Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 10


__ADS_3

Sandra yang merasa dirinya tidak bisa tenang dengan tekanan dan para monster. “Dimana aku pergi pasti ada saja bahaya yang datang. Kapan aku bisa tenang dengan semua kehidupan ini,”ucap Sandra dengan suara kecil.


Sandra yang sudah melihat ada celah melemparkan batu yang dis sudah kumpulkan kerah para goblin kecil yang datang mencarinya.”Makan itu batu,”ucap Sandra. Setelah goblin di serang dengan batu mereka terjatuh satu persatu. Hanya satau batu yang dikumpulkan oleh Sandra kurang, masih banyak monster yang datang menghampirinya.


”Bagaimana sekarang,”ucap Sandra yang melihat sekeliling dia apa yang bisa membantu dia. Sampai di dekat dia tidak jauh dari tempat dia duduk. Ada goblin yang membawa pemukul yang bentuknya seperti pemukul bisbol.”Kurasa ini bisa kau gunakan,”kata Sandra yang mengambil barang tersebut.


Hanya saja dengan kondisi Sandra yang masih tidak bisa bergerak. Mustahil bagainya untuk menggunakan pemukul yang dia dapatkan dari goblin. Karena semakin banyak goblin yang datang Sandra tidka tahu harus berbuat apa. Jadi dia mencari batu kecil yang memang ada didekat dia. Jika tidak Sandra berjalan atau bergerak untuk mendapatkan barang yang membuat dia selamat dari bencana ini.


Tapi batu dari jarak terdekat sudah diambil oleh Snadra dan tidak ada sisa.”Sandra yang menghela nafas  bisa melihat goblin itu datang. Sandra yang berbaring di tanah sambil melihat tulisan nisan orang tuannya.”Apa yang harus aku lakukan?,”kata Sandra. Sandra yang tidak tahu harus bagaimana hanya bisa tertidur dengan suara goblin yang mendenkat.


Baz yang melihat Sandra bingung dengan apa yang akan dilakukan.Baz yang juga dalam kesulitan sedang mencari ide untuk membantunya. Tapi hasilnya nihil sampai Pet menyarankan dia untuk membantu Sandra. Tapi Baz yang tahu kalau Pet juga dalam kondisi tidak baik. Baz tidak bisa meninggalkannya.”Kamu harus bantu Sandra sana pergi,”ucap Pet.


“Tidak jika aku pergi kamu dalam bahaya,”kata Baz.”Aku akan baik-baik saja. Tapi Sandra dia tidak ada senjata yang akan membantu dia. Bagaimana dia bisa melawan goblin itu,”kata Pet.


“Tidak usah khawatir dengan Sandra dia banyak akalnya dia tidak akan mati begitu saja,”kata Baz yang yakin dengan rasa khawatir.

__ADS_1


Sandra yang sudah tahu pergerakan goblin dia bisa menggunakan pemukul walaupun dengan gerakan yang sederhana. Sandra membuka mata dimana goblin sudah hendak memakan Sandra. Tapi saat yang bersamaan Goblin yang menyerang Sandra mendapatkan pukulan dan membuat goblin terpental. “Kurasa aku punya ide yang bagus,”ucap Sandra yang tersenyum.


“Aku belum menjadi murid akademi militer khusus sudah harus berusaha melawan monster yang belum dipelajari di akademi. Apa pantas?,”kata Sandra yang mengangkat mayat goblin. Setelah tersusun dengan tinggi Sandra yang hendak berdiri tapi tidak memiliki tenaga hanya bisa berjongkok saja. saat goblin mendekat Sandra siapa memukul goblin yang sudha tertata oelh Sandra. “Kita lempar,”ucap Sandra dengan dia mengayunkan pemukul dengan keras sampai goblin yang ada didepan dia melayang berjatuhan di atas goblin yang datang.


Tapi Sandra tidak tahu sampai kapan dia bisa bertahan dengan rencana yang dia miliki.”Hai siapa saja yanga da orang di tempat ini bantu aku,”kata Sandra. Baz dan Pet yang mendengarkan ucapan Sandra hanya bisa terdiam. Karena yang mereka pikirkan tidak akan ada yang mau membantu karena jarak tempat mereka tidaklah bisa dijangkau oleh murid lain. Apalagi ada serangan tiba-tiba mereka mungkin sibuk bertarung.


Tapi tanpa ada yang menyadari kalung yang selalu dipakai oleh Sandra sebagai kenangan orang tuanya bersinar.”Ini,”ucap Sandra yang melihat kalung yang dia kenakan bersinar. Sandra yang tidak tahu kenapa, tapi dengan kalung yang dipakai oleh Sandra membuat dirinya merasa ringan.


“Tubuhku ringan dan aku bisa bergerak,”ucap Sandra. Dengan tubuh dia yang bisa bergerak dia bisa menghabisi gobli kecil yang datang ke tempatnya. Sandra yang tersenyum bisa menghabisi goblin dengan tubuh yang ringan. Setelah tempat Sandra sudah aman terkendali tidak ada goblin yang mendekat. Sandra melihat Baz dan Pet yang sedang kesusahan.”Kurasa aku harus membantu mereka berdua,”kata Sandra dengan dia melihat sekelilingnya.


Sandra yang menghela nafas kemudian siap untuk melemparkan pemukul tepat dikaki goblin besar. Baz dan Pet yang tidak tahu kenapa para goblin terjauh. Sampai mereka berdua melihat arah lemparan yang darai Sandra.”Sandra,”ucap Baz.


“Dia berdiri apa dia tidak merasakan tekanan apa-apa,”kata Pet yang bingung.”Kita tanyakan nanti saja. karena Sandra membantu kita, manfaatkan kondisi dimana para goblin ini terjatuh dan tidak seimbang,”kata Baz.


Setelah goblin terjatuh dan tidak bisa berdiri imbang Baz dan Pet yang mendapatkan celah bisa mengalahkan para goblin yang tersisa.”Akhirnya selesai juga,”kata Sandra yang kembali duduk.

__ADS_1


Kalung yang tadi bersinar kembali meredup dimana Sandra bisa merasakan tekanan kembali.”Lagi,”ucap Sandra. Baz dan Pet yang datang menghampiri bertanya kepada Sandra. Tapi saat mereka sampai Sandra sama saat mereka pergi melawan goblin.”Apa itu hanya keberuntungan saja,”kata Pet yang menatap Baz.


Baz yang juga tidak tahu hanya bisa membantu Sandra berdiri.”Kamu baik saja,”kata Baz.”Baik darimananya. Jika kamu melihat,”kata Sandra menjawab jujur.


“Baiklah kami minta maaf. Tapi kamu hebat bisa berdiri tadi dan membantu kami,”ucap Pet.”Beridri sata kondisi terdesak,”kata Sandra yang dibantu oleh Pet dan Baz untuk berdiri.”Kita pergi dari tempat ini sekarang,”ucap Pet.


Mereka bertiga meninggalkan tempat pemakanan para pahlawan yang gugur. Di perjalanan menuju tempat yang aman mereka bertemu dengan para monter dan para murid yang sedang berjuang malawan mosnter.”Kurasa sudah sebagain tempat dikuaasai oleh monster,”ucap Sandra.


“Kamu memiliki ide,”kata Pet.”Tidak aku tidak tahu jenis monster yang kalian hadapi,”kata Sandra.”Lebih baik kita pergi dulu,”kata Baz.


Karena kondisi tidak menguntungkan bagi mereka untuk membantu. Tapi Sandra yang melihat seorang anak kecil membuat dia berpikir.”Baz berhenti lihat itu ada anak kecil disana,”kata Sandra yang menunjuk ke arah anak kecil.


“Mustahil ada anak kecil di sini,”ucap pet yang melihat ke arah yang ditunjuk.”Itu banar,”kata Baz.”Kalian berdua selamatkan anak itu, aku akan baik saja,”kata Sandra. Pet dan Baz hanya bisa memandang satu sama lain.”Kalian tidak usah khawatir aku baik saja. Apa lagi ada senjata yang tidak digunakan di sini,”kata Sandra.


Pet dan Baz segera pergi dari Sandra dan menuju tempat anak kecil yag sekarang dalam kondisi tidak baik. Monster yang hendak ingin memakan anak kecil itu. Pet dan Baz yang datang tepat waktu bisa menyelamatkan anak kecil itu. Sedangkan Sandra yang mengambil senjatah yang sudah tidak perpakai. Tapi sata yang bersamaan ada monster dari atas.

__ADS_1


“Tekanan ini lagi,”ucap Sandra yang tersenyum dan melemparkan panah ke atas dengan pisau yang dia dapatkan.”Maaf saja kamu datang pada waktu yang tidak tepat,”kata Sandra.


__ADS_2