
Nathan langsung ingin membicarakan apa yang Narendra inginkan. Ia mencari Edward dan adik nya untuk membicarakan masalah ini.
"Mawar," ucap Nathan.
"Iya paman," kata Mawar.
"Hmmm paman bisa minta tolong, kamu mau bekerja tidak, tidak berat kok," ucap Nathan.
"Kerja apa paman? Mawar mau saja bekerja tapi abang tidak mengizinkan Mawar untuk bekerja."
"Begini, paman mempunyai anak nama nya Narendra, dia memerlukan seorang untuk membantu nya mempersiapkan kebutuhan nya. Dia kuliah dan mengurus perusahaan, kalau kau mau kau bisa menjadi asisten pribadi nya. Kuliah mu tetap aman, nanti paman gaji 100 juta perminggu," ucap Nathan.
Mawar melongok mendengar 100 juta perminggu, itu uang yang tidak sedikit, 1 tahun saja ia bekerja sudah. mendapatkan uang milyaran rupiah.
"Aku si mau paman, tapi abang ku bagaimana??"
"Kita bicarakan dengan nya," ucap Nathan.
"Membicarakan apa yah, jangan bilang ayah meminta Mawar untuk jadi istri yang ke dua." Edward berjalan mendekati mereka berdua.
"Kau ada ada saja, begini aku menawarkan pekerjaan untuk Mawar."
"Ayah aku tidak mengizinkan nya untuk bekerja," kata Edward.
"Abang aku mau bekerja, aku mau mempunyai uang sendiri," ucap Mawar.
"Apa pekerjaan nya," tanya Edward.
"Menjadi asisten Narendra inginkan," jawab Nathan.
"Apa!! Ayah tau kan aku dengan nya bagaimana, nanti adik ku malah di apa apain dia bagaimana," tanya Edward.
"Tidak lah, orang dia tinggal di rumah ini lagi. Tak mungkin dia berani apa apain adik mu. CCTV rumah ini juga di periksa setiap tiga hari sekali," jawab Nathan.
"Ya sudah kalau hanya di rumah. Tapi ayah tau kan gaji untuk nya tidak sedikit," ucap Edward.
"Beres," kata Nathan.
"Yes, makasih bang," ucap Mawar yang sangat senang sekali, ia tak tau kalau ini awal dari semuanya.
Edward sebenarnya tidak yakin kalau Mawar hanya akan jadi asisten pribadi Narendra, ia takut adik nya di manfaatkan oleh Narendra, tetapi karena Mawar hanya bekerja di rumah saja ia masih bisa mengawasi Mawar, ada CCTV juga yang setiap tiga hari sekali akan di periksa.
Nathan membawa Mawar bertemu dengan Narendra, Narendra mengangguk kan kepala nya melihat penampilan Mawar, tak aan membuat nya malu jika ia bawa kemana mana. Kalau Mawar tak berekspetasi jika Narendra seperti ini. Ia seperti melihat pangeran dari dekat.
''Adakah pria setampan ini, dia benar benar sangat tampan, aku tak pernah melihat pria setampan ini,'' batin Mawar.
''Dia yah," tanya Narendra.
"Iya dia, nama nya Mawar, jangan macam macam dengan nya, kau aku awasi Narendra.
"Iya ayah ku sayang, sudah berikan kamu waktu berdua," ucap Narendra.
"Kalau dia macam macam beri tau paman. Jangan takut dengan ancaman dari nya." Nathan meninggalkan mere berdua sendiri.
"Perkenalkan diri mu," ucap Narenda.
"Nama saya Mawar, sedang kuliah jurusan desain grafik." Mawar memperkenalkan diri nya dengan sangat percaya diri.
"Nama yang bagus, jurusan desain grafik ya, berarti sama dengan Jack."
"Hmm saya satu kampus dengan nya," ucap Mawar.
"Oh begitu," Narendra mengangguk kan kepala nya.
"Oke aku akan memberikan mu penjelasan apa saja yang harus kau kerjakan selama menjadi asisten ku. Pertama pukul 05:30 pagi, aku mau perlengkapan ku sudah siap, dari pakaian kampus, pakaian kerja dan apa saja yang aku perlukan di kampus dan di kantor. Di dekat lemari sudah ada jadwal yang setiap minggu nya akan di ganti, jadi kau harus melihat nya setiap hari jangan sok untuk menghafal nya, terkadang sebelum satu minggu juga sudah di ganti yang baru. Setiap weekend aku ada perjalanan bisnis dan kau harus ikut."
Dari cara berbicara nya Mawar sudah sangat yakin jika orang di depan nya ini sangat angkuh dan keras kepala, kalau tak karena gaji nya yang sangat besar ia tak akan mau menjadi asisten pribadi pria ini.
"Aku tak mau kau sok akrab pada ku, jangan panggil nama ku. Cari panggilan yang cocok untuk ku tetapi tak merendahkan mu dan tak membuat ku malu,'' ucap Narendra.
"Bapak bagaimana?"
"Kau pikir aku pria anak satu," ucap Narendra.
"Le," ucap Mawar.
"Apa itu Le," tanya Narendra.
"Leader, singkat saja," jawab Mawar.
"Taj jelek, ya sudah boleh menggunakan panggilan itu. Sekarang kau boleh pergi, tugas pertama mu besok. Kalau aku mengajak mu pergi harus memiliki penampilan yang sangat menarik, jangan membuat ku malu," ucap Narendra.
Narendra pergi meninggalkan Mawar. Mawar seperti nya harus sangat bersabar menghadapi Narendra.
"Siapa nama nya lupa pula aku," ucap Mawar.
Pagi hari nya, tugas pertama Mawar untuk menjadi asisten pribadi Narendra. Ia masuk ke dalam kamar Narendra sebelum pukul setengah lima pagi. Ia melihat Narendra masih tertidur dengan lelap.
"Tidur saja wajah nya setampan ini," batin Mawar
Mawar berjalan mendekati lemari yang Narendra katakan kemarin, ia melihat jadwal yang Narendra katakan. Hari ini Narendra ada kelas pagi, sama seperti diri nya. Pakaian yang Narendra pakai untuk ke kampus adalah pakaian yang hangat. Perkenalkan ke kampus Narendra memerlukan tas, dompet, buku pena dan kunci mobil.
Dengan cepat dan cekatan Mawar mempersiapkan semua nya dengan baik. Ia sangat mengerti outfit yang Narendra butuhkan. Tetapi sayang nya outfit yang Narendra rata rata berwarna hitam. Tidak cocok dengan Narendra karena akan membuat nya terlihat semakin dingin.
Untuk menghindari hal itu, sebisa mungkin Mawar memilih outfit yang tidak menunjukkan sisi dingin itu. Setelah semuanya siap Mawar buru buru ingin keluar dari kamar. Sebelum keluar ia melihat jadwal siang ini, ia rasa sebelum Narendra kembali ia sudah di rumah. Jadi ia memutuskan untuk menyiapkan semuanya nanti.
"Mau kemana," tanya Narendra saat Mawar mau membuka pintu kamar untuk pergi.
"Pergi Le," jawab Mawar.
"Air panas sudah ada," tanya Narendra.
"Itu tugas ku juga," tanya Mawar.
"Masih tanya lagi, sekalian sarapan ku. Aku malas makan bersama sama," jawab Narendra.
"Baik Le," ucap Mawar.
Mawar mempersiapkan air panas yang Narendra minta, setelah itu ia ingin kembali ke luar.
"Kau buat nya di sini, tu di ruangan sebelah, ada pemagangan roti dan kulkas," ucap Narendra.
"Oh begitu." Mawar rasa pria ini pria yang paling malas satu dunia. Makan saja harus berada di dalam kamar.
Mawar masuk ke dalam ruangan yang di katakan Narendra. Mawar mengerutkan dahi dahi nya karena itu berisi kebutuhan Narendra. Rata rata kebutuhan pokok Narendra.
"Enak benar ya, berasa jadi raja seperti ini," batin Mawar.
Di situ juga tempat pakaian kotor Narendra. Saat Mawar membuat roti bakar dan segelas susu, Narendra masuk juga ke dalam sana.
"Tutup mata mu," ucap Narendra yang ingin melepaskan pakaian nya.
"Iya." Mawar langsung menutup mata nya.
Narendra berjalan ke arah kamar mandi. Sebelum memasukkan tubuh nya ke dalam badhup Narendra memasukan kaki nya dulu agar dirinya tidak kaget.
"Ahkk panas," teriak Narendra.
"Kenapa dia," ucap Mawar.
Kaki Narendra memerah karena air yang begitu panas, sambil tertatih tati Narendra kembali keluar dari dalam kamar mandi.
"Mawar," teriak Narendra.
"Iya Le.." Mawar langsung berlari menuju ke arah sumber suara.
"Kau mau membunuh ku," bentak Narendra.
"Apa salah ku," tanya Mawar.
"Masih tanya." Narendra mengangkat kaki nya ke arah Mawar.
"OMG..." Mawar terkejut melihat aki Narendra sudah kemerahan seperti kepiting rebus.
"Kenapa kau menyiapkan air yang sangat panas, air mau memasak ku," ucap Narendra.
"Maaf. Maaf aku tak tau kalau air itu untuk mandi, tadi kata mu aku kamu minta untuk menyiapkan air panas, jadi aku menyiapkan air panas yang kamu minta," kata Mawar.
"Bodoh, ambilkan aku salep, awas saja sampai kaki ku melepuh," ucap Narendra.
Mawar langsung mengambil salep di kotak p3k, ia sangat takut Nathan marah pada nya karena telah melukai putra tersayang nya. Dengan perlahan Mawar mengobati kaki Narendra yang memerah.
"Aku rasa nanti akan melepuh, ke rumah sakit saja yu, aku yang akan membayar nya," kata Mawar.
"Kau pikir, biaya pengobatan ku murah, jangan kau pikir aku murahan ya, ini sangat mahal. Aku tak bisa memakai obat sembarangan. Aku tak ada waktu ke rumah sakit, aku tak mau tau aku ingin aku tetap bisa ke kampus,'' ucap Narendra.
Agar tak terkontaminasi bakteri Mawar memutuskan membungkus kaki Narendra dengan perban, tak lupa ia memberikan salep panas dan salep khusus untu luka bakar, ia sangat berharap kalau kaki Narendra tidak melepuh.
"Kalau aku mengadukan mu pada ayah ku mungkin gaji mu akan di potong.
"Tak masalah, asalkan aku tak kamu laporkan ke polisi karena kasus ini," ucap Mawar..
"Dengar kan baik baik. Aku tak mau kasus ini terulang kembali, kalau aku minta air panas jangan kau siapkan panas panas, yang menurut mu pas untuk aku berendam, kau pintar kan ya kali masalah sepele seperti itu tidak tau," kata Narendra.
"Maafkan saya Le. Saya tak akan mengulangi nya lagi," ucap Mawar.
Narendra tak jadi mandi karena ulah Mawar, ia langsung masu ke dalam ruang ganti untuk memakai pakaian, diri nya sudah tampan tak mandi tak akan menghilangkan ketampanan nya.
Narendra cukup terkejut melihat outfit yang berbeda dari biasa nya, baju baju yang tak pernah ia pakai kini sudah tersusun rapi untuk ia pakai. Narendra mencoba pakaian yang Mawar siapkan, sampai saja ia menjadi norak ia akan memarahi Mawar kembali.
''Tak buruk, aku jadi tidak terlalu cool, tetapi tetap keren, selera nya bagus juga.''
Saat Narendra keluar dari dalam kamar ganti, Narendra sudah tidak melihat Mawar. Ia hanya melihat susu panas dan roti bakar yang sangat wangi.
__ADS_1
Narendra buru buru menghabiskan susu dan roti bakar itu karena takut terlambat. Saat keluar dari dalam kamar banyak orang yang memperhatikan diri nya. Narenda jadi berpikir yang tidak tidak karena ia tidak mandi.
''Kaki mu kenapa sayang," tanya Helen.
"Pagi mamah ku yang cantik, sudah tidak marah pada anakmu ini lagi kan...''
"Tidak lah, bagaimana mungkin, mamah bisa terlalu lama marah pada si tampan ini," kata Helen.
"Kaki ku terkena air panas mah, aku tak tau melepuh atau tidak, sudah di obati si tadi,'' ucap Narendra.
"Semoga saya tak melepuh. Kamu terlihat lebih tampan sayang, seperti nya kamu mencoba hal baru," kata Helen yang langsung ngeh dengan penampilan baru Narendra.
"Dia sudah mempunyai asisten yang mempersiapkan semua perlengkapan nya sayang, pasti outfit yang dia pakai sekarang asistennya yang memilih nya," ujar Nathan.
"Hahaha ayah tau saja, tapi seperti nya aku sangat cocok memakai pakaian seperti ini, sangat terlihat tampan, seperti nya aku akan membeli outfit baru untuk merubah image ku.'
''Berarti dia bekerja dengan sangat baik dong. Apa ayah naikan gaji nya."
"Jangan, dia juga terledor lihat kaki ku, semua nya karena ulah nya," ucap Narendra.
"Halah kau kan kuat, begitu saja lemah."
''Sebenarnya siapa si asisten mu," tanya Helen.
"Adik nya Edward, si Mawar," jawab Nathan.
"Ha!! kau jangan macam macam dengan nya, nanti abangnya marah pada mu," kata Helen.
"Iya mamah ku, aku tak akan melakukan apa apa, jangan khawatir," ucap Narendra.
"Kau tak bisa membawa mobil, pergi dengan Mawar saja," kata Helen.
"Oh iya kami sebenarnya satu kampus tapi beda jurusan saja," ucap Narendra.
"Mawar." Nathan memanggil Mawar yang sedang terburu buru.
"Mampus pasti aku bakan di marahi, karena membuat kaki anak mereka sampai terluka seperti itu," ucap Mawar.
Mawar berjalan mendekati mereka bertiga ia sangat takut Nathan akan memerahi nya.
''Maaf paman aku tidak sengaja, aku tidak jika air panas yang tuan ini minta untuk mandi," kata Mawar.
"Hahaha tidak papa, dia itu kuat jangan merasa bersalah terkadang memang apa yang diminta oleh nya tak sesuai, kalau orang yang tak mengerti diri nya pasti akan salah mengartikan."
"Lain kali lebih hati hati ya sayang, sekarang kamu pergi ke kampus bareng dengan Narendra saja, dia tak bisa naik mobil dengan kaki seperti ini, kalian itu satu kampus," ucap Helen.
"Kit satu kampus," tanya Mawar.
"Hmmm, beda angkatan," jawab Narendra.
"Dia S2 sayang, awal nya mau pindah ke London tapi mengingat sifat nya seperti itu tidak memungkinan untuk mengirim nya ke sana,'' ucap Helen.
"Sudah ayo, nanti aku terlambat," kata Narendra dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
Di kampus Narendra turun lebih dulu dari Mawar, Mawar menunggu sedikit lama agar tak menimbulkan gosip.
"Hey kau sudah masuk saja," ucap Jack.
"Dasar buaya, badik kau embat juga, apa kau tak puas dengan istri mu," kata Narendra.
"Hahaha sayang nya tidak, adik mu mantap polos polos bagaimana gitu," ucap Jack.
"Kenapa dengan kaki mu," tanya Jack.
"Ulah adik nya Edward."
"Wah seperti nya kau sudah kembali ke rumah ini, kenapa bisa ulah adik nya, jangan jangan kau mendekati nya."
"Kau kepo, bukan urusan mu juga, urus saja adik ku dengan benar." Narendra pergi meninggalkan Jack.
"Apa dosen nya sudah datang," tanya Mawar yang datang setelah kepergian Narendra.
"Belum,seperti nya tak datang, kenapa dengan kaki nya Narendra, kau apakan dia. Jangan macam macam dengan nya dia sedang tidak akur dengan abang mu,'' kata Jack.
"Tak ada, hanya kecelakaan kecil," jawab Mawar.
Di apartemen pertandingan antara istri muda dan istri tua sedang berlangsung, istri muda tak mau kalah dengan bisa istri tua.
''Percuma dandan cantik Jesika, tak ada yang mau melirik mu lagi, kau sudah kendor, pantas saja suami ku berkata milik mu tak enak."
"Hahaha itu karena kau masih baru, nanti juga lama lama milik mu longgar, kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Jangan sombong Nabila, sifat buaya Jack tidak akan pernah hilang," kata Jesika.
"Hahaha kata siapa, seperti nya Jack tak mengatakan nya padamu ya, ya bagaimana ia mengatakan nya pada mu, aku saja datang pada Jack jika ada perlu nya saja, kau tak pernah mendengar cerita dan keluh kesah nya," balas Nabila.
Nabila yang dulu dan sekarang sudah berbeda, Nabila tak mau diri nya di injak injak Jesika, Jesika harus di lawan agar ia tak semena mena pada nya.
"Sombong sekali, sebentar lagi apa yang kau sombong kan akan hilang." Jesika pergi meninggalkan Nabila.
"Istri tua tak bermutu," ucap Nabila.
Hari ini kampus tempat Jack, Mawar dan Narendra kuliah akan mengadakan liburan bersama ke luar kota. Narendra dan teman teman nya langsung mendaftar, walaupun kaki nya sedang sakit ia tak akan perla melawati yang nama nya liburan, hampir setiap minggu Narendra pasti pergi berlibur.
Sedangkan Jack harus berpikir dua kali untuk ikut, ia memiliki dua istri yang tidak mungkin ia bawa ataupun ia tinggal, jadi Jack memutuskan untuk tidak ikut berlibur, ia juga baru pulang dari Bali dengan Nabila. Karena berlibur bersama ini kampus juga akan libur, hal itu Jack manfaatkan untu menghabiskan waktu dengan Nabila, berbeda dengan Edward yang tak ingin mempunyai anal dulu, Jack malah menginginkan anak secepat nya. Nabila juga akan segera lulus, hal itu membuat nya takut menganggu Nilai istri nya/
Kalau Mawar juga memutuskan tidak ikut, ia tidak ikut karena bekerja dengan Narendra, ia tak tau jika Narendra juga ikut dalam kegiatan ini. Memang sebenarnya Mawar sangat ingin sekali ikut, ia tak pernah liburan sebelum nya. Sekarang ia sudah tak perlu memikirkan Arya yang tidak ada yang menjaga. sekarang Arya sudah sangat aman bersama dengan abang dan kakak ipar nya.
Setelah jam selesai. Mawar langsung menuju ke mobil. ia sangat takut kalau Narendra menunggu nya, ternyata Narendra belum selesai. Mawar memutuskan menunggu Narendra dib dalam mobil. Dan tak lama Narendra datang, wajah nya terlihat sangat senang dari sebelum mereka berangkat ke kampus.
''Kau pintar juga memilih outfit yang cocok untuk ku, aku minta selama liburan aku mau kau yang menyiapkan Outfit ku."
"Ha!! Le ikut liburan," tanya Mawar.
"Ya ikut lah, aku tak pernah tidak ikut kegiatan kampus sedikit pun, jangan bilang kau tak ikut," ucap Narendra.
"Ya aku tidak ikut, aku pikir Le tidak ikut, jadi aku memutuskan untu tidak ikut."
"Lalu siapa yang akan membantu ku untuk mempersiapkan semua nya, sana daftar awas saja sampai pendaftaran nya sudah tutup," ucap Narendra.
Dengan cepat Maar turun dari dalam mobil, ia langsung mendaftarkan diri nya, jujur ia malah sangat senang bisa ikut, ya meskipun harus menjadi babu nya Narendra, tetapi ia tak mau ambil pusing karena ini liburan pertama nya.
Narendra meminta jadwal nya hari ini di undur besok, ia ingin ke mall untu mencari outfit yang akan ia pakai untuk liburan lusa. Ia juga mengkonfirmasi pada Vino kakek nya tentang kegiatan kampus ini.
"Sudah," ucap Mawar dengan nafas yang terengah engah.
''Cepat sekali,'' tanya Narendra.
"Hehehe aku menjual nama mu, aku katakan saja pada mereka jika aku di minta mu untuk ikut, jadi nya mereka semua langsung mencatat nama ku tanpa banyak bertanya."
"Bagus kau mulai berani menjual nama ku ya, awas saja sampai mereka berpikir macam macam tentang kita berdua, habis kau dengan ku. Kau pikir karena kau adik nya Edward aku takut dengan mu."
"Maaf Le, ini kan sangat mendesak," ucap Mawar.
"Sekarang kita ke mall, kita harus membeli banyak outfit untuk liburan nanti," kata Narendra.
Mawar pun membawa mobil itu ke mall terdekat, ia tak tau mall yang mana yang Narendra maksud, ia tau pasti Narendra memiliki selera yang sangat tinggi.
"Seperti nya aku malas di sini, ganti," ucap Narendra.
"Bisa kamu beri tau dimana mall yang kamu inginkan Le," tanya Mawar.
''Tak tau, bawa saja mobil ini ke mall yang ada di kota ini, kalau tak ada yang cocok kita ke luar kota saja," jawan Narendra.
Tujuan sebenarnya hanyalah untuk mengerjai Mawar, semua yang Edward lakukan pada nya, akan Narendra balas pada mawar.
Mawar kembali membawa mobil itu ke mall yang lainnya, dan setiap mall yang mereka datangi ada saja yang Narendra keluhkan. Dan pada akhirnya mereka kembali pada mall pertama.
"Yang ini saja," ucap Narendra.
"Kenapa tidak dari tadi si," kata Mawar.
"Kenapa kau marah? kau hanya asisten ku, kau harus menjalankan semua tugas yang aku berikan," ucap Narendra.
"Ahh perih." Kaki Narendra terbentur pintu mobil.
Mawar menahan tawa nya, karma di bayar lunas, siapa suruh mengerjai anak yatim piatu, pasti ada saja balasan nya.
"Jangan tertawa," ucap Narendra.
"Tidak, ayo aku bantu," kata Mawar.
Karena kaki nya memang perih. Narendra di bantu Mawar untuk keluar dari dalam mobil. Seperti nya ia tak akan bisa banyak berjalan. Narendra memutuskan masuk ke dalam satu toko
pakaian yang menjual segala keperluan nya, jadi ia tak perlu kemana mana lagi.
"Narendra," ucap Rizky.
"Kau pacaran dengan nya," tanya nya.
"Tidak dia bekerja dengan ku, dia asisten ku."
"Wih keren sekali, pantas saja tadi dia menjual nama mu, anak anak berpikir kau berpacaran dengan nya."
"Hey apa mereka tak punya mata, mana mungkin aku pacaran dengan wanita ini. Mereka tau seleraku," ucap Narendra.
"Hahaha mana tau saja kau khilaf, jangan lupa lusa," kata Rendy Rizky dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Lihat karena ulah mu semua orang berpikir yang tidak tidak," ucap Narendra.
Seperti yang Narendra tugas kan, Mawar langsung mencari outfit yang sangat sesuai dengan Narendra dan tempat yang akan mereka datangi, tempat yang akan mereka datangi Hawai dan di sana lagi musim panas, jadi Mawar mencari outfit yang tidak panas untuk Narendra pakai dengan warna yang lebih beragam tidak montoton hitam dan putih saja, meskipun ia tetap membeli beberapa pakaian warna itu.
Selagi Mawar menyiapkan pakaian, Narenda memilih beberapa sepatu dan topi, ia tak bisa banyak bergerak jadi para pelayan lah yang membawakan topi dan sepatu itu ke hadapan nya.
''Kau boleh mengambil pakaian juga, jangan membuat ku malu,'' ucap Narendra.
__ADS_1
Dari pada Narendra malu dengan apa yang Mawar pakai nanti, bagus ia juga membelikan juga pakaian baru untuk Mawar, Mawar akan terus bersama nya, liburan nanti Mawar akan ia jadikan babu nya.
"Yakin Le," tanya Mawar.
"Ada di wajah ku bercanda sudah cepat ambil, aku tak mempunyai banyak waktu lagi di sini, dokter yang akan mengobati kaki ku sudah di rumah."
"Oke, terimakasih ternyata kamu sangat baik juga." Dengan cepat Mawar mencari pakaian yang cocok untuk nya, ia memang ke kekurangan pakaian musim panas.
Narendra menaikan ujung bibir nya, baru melakukan hal itu, Mawar sudah memuji nya baik, padahal ia melakukan hal itu bukan untuk Mawar tetapi untuk diri nya sendiri agar tidak malu.
Setelah selesai berbelanja dan menghabiskan ratusan juta rupiah, mereka berdua langsung pulang ke rumah. Memang sudah ada dokter yang akan mengobati luka Narendra agar tak membuatnya sulit saat pergi Lusa,
Untung saja memang tak ada luka bakar yang serius, Mawar melakukan penangan yang tepat, tetapi kaki Narendra dalam waktu beberapa hari ke depan anggap menggelap dan mengelupas berganti dengan kulit yang baru.
"Semua ini karena mu," ucap Narendra.
"Bisa tidak menyalahkan nya, dia hanya tidak sengaja," kata Edward.
''Apa aku ada berbicara dengan mu, aku sedang tidak berbicara dengan mu, jangan membuat masalah dengan ku."
"Sudah, kalian berdua berhenti bertengkar, apa yang bagus dari pertengkaran kalian, berhenti membicarakan masalah ini,'' ucap Nathan.
''Ingat tugas mu, jangan ulangi lagi."
Narendra pergi meninggalkan mereka semua. Edward jadi tak tega membiarkan adiknya berkerja dengan Narendra, ini yang ia takut kan, adik nya hanya di marah maraj oleh Narendra.
''Sudah berhenti bekerja dengan nya, kau aan hanya di marah oleh nya, tak ada bagusnya bekerja dengan pria itu," kata Edward.
"Abang, sebenarnya dia baik kok, ini aku di belikan banyak pakaian oleh nya dan memang ini kesalahan ku, aku tak hati hati yang membuat nya terluka. Sudah ya jangan membahas masalah ini, aku sudah ingin melupakan nya kerena aku benar benar sangat lelah hari ini."
"Yang di katakan Mawar benar sayang, sudah lupakan masalah hari ini, jangan buat hubungan kalian berdua semakin rusak, kalau Mawar sudah berteman dengan Narendra aku yakin kalina berdua juga pasti akan baikan," ujar Helen.
Karena memang sudah menjelang malam merea semua kembali ke kamar masing masing, saat di lantai atas Narendra bertemu dengan anak kecil, ia yakin anak itu adik ke dua Edward, untuk anak kecil Narendra tak akan melakukan apa apa, ia masih mempunyai hati yang tidak akan menyakiti anak kecil.
"Siapa nama mu," tanya Narendra.
"Arya paman."
"Nama yang bagus, jangan main dekat dengan tangga, di sana saja ya, nanti kalau jatuh pasti sakit," ucap Narendra.
''Iya." Arya berjalan menjauhi tangga.
"Melihat Arya bermain seperti itu mengingatkan Narendra saat ia kecil dulu, ia selalu berman dengan Edward yan menjadi abang yang sangat baik untuk nya, ketika Narendra berantem dengan Jack, Edward selalu memisahkan mereka berdua dengan adil.
''Aku menyesal minum susu agar tumbuh besar, tumbuh besar itu tak enak, kata siapa tambah besar enak. Banyak masalah yang membuat ku pusing, apalagi permasalah cinta."
Dari jauh tadi Edward melihat kebaikan Narendra pada adik nya, Edward yakin adik nya itu masih memiliki sifat yang baik seperti dulu, hanya saja Narendra sedang di masa sangat kecewa dengan nya, memang apa yang Narendra katakan itu benar, ia yang memberikan harapan dan ia juga yang menghancurkan harapan itu, siapa yang tak marah mendapatkan harapan palsu seperti itu.
Ada yang sedang bersiap siap untuk pergi ada juga yang memilih segera menyelesaikan masalah rumah tangga nya, Jack hanya ingin dengan Nabila sorang tetapi ia belum menemukan bukti jika anak itu bukan anak nya, bagaimana ia bisa menyelesaikan pernikahan nya dengan Jesika jika ia belum menemukan bukti itu.
"Mas kamu sudah pulang," ucap Jesika.
Ia ingin di sambut oleh Nabila tetapi malah Jesika yang menyambut nya, tetapi ia juga tak bisa marah, toh Jesika juga istri sah nya.
"Sudah, sedang apa kau," tanya Jack.
"Sedang makan rujak anak ini sedang makan rujak," ucap Jesika.
''Kau mencari buah buah ini sendiri, kenapa tak menghubungi ku, kau sedang hamil jangan melakukan hal yang aneh aneh."
"Kalau aku menghubungi mu apa kamu mau mencarikan nya untuk ku? bukan nya kamu hanya perhatian dengan Nabila,'' ucap Jesika.
"Mas selagi kamu belum menemukan bukti apa apa, aku juga memiliki hak yang sama dengan Nabila. Ya aku kan sedang hamil, aku juga memerlukan mu tak banyak hanya sedikit perhatian dari mu," kata Jesika.
"Iya maafkan aku, aku akan memperhatikan mu juga, anak itu tak memiliki dosa, dia pasti memerlukan perhatian dari ayah nya, aku tak tau ayah nya aku atau bukan aku tetap ingin memberikan nya perhatian untuk nya, sampai aku tau aku atau bukan ayah dari anak itu," kata Jack.
"Sayang," ucap Nabila.
"Eh kamu sudah pulang." Jack mencium wajah Nabila.
"Kau ngidam," tanya Nabila.
"Iyalah, nama nya juga aku hamil," jawab Jesika.
"Kalian berdua bisa akur tidak, aku malas ya mendengar pertengkaran kalian berdua," ucap Jack.
"Iya iya," kata mereka berdua.
"Aku boleh mencoba nya," tanya Nabila.
"Makan lah, mana tau kau cepat hamil," jawab Jesika.
"Hmmm enak juga ya, beli dimana," tanya Nabila.
"Kau membeli, aku pikir buat sendiri," kata Jack.
"Kenapa wanita ini malah mengatakan aku membeli nya, dasar wanita ini," batin Jesika.
"Oh jadi dia ingin mendapatkan perhatian dari suami ku, kau tak akan mendapat nya, perhatian nya hanya untuk ku. Masih mending aku mau menerima mu, sampai anak itu lahir," batin Nabila.
"Sayang aku ingin..."
"Ayo.." Jack menggendong Nabila masuk ke dalam kamar.
"Nabila kau macam macam dengan ku," ucap Jesika.
Di kamar ya sudah pasti Jack langsung menghabisi istri nya. Istri muda memang lagi hot hot nya. Ini juga baru ke dua kali nya ia menyentuh Nabila. Pasti sangat enak rasa nya, Nabila juga sudah mulai mau meminta nya.
"Sayang kamu suka gaya mana," tanya Jack sambil memeluk Nabila.
"Aku malu ah," jawab Nabila.
"Hahaha untuk apa kamu malu sayang, katakan saja kamu suka gaya mana, belakang atau depan," tanya Jack.
"Aku suka gaya belakang," jawab Nabila.
"Oh belakang, aku punya gaya baru," kata Jack.
"Apa itu," tanya Nabila.
"Atas, hanya kamu yang akan merasakan gaya ini, karena Jesika kamu pernah melakukan nya," jawab Jack.
"Sayang, kalau kamu ingin dengan Jesika aku tak papa, ya untuk sementara waktu aku rela berbagai dengan nya, mau bagaimana lagi dia istri mu juga. Dia sangat berhak atas diri mu," ucap Nabila.
"Kamu yakin sayang," tanya Jack.
"Iya aku sangat yakin sekali, kenapa tidak boleh untuk melakukan nya," jawab Nabila.
"Istri yang baik, aku janji sebisa mungkin tak melakukan nya dengan Jesika, tapi kalau dia misal nya benar-benar membutuhkan ku, aku mungkin bisa melakukan nya," kata Jack.
"Iya iya sayang ku." Nabila mendekati bibir Jack dan menciumnya dengan lembut.
"Kenapa kamu mencukur kumis mu, aku suka di wajah mu memiliki bulu-bulu halus, rasa nya sangat geli," ucap Nabila.
"Hahaha tak bisa sayang, karena aku tu masih kuliah. Aku akan terlihat tua kalau membiarkan wajah ku di penuhi dengan bulu bulu halus."
"Sayang kamu di kampus ku ada kegiatan liburan bersama, tapi aku memutuskan untuk tidak ikut Aku ingin menghabiskan waktu dengan mu di sini, aku sangat ingin mempunyai anak dari mu," ucap Jack.
"Wah kamu sangat perhatian pada ku ya, makasih sayang, aku sangat senang kamu memikirkan istri istri mu dari pada kegiatan kampus mu."
"Hahaha iya dong, aku ingin mempunyai anak, makan nya aku tak ikut, jadi sudah waktunya untuk kita melakukan nya sekarang, aku sudah tak sabar merasakan nikmat nya diri mu," ucap Jack.
Mereka pun melakukan melakukan nya. Jack kembali menanamkan benih nya dengan berbagai macam gaya di rahim Nabila, ia sangat berharap Nabila segera hamil anak nya.
Pagi hari nya. Baru satu hari Mawar sudah terbiasa dengan apa yang ia lakukan, ia mengerti apa yang Narendra suka dan tak suka, ia juga tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Narendra bisa semakin mengamuk pada nya.
"Pagi Le," ucap Mawar.
"Tolong ambil kan kimono," kata Narendra.
"Siap." Mawar masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil kimono hamil Narendra minta.
"Kau sudah punya pacar," tanya Narendra.
"Belum," jawab Mawar.
"Tidak heran kau saja jelek." Jack berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Tajam sekali ya bibir nya." Mawar pergi meninggalkan kamar itu. Ia juga harus bersiap siap untuk pergi ke kampus.
''Padahal dia tu tidak jelek, wajah nya seperti Edward ada bule bule nya, tapi mana mungkin aku mengatakan jika dia cantik, bisa GR dia, jangan sampai dia menganggap ku sua dengan nya."
Narendra menyelesaikan kegiatan mandi nya, ia sangat senang Mawar sudah sangat tau apa yang ia perlukan, padahal baru dua hari ini Mawar melakukan tugas nya, mungkin dia trauma melakukan kesalahan lagi. Narendra sangat sua dengan outfit yang Mawar siapkan. Semua nya tampak sangat keren sekali, apalagi dia yang memakai nya.
Setelah selesai bersiap siap, Narendra langsung memakan dan meminum roti serta susu yang Mawar sediakan, kemudian ia langsung turun ke bagasi rumah, ia ingin melihat apakah Mawar sudah menyiapkan mobil atau belum.
'Ternyata dia sangat gerak cepat," Narendra berjalan mendekati mobil yang Mawar siapkan.
''Ayo," ucap Narendra sambil masuk ke dalam mobil.
''Sudah siap Le,'' tanya Mawar.
"Sudah ayo pergi, jangan lama lama," jawab Narendra.
"Oh iya Le, aku boleh bertanya kenapa hubungan mu dengan kakak ku bisa kacau, padahal kalian dulu sangat dekat," tanya Mawar.
"Ya semuanya karena ulah kakak mu sendiri, kakak mu mengambil orang yang aku cintai. Dia sangat kejam bukan, bisa bisa nya dia mengambil orang yang aku cintai, padahal aku itu adik nya. Kami dulu juga sangat dekat. Begitu jahat nya dia pada ku," ucap Narendra.
"Begitu," tanya Mawar. Ia tak menyangka ternyata istri cantik abang nya hasil merebut pacar orang.
"Iya Mawar, sebenarnya juga aku sudah ikhlas dia menikah dengan Salsa tetapi dia memberikan ku harapan, dia akan mengembalikan Salsa pada ku tetapi nyata nya itu hanya perkataan palsu nya. Dia yang memberikan harapan pada ku, tapi dia juga yang menghancurkan harapan itu. Mawar hanya menganggukkan kepala nya, ia rasa memang abang nya sangat jahat Tetapi Mawar tak bisa percaya dengan apa yang Narendra katakan 100 persen, sangat sering seseorang menambahkan cerita sebenarnya.
"Percaya pada ku, orang yang kamu pikir itu baik dan sempurna belum tentu baik juga, kamu pikir kakak mu itu sempurna, dia tidak sempurna sedikitpun," ucap Narendra.
__ADS_1
"Hahaha tapi dia juga sangat baik pada ku, sebelum nya dia sudah membiayai rumah sakit mamah ku, dia juga yang mengantarkan ku dalam kondisi yang tak bagus walaupun kami belum saling kenal.