
"Aku membeli minum dulu," ucap Nabila dan pergi meninggalkan Jack yang diam mematung. Jack merasa sakit hati Nabila mengatakan hal itu pada nya, ia tak rela Nabila rasa cinta Nabila pergi dari nya. Ia ingin selalu di cintai oleh Nabila walaupun ia tau mereka tak mungkin bersama.
Jack memijat kepala nya yang terasa pusing, ia tau semuanya tidak bisa terus seperti ini, mungkin memang hal itu harus terjadi. Dengan mencintai nya terus Nabila akan tersiksa karena ia milik orang lain.
"Jangan ganggu aku," ucap Nabila.
"Cantik kamu sendiri saja, sini dengan abang abang.."
"Kau jangan kurang ngajar pada ku," ucap Nabila.
"Tubuh seksi mu ini sangat membuat kami ingin segera bermain main dengan mu sayang, kamu benar-benar sangat menggemaskan jika marah seperti itu."
"Kurang ngajar..".
Plakk. satu tamparan kuat mendarat di wajah pria itu.
"Dia menampar mu, bagaimana rasa nya di tampar dengan wanita cantik ini??"
"Sangat luar biasa.."
Dari kejauhan Jack melihat Nabila di ganggu oleh banyak orang. Dengan cepat Jack langsung berlari mendekati Nabila.
"Ada apa sayang," tanya Jack.
"Mereka menganggu ku," jawab Nabila.
"Maaf wanita ini pacar ku, jangan menganggu nya. Cari saja yang bisa kalian goda," ucap Jack.
"Kau pikir kami percaya kau pacar nya, sudah banyak modus seperti itu..."
Jack menaikan wajah Jack dan mencium bibir Nabila, awal nya hanya kecupan tetapi agar mereka lebih percaya, Jack sedikit lebih dalam.
"Jangan ganggu yang sudah berpasangan.." Mereka pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Maaf." ucap Jack yang melepaskan ciuman itu setelah mereka jauh.
"Makasih," balas Nabila.
"Aku mencium mu sembarangan," kata Jack.
"Jangan membahas nya, itu juga demi keselamatan ku, lebih baik aku di cium oleh mu dari pada di cium oleh para pria bajingan itu," ucap Nabila.
"Begitu ya, ya sudah ayo jalan jalan lagi, kita naik Bananabot bagaimana," tanya Jack.
"Boleh ayo, aku senang bermain main di air," jawab Nabila.
Dari siang sampai menjelang malam mereka semua menghabiskan waktu di pantai. Bersenang-senang dan bermain bersama melupakan masa lalu yang membebani pikiran mereka selama ini.
Sebelum matahari terbenam mereka berdua empat duduk di satu tempat menyaksikan keindahan yang Tuhan berikan. Jika seperti ini mereka sudah seperti saling berpasangan, walaupun kenyataan nya Jack dan Nabila bukan lah sepasang kekasih.
"Sangat indah ya," ucap Nabila.
"Sangat indah." Jack malah menatap wajah Nabila.
Edward yang menyadari itu, memukul Jack dari belakang. Edward pikir Jack sedang membayangkan hal kotor pada adik nya.
"Sakit," ucap Jack.
"Aku tau pikiran jelek mu," kata Edward.
Setelah matahari tenggelam mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Beberapa makan juga mereka bawa untuk makan malam karena Edward memutuskan tak akan keluar lagi malam ini, ini bulan madu nya dengan Salsa, ya pasti mereka harus lebih sering menghabiskan waktu dengan yang enak enak.
"Aku makan di tempat mu ya," ucap Jack saat melihat Edward dan Salsa sudah masuk ke dalam.
"Tak ah, nanti kau macam macam," kata Nabila.
"Tak akan, aku mandi sebentar. Tolong bawakan makanan ku." Jack memberikan makanan nya pada Nabila dan langsung masuk ke dalam kamar hotel nya untuk membersihkan diri nya.
Nabila pun juga masuk ke dalam kamar hotel nya, i sudah sangat kedinginan.
"Aku ingin mandi air hangat," ucap Nabila.
__ADS_1
Setelah ke dua nya selesai mandi. Nabila langsung menyiapkan makanan nya dan Jack. Sedangkan Jack sudah berjalan ke kamar Nabila.
Ting.. tong... Jack memencet tombol pintu kamar hotel Nabila.
"Masuk." Nabila mempersilahkan Jack untuk masuk ke dalam sana.
"Udah kau siapkan," tanya Jack.
"Sudah lah, aku sudah sangat lapar ayo makan," jawab Nabila.
Mereka berdua duduk di depan televisi dan langsung menyantap makanan yang mereka bawa tadi. Nabila juga menghidupkan siaran drama barat di televisi. Tak seperti wanita pada umumnya yang suka drama Korea, Nabila lebih suka menonton menonton drama barat.
"Hmmm enak sekali," ucap Jack.
"Hahaha aku yang memilih nya, sudah aku katakan sangat enak," kata Nabila.
"Kau benar, aku harus mengabadikan nya, mana tau aku kesini lagi." Jack mengambil handphone nya dan memfoto makanan itu.
Saat membuka aplikasi instagram. Tak sengaja Jack melihat history istri nya. Ia rasa tempat yang ada di history itu tak asing di mata nya.
"Nabila kau tau tempat ini," tanya Jack.
"Ah ini dekat sini, siapa itu," tanya Nabila.
"Istri ku, kata nya dia di Singapore, kenapa bisa di sini," jawab Jack.
"Mungkin itu history lama nya, itu tapi history khusus untuk teman."
"Aku rasa dia salah memasukkan ku di daftar teman nya. Temani aku yuk," ucap Jack.
"Kemana," tanya Nabila.
"Ke tempat ini, mana tau dia masih di sana, alai tak ada berarti memang rekaman lama yang baru ia upload."
"Ayo." Nabila rasa Jack sedang di bohongi oleh Jesika. Ia ingat di kampus nya memang sedang ada staditur ke Bali. Ia pikir Jesika tak ikut.
"Semoga saja tidak, kasihan Jack," ucap Nabila.
''Kau tau tempat nya dimana kan?"
"Kau seperti nya sangat tau tempat di sini, kau sering liburan ke Bali ya," tanya Jack.
"Kau lupa Jack, aku kan pernah tinggal setahun di sini setelah lulus SMA," jawab Nabila.
"Oh iya, aku lupa."
Sesampai nya di tempat itu Jack dan Nabila langsung turun dari dalam mobil. Nabila membawa Jack ke posisi agar Jack bisa melihat nya dengan jelas, di tempat itu mereka berdua juga tak akan terlihat oleh Jesika, jika jesika benar benar ada di sana.
''Kenapa kau membawa nya ke tempat ini, emang dari atas sini aku bisa melihat istri ku," tanya Jack.
"Bisa jika istri mu berada di tempat ini. Lihat bukan nya tempat nya sama dengan yang ada di history istri mu," jawab Nabila.
Jack langsung memperhatikan setiap sudut di tempat itu, ntah kenapa Jack sangat berharap Jesika ada di sana, itu bisa menjadi alasan nya untuk marah pada wanita itu. Mata Nabila tertuju pada wanita yang memakai pakaian berwarna merah yang cukup seksi. Wanita itu adalah Jesika yang sedang bersama dengan seseorang pria.
"Jack aku melihat nya, itu dia ada di ujung," kata Nabila dengan ragu, ia benar benar sangat kasihan dengan Jack.
Mata Jack langsung tertuju pada tempat yang Nabila katakan, ia melihat dengan mata kepala nya sendiri Jesika sedang berciuman dengan pria lain. Jack sangat marah, cinta nya dikhianati oleh Jesika, Jack memejamkan mata nya untuk mengatur amarah nya agar tak pecah.
"Jack kau mau ke sana atau pulang," tanya Nabila yang malah sangat takut jika Jack mengamuk di depan itu, apalagi melihat ekspresi wajah Jac yang tiba tiba berubah.
Jack membuka mata nya sambil tersenyum, hal itu malah membuat Nabila semakin takut, ia pikir Jack sedang kerasukan setan tempat ini.
"Jack jangan membuat ku takut, ayo pulang saja, ngapain di sini, atau kau mau ke sana?"
"Hmmm untuk apa aku ke sana, lebih baik kita kembali ke hotel."
"Kau tak marah melihat itu semua, kau baik baik saja kan jack," tanya Nabila.
"Hahaha iya Nabila aku baik bai saja jangan takut, ya marah pasti aku marah, aku juga sangat kecewa pada nya, tapi harus kah aku mempertaruhkan harga diri ku demi wanita itu, oh itu sangat tak mungin aku lakukan, dengan aku mengamuk pada nya, itu akan membuat nya berpikir dia segala nya untuk ku, nanti dia berpikir aku tak bisa hidup tanpa nya. Aku ingin mengikuti permainan nya saja, dan yang pasti pernikahan kami tak akan bertahan lama."
Jack mengambil beberapa gambar sebagai barang bukti dan langsung membawa Nabila pergi meninggalkan tempat itu, ia rasa memang anak itu bukan anak nya, karena waktu itu sedang mabuk berat, ia tak tau apa yang terjadi, saat ia bangun ia dan Jesika sudah tak memakai apa apa. Ada juga bekas noda darah di kasur yang membuat Jack waktu itu percaya jika ia mengambil keperawanan Jesika.
__ADS_1
Nabila jadi ragu ragu berbicara dengan Jack, ia yakin Jack sedang sangat galau, kata nya saja ia tak apa apa, tetapi dari wajah nya Jack terlihat sangat menyedihkan.
"Jack mau ngapain?" tanya Nabila ketika Jack menghentikan mobil nya di toko.
''Tunggu sebentar aku ingin membeli sesuatu dulu, sebentar aja, tapi aku pinjam uang mu, dompet ketinggalan,'' ucap Jack.
"Berapa," tanya Nabila.
"300 ribu saja," jawab Jack.
Nabila memberikan uang yang Jack minta, Jack mengambil uang itu dan keluar dari dalam mobil, Nabila tak tau untuk apa uang itu, ia hanya berharap Jack tak membeli barang barang aneh.
Tak terlalu lama Nabila menunggu Jack kembali dengan membawa satu kantong yang tak tau apa isi nya, Nabila ingin bertanya tetapi ia tak berani mengingat hati Jack sedang tak baik baik saja.
''Sudah kita berangkat lagi, kau tau mau membeli makanan gitu, ntah martabak atau apa??"
"Tak ada aku sedang tak ingin memakan cemilan apapun, aku ingin melanjutkan makan yang tadi."
"Oke." Jack membawa kembali mobil itu ke hotel mereka menginap.
Sesampai nya di hotel, Jack memutuskan tak melanjutkan makan dengan Nabila, ia ingin menenangkan diri nya sendiri dulu, sekuat apapun untuk diri nya tidak galau tetap saja rasa galau itu melanda hati nya.
"Kau yakin Jack? Aku temani ya." Nabila takut Jack melakukan hal yang tidak tidak seperti bunuh diri misal nya.
"Kau yakin ingin menemani ku? Aku tak tanggung jawab kalau aku lepas control, jangan salahkan aku jika aku berbuat hal yang tidak tidak pada mu."
"Aku yakin kamu tak akan melakukan hal itu Jack, kamu pria yang sangat baik, aku temani ya," kata Nabila.
"Boleh tunggu sebentar jangan di kamar, nanti kita di gerebek abang mu lagi."
Jack masuk ke dalam kamar hotel nya, untuk meletakan barang yang ia beli tadi dan mengambil uang untuk mengganti uang Nabila yang ia pakai tadi.
Di dalam kamar lain, sudah pasti ke dua insan sedang memadu kasih, tak ada yang boleh menganggu mereka berdua termasuk author sendiri. Dari pada Edward dan Salsa marah karena author ganggu lebih kita fokus pada Jack, Nabila dan juga Jesika.
Jesika terkejut melihat Jack melihat history nya, ia salah memasukan teman, Jesika sangat takut Jack marah karena ia bohongi. Jesika memutuskan untuk menghubungi Jack..
"Jesika," ucap Jack.
"Angkat saja, mana tau dia ingin mengatakan sesuatu hal," kata Nabila.
Jack pun mengangkat panggilan itu.
"Halo sayang," ucap Jesika.
"Iya ada apa, kamu dimana," tanya Jack.
''Aku di singapura sayang, tadi kamu lihat history ku," tanya Jesika.
"Tak ada, aku baru buka hp, sedari tadi hp ku di pegang keponakan ku," jawab Jack.
"Oh begitu ya sudah, makasih uang nya, aku akan pulang hari Selasa."
"Iya, ya sudah kalau begitu, aku sedang sibuk,'' ucap Jack.
Jack mematikan sambungan telepon itu.
"Lihat Nabila, begitu bodoh nya dia, di rumah tak ada keponakan dan dengan mudah nya dia percaya."
''Sabar Jack, dia memang bukan wanita yang baik untuk mu," ucap Nabila.
Jack meletakan kepala nya di atas pundak Nabila, yang ia butuhkan saat ini memang pundak seseorang untuk menyangga kesedihan nya.
"Andai saja dulu kau mau menerima perjodohan kuta berdua Jack aku tak akan membuat mu bersedih, aku tak akan mengkhianati seperti wanita wanita itu, aku pasti menjadikan mu seorang raja seperti yang kau iri kan pada bang Edward.
''Jika kau ingin menangis menangis lah, tak apa apa menangis, jika menangis membuat mu tenang, membuat semua nya lebih baik kenapa tidak. Aku tak akan mengejek mu ataupun memberitahu siapapun.''
"Kau cerewet Nabila, makasih sudah ada untuk, maafkan jika selama ini aku tak baik pada mu, tak menghargai mu, tak menganggap mu. Mungkin ini memang karma yang tuhan berikan pada ku karena telah menyianyiakan bidadari seperti mu, jika aku bisa mengulang waktu aku tak akan menyianyiakan mu, aku pasti lebih memilih diri mu dari pada wanita itu. Memang penyesalan datang di akhir kalau di awal tak akan ada orang menyesal dengan kesalahan yang di buat nya.''
"Kalau kau galau seperti ini kau bijak juga ya.''
"Penyesalan bisa dialami siapa saja dan hal wajar terjadi dalam kehidupan seseorang. Tetap semangat dalam menjalani hidup dan yang perlu diingat adalah menjadikan penyesalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadikanmu pribadi yang lebih baik,'' ucap Nabila.
__ADS_1
"Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku, tetapi tidak dengan karmaku,'' balas Jack.
''Setiap penyesalan adalah pengalaman dan pengalaman akan membawa kita pada kebijaksanaan.'' Nabila memeluk Jack dengan erat.