyiakan nya seperti sebulumnya, Melihat wajah lelap Edward membuat hati Salsa semakin senang saja. Di otak nya masih teringat dengan jelas bagaimana ekspresi wajah Edward saat menikmati nya.
__ADS_1