Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 32


__ADS_3

"Abang juga tidak bisa??"


"Tidak, sama dengan mu, abang akan gatal gatal," ucap Edward.


"Kita sama, abang pacar nya kakak?"


"Hahaha tidak lah, kamu jangan berpikir seperti itu. Anak kecil tak boleh berkata pacar pacar," kata Edward.


Nawar masuk ke dalam ruangan itu. Ia terkejut Edward dan Arya sudah akrab saja. Padahal mereka sebelum nya belum pernah bertemu. Arya juga tak mudah akrab dengan orang baru.


"Arya kamu bisa langsung dekat dengan abang ini," ucap Mawar.


"Iya lah, aku tau tampan dan baik. Jadi anak kecil tak takut dengan ku."


"Bisa begitu."


"Ini aku membelikan mu makanan," ucap Mawar.


"Untuk apa?? aku bukan nya tak mau ya. Lebih baik kau belikan makanan untuk adik mu. Lihat dia, dia sangat suka makan," kata Edward.


"Iya aku juga membelikan untuk nya."


"Makasih.." Edward mengambil makanan itu dan memasukan nya ke dalam kantong nya Arya.


"Makasih abang," ucap Arya.


"Dimana orang tua mu," tanya Edward.


"Sedangkan di ruang ICU karena masih belum sadar. Aku sangat berterimakasih pada mu, kau sangat baik sekali pada keluarga ku Edward. Aku tak tau bagaimana cara membalas semua kebaikan mu ini. Aku yakin kau juga yang memberikan semua pengobatan dah fasilitas yang bagus ini."


"Kau tau aku sudah kenyang dengan kata terimakasih dari mu. Aku ikhlas membantu mu, jarang jarang aku membantu seseorang, biasanya aku cuek saja. Tetapi karena kau terlihat sangat bekerja keras, keren aku jadi tergerak. Hitung hitung agar hidup ku sedikit bermanfaat," kata Edward.


"Permisi makanan berat datang," ucap Jack sambil masuk ke dalam.


"Nah makan sudah datang, ayo kita makan."


"Yea makan makan makan." Arya terlihat sangat senang.


"Iya makan, jangan lupa makan agar tetap sehat,x kata Jack.


"Mawar kenapa diam saja, siapkan dong Jangan takut aku sudah menikah, aku bukan buaya lagi. Jangan takut untuk menjadi target ku selanjutnya."


"Hehehe iya iya." Mawar mempersiapkan makanan berat yang Jack bawa.


Mereka semua makan di lantai saja, Edward dan Jack berbaur dengan mereka berdua. Kalau begini seperti yang Edward katakan, Jack bisa bersyukur lahir di orang yang sangat berada.

__ADS_1


"Kau kalau mau bisa bekerja di perusahaan ku," kata Edward.


"Ha serius," tanya Mawar.


"Iya, kalau di sana, nanti kalau kau mau, datang saja ke perusahaan ku. Kita cari posisi yang tepat, untuk gaji setengah nya aku berikan di awal, untuk ongkos kau sana sini."


"Aku bisa bekerja kalau mamah ku sudah sembuh agar adik ku ada yang jaga," kata Mawar.


"Kau boleh membawa nya, nanti dia bisa dengan ku di ruangan atas. Toh di sana juga ada tempat untuk nya istirahat dan bermain."


"Jangan ah aku semakin merepotkan mu," kata Mawar.


"Hahaha tak papa, aku suka anak kecil seperti ini. Dia tak rewel dan sangat penurut, datang saja. Atau agar dia semakin akrab dengan ku, aku membawa nya pulang."


"Membawa nya pulang??"


"Iya, kau bisa mempersiapkan proposal dan CV mu di rumah, kalau ada Arya akan berat untuk kau ke sana sini," ucap Edward.


Ntah kenapa Mawar sangat percaya dengan Edward, ia merasakan Edward benar-benar sangat tulus membantu nya. Tetapi membiarkan Arya pergi dengan Edward sangat berat untuk nya.


"Arya mau pergi dengan abang," tanya Edward


Arya yang berada di atas pangkuan Edward menaikan kepala nya dan menatap Edward. Dengan cepat ia menganggukkan kepala nya.


"Mau," ucap Arya.


"Kenapa ini, aku langsung seperti ini," batin Edward.


"Gila Edward memang baik, tapi tak sebaik ini juga. Aneh sekali dia," batin Jack.


Hari sudah gelap, sudah waktunya untuk Edward pulang ke rumah, meskipun baru setengah 7 malam ia harus segera pulang. Seperti yang Edward katakan sebelum nya ia akan membawa Arya ke rumah, ada beberapa kecurigaan yang Edward pendam sejak berkontak dengan Arya. Edward ingin memastikan nya lagi.


"Jangan nakal ya, dengar kata abang ini dengan baik," ucap Mawar.


"Iya kakak.."


"Sudah kami pergi, kau siapkan semua nya."


Edward, Arya dan Jack pergi meninggalkan ruangan itu. Arya sangat nyaman berada di gendongan Edward. Ia sudah seperti bertemu dengan abang nya sendiri.


"Rumah abang dimana," tanya Arya.


"Di sana, cukup jauh.Jangan takut ya Arya, abang akan membelikan mu mainan," jawab Edward.


"Jack mampir ke toko, aku ingin membeli mainan dan pakaian untuk Arya," kata Edward.

__ADS_1


"Iya belikan aku juga ya," ucap Jack.


Sebelum sampai di rumah. Jack menghentikan mobil nya ke toko pakaian dan mainan, semumpung lagi dengan Edward Jack sengaja menghentikan mobil nya di toko pakaian yang mewah. Biar saja Edward ia buat bangkrut.


"Kau sengaja ya," ucap Edward.


"Hahaha kan kau sendiri yang minta," kata Jack.


Mereka pun langsung turun dari dalam mobil. Edward memberikan kebebasan untuk Arya, ia bisa membeli apa saja yang Arya mau.


"Ambil apa sayang yang kamu mau, tak perlu takut," ucap Edward.


"Aku juga kan," tanya Jack.


"Kalau kau cukup satu pasang," jawab Edward.


Edward meminta pelayan toko untuk membungkus kan pakaian dan perlengkapan untuk Arya. Mereka berdua ingin ke tempat mainan, untuk pakaian Edward tak pintar memilih, ia menyerah kan semuanya pada pelayan toko.


"Itu bang," ucap Arya.


"Itu?? bagus kamu suka ambil saja," kata Edward.


"Tidak papa? aku tak punya uang," ucap Arya.


"Bayar nya cukup cium abang."


"Cup." Arya mengecup pipi Edward.


"Sial apa ini," batin Edward.


Setelah selesai membeli mainan dan berbagai macam pakaian mereka pun langsung pulang me rumah.


Di rumah Edward langsung membawa Arya ke kamar. Ia tau istri nya sedang pergi dengan mamah nya, selagi istri nya tak ada Edward memilih memandikan Arya agar wangi.


Jack berjalan diam diam masuk ke dalam kamar Nabila, ia sudah sangat merindukan pacar nya itu Walaupun Jesika nanti malam akan pulang ia tak akan tidur dengan Jesika, rasa jijik Edward pada Jesika sudah sangat besar.


"Jangan sampai dia dekat dekat dengan ku," batin Jack.


"Sayang." Jack memeluk Nabila dengan erat.


"Sayang kamu membuat ku terkejut," ucap Nabila.


"Aku mempunyai kabar baik, orang yang aku suruh sudah hampir menyelesaikan tugas nya. Setelah selesai aku akan menceraikan nya dan kita akan segera menikah," kata Jack.


"Kamu serius," tanya Nabila.

__ADS_1


"Iya dong, sudah aku katakan aku serius dengan mu," jawab Jack.


__ADS_2