
Setelah menyelesaikan semua nya. Vino mengajak Nathan ke rumah Mark. Ia ingin mengenalkan Nathan dengan anak nya Mark. Nathan harus mengenalnya secara perlahan agar ia tidak kaget saat perjodohan nanti.
"Iya paman mark kau kenal kan?"
"Aku mengenalnya, aku pernah ke rumahnya bersama paman kevin."
"Awal nya aku pikir kau tidak mengenalnya, tetapi Mark bercerita padaku jika kau pernah datang ke rumahnya."
"Dia teman dekat paman Kevin, mereka sudah seperti saudara kandung. Begitu juga dengan tante vira, sepertinya memang mereka sudah berteman sejak lama," kata Nathan.
"Sebenarnya ada hal membuat mereka begitu dekat, itu masa lalu dan memang semuanya sudah takdir."
"Kau apa pernah bertemu dengan anaknya?"
"Tidak pernah, tapi kata paman Kevin anak paman Mark seorang wanita, dia seumuran dengan cherry."
"Aku juga tidak pernah bertemu dengannya. Menurut info yang aku dengar anaknya sangat cantik. Keturunan bule," ucap Vino.
"Secantik apa dia, apa lebih cantik dari pacar ku, ah mana mungkin." Batin Nathan.
Sesampainya di rumah mark. Merekam berdua disambut oleh tuan rumah, siapa lagi jika bukan Mark dan anak gadis nya.
"Dia cantik nat," bisik Vino.
Nathan akui gadis di depan nya memang sangat cantik, cantik nya sangat khas Eropah, mungkin karena Mark yang berasal dari Eropa. Kulit putih bersih dengan mata yang sangat indah. Tetapi secantik apapun wanita dia tetap saja tidak menarik di mata Nathan. Di hati nya hanya ada Helen seorang.
"Kau jadi datang, aku pikir hanya omong kosong, pria seperti mu mana mungkin mempunyai waktu senggang, ternyata datang juga," kata Mark.
"Jika sudah berjanji pasti aku akan datang, aku tidak akan mengingkari janji ku," ucap Vino.
"Hahaha iya aku tau itu. Halo nat, apa kabari diri mu," tanya Mark.
"Sangat baik paman."
"Oh iya Vino ini anak ku nama nya Cindy. Cindy ini paman mu Vino dan dia Nathan."
"Halo paman, Nathan salam kenal," kata Cindy.
"Salam kenal cantik," ucap Vino.
"Ayo Vin kita masuk. Cindy ajak Nathan berkeliling, ayah ada pekerjaan dengan paman mu."
"Iya yah," kata Cindy.
Kepergian Vino dan Mark membuat Cindy dan Nathan menjadi diam. Cindy tidak biasa berbicara dengan orang asing.
"Nathan," ucap Cindy.
Nathan yang awal nya ingin judes dengan Cindy jadi tidak bisa, ia malah tidak enak dengan nya.
"Aku sudah punya pacar, aku takut salah paham dengan pacar ku, jadi aku ingin izin dulu dengan nya. Nah setelah itu baru kita bisa mengobrol," kata Nathan.
"Hehehe silahkan."
Nathan mengambil handphone nya dan langsung menghubungi Helen, tetapi Helen tidak kunjung mengangkat panggilan dari nya.
__ADS_1
"Ah sudah lah, nanti saja," kata Nathan.
"Kau tipe pria yang setia dengan pacar mu," ucap Cindy.
"Aku sangat sulit mendapatkan nya, aku tak ingin kehilangan diri nya, saling terbuka dan jujur adalah cara ku agar hubungan kami berdua langgeng."
"Wah hebat, aku yang belum pernah berpacaran sangat kagum dengan hubungan kalian berdua. Salam kenal nat, senang bertemu dengan mu."
"Salam kenal kembali, kau kenal dengan Cherry," tanya Nathan.
"Ayo sambil berkeliling."
Cindy mengajak Nathan berkeliling rumah nya sesuai dengan apa yang ayah nya katakan.
"Yah aku kenal dekat dengan nya, aku sering ke Jepang dan kami sering bertemu di sana," kata Cindy.
"Oh begitu, dia keponakan ku. Sangat nakal, pacar nya sudah tua," ucap Nathan.
"Oh iya dia keponakan mu ya. Seperti nya dia pernah berkata sesuatu tentang mu. Pantas saja nama mu terasa tidak asing."
"Hahaha sudah aku duga."
"Pacar nya Cherry tidak tua, tapi dewasa," kata Cindy.
"Kau kenal dengan nya," tanya Nathan.
"Dulu sebelum dengan Cherry, Riko mendekati ku dulu. Tapi aku merasa tidak cocok dengan nya. Aku meminta Cherry untuk mendekati Riko. Memang saat pertama kali bertemu Cherry terlihat suka dengan Riko. Dan sekarang mereka langgeng," jawab Cindy.
"Oh begitu, ya memang dia sangat baik."
"Halo ay," ucap Nathan.
"Ada apa nat," tanya Helen.
"Aku sedang bersama wanita, dia anak paman ku, ya seperti sepupu ku sendiri lah. Aku hanya izin dengan mu."
"Hahaha nathan jangan yaitu begitu, aku percaya kamu, apalagi itu anak paman mu, jadi tidak enak pada nya, di kira aku sangat posesif pada mu."
"Hahaha tidak papa, ya sudah ay, aku tidak enak jika mengabaikan nya. Selamat malam cantik."
"Malam good boy," ucap Helen.
"Maaf ya," kata Nathan pada Cindy ia merasa tidak enak pada Cindy.
"Iya tidak papa."
Mereka berdua berhenti di kolam renang samping rumah. Mereka bingung harus membahas apa, karena memang suasana terasa sangat canggung.
"Gabung dengan orang tua kita yuk," kata Nathan.
"Ayo." Dari pada ia bingung sendiri memang lebih baik ia masuk bergabung dengan mereka semua.
"Sudah siap sayang," tanya Putri.
"Sudah bun," jawab Cindy.
__ADS_1
"Daddy hmmm aku...
"Apa lapar," tanya Mark.
"Sedikit," jawab Nathan.
"Aku lupa kau belum makan ya, sudah pesan grab saja," kata Vino.
"Tidak perlu Cindy akan merasakan makanan untuk nya," ujar Mark.
"Ayo nat," ucap Cindy.
"Maaf paman merepotkan." Nathan sangat malu tapi memang perut nya sangat lapar.
"Mereka sangat cocok," kata Vino.
"Kau Benar. Jika Nathan dan Cindy bersatu aku yakin anak mereka sangat tampan."
"Hahaha kau benar, kenapa tidak sejak lama saja kita menjodohkan mereka berdua."
"Ya mau bagaimana lagi, aku baru kepikiran Vin," kata Mark.
Di dapur Cindy memasak mie rebus sesuai dengan permintaan Nathan. Nathan tidak ingin merepotkan Cindy, jadi ia meminta mie saja yang sangat simpel
"Suka pedas," tanya Cindy.
"Tidak bisa makan pedas," jawab Nathan.
"Untung saja aku bertanya, kalau sayur bagaimana?"
"Suka, aku suka semua sayur," kata Nathan.
"Oke, tunggu beberapa menit ya, kau bisa menunggu disana, ada beberapa cemilan juga di sana," ucap Cindy.
"Iya terimakasih.."
Di tempat lain. Helen berada di restoran bersama dengan teman teman nya. Setelah pulang kantor ia langsung pergi dengan teman teman nya, Helen pergi untuk menghilangkan rasa suntuk di otak nya.
"Cincin kau sudah punya tunangan?"
"Tidak belum, aku hanya mempunyai pacar," kata Helen.
"Cieeee." Sorak mereka semua.
"Jangan begitu kalian membuat ku malu," kata Helen.
"Hahaha menikah dengan ku saja."
"Kau playboy, bisa habis aku mau selingkuhi, lagi pula pacar ku benar-benar pria yang sangat luar biasa untuk ku," kata Helen yang benar benar sangat membanggakan Nathan.
"Hahaha siapa si?"
"Kepo," kata Helen.
"Helen...."
__ADS_1