
Helen bergabung dengan mereka semua. Ia langsung mengambil makanan milik suaminya, perut nya yang sudah lapar membuat nya tidak sabar jika harus memesan makanan terlebih dahulu.
"Sayang makanan ku," ucap Nathan.
"Aku sudah lapar, pesan lagi lah, ini sangat enak," kata Helen.
"Tunggu ya, hanya itu saja," tanya Nathan.
"Pesan saja yang ada," jawab Helen.
"Bagaimana kemarin malam Helen, apakah lancar," tanya Riga.
"Ha!! iya lancar saja," jawab Helen. Ia tampak bingung dengan pertanyaan yang Riga berikan pada nya.
"Nathan pasti sangat ganas, maklum saja bujang tua," ucap Riga.
"Riga berhenti ya, jangan membuat ku kesal."
"Sayang kamu juga seperti itu. Enak mereka bisa langsung lah kita memerlukan pendekatan terlebih dahulu," ucap Alfi.
"Sssstt kamu jangan membahas nya."
Hari ini hari terakhir mereka berada di kapal pesiar. Status Nathan yang sudah menjadi pemimpin di perusahaan membuat nya tidak bisa lama lama bercuti, ia ada beberapa pekerjaan yang sama sekali tidak bisa ia tinggalkan. Siang ini mereka akan pulang secara bersama-sama.
Seperti yang sudah di rencana kan, setelah selesai sarapan mereka langsung berkemas kemas untuk pulang. Helen dan Nathan kembali diberikan waktu berdua karena Edward di bawa pergi oleh paman paman nya. Memang mereka sangat tau apa yang Nathan perlukan saat ini.
"Sayang aku akan keluar kota," ucap Nathan.
"Kapan," tanya Helen.
__ADS_1
"Besok, sekarang aku ingin bertanya pada mu, kamu ingin kita tinggal di apartemen, di rumah sendiri atau di rumah orang tua ku?"
"Bagaimana tinggal bersama dengan Tiara dan suami nya, untuk sementara waktu saja," kata Helen.
"Boleh si, aku akan mencari rumah yang spesial untuk mu, memang kalau ingin mencari rumah yang bagus itu tidak cepat. Pasti akan lama, lagi pula aku sudah mulai bekerja dengan sibuk."
"Ya sudah untuk sementara waktu kita tinggal bersama mereka saja, aku akan mendaftarkan Edward sekolah, dan aku mulai bekerja. Aku sudah sangat merindukan rumah ku yang itu. Sebelum aku benar-benar memberikan nya pada Tiara dan suaminya, setidaknya aku tinggal untuk sementara waktu."
"Iya iya, aku ikut semua keputusan mu," ucap Nathan.
"Ya sudah aku ingin berkemas dulu."
Saat ingin membalik tubuh nya. Nathan menarik Helen sampai mereka berdua jatuh ke atas ranjang bersama.
"Sayang masih ada waktu untuk berkemas, kita sudah diberikan waktu berdua loh, kita harus memanfaatkan nya dengan baik," ucap Nathan.
"Aku malas mandi lagi sayang, nanti saja ya di rumah," kata Helen.
"Hmmm kenapa harus nanti si, sekarang saja bisa," kata Nathan.
Nathan mencium leher istri nya. Ciuman hangat yang hanya bisa Nathan yang melakukan nya, selain Nathan tidak ada yang boleh mencium Helen.
"Sa.. sayang," ucap Helen.
"Ada apa," tanya Nathan.
"Kita main lagi," tanya Helen.
"Iya lah, kamu main dia atas ya," jawab Nathan.
__ADS_1
"Sayang di rumah saja ya," rengek Helen.
Nathan membuang nafas nya secara perlahan. Ia malas memaksa Helen, toh lagi lupa kemarin malam ia sudah mendapatkan nya. Mungkin memang Helen masih sedang lelah, ia tidak bisa egois memaksakan kehendak nya.
"Ya sudah nanti malam saja," ucap Nathan.
Siang hari nya mereka pun pergi meninggalkan kapal pesiar. Satu keluarga Nathan langsung pulang ke rumah mereka masing-masing. Para suami harus kembali bekerja ke perusahaan yang tidak bisa mereka tinggalkan.
"Nathan, kau tidak usah keluar kota, biar daddy saja," ucap Vino.
"Kenapa dad? daddy sudah tidak boleh capek capek loh, sudah aku saja yang pergi," kata Nathan.
"Kau yakin, tapi kau baru menikah. Kasihan istri mu."
"Tidak papa daddy, aku bisa sudah izin pada nya."
"Oh iya dad, bantu aku carikan rumah," ucap Nathan.
"Rumah? untuk apa? kau ingin tinggal sendiri," tanya Vino.
"Iya dad, istri ku meminta nya," jawab Nathan.
"Ya sudah nanti daddy bantu carikan rumah untuk mu," ucap Vino.
Satu persatu anak pergi meninggalkan nya, Vino pasti akan merasa kesepian. Rencana nya memiliki anak lagi memang tak salah. Cucu nya memang sudah banyak tetapi tetap saja tidak sama dengan anak sendiri.
"Daddy jadi ingin menambah momongan," tanya Nathan.
"Jadi lah, aku sudah berkonsultasi pada dokter dan mommy mu juga sudah di periksa. Semuanya sangat baik, dan dapat menambah lagi," jawab Vino.
__ADS_1
"Daddy daddy, untung saja mommy mau," ucap Nathan.