Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 26


__ADS_3

"Sudah lebih baik," tanya Nabila.


"Jauh lebih baik," jawab Jack.


"Bagaimana keputusan mu selanjutnya," tanya Nabila.


"Tentu saja berpisah, tapi aku dia sendiri yang mengakui perbuatan nya. Aku tak akan tinggal diam, selingkuh di balas dengan selingkuh.."


"Itu tidak benar Jack, selesai kan dulu," ucap Nabila.


"Jangan mengajari ku Nabila, sudah ya aku tau apa yang aku lakukan sekarang," kata Jack.


Setelah cukup lama mengobrol di balkon hotel mereka berdua pun kembali masuk ke dalam kamar masing-masing. Sebelum Nabila masuk, Jack menarik Nabila dan mencium bibir nya dengan ganas. Dengan cepat Nabila menutup bibir nya rapat rapat.


"Jack." Nabila menampar wajah Jack dengan keras.


Ia menutup mulut nya dengan tangan nya, ia tak berniat menampar Jack sekeras ini.


"Maafkan aku."


"Tak papa, masuk lah" kata Jack.


Dengan cepat Nabila langsung masuk ke dalam kamar hotel nya, sebelum pintu itu Nabila tutup Jack berkata.


"Seperti nya aku baru menyadari perasaan ku."


"Percuma saja." Nabila menutup pintu kamar nya dengan rapat..


Jack kembali masuk ke kamar hotelnya, ia sangat pusing sesuatu yang terjadi pada nya. Kenapa semua nya hanya penyesalan sebesar itu kah kesalahan nya dengan Nabila.


Pagi hari nya, Nabila masih menunggu informasi dari abang nya kemana hari ini mereka akan pergi, tetapi Edward tak kunjung menghubungi nya, ia mau datang ke kamar Edward tapi takut mengganggu, apalagi judul jalan jalan ini bulan madu.


"Seperti nya dia sedang sibuk sibuknya," ucap Nabila.


Nabila memutuskan untuk menghampiri Jack saja, ia sudah melupakan kejadian kemarin malam, sekarang ini Nabila ingin mengajak Jack jalan jalan saja, apalagi Jack sedang galau galau nya. Sangat cocok untuk healing nya.


"Jack.." Nabila mengetuk pintu kamar itu, tetapi malah langsung terbuka.


Pintu kamar Jack tak terkunci, hal itu malah membuat Nabila sangat takut. Ia takut Jack berbuat hal yang tidak tidak. Dengan cepat Nabila langsung masuk ke dalam.


"Jack.." Nabila mendekati Jack yang terbaring di sofa. Di depan nya terdapat dua botol alkohol, satu sudah kosong dan yang satu tinggal separuh.


"Jack bangun, kau tak mati kan," tanya Nabila sambil mengguncang tubuh nya.


Dengan cara begini Nabila yakin Jack tak akan bangun. Ia mengambil segelas air dan mengusapkan nya ke wajah Jack sambil menepuk nepuk nya.


"Bangun Jack..."


"Hmmmm." Jack mulai tersadar, seperti nya ia masih terpengaruh minuman itu.


Nabila membantu Jack untuk duduk agar Jack tidak tidur kembali. Ia menepuk-nepuk wajah Jack supaya Jack membuka mata nya lebar lebar.


"Kau kenapa si? kau tak seperti Jack yang aku kenal, sejak kapan Jack galau sampai seperti ini karena seseorang wanita," ucap Nabila.


"Aku mencintaimu.." Jack memeluk Nabila.


Jantung Nabila berdetak dengan sangat kuat, ia tak tau apa yang Jack katakan benar atau tidak. Tetapi mendengar kata Cinta dari seseorang yang di cintai membuat jantung nya berdetak tak karuan.


"Jack..."


"Aku mencintaimu Nabila, aku menyesal menikah dengan nya, aku bodoh baru menyadari perasaan ku." Jack mengatakan hal itu dengan mata yang sayup, sudah jelas jika ia masih mabuk. Tetapi biasa orang mabuk akan mengatakan hal jujur yang ada di dalam hati nya.


"Kau sudah menikah Jack," ucap Nabila.

__ADS_1


"Jack..." Nabila kembali melihat wajah Jack, ia sudah kembali tertidur sambil memeluk diri nya.


"Bangun hey, jika kak Edward melihat mu seperti ini bisa marah dia," ucap Nabila.


Nabila membawa Jack ke kamar mandi dengan sangat susah paya. Ia menyalahkan air dingin agar Jack terbangun dari tidur nya. Biasa nya orang mabuk akan sadar dengan mengguyur kan air dingin secara langsung.


"Nabila.."


"Ya kau sudah bangun, mandi dengan benar ya.." Nabila langsung keluar dari dalam kamar mandi.


Jack memijat kepalanya yang terasa sangat pusing. Air sedingin es ini membuat kesadaran nya perlahan kembali normal. Karena sudah terlanjur basah Jack memutuskan langsung mandi saja, walaupun ia sangat lemas dan pusing.


Nabila menyiapkan teh hangat untuk Jack. Ucapan Jack tadi masih terngiang ngiang di kepala nya. Apa benar Jack mencintai nya, atau hanya memanfaatkan kesempatan ini.


Jack keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk setengah banda, sebelum keluar ia sudah mengeringkan rambut dan tubuh nya. Saat melihat Nabila membuat teh sambil termenung membuat Jack kepikiran apa yang ia katakan tadi. Ia tak ingat apapun ketika sudah mabuk.


Jack mendekati Nabila dan memeluk Nabila dengan erat. Hal itu membuat Nabila terkejut yang hampir menumpahkan teh panas itu.


"Kenapa kau membuat ku terkejut," ucap Nabila


"Terimakasih sudah selalu ada untuk ku," kata Jack.


"Lepas Jack, jangan seperti ini, kau sudah beristri, dengan begini sama saja kau selingkuh seperti istri mu."


"Aku tak peduli Nabila, aku tak peduli. Aku akan berpisah dengan nya, jadi kau tak perlu takut," ucap Jack.


"Aku tak mau, kau sudah bekas wanita lain."


"Yakin kau tak ingin aku, bukan nya cinta mu hanya untuk ku. Apa salahnya mendapatkan barang bekas jika barang itu kau inginkan. Yang baru belum tentu bisa membuat mu mencintai seperti mencintai barang bekas."


"Jack..."


"Sekarang aku tanya, kau mencintai ku," tanya Jack.


"Setelah banyak hal ku lalui dengan mu, aku baru sadar dengan perasaan ku. Aku minum bukan karena Jesika tapi karena mu, aku merasa sangat bodoh, aku merasa sangat bodoh melepaskan mu. Aku ingin hidup dengan mu Nabila."


"Aku tak bisa, ya mungkin aku bisa menikah dengan mu setelah kau berpisah tetapi bagaimana keluarga ku, keluarga ku tak akan mengizinkan pernikahan ini, apalagi abang ku dia tak akan setuju aku menikah dengan mu, apalagi kau seorang duda."


"Nabila sekarang intinya ada di diri mu, kalau kau mengizinkan mu untuk mendekati mu, menyakinkan mu, aku akan berjuang untuk mendapatkan mu. Aku tau tembok yang menghalangi kita terlalu tinggi, tapi aku yakin kalau kita bersama sama kita bisa menghancurkan tembok itu."


Nabila tau diri nya sangat bodoh, diri nya sangat murahan, tetapi ia sama sekali tak bisa menghentikan rasa cinta nya pada Jack. Ia mulai suka dengan Jack dari masa pubertas nya. Di dekati dengan pria yang sudah memiliki istri adalah hal tergila yang pernah Nabila lakukan. Tetapi Nabila sangat sadar ia sangat senang Jack mau mendekati nya, ia sangat senang Jack mau berpisah dengan istri nya.


"Nabila jangan sia sia kesempatan ini," ucap Jack.


"Maksud mu," tanya Nabila.


"Sebelum aku menikah dengan Jesika, aku sudah membuat perjanjian dengan ayah ku. Jika pernikahan ku hanya seumur jagung aku akan di kirim ke opa dan oma ku yang ada di Rusia, aku tak akan bertemu dengan mu lagi. Sudah pasti opa dan oma ku akan menikahkan ku dengan orang sana. Aku cucu pria satu satunya mereka.''


''Kau serius? kau tak berbohong kan," tanya Nabila.


"Untuk apa aku berbohong pada mu, kau perlu bukti," ucap Jack.


Jack berjalan mengambil handphone nya, ia menghubungi Bryan untuk membuktikan jika ucapan nya tidak berbohong. Jack memperbesar suara panggilan itu agar Nabila bisa mendengar semua nya dengan jelas.


"Hallo Jack, ada apa??"


"Yah aku ingin berkata serius dengan mu, seperti pernikahan ku dengan Jesika tak bertahan lama lagi," ucap Jack.


"Apa!! Kenapa bisa begitu? Apa masalah nya bukan nya ayah sudah berkata dengan mu, jangan main main dengan pernikahan mu. Kau sudah tau kan apa yang terjadi sampai kau berpisah dengan istri mu, ayah sudah sangat lelah mengurus mu, ayah akan mengirimkan mu ke opa dan oma mu saja, mereka sudah sangat lama meminta mu, tapi ayah selalu menahan mu, untuk sekarang ayah tak bisa menahan mu lagi, memang yang terbaik kau didik dengan mereka. Rasakan bagaimana mereka mendidik mu."


"Ayah kok begitu, dulu saja ayah juga seperti ku, sangat nakal. Ya sudah lah dari pada aku ke sana aku pikir pikir dulu saja," ucap Jack.


"Nah itu benar, pikirkan dulu saja, jika masih bisa di pertahankan kenapa tidak mempertahan kan nya, ayah juga sudah pernah berkata pada mu jika menikah itu tak seenak yang kau pikirkan sekarang kau baru merasakan nya."

__ADS_1


"Iya yah, ya sudah aku ingin jalan jalan dengan Nabila dan yang lainnya," ucap Jack sambil memtuskan sambungan telepon itu.


Nabila mendengar semua nya, yang di katakan Jack sama sekali tak berbohong, hal itu jujur membuat Nabila bingung ia tak yakin jika Jack akan berubah, ia sudah tau bagaimana Jack, ia bisa saja mengatakan cinta hampir pada semua wanita.


Jack tau Nabila pasti sangat ragu pada nya setelah semua yang terjadi, ia sadar selama ini ia bukan pria yang baik pada wanita, ke palyboyan nya sudah terkenal dimana mana, tetapi ntah kenapa ia bisa yakin dengan keputusan nya saat ini, ia yakin semua nya bisa berubah menjadi lebih baik. Ia hanya memerlukan kesempatan ke dua dari Nabila.


"Kita seharusnya menghilangkan sifat khawatir yang berlebihan yang menyebabkan kita kehilangan banyak kesempatan untuk berbuat sesuatu," ucap Jack untuk menyakinkan hati Nabila.


"Kesempatan tidak datang dua kali. Kita harus memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik, menggunakan kesempatan yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Jangan pernah di sia-siakan karena sebuah kesempatan bisa jadi tidak pernah datang lagi pada kita. Aku sudah pernah memberikan kesempatan itu, tetapi kau menyianyiakan nya.''


"Nabila aku mohon tolong berikan aku kesempatan ke dua. Tak seorang pun punya kemampuan tuk membuat segalanya sempurna, tapi semua orang diberi kesempatan tuk membuat segalanya lebih baik," Jack menatap mata Nabila, di dalam sana ia yakin Nabila ingin hidup dengan nya, hanya saja Nabila takut Jack kembali menyianyiakan nya.


Nabila membalas tatapan itu, ia melihat mata Jack cukup tulus dengan ucapannya, ia tak pernah melihat Jack setulus ini pada nya.


Nabila menarik nafas dengan membuang nya secara perlahan dan berkata....


''Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan. Jangan rusak kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Ingatlah terkadang kesempatan muncul ketika orang lain percaya dengan kita. Aku percaya dengan mu dan aku memberikan kesempatan agar kau bisa berkembang dan menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Ketika kesempatan datang, kita harus mempertimbangkannya secara matang tentang kesempatan tersebut. Kesempatan tidak datang berkali kali. Jangan sampai kita malah menyesal karena telah membuat keputusan salah yang membuat kesempatan itu menjadi hilang."


Jack tersenyum dan langsung memeluk Nabila dengan erat.


"Aku akan berpisah dengan wanita itu, tunggu sebentar sayang, aku ingin mencari tau anak siapa itu, setelah semua nya jelas aku akan langsung melamar mu, terimakasih telah memberikan kesempatan kedua untuk ku."


''Setiap orang layak mendapatkan kesempatan kedua, tapi tidak untuk kesalahan yang sama.''


"Aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama sayang, aku janji," ucap Jack.


"Jack jangan memanggilku sayang, nanti kak Edward dengar atau yang lainnya dengar bagaimana," kata Nabila.


"Aku tak peduli, bilang saja keceplosan, toh mereka juga sedang menikmati waktu berdua, kita juga bisa.."


Pelukan hangat Jack membuat Dinda semakin ingin bersama dengan pria itu, ia tau apa yang ia lakukan salah, Jack masih milik wanita lain. Tetapi ntah kenapa hati nya mengatakan jika ini semua keinginan diri nya sendiri.


"Aku memakai baju dulu setelah itu kita pergi jalan jalan," ucap Jack.


Setelah selesai memakai baju dan mempersiapkan semuanya mereka pun meninggalkan hotel dan Edward serta istri nya. Jack membuat history di instagram dengan Nabila agar Jesika tau jika diri nya juga bisa seperti wanita itu.


"Nabila," ucap Jack.


"Jack jangan.."


"Hahaha tak papa, kau kan adik ku," ucap Jack.


Tak lama dari membuat history itu Jesika langsung menghubungi Jack, ia terkejut Jack sudah ada di Bali.


"Sayang kamu di Bali? kenapa tidak memberitahu ku," tanya Jesika.


"Maaf sayang aku lupa, aku buru buru pergi dengan Nabila, aku ada tugas kampus. Jadi ayah ku meminta ku untuk pergi dengan Nabila, kami tau sendiri kan dia pintar nya bagaimana."


"Jangan macam macam ya, awas saja kamu selingkuh dengan nya."


"Hahaha aku selingkuh?? bukannya itu bukan hal yang aneh. Jangan mengancam ku sayang aku tak suka di ancam. Kamu sendiri yang perlu aku waspadai. Aku tak suka di tipu apapun di selingkuhi." Jack mematikan sambungan telepon itu.


"Apa dia tau aku di Bali," ucap Jesika.


"Ada apa sayang," tanya Kiki.


"Tak ada," jawab Jesika.


"Kamu jangan termenung begitu dong, nanti anak kita sakit bagaimana, aku tak mau ya kandungan kamu kenapa napa. Dia yang akan membantu ku merebut kekayaan keluarga Jack. Kalau bisa keluarga Vins pun kita habiskan."


"Iya sayang, aki hanya khawatir dengan Jack, kamu tau sendiri dia kasar nya bagaimana. Aku takut dia tau aku di sini dengan mu. Nanti dia berbuat yang tidak tidak pada kita," kata Jesika.


"Dia tak akan berbuat apa apa, selagi manusia bodoh itu tak tau jika itu bukan anak nya," ucap Kiki

__ADS_1


__ADS_2