Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
DP dulu bagaimana??


__ADS_3

Seperti biasa nya ayo baca bab sebelum nya dulu...


Mereka kembali ke hotel dengan perasaan yang sangat bahagia. Nathan bahagia karena akhirnya ia melepaskan masa jomblo nya sedangkan Helen Bahagia karena di tembak Nathan dengan kejutan yang sangat luar biasa. Ini benar-benar hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


Meskipun umur Nathan 6 tahun di bawa nya, Helen benar-benar sangat yakin dengan pria ini. Nathan memang sangat muda tapi pikiran nya cukup dewasa untuk nya. Nathan pria yang selama ini ia harapkan.


"Kenapa ay, masih tidak menyangka," tanya Nathan.


"Kapan kamu mempersiapkan nya," tanya Helen.


"Hahaha aku sama sekali tidak mempersiapkan semuanya. Aku meminta orang untuk melakukan nya, tapi rencana nya itu rencana ku. Aku ingin membuat momen ini benar-benar sangat mengesankan untuk kita."


"Sangat mengesankan." Helen mencium Nathan dan memeluk Nathan dengan erat.


"Ay mungkin akhir tahun aku baru bisa melamar mu dan menikahi mu," kata Nathan.


"Tak papa, kapan saja aku siap. Tapi bagaimana dengan orang tua ku, mereka tidak suka dengan mu," ucap Helen.


"Tidak suka dengan ku setelah apa yang telah terjadi," kata Nathan.


"Apa yang telah terjadi," tanya Helen.


Nathan memberikan handphone nya pada Helen, handphone yang berisi chat nya dengan ayah Helen. Ayah Helen sampai memohon Mohon pada Nathan agar Nathan tidak membuat perusahaan nya hancur. Dengan berbagai macam syarat yang Nathan tentukan akhirnya semua nya kembali dengan normal.


"Sayang, bagaimana bisa, kamu keren,, ucap Helen


Nathan tersenyum mendengar Helen memanggilnya Sayang, rasa nya hati nya meledak ledak seperti petasan di malam tahun baru.


"Ay bagaimana mungkin aku tidak bisa melakukan nya, aku Nathan ay," ucap nya dengan sangat percaya diri.


"Hahaha benar Nathan, Nathan si pria yang sangat luar biasa," ucap Helen.


"Itu tau, hahaha memang aku sangat luar biasa. Sudah tampan, kaya raya apa kurang nya aku."


"Mulai."


"Bercanda." Nathan menghujani wajah Helen dengan kecupan manis dari nya.


"Nathan satu minggu telah berlalu," ucap Helen.


"Iya kita satu minggu lagi, bagaimana pekerjaan," tanya Nathan.

__ADS_1


"Baik, hampir semua nya selesai mungkin satu dua hari lagi selesai," jawab Helen.


"Nah itu sudah mau siap, sisa nya kita buat untuk liburan saja ya," ucap Nathan.


"Ya terserah mu, aku ikut kemana kamu membawa ku pergi," kata Helen.


"Ahhh semakin sayang."


Sesampainya di Hotel mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Memang mereka berdua sudah resmi berpacaran tetapi mereka tidak tidur di bersama di dalam satu kamar. Nathan takut ia malah khilaf, karena Khilaf tidak tau kapan datang nya.


Nathan mandi dengan cepat, ia benar-benar sangat lelah dan langsung tertidur dengan hanya memakai celana pendek saja. Awalnya ia ingin memasak untuk Helen tetapi karena rasa lelah yang teramat akhirnya Nathan tumbang di atas kasur.


Helen memasak untuk pacar tercinta nya. Setelah mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa, Helen merasa harus memberikan masakan yang spesial untuk Nathan.


Helen berkutik di dalam dapur 1 jam lebih lama nya, ia memasak seafood yang sangat lengkap dari kepiting, udang, kerang dan lainnya. Makanan ia sajikan di atas meja yang sudah di lapisi plastik, ia ingin makan besar seperti yang di restoran.


Setelah semua nya sudah siap. Helen berjalan ke kamar Nathan. Tumben sekali Nathan tidak datang menganggu nya memasak. Biasanya Nathan datang menganggu nya saat ia sedang memasak.


"Pantas saja dia tumbang," ucap Helen.


Helen mendekati Nathan dan mulai membangunkan nya. Melihat Nathan tanpa baju seperti ini memang membuat Helen terasa sangat gerah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana mereka menikah nanti, pasti setiap hari ia melihat Nathan seperti ini.


"Sayang bangun," ucap Helen.


Ia benar-benar kagum dengan ketampanan yang Nathan miliki, wajahnya sangat perfect sekali. Dari mata, alis, bibir, hidup sampai dengan dagu. Semuanya terlihat begitu sempurna.


"Sayang." Helen mengusap wajah Nathan.


"Hmmm ada apa ay," tanya Nathan.


"Bangun, ayo makan aku sudah mempersiapkan makanan untuk mu," jawab Nathan.


"Nathan menarik Helen ke dalam pelukan nya. Ia masih belum mengumpulkan nyawa nya untuk berdiri. Jadi lebih baik menunggu sesaat sambil memeluk pacar nya.


"Di minta bangun untuk makan kok malah mengajak ku untuk tidur," ucap Helen.


"Tidak ay, aku masih mengumpulkan nyawa ku."


"Ay aku tidak percaya diri jika bangun tidur begini, wajah ku pasti sangat jelek."


"Kata siapa mau bangun tidur ataupun tidur kamu tetap tampan, untuk apa tidak percaya diri."

__ADS_1


"Cium," ucap Helen.


"Cup." Helen memberikan kecupan manis di bibir Nathan.


"Ay kalau kita DP dulu bagaimana," tanya Nathan.


"Tak mau, nikah dulu, aku tidak mungkin melakukan nya di luar nikah, ya kalau kita benar-benar jodoh," jawab Helen.


"Hanya cium saja ay, tidak ada pakai itu," kata Nathan.


"Nathan ayo makana aku sudah lapar," ucap Helen.


"Nanti bantu aku bercukur," kata Nathan.


"Iya asalkan tidak aneh aneh," ucap Helen.


Nathan menggendong Helen keluar dari dalam kamar. Tetapi tiba-tiba Stiven muncul yang membuat mereka berdua terkejut.


"Kakek," ucap Nathan dan langsung menurunkan Helen.


Stiven menaikan satu alis nya, Nathan keluar dari dalam kamar dengan seorang wanita dengan kondisi Nathan tidak memakai baju. Otak Stiven sudah berpikir kemana mana.


"Nathan," ucap Stiven.


"Kek bisa aku jelaskan," kata Nathan.


Mereka bertiga duduk di sofa, Nathan bingung harus menjelaskan dari mana. Ia tidak boleh berpacaran oleh keluarga nya tetapi sekarang ia. malah tertangkap basah.


"Nathan," ucap Stiven.


"Oke aku jujur kami berpacaran, aku mencintai nya dan begitu dengan diri nya dia mencintai ku. Kakek aku mohon jangan memberitahu daddy, aku pria normal aku butuh wanita untuk membuat hidup ku lebih berwarna," kata Nathan.


"Hadeuh oke kalian mendapatkan restu dari ku. Tapi ingat jangan sampai berlebihan, jangan sampai hamil dulu Nat, minta izin pada daddy nya dan cepat menikah," ucap Stiven.


"Oke kek, ayo makan dulu kek," kata Nathan.


Setelah momen yang memenangkan itu mereka bertiga pun makan malam bersama. Stiven tau kenapa Nathan mencintai Helen, gadis yang memang sangat cocok untuk Nathan. Seperti nya memang mereka berdua ditakdirkan berjodoh.


"Enak kau pintar memasak, bekerja. Pantas saja Nathan kelepek-klepek dengan mu."


"Hahaha iya kek, sampai aku ingin DP dulu, tapi mau dia tidak mau," kata Nathan.

__ADS_1


"Nathan jangan mengatakan hal seperti itu," ucap Helen yang sangat malu dengan perkataan Nathan.


__ADS_2