Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 10


__ADS_3

"Aku tidak menyakiti nya, dia saja yang terlalu berharap padaku. Sama seperti Nabila yang berharap pada mu, dan kau malah menghamili wanita lain. Kau pikir kau saja yang bisa marah, kau membuat Nabila menangis satu malaman, aku hanya ingin menghibur nya, sebagai abang aku tidak ingin adik ku merasa hancur hanya karena pria sampa seperti mu."


"Edward," ucap Nathan.


"Ayah aku memang bukan anak kandung mu, tetapi percaya pada ku, aku tidak mungkin melakukan hal di luar batas ku sebagai abang nya. Dia menangis sepanjang malam karena pria ini, aku hanya ingin menghibur nya."


"Sudah masuk sana ke kamar mu, jelaskan pada istri mu," ucap Nathan.


"Wanita itu," batin Edward dan langsung pergi meninggalkan mereka semua.


"Sudah aku katakan ini semua hanya salah paham, kau Jack jangan membuat semuanya semakin ribet, ini semua juga karena mu," kata Bryan.


Edward masuk ke dalam kamarnya. Di sana Edward melihat Salsa sedang menangis sambil memeluk bantal guling. Ia tidak bisa terlalu marah pada Salsa, apa yang Salsa rasakan seperti yang Nabila rasakan. Ia tau bagaimana rasanya, tetapi memang ini semua hanya kesalahpahaman Salsa.


"Hey berhenti menangis aku ada di sini," ucap Edward.


"Kau jahat, jangan dekat dekat dengan ku," kata Salsa.


"Apa yang aku lakukan Salsa kau salah paham. Aku memang pergi dengan Nabila, itu karena Nabila sedang tidak baik baik saja. Hati nya sedang hancur karena adik mu Jack, adik mu menghamili wanita lain. Kau tau kan Nabila sangat suka dengan Jack kau tau perasaan nya sekarang kan, sebagai abang yang baik aku hanya ingin menghibur nya. Jangan gila Salsa, kau cemburu dengan adik ipar mu sendiri," ucap Edward.


"Betul kah itu," tanya Salsa.


"Iya jangan begini, aku tidak suka ya. Kamu mengadu pada keluarga mu tentang rumah tanggal kita. Jika ada masalah jangan begini, minta penjelasan dari ku," jawab Edward.


"Aki tidak ada memberitahu keluarga ku. Mungkin Jack yang memberitahu nya, aku mendapatkan foto mu dengan Nabila dari Jack," ucap Salsa.


"Jack ya, dia ingin bermain main dengan ku."


"Mau kemana, masalah kita belum selesai," ucap Salsa.


"Apa lagi Salsa, aku sudah menjelaskan semuanya," tanya Edward.


"Aku belum percaya dengan mu, jika kamu benar-benar tidak memiliki perasaan pada Nabila cium aku," jawab Salsa.


"Hadeh, mau pakai lidah." Edward mendekati Salsa.


Edward mencium bibir Salsa dengan lembut. Ia harap tak ada yang melihat nya, apalagi Narendra yang akan membuat kegaduhan jika sampai melihat nya. Salsa sangat senang dan menikmati nya, ia ingin selalu begini bersama dengan Edward orang yang sangat ia cintai.


"Kau buruk sekali, apa kau belum pernah berciuman," tanya Edward.


"Belum ini yang pertama untuk ku," jawab Salsa.


"Sudah aku mau pergi."

__ADS_1


"Pergi lagi, tidak mau." Salsa menarik Edward dan memeluk Edward agar Edward tidak kabur dari nya.


"Salsa," ucap Edward.


"Jangan pergi lagi."


"Kenapa kau begitu manja si," ucap Edward.


"Aku manja dengan suami ku, Nabila saja boleh manja dengan mu, aku masak tidak boleh," kata Salsa.


"Nabila lagi."


"Kenapa si tidak betah di rumah, sedikit dikit pergi, sama istri sendiri tidak betah," ucap Salsa.


"Ya kau tidak membuat ku betah."


"Kamu mau apa dari ku, aku akan memberikan nya untuk mu," ucap Salsa.


"Tidak ada."


"Mau ini, atau ini semuanya milik mu," ucap Salsa.


"Kau bar bar sekali ya, aku tidak ingin ke dua nya," kata Edward.


"Coba saja." Salsa tidak berhenti nya berusaha agar Edward tidak lepas dari nya. Edward harus ia ikat agar tidak macam macam pada nya.


Salsa mengarahkan tangan Edward ke dada nya, ia tidak yakin Edward menolak apa yang semua lelaki inginkan. Apalagi Edward termasuk buaya di kelas nya.


"Salsa," ucap Edward.


"Aku mencintaimu sangat mencintai mu." Salsa memeluk Edward dengan erat. Tangan Edward saja sampai terjepit di antara dia gunung kembar.


Edward hanya diam saja mendapatkan pelukan dari Salsa, jika tidak ada perjanjian dengan Narendra mungkin Edward sudah lepas kontrol dan sudah meniduri Salsa. Ia tidak mungkin melakukan hal itu, bisa bisa mereka berdua akan terikat selama nya.


Tangan Salsa masuk ke dalam baju Edward dan mengusap ngusap nya. Ia sangat suka sekali merasakan tubuh kekar suaminya. Apalagi jika Edward tidak memakai baju.


"Salsa," ucap Edward.


"Aku hanya ingin menikmati tubuh suami ku," kata Salsa.


"Kau kenapa jadi begini si," tanya Edward.


"Tidak papa." Salsa mencium wajah Edward.

__ADS_1


"Kau ganas sekali," ucap Edward.


"Biar saja," kata Salsa.


"Mas aku ingin pergi jalan jalan nanti malam," ucap Salsa.


"Tidak usah, nanti malam kita di kamar saja," kata Edward.


"Yes, kita mau apa," tanya Salsa.


"Kau mau apa ha?? aku akan melakukan apa yang kau mau, apa saja sebagai permintaan maaf ku pada mu."


"Apa saja," tanya Salsa.


"Iya apa saja," jawab Edward.


"Aku ingin kamu unboxing," ucap Salsa.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk...." Edward terbatuk batuk mendengar ucapan Salsa.


"Hahaha kenapa mas, kan aku memberikan apa yang seharusnya kamu dapatkan," ucap Salsa.


"Iya memang itu hak ku, tapi aku tidak bisa ah. Kau brutal sekali Salsa, biasanya wanita malah takut ini kau menawarkan diri mu," kata Edward.


"Ya biar saja, dari pada kamu melampiaskan nya pada orang lain. Bagus dengan istri mu sendiri, sudah halal, tidak banyak mau," ucap Salsa.


"Bukan begitu Salsa, tapi kau yakin mau aku unboxing, burung ku besar loh, itu sangat menyakitkan, nanti kau menangis lagi."


"Mau mau sekarang pun aku mau," ucap Salsa.


Salsa membuka baju suami nya, karena ia sudah tidak sabar. Dengan mendapatkan benih Edward, Edward tidak akan meninggalkan nya. Ia benar-benar sudah cinta mati dengan pria satu ini. Apapun akan Salsa lakukan agar Edward tetap menjadi suami nya. Karena ini yang Salsa inginkan sejak dulu.


"Eh, jangan Salsa." Edward menghentikan tangan Salsa.


"Mas kamu bagaimana si," ucap Salsa.


"Kau macam macam saja ya."


"Mas aku mohon, atau aku yang akan menganboxing mu," ancam Salsa.


"Coba saja kalau bisa," ucap Edward.


"Oke tunggu nanti malam, jangan salahkan aku ya mas," ucap Salsa dengan sangat percaya diri, ia yakin bisa menganboxing Edward dengan sangat brutal.

__ADS_1


__ADS_2