Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 44


__ADS_3

"Aku tidak papa yah, jangan khawatir pada ku," ucap Narendra.


"Yakin tidak papa, ayah benar-benar takut kamu kenapa napa," tanya Nathan.


"Sangat yakin ayah, kan ada Mawar yang sedang bersama ku," jawab Narendra.


"Jangan jauh jauh dari nya. Ha.. atau jangan jangan...."


"Jangan jangan apa yah, jangan mengiring opini," kata Narendra.


"Hahaha iya iya, aku setuju dengan apa saja yang kau lakukan, dengan nya juga aku setuju dengan mu," ucap Nathan.


"Sudah aku ingin istirahat," kata Narendra.


Narendra mematikan sambungan telepon itu sebelum ayah nya berbicara yang tidak tidak.


"Sudah," tanya Mawar.


"Sudah," jawab Narendra.


"Ya sudah aku mencari makanan untuk mu dulu," ucap Mawar.


"Jangan..."

__ADS_1


"Maksudnya," tanya Mawar.


"Aku sudah meminta teman teman ku mencari makanan untuk kita. Temani aku," jawab Narendra.


"Kau sudah mandi," tanya Narendra.


"Sudah..." jawab Mawar ragu, pertanyaan Narendra sedikit aneh.


"Bagus lah, kalau tidak kau akan bauk," ucap Narendra.


"Narendra aku dengar kau akan ke London," tanya Mawar.


"Kau dengar dari siapa??"


"Yah aku akan ke sana setelah S2 ku selesai, seharusnya memang aku sudah ke sana, tetapi karena hal lain ya aku tidak jadi ke sana. Nanti setelah aku lulus sekitar tiga bulan lagi baru ke sana. Aku akan belajar bisnis dengan paman ku," jelas Narendra.


"Wah wah, kamu sangat hebat," ucap Mawar.


"Kenapa kau bertanya begitu," tanya Narendra.


"Berarti pekerjaan ku hanya bertahan tiga bulan, tiga bulan berarti 12 minggu, berarti 1.2 M aku mengumpulkan uang. Sudah sangat bisa membuka bisnis," jawab Mawar.


"Hahaha kau masih terlalu mudah untuk membuka bisnis jangan banyak bermimpi dulu. Gunakan uang itu sebaik mungkin, abang mu mempunyai perusahaan kau bisa lanjut S2 dan setelah itu masuk ke sana."

__ADS_1


"Aku tidak mau merepotkan nya, ia sudah mengurus Arya," kata Mawar.


Ntah kenapa mereka berdua malah lebih dekat. Kemungkinan karena sudah dua kali terjebak dalam sebuah masalah berdua.


Narendra hanya setengah hari di rawat di rumah sakit. Malam hari nya ia sudah kembali ke hotel, ia memilih untuk istirahat di hotel. Lebih baik dari pada di rumah sakit yang membuat nya pusing.


"Kau yakin tidak kami temani," tanya Zaki.


"Yakin lah, aku ingin istirahat kalau kau temani bagaimana aku istirahat nya."


"Ya sudah kalau itu mau mu, kalau ada apa apa cepat hubungi kami," kata RIzky.


"Iya terimakasih telah membantu ku."


Teman teman Narendra tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar hotel Narendra, hanya Mawar yang memang bertugas merawat Narendra sampai benar-benar sembuh. Ia dengan mudah keluar masuk kemar tidur Narendra. Selain mempersiapkan perlengkapan Narendra, Mawar juga memantau keadaan Narendra agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Kamu sudah baik baik saja kan," tanya Mawar.


"Hmmm jangan khawatir, kau bisa tidur di samping ku kalau mau," kata Narendra.


"Yakin boleh? aku si mau kembali ke kamar tidur ku tapi aku sudah janji dengan ayah mu untuk selalu dekat dengan mu."


"Ya sudah istirahat di situ, nanti kalau kau sakit bagaimana," ucap Narendra,

__ADS_1


"Bagus lah, aku sudah sangat lelah." Mawar memilih merebaknya diri nya di samping tubuh Narendra. Ini bukan pertama kalinya Mawar tidur seranjang dengan Narendra.


__ADS_2