
Mawar sangat senang akhirnya orang tua nya mendapatkan pengobatan yang sangat layak, dengan begini Mawar yakin orang tua nya akan cepat sembuh, i sudah tak tega melihat adik nya Arya menunggu ibu nya di rumah sakit.
Bukan hanya mendapatan perawatan yang sangat layak, mereka juga mendapatan pelayanan yang sangat baik pula, Mawar mendapatkan makanan enak tiga hari sekali.
Mawar sangat ingin bertemu dengan pria yang menolong nya, ia sangat ingin berterimakasih pada pria itu, walaupun orang tua nya belum sadarkan diri nya tetap saja ia harus mengucapkan banyak terimakasih pada Edward. Mereka hanya menunggu ibu nya mereka sadar dari koma, setelah mendapatkan perawatan yang sangat baik, Mawar yakin ibu nya akan segera bangun.
Di kampus Jack kembali bertemu dengan Mawar, seperti biasa nya mawar sangat berkeringat. Mendengar cerita dari Edward jadi tak tega, ia juga jadi mengingat pesan dari Edward untuk memberikan uang.
Jack mendekati Mawar dan memberikan sebotol minuman dingin yang belum ia minum.
"Untuk mu," ucap Jack.
"Tidak terimakasih." Mawar sangat berhati hati karena Jack sudah terkenal buaya.
Jack tau wanita ini takut dengan nya.
"Jangan takut, aku sudah menikah untuk apa takut. Dan kau tau seseorang yang telah menolong mu kemarin itu juga buaya, kami berdua sudah tobat."
"Kau mengenal nya?"
"Hahaha ya kenal lah, dia saudara ku, dia kemarin hanya mengantarkan ku," kata Jack.
''Aku boleh tau nama nya, dan nomor handphone nya, baku ingn bertemu dengan nya untuk mengucapkan terimakasih karena sudah menolong ku."
"Nah itu aku bisa memberikan nya, tapi hati hati istri nya sangat galak. Ini ada sesuatu yang Edward titipkan kalau bertemu dengan mu, kau tau sendiri kan bagaimana baik nya dia. Dia itu cucu dari pemilik perusahaan terbesar di kota ini."
Jack memberikan uang pada Mawar, agar yang lainnya tak curiga, ia mengambil selembar kertas dan memasukan sejumlah uang ke dalam kertas itu, lalu dengan cepat memberikan uang itu, ia juga mencatat nomor Edward sekaligus.
"Jangan menolak nya, karena Edward tak suka, nanti aku mengatakan pada nya jika kau ingin bertemu dengan mu." Jack pergi menjauh dari Mawar, ia tak mau teman teman nya berpikir yang tidak tidak.
Di rumah Edward langsung mendapatkan telepon dari mawar.
"Hallo."
"Iya, tunggu aku seperti mengenal suara mu."
"Aku Mawar, wanita yang kamu bantu waktu itu."
__ADS_1
Dengan cepat Edward langsung mematikan sambungan dari telepon itu. Ia takut pulsa wanita itu habis. Ia mematikan telepon itu hanya agar ia yang menghubungi nya kembali.
"Maaf aku mematikan nya, aku takut pulsa mu habis," kata Edward.
"Hehehe tau saja si, aku boleh bertemu dengan mu, aku ingin mengucapkan terimakasih pada mu."
"Oh bisa dong, dimana kita bertemu," tanya Edward.
"Jangan jauh jauh. Aku malas berjalan kaki jauh."
"Hahaha tidak akan lah, kau sudah bertemu dengan Jack," tanya Edward.
"Sudah makasih untuk uang nya, aku tak tau bagaimana lagi aku mengucapkan terimakasih pada mu," jawab Dinda.
"Hahaha tak papa. Aku hanya membantu mu saja. Kau itu wanita yang hebat. Ya sudah aku akan menemui mu nanti sore di rumah sakit."
"Iya makasih Edward," ucap Mawar.
"Sama sama." Edward mematikan sambungan telepon itu.
Salsa melihat Edward tersenyum setelah mendapatkan sebuah telepon, jujur ia takut Edward mulai bermain wanita di belakang nya. Karena memang Edward itu mantan buaya darat.
"Oh ini aku kemarin sudah cerita tentang wanita yang aku bantu kan, nah dia ingin bertemu dengan ku, kata nya si ingin mengucapkan kata terimakasih secara langsung. Aku juga ingin melihat ibunya yang sedang di rawat. Kamu mau ikut??"
"Sebenarnya si aku ingin ikut, tapi aku tak bisa, yasudah kamu pergi saja sendiri dengan Jack."
"Iya yah aku akan pergi dengan Jack saja," kata Edward.
Seperti yang sudah di rencanakan. Sore ini Jack dan Edward akan pergi di rumah sakit. Mereka berdua sudah berada di perjalanan ke rumah sakit tempat lain orang tua Mawar di rawat.
Edward sudah hafal bentul alamat rumah sakit itu, padahal tempat nya sangat jauh dari rumah, ia tak tau kenapa ayah nya meletakan saham yang besar di rumah sakit yang jauh dari rumah. Sesampainya di sana, mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah sakit, Edward memakai masker agar tak ada yang mengenal nya.
"Halo dimana ruangan nya," tanya Edward.
"Di ruangan ke 17, jalur melatih, aku tak bisa menjemput mu karena aku menunggu adik ku," jawab Mawar.
"Ya sudah aku akan ke sana."
__ADS_1
"Edward kau baru saja kenal dengan nya kan, tapi kalian seperti sudah sangat dekat."
"Hahaha ya begitu lah, namanya juga Edward. Aku dekat karena suka dengannya, aku hanya kasihan dan ingin membantu nya, apa lagi aku dengar dia mempunyai adik, itu sebabnya aku membawa makanan untuk adik nya," kata Edward.
"Ya aku percaya dengan mu, kau memang sangat baik sekali, pada semua orang termasuk pada ku," kata Jack.
Di depan ruangan yang di katakan Mawar, mereka berdua langsung masuk ke dalam. Edward sangat senang karena pihak rumah sakit memberikan fasiltas yang ia minta, rumah sakit ini sangat amanah yang mungkin membuat ayah nya percaya menanamkan saham di sini.
"Hay dimana kakak mu," tanya Edward pada anak kecil.
"Membeli makanan kata nya. Abang teman nya kakak?"
"Iya, ini ada makanan untuk mu." Edward langsung memberikan kantong yang berisi banyak makanan pada anak itu.
"Edward aku rasa wajah nya ada kemiripan dengan mu," kata Jack.
"Hmmm kau benar, aku rasa Mawar juga ada mirip nya dengan ku," ucap Edward.
"Makasih bang, kata kakak abang sangat baik. Tadi kakak ku berkata jika abang datang aku harus berbuat baik pada abang."
"Hahaha iya sama sama, kamu juga anak yang baik, kamu sudah makan?"
"Nanti menunggu makanan dari rumah sakit, biasa nya sore atau malam datang,"
"Apa enak nya makanan dari rumah sakit," kata Jack.
"Ya bagi mu tak enak, tapi bagi mereka sudah sangat enak, itu lah penting nya bersyukur," ucap Edward.
"Ya sudah aku membeli makanan untuk kita, kebetulan kita juga belum makan." Jack pergi meninggalkan ruangan itu.
"Abang pangku sini, jangan mainan di lantai pasti sangat dingin."
Aneh nya anak itu mau saja Edward pangku padahal mereka berdua baru saja bertemu, jarang jarang ada anak kecil seperti itu.
''Ini nama nya roti keju, kamu suka dengan roti keju atau coklat," tanya Edward.
"Coklat, aku tak boleh makan keju, nanti jadi gatal gatal."
__ADS_1
"Sama dong. Abang juga tak bisa makan Keju," kata Edward.