Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 30


__ADS_3

"Jangan memikirkan perkataan nya sayang, dia hanya sedang marah," ucap Helen.


"Apa yang di katakan benar mah, aku memang tak berhak apapun, pada mamah ataupun ayah. Aku hanya anak yang mamah ambil dari panti."


"Sayang kamu tau, betapa sakitnya hati mamah mendengar ucapan mu. Edward yang mamah yang besarkan dengan kasih sayang malah seorang ini. Edward tak menyayangi mamah dan ayah lagi."


Edward memeluk Helen dengan erat. Ia tak mungkin melupakan rasa kasih sayang dari ke dua orang tua nya, dari kecil sampai sekarang kasih sayang yang di berikan Helen dan Nathan tak berbeda dengan anak kandung mereka. Ia tak mau membuat Helen menangis karena nya.


"Jangan menangis, aku sangat menyayangi mamah, terimakasih telah merawat ku dengan kasih sayang yang luar biasa. Aku tak akan pernah melupakan semua yang mamah dan ayah berikan pada ku. Jangan menangis karena ku, aku tak akan memaafkan diri ku sendiri jika sampai mamah menangis karena ku," kata Edward.


Demi kebaikan bersama Edward dan Narendra memang harus di pisah, ke dua nya tak akan bisa bersatu lagi dalam waktu dekat. Memberikan waktu agar ke dua nya tenang itu lebih baik. Narendra tetap tinggal di rumah Vino sesuai dengan keputusan awalnya. Sedangkan Edward tak kemana-mana walaupun ia sudah ingin pindah ke apartemen saja agar adil. Nathan dan Helen sama sama melarang karena pasti rumah akan lebih sepi.


"Jangan macam macam lagi Narendra," ucap Nathan.


"Iya yah, aku minta maaf untuk mamah juga, dia masih marah pada ku," kata Narendra.


"Mamah mu tak marah, dia hanya kecewa dengan mu. Dengan kau baik baik di sana, tak bertengkar dengan sepupu mu sudah membuat mamah senang lagi pada mu.."


"Iya aku tak akan bertengkar dengan yang lainnya, paling adu jotos," kata Narendra.


"Ayah jaga anak ini ya, dia memang mirip dengan sifat kita dulu."


"Hahaha kau benar, dia harus melawati ku dulu sebelum berbuat yang tidak tidak," kata Vino.


Edward rasa dunia cukup aneh, ia dan Jack sudah berbaikan, sudah tak ada dendam satu sama lain. Tetapi malah dengan Narendra malah seperti ini, mereka berdua seperti tak ada berbaikan dalam waktu dekat ini.


"Sayang," ucap Salsa.


"Hmmm iya, ada apa??"

__ADS_1


"Kamu kenapa bertengkar seperti itu dengan Narendra, bukan nya kalian sangat dekat, kenapa dia menghina mu seperti itu," tanya Salsa.


"Tak papa, nama nya juga manusia pasti ada masa perselisihan di antara kami berdua. Sudah jangan di pikirkan." Edward tak mungkin mengatakan jika pertengkaran nya dengan Narendra karena Salsa, Salsa bisa sangat merasa bersalah.


"Kamu yakin tidak papa sayang," tanya Salsa.


"Tak papa," jawab Edward sambil tersenyum walaupun memang diri nya sedang tak baik baik saja. Perkataan Narendra masih membekas di otak nya.


Jack melihat langsung apa yang terjadi pada Edward dan Narendra, ia sama seperti yang lainnya, terkejut melihat pertengkaran itu. Ia pikir Edward dan Narendra sudah lengket seperti lem kertas ternyata bisa seperti itu juga.


Jack menghampiri Edward yang sedang duduk di balkon lantai tiga. Ia yakin pasti Edward sedang memikirkan ucapan pedas dari Narendra, kalau diri nya yang di katakan seperti itu tak akan tahan. Adu jotos tak akan terhindarkan, tetapi kali ini Edward seperti sangat sabar menghadapi Narendra.


"Hay, keluar dengan ku yuk," ucap Jack.


"Jangan sok akrab, mau kemana emang nya," tanya. Edward.


"Kampus, kitab tebar pesona," jawab Jack.


"Ku bunuh kau, cepat aku tunggu, bersiap siap lah," ucap Jack.


"Tunggu ya." Dari pada ia memikirkan perkataan Narendra, lebih baik ia ikut dengan Jack saja, mana tau hal itu membuat suasana hati nya lebih baik.


Setelah selesai bersiap siap, mereka berdua langsung pergi ke kampus nya Jack. Jack meminjam mobil Edward yang lebih keren dari mobilnya, hal itu akan menambah daya tarik tarik mereka berdua.


"Kau ada kelas," tanya Edward.


"Ada tak lama hanya sejam setengah, kau bisa menunggu ku di cafe atau perpustakaan," jawab Jack.


"Ah jangan lama lama ya, malas kali aku menunggu mu," kata Edward.

__ADS_1


"Edward boleh aku bertanya apa permasalah mu dengan Narendra, sampai dia seperti itu pada mu bukan nya kalian berdua sangat dekat," tanya Jack.


"Ada permasalahan besar di antara kami berdua, sampai sekarang tak ada yang tau selain kami berdua, maaf aku tak bisa memberitahu mu, inti nya semua memang kesalahan ku. Sedekat apapun kita dengan seseorang kalau sudah merasa di kecewakan ya pasti akan slek juga."


"Aku juga ingin cerita hal penting pada mu, hanya kau yang akan ku beri tau," kata Jack.


"Apa?? Ceritakan lah, untuk apa di pendam pendam, dari pada malah membuat masalah baru, lebih baik kau ceritakan semua nya."


"Saat aku di Bali kemarin aku mendapatkan fakta yang sangat mengejutkan untuk ku dan Nabila, karena dia yang menemani ku," ucap Jack.


"Apa itu jangan membuat ku penasaran dengan cerita mu, kau dan Nabila saling mengungkapan cinta?"


"Hahaha ya tidak lah, bisa kau bakar alu hidup hidup." Jack cukup terkejut mendapatkan pertanyaan itu, padahal memang benar mereka berdua saling mengungkapan perasaan mereka masing masing, tetapi bukan itu yang ingin ia bahas dengan Edward.


"Tu tau awas saja sampai kau berani macam macam pada adik ku."


"Aku memergoki istri ku selingkuh dengan pria lain," ucap Jack yang sangat membuat Edward sangat terkejut.


'Apa!! Kau tak berbohong kan pada ku? bukan nya kata mu istri mu pergi ke Singapura untuk menjenguk ayah nya yang sedang sakit, kenapa ada di Bali??"


''Ya nama nya juga manusia tak pernah merasa puas, sudah mendapatkan pria sempurna seperti ku masih saja tak ada puas nya. Aku juga tak tau kenapa dia ada di Bali, aku tak sengaja melihat insta story nya, mungkin dia salah memasukan teman, dia membuat khusus untuk teman teman nya nah aku masuk ke dalam itu, aku melihat dia sedang di Bali yang tak jauh dari hotel kita menginap, aku dan Nabila langsung ke tempat nya berada. Aku dan Nabila sama sama terkejut melihat nya sedang berciuman dengan pria lain."


Jack menghentikan cerita nya karena mereka sudah sampai di kampus, Jack cukup kesulitan mencari parkiran yang kosong.


"Lanjutkan kenapa kau diam."


"Kau mau mobil mu menabrak mobil lain, aku sedang mencari tempat yang kosong."


Setelah mendapatan parkiran yang pas Jack memarkirkan mobil itu dan langsung bersiap siap untuk keluar, hal itu membuat Edward bingung karena cerita Jack belum selesai.

__ADS_1


"Lanjutkan dulu," kata Edward.


"Nanti saja, aku ada kelas ayo," ucap Jack sambil turun dari dalam mobil.


__ADS_2