Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 61


__ADS_3

"Makasih.." Sepontan Mawar mencium wajah Narendra.


Narendra tetap memasang wajah biasa saja, padahal hatinya seperti sedang di terjang tsunami puluhan meter. Hanya Narendra yang mengerti perasaan nya sekarang..


"Asal saja ya," ucap Narendra.


"Tidak papa lah, orang wajah suami sendiri juga," kata Mawar yang ternyata sadar dengan apa yang ia lakukan.


"Jadi kita ke Taman dulu atau ke mall untuk membelikan adik mu mainan," tanya Narendra.


"Hmmm terserah kamu mas, aku ikut kemana saja.."


"Ya sudah ke mall saja lah, aku juga ingin membeli parfum," kata Narendra.


"Aku tidak kamu belikan," tanya Mawar.


"Belikan apa?? kalau kau ingin sesuatu ya tinggal ambil saja. Dompet ku juga ada pada mu," jawab Narendra.


Mawar tersenyum senang mendengar hal itu memang selama ini dompet Narendra ada di tangan nya, ia sudah seperti istri beneran yang memegang dompet suaminya sana sini. Walaupun memang ia benar-benar istri nya Narendra meskipun baru menikah sirih saja.

__ADS_1


Tangan Narendra memegang paha Mawar, walaupun ia sedang menyetir satu tangan nya tetap nakal berada di sana, memang kalau otak sudah mesum akan selama nya tetap mesum.


"Mas..."


"Mulus sekali ya," kata Narendra.


"Ya jelas lah, tapi tangan kamu tu loh," ucap Mawar.


Sesampainya di mall Mawar cepat cepat turun dari dalam mobil sebelum Narendra melakukan hal yang lebih nekat lagi, suaminya ini memang sangat nekat bila sudah seperti ini.


"Kenapa buru buru," tanya Narendra.


Di dalam pertama tama Mawar mengikuti Narendra membeli beberapa parfum mahal, bukan hanya untuk dirinya karena Narendra juga menawarinya. Karena di tawarin ya tidak mungkin Mawar menolak nya, sayang jika rezeki di tolak mentah mentah.


"Pakai ini saat malam hari pasti aku semakin suka.."


"Suka meminta jatah kan," tanya Mawar.


"Hahaha tu tau, berikan pelayanan yang terbaik untuk ku ya." Narendra tersenyum manis saat sudah membahas jatah menjatah. Sama seperti ayah nya. Narendra seperti ketagihan tanpa mau berhenti satu malam pun.

__ADS_1


Setelah selesai membeli beberapa parfum seperti rencana awal mereka berdua mampir ke toko anak untuk membeli mainan baru untuk Arya. Narendra pikir tidak ada salahnya memberikan mainan pada adik ipar nya. Toh juga tidak setiap hari juga.


Di apartemen Nabila dan Jack sedang makan bersama. Hanya mereka berdua tanpa Jesika, Jesika ntah kemana karena sejak pagi sudah tidak ada di apartemen.


"Sayang kamu kenapa si," tanya Jack yang merasa ada yang berbeda dari biasanya.


"Aku ingin," jawab Nabila malu malu.


"Ingin apa? katanya sedang tidak mau, tadi malam aku ajak tidak ingin," kata Jack.


"Tidak tau aku ingin tiba-tiba.." Nabila duduk di atas pangkuan suaminya.


"Kamu pucat loh, kamu tidak papa kan," tanya Jack.


"Aku tidak papa, aku hanya ingin saja," jawab Nabila.


"Sayang kamu benar-benar tidak papa, aku tidak mau membuat mu sakit," ucap Jack.


Nabila mencium Jack lebih dulu, ntah kenapa kali ini ia lebih agresif dari biasa nya, ntah apa yang membuat Nabila sampai seperti ini, ada sesuatu gal yang terpendam di dalam diri nya.

__ADS_1


"Kamu yakin," tanya Jack sekali lagi karena ia tidak ingin menyakiti Nabila.


__ADS_2