Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Menikahi mu


__ADS_3

"Ayah ayah, hmmmm nanti kita jadi pergi," tanya Edward.


"Jadi dong, kau akan menemani ayah bekerja, setelah itu kita akan jalan jalan," ucap Nathan.


Saat memakaikan pakaian Edward, handphone Nathan berbunyi, terlihat panggilan dari Vino. Vino pasti ingin menanyakan kabar Nathan karena Marvin sudah kembali pulang dan saat ini Nathan sendiri. Karena baru pulih Vino pasti memberikan perhatian khusus pada Nathan.


"Halo Nat, apa kabar," tanya Vino.


"Daddy, kemarin baru tanya, ya aku sangat baik dad," jawab Nathan.


"Hahaha aku hanya khawatir pada mu."


"Tidak perlu. Oh iya seperti nya aku ingin menikah."


"Ha!! menikah? dengan siapa," tanya Vino yang benar-benar sangat terkejut. Baru kemarin Vino tanya pada Nathan soal pernikahan. Saat ini Nathan sudah berupa pikiran.


"Ada deh, boleh tidak," tanya Nathan.


"Ya ya boleh, kan kemarin daddy berikan tawaran," jawab Vino.


"Dengan siapa dulu nat?"


"Ada deh, kalau dia punya anak bagaimana?"


"Janda? kau tertarik dengan janda," tanya Vino yang kembali terkejut.


"Anak itu anak ku dad," kata Nathan.

__ADS_1


"Ha???" Nathan membuat Vino berulang kali terkejut.


"Edward, ini kakek." Nathan memberikan handphone nya pada Edward.


"Halo kek." Edward mengeluarkan suara imut nya.


"Halo, dengan siapa," tanya Vino.


"Edward." Edward tampak kebingungan sambil menatap ke arah Nathan.


"daddy dia anak ku, anak ku bersama Helen. Ya Helen, dia pacar ku dulu dad?"


"Helen kau bertemu dengan Helen," tanya Vino.


"Iya iya aku bertemu dengan nya. Jadi dia benar pacar ku dulu." Nathan berharap apa yang ia pikirkan benar.


"I.. iya... Tapi kalian... Tunggu dulu, apa saat di Jepang kalian melakukan nya. Jadi Helen pergi dengan mengandung anak mu, aah ini sangat pusing," ucap Vino.


"Ya ya ya, aku tunggu kalian, kau membuat ku pusing," ucap Vino.


"Kakek, Edward ingin bertemu kakek," teriak nya di dekat telepon.


"Anak ini, tapi suara nya sangat menggemaskan, jadi ingin anak lagi," batin Vino.


"Iya datang lah ke rumah, kakek menunggu mu," ucap Vino.


"Dengar sayang, kakek menunggu mu," kata Nathan.

__ADS_1


Helen masuk ke dalam kamar Edward. Beruntung Nathan sudah tidak memakai apa apa lagi, ia sudah memakai handuk kecil menutupi bagian penting nya.


"Kamu berbicara dengan siapa sayang," tanya Helen.


"Dengan kakek," jawab Edward.


"Kakek? tuan Vino?"


"Yah daddy ku. Ya sudah dad, nanti aku akan membawa mereka pulang," kata Nathan sambil menutup panggilan telepon itu.


"Mampus, semua nya semakin ribet, bagaimana aku menyelesaikan ini semua," batin Helen.


"Kakek, hehehe iya kakek," ucap Helen.


"Sekarang kamu sarapan, mamah sudah siapkan untuk kamu di atas meja," kata Helen.


"Siap mah." Edward langsung berlari keluar kamar.


"Kau berbohong pada ku," kata Nathan,


"Maksudnya?"


"Kau mantan pacar ku, kau jangan berbohong. lagi pada ku."


"Hanya mantan Nathan, hanya mantan," ucap Helen.


"Tidak, tidak. Aku tau kita lebih dari itu, aku akan menikahi mu," kata Nathan.

__ADS_1


"Menikahi ku, kau hanya berjanji, kau tidak pernah menepati nya Nathan. Dulu kau berjanji untuk menikahi mu, tapi apa? itu hanya omong kosong mu, aku tidak mau terjebak di dalam lubang yang sama."


"Jika masa lalu ku seperti itu maaf, aku tidak tau apa salah ku. Aku serius ingin menikahi mu," ucap Nathan.


__ADS_2