
Nathan langsung berlari keluar dari dalam kamar mandi. Ia benar-benar takut dengan hewan seperti itu. Karena tidak berhati-hati Nathan menabrak Helen yang juga baru berjalan ke arah belakang.
"Aduh." Mereka berdua sama sama terjatuh ke lantai.
"Nathan," ucap Helen sambil melirik ke arah Nathan.
Helen benar-benar sangat terkejut melihat Nathan yang hanya menggunakan dalaman saja. Celana yang ia gunakan sudah ntah kemana.
"Kau," ucap Nathan, ia benar-benar lemas setelah menabrak Helen.
"Pakaian mu mana." Helen langsung menutup mata nya.
Sontak Nathan langsung melihat ke arah tubuh nya. Ia cukup terkejut melihat dirinya yang sudah tanpa dalaman. Dengan cepat Nathan langsung mencari keberadaan handuk nya.
"Maaf." Nathan mengambil handuk yang berada di belakang tubuh Helen.
"Sudah," tanya Helen.
"Sudah, buka saja mata mu," jawab Nathan.
Helen membuka mata nya secara Nathan. Saat ini Nathan hanya memakai handuk separuh tubuh nya. Jika seperti ini lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1
"Kau kenapa," tanya Helen.
"Ada ada serangga di kamar mandi. Tolong bersihkan untuk ku, aku ingin mandi," jawab Nathan.
"Oh itu tunggu sebentar, aku akan coba bersih kan, tubuh saja berotot tapi dengan serangga saja takut," ucap Helen.
"Bukan takut, tapi tidak berani," kata Nathan.
"Sama saja, pria macam apa ini," ucap Helen dengan nada mengejek.
Nathan yakin Helen pasti semakin ilfil pada nya, tetapi mau bagaimana lagi, ia memang sangat takut dengan yang nama nya serangga. Selama ia hidup 20 tahun lama nya, ia tidak pernah menemukan serangga menjijikkan seperti itu.
"Mana mungkin aku mati karena serangga, kau saja yang aneh," kata Helen.
"Hahaha mana tau kan, tapi bisa saja serangga itu beracun."
"Kau sekolah dimana si, adalah manusia seperti mu," ucap Helen.
Helen masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menyirami semua nya dengan air. Tida lupa ia menuangkan pembersih kamar mandi agar wangi dan tidak ada serangga lagi di dalam sana. Setelah selesai ia langsung keluar dari dalam.
"Bagaimana?"
__ADS_1
"Sudah, cepat kalau mandi. Aku juga ingin mandi," ucap Helen.
"Siap. terimakasih Helen kau hebat," ucap Nathan sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Kamar mandi itu sudah lebih baik dari sebelumnya. Ia sudah bisa mandi dengan tenang.
"Aku mana pernah mandi pakai gayung, mana air nya dingin sekali," ucap Nathan.
Karena tidak ada pilihan lain, mau tidak mau Nathan mandi dengan apa yang ada. Ia harus menahan dinginnya air pegunungan yang langsung menusuk ke tulang nya.
"Sangat dingin sekali, ahh aku tida tahan," ucap Nathan.
Ia mandi dengan sangat cepat. Setelah di rasa semua cukup bersih. Nathan langsung keluar dari dalam kamar mandi. Tubuh nya juga langsung menggigil karena dingin nya air.
"Kau kenapa," tanya Helen.
"Dingin sekali." Nathan langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia membaringkan tubuh nya di atas kasur dan menyelimuti tubuh nya dengan selimut yang sangat tebal.
"Bisa mati aku lama lama di sini, lebih baik dua hari saja cukup," ucap Nathan.
Nathan yang awal nya ingin beberapa hari lebih lama tidak jadi, ia mengurangkan niat nya. Ia tidak mungkin tahan lama lama berada di tempat ini. Lebih baik ia berlama-lama di Jepang saja.
__ADS_1