Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Hamil dan tamat


__ADS_3

Nathan dan Edward pulang ke rumah pada malam hari, sebelum pulang tadi mereka jalan jalan terlebih dahulu. Nathan sengaja seperti itu untuk meninggalkan amarah nya di luar rumah. Jika dia membawa nya kembali pulang ke rumah, ia tidak akan enak dekat dengan Helen.


"Sayang, kamu dari mana si, kamu membuat ku khawatir." Helen memeluk Nathan dengan erat. Ia takut Nathan malah melampiaskan kemarahan nya dengan wanita di luar sana.


"Aku jalan jalan dengan Edward. Tidak aku tidak mungkin pergi meninggalkan mu sayang." Nathan memberikan kecupan manis di wajah istri nya.


"Maafkan aku, aku salah, aku tidak nurut dengan kamu sayang," ucap Helen.


"Sudah jangan membahas nya, aku sudah meninggal kan amarah ku di luar sana, jadi jangan membuat ku kembali mengingat semua nya" kata Nathan.


Rasa bersalah memang datang terakhir, Helen sangat merasa bersalah pada Nathan, kenapa ia tida menurut saja apa yang Nathan katakan untuk nya. Padahal semua nya juga demi kebaikan nya juga.


"Kita pasti akan segera mempunyai anak," ucap Helen. Ia tidak hentinya memeluk Nathan. Rasa bersalah memang sedang menghantui nya.


"Jangan seperti ini sayang, nanti kalau Edward melihat ini, Edward pikir aku yang membuat mu menangis, nanti burung ku lagi yang di pukul," kata Nathan.


"Tidak papa, mana tau karena pukulan nya kamu jadi lebih kuat," ucap Helen.


"Oh jadi aku kurang kuat sayang," tanya Nathan.


"Hahaha kamu sudah sangat kuat sayang, seperti nya aku salah berkata ni," jawab Helen.


"Besok kamu ikut aku ke perusahaan, banyak hal yang kamu tanda tangani sayang. Perusahaan mu pasti akan jauh berkembang di bawa kepimpinan ku," ucap Nathan.


"Janji setelah Edward dewasa kamu akan memberikan nya pada Edward," tanya Helen.


"Iya sayang aku janji, aku akan memberikan perusahaan itu pada Edward. Aku tidak bisa mewarisi Vins grup pada nya, sedikit saham pun tak bisa. Dia tak ada hubungan darah dengan ku sayang. Sebenarnya aku tidak tega tetapi ini semua sudah menjadi ketentuan keluarga ku. Aku boleh mengangkat anak tetapi anak itu tidak akan mendapatkan apapun dari ku. Nah karena itu aku ingin membuat perusahaan yang kamu bangun menjadi besar, setelah Edward dewasa aku akan memberikan pada nya," jawab Nathan.


"Begitu ya, tetapi anak kita selanjutnya akan mendapatkan hak dari keluarga mu tidak," tanya Helen.


"Malahan memang anak kita yang mendapatkan nya. Anak nya Calvin sudah mewarisi perusahaan ayah nya. Anak nya Marvin tidak mungkin, Marvin saja bukan pemimpin, hanya anak ku yang akan mewarisi semuanya. Saham ku akan jatuh ke tangan nya," kata Nathan.


Helen bersyukur jika anak anak nya mendapatkan masa depan yang indah. Ia tidak mau anak anak nya merasakan apa yang ia rasakan dulu. Ia yakin keluarga Nathan tidak seperti keluarga nya. Keluarga sebesar itu pasti memiliki keadilan yang tinggi.

__ADS_1


Karena Lusa Nathan akan membawa Helen ke rumah sakit. Nathan tidak menyentuh Helen dulu, ia rasa lebih baik membiarkan Helen benar-benar sehat terlebih dahulu. Pernikahan nya dengan Helen sudah genap sebulan, mungkin sudah waktunya untuk ia dan Helen melakukan program kehamilan.


Malam ini dan besok Helen akan tenang tanpa gempa lokal buatan Nathan. Ia bisa tidur dengan nyenyak dan mengistirahatkan tubuh nya dengan baik. Kalau tidak membuat gempa lokal, pasti Nathan menonton bola bersama dengan Bryan, ia tidak akan tahan jika berada di samping Helen malam malam begini tanpa melakukan apapun.


"Tumben," ucap Bryan.


"Kau tau aku habis bertengkar hebat dengan Helen," kata Nathan.


"Ha!! bagaimana bisa??"


"Ya mau bagaimana lagi, sudah menjadi jalan nya, kalau tidak begini mungkin Helen tidak akan mengerti kemauan ku," kata Nathan.


"Oh begitu, jadi semua nya baik baik saja kan," tanya Bryan.


"Baik baik saja lah, aku tidak mungkin melakukan hal gila, dia cinta mati ku, benar-benar cinta mati ku. Mau bagaimana pun dia berbuat kesalahan aku tida mungkin mau berpisah dari nya."


"Nathan dulu saat kau menikah dengan Helen kau sudah mempunyai perasaan itu tidak," tanya Bryan.


"Belum se cinta ini si, dulu mah aku masih mengagumi nya, masih memiliki perasaan aneh pada nya, tetapi karena aku sangat yakin dengan nya, jadi nya aku menikah dengan nya, dan tumbuh lah perasaan ini, perasaan yang sama sekali tidak bisa aku jabarkan dengan kata kata."


"Ya begitu lah, aku bisa berubah menjadi suami takut istri, tetapi aku juga bisa berubah menjadi Suami yang sangat galak pada istri, aku juga tidak mau di rendahkan istri," ucap Nathan.


Malam itu Nathan menceritakan semua kekesalan dan kekhawatiran nya, ia merasa lega jika ada yang bisa menampung keluh kesah nya, dan memberikan saran terbaik untuk nya.


...☘️☘️☘️...


Beberapa hari telah berlalu. Seperti yang Nathan dan Helen rencanakan hari ini mereka berdua pergi ke rumah sakit. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan dulu sebelum masuk ke program kehamilan.


"Mamah mana adik untuk ku," tanya Edward.


Sabar ya sayang, lagi dalam proses," jawab Helen Karena memang hanya itu yang bisa Helen katakan.


Nathan hanya diam dan tersenyum mendengar pertanyaan Edward. Helen pasti akan sangat bingung menjawab pertanyaan itu terus menerus seperti diri nya. Jika waktu itu Helen tidak ngeyel mungkin mereka sudah bisa memberikan jawaban berbeda pada Edward.

__ADS_1


Edward mereka antar dulu sekolah oleh mereka berdua. Setelah itu mereka langsung pergi ke rumah sakit ternama di kota itu.


"Jangan takut semua nya akan baik baik saja," ucap Nathan.


Sesampainya di rumah sakit mereka berdua langsung di antar ke ruang dokter yang akan menangani mereka berdua. Pertama tama Nathan menjalani pemeriksaan dan seperti yang di harapkan tidak ada masalah dari Nathan. Nathan benar-benar sangat baik dan sehat.


Setelah itu Helen lah yang melakukan pemeriksaan Ada hal yang membuat dokter merasa heran pada rahim Helen, karena takut terjadi sesuatu dokter memutuskan untuk USG. Hal itu sudah pasti membuat Helen dan Nathan panik, mereka berpikir terjadi hal yang membahayakan pada Helen.


"Kenapa dok" tanya Helen.


"Iya dok kenapa? jangan membuat ku takut dok," ucap Nathan.


"Saya pikir juga ada hal yang mengkhawatirkan tetapi dugaan saya salah. Selamat mas Nathan, istri anda ternyata sudah mengandung anak anda," kata Dokter.


Mulut Nathan dan Helen sama sama terbuka dengan lebar, mereka berdua tidak pernah menyangka hal ini terjadi begitu cepat. Padahal sebenarnya dokter yang Nathan panggil ke rumah mengatakan Helen tidak hamil.


"Yang benar dok, ini seperti tidak mungkin dok. Aku sudah mengundang dokter ke rumah tetapi kata dokter istri ku belum hamil," kata Nathan.


"Ini bukti nya, malahan ada kabar yang lebih baik lagi, anak anda kembar, ada dua janin yang berkembang di dalam sana," ucap Dokter.


Lagi dan lagi hal itu membuat mereka berdua terkejut. Nathan tidak pernah berpikir istri nya langsung hamil anak kembar.


"Ini beneran dok," tanya Nathan.


"Ya beneran dong, lihat layar itu, mungkin saat itu dokter tidak memeriksa nya lebih detail. Dan seperti nya istri anda mengalami permasalahan lambung, makan nya di kontrol nya. Untuk mas Nathan di tahan dulu ya untuk trimester awal, agar tidak terjadi hal hal yang tidak dinginkan."


"Sayang sayang kamu hamil. Aku akan mempunyai anak kembar lagi, Edward akan mempunyai adik sayang." Nathan memberikan kecupan di wajah istri nya.


Helen masih diam karena ia masih tidak percaya dengan semuanya. Pantas saja satu minggu akhir ini tubuh nya terasa tidak mungkin enak, ternyata ini penyebab nya.


"Sayang kamu tidak papa kan, kamu baik baik saja kan," tanya Nathan.


Nathan bingung kenapa istri nya diam seperti itu. Helen tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


Nathan mengambil foto hasil usg itu dan mengirim kan nya ke grup keluarga. Mereka semua pasti sangat senang dengan kabar baik ini. Sesuai dengan yang Nathan harapkan semuanya sangat bahagia mendengar kabar baik ini, Nathan berhasil membuat kejutan yang sangat besar untuk mereka semua.


__ADS_2