Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 41


__ADS_3

Intan yang tidka tahu harus berkata seperti apa hanya diam untuk sesaat sampai Jeni bibi dari Jaya berkata.”Tenang dulu Jaya. Diakan baru saja datang dan berkumpul dengan kita. Apa lagi dia baru saja dibawa oleh para akademi itu,”upca Jeni.


“Maaf ya Intan sayang. Jaya berkata seperti itu karena merasa khawatir dengan Sandra,”kata Jeni lagi.


“Itu tidak apa-apa tapi tadi anda bilang kakak Sandra. Apa Jaya adalah adik dari Sandra. Tapi aku tidak tahu kalau Sandra memiliki adik. Apa lagi dia tinggal dipanti,”kata Intan yang tahu tentang Sandra.


“Kakak tidak tahu. Maaf,”ucap Jaya.


“Perkenalkan nama saya Jaya Kartajaya yang tinggal di akademi khusus militer. Aku bertemu kakak saat penyerangan monster. Pada saat itu kak Sandra sedang berkunjung ke makam orang tuanya dan kakek,”ucap Jaya sedikit menjelaskan.


“Jadi kalian berdua sudah lama berpisah ya. Aku tidak tahu, tapi saat kamu diakademi kamu tinggal bersama siapa?,”ucap Intan yang berhati-hati.


“Aku tinggal bersama kakek. Tapi sekarang kakek sudah meninggal karena dibunuh oleh pihak akademi yang berkhianat. Karena perebutan kekuasaan,”kata Jaya.


“Apa kamu tidak terkejut dengan bagaimana kamu bisa ada ditempat ini Intan,”kata Jeni.


“Tidak karena selama ini aku juga merasa ada yang aneh saja dengan dunia yang aku tinggalkan. Secara diam-diam aku mencari tahu, kalau tidak salah aku pernah melihat Sandra bertarung dengan monster kalau tidak salah saat kecil,”ucap Intan sambil mengingat kejadian yang sudah lalu.


“Apa maksud kamu Intan. Sandra pernah berkelahi dengan monster saat di dunia yang aman,”kata Fros yang sedikit terkejut.


“Iya. Itu sudah lama sekali sih,”kata Intan.


“Tapi bagaimana bisa ada monster kalau dunia itu sudah dilindungi.Ini sedikit aneh, kapan itu terjadi?,”ucap Fresthe.


“Itu saat kami berusia 4 tahun jika tidak salah. Itu juga pertemuan pertama kami. Karena panti dekat dengan rumah orang tua saya. Tapi ada apa ya?,”ucap Intan yang masih melihat sekelilingnya. Tapi tanpa sadar kurasa bisa dibuat taman bunga atau padang rumput tempat ini.


“Apa ada hal yang membuat kamu kepikiran Intan,”ucap Jeni.


“Tidak hanya saja apa sudah ada padang rumput belum ya disini,”kata Intan dengan serius.


“Belum ada tapi ada tempat yang cocok untuk membuat padang rumput jika kamu mau didekat tebing berhadapan dengan laut,”kata naga yang lain.


“Dimana itu bawa aku kesana,”ucap Intan yang bersemangat. Intan yang berjalan ke arah barang yang dikeluarkan oleh Sandra disana ada bibit yang bagus untuk membuat padang rumput. “Kak Intan,”ucap Jaya.


“Iya ada apa?,”kata Intan yang menoleh ke belakang.

__ADS_1


“Apa kakak tahu jenis tanaman dan jenis tanah di disini,”ucap Jaya.


“Tahu karena ambil kuliah kelingungan. Jadi aku tahu berbagai jenis tanah, struktur dan jenis apa yang bisa berkembang di lingkungan yang baru aku tempati ini. Apa ada yang salah?,”ucap Intan yang bingung.


“Kamu sama persis dengan kak Sandra,”ucap Jaya yang tersenyum.


“Tidak mungkin. Dia lebih keras kepala dari pada diriku. Kalau sudah asing penelitian dia kana lupa dengan ada sekitarnya,”kata Intan.


“Jadi kakak dulu satu kuliah yang sama ya,”ucap Jaya.


“Tidak aku kelingkungan kalau Sandra lebih ke bisnis kalau tidak salah. Tapi dia tidak selesai kuliahnya karena menghilang,”ucap Intan.


“Jadi sudah lama tidak bertemu ini adalah pertemuan setelah sekian lama ya kak,”ucap dari Jeni.


“Tapi kurasa Sandra suka sekali menghilang ya,”kata Intan. Tapi hatinya sudah lega kalau Sandra baik-baik saja. Dengan kondisi dia yang baik saja dan tidak dalam bahaya seperti dulu. Intan bisa merasa lega walaupun ditempat asing ini.


Jaya yang bersama dengan lain melihat wajah Intan yang senang hanya bisa diam saja. Sampai Intan selesai memilih bibit rumput dan tamanan bunga yang akan dia sebar.”Ayo kita pergi ke tempat itu,”ucap Intan dengan naga disampingnya.


“Kamu tidak takut denganku manusia kecil,”ucap naga.


‘Aku juga ingin merasakan terbang sama dengan Sandra. Tapi kapan dia akan kembali ya Jaya,”ucap Intan melihat ke arah Jaya.


“Aku juga kurang tahu kapan dia akan kembali. Tapi kita bisa membuat pemungkiman disini smabil menuggu,”kata Jaya.


“Tapi kakak apa aku boleh ikut dengan kakak,”ucap Jaya.


“Tentu saja,”ucap Intan yang sudah naik ke atas tubuh naga. “Tapi kenapa kamu tinggi sekali aku sulit naik,”ucap Intan yang kesal dengan naga. Tapi naga hanya diam saja. Sampai akhirnya Intan sudah bisa naik dan disusul oleh Jaya yang ingin bersama dengan Intan.


“Kami akan pergi sekarang,”ucap Jaya kepada bibi dan paman.


“Baiklah hati-hati,”kata Jeni. Sementara yang lain juga hendak pergi ke tempat yang sudah dilokasikan oleh Sandra. Intan yang terbang melihat langit yang berbeda dengan tempat dia tinggali.”Kenapa langitnya berbeda dengan saat kita pergi ya,”ucap Intan.


“Karena tempat yang kita kunjungi belum ada pohoh dan masih dalam kondisi buru. Apa kamu yakin bisa menamam barang yang kamu bawa itu,”ucap naga.


“Kita lihat saja dulu,”kata Intan.

__ADS_1


“Kakak,”ucap Jaya.


“Ada apa Jaya?,”kata Intan sedikit melirik ke belakang.


“Apa kakak suka dengan kak Sandra,”kata Jaya.


‘Suka,”ucap Intan dengan percaya diri.


“Kalau kakak suka kenapa kakak tidak mau menikah saat kak Sandra ingin menikah dengan kakak,”kata Jaya.


“Pernikahan itu bukan permainan. Kita harus tahu dulu apa benar kita ingin menikah atau hanya ingin mempermainkan suatu drama saja. Karena setelah kita menikah ada hal yang harus kita bicarakan tanpa menyakiti perasaan pasangan kita,”kata Intan.


“Ribet ya kak,”kata Jaya.


“Tidak juga kalau dilakukan bersama,”ucap Intan.


Di perjalanan menuju lokasi mereka saling berbincang sampai mereka mendarat.”Apa kita sudah sampai,”ucap Intan.


“Tapi dimana lautnya,”kata Intan yang berjalan hanya ada air merah didekat tebing yang Intan lihat.”Apa ini laut yang kamu maksudkan,”ucap Intan.


“Kurasa belum ada perbaika lokasi kalau masih merah dan airnya juga beracun,”ucap Jaya.


“Mulai dari awal,”ucap Intan. Intan yang menyentuh tanah dari beberapa meter sampai dia sudah tahu bagaimana Intan harus memperbaikinya. Tapi sebelum itu Intan harus melihat air laut yang memerah.”Kakak mau kemana,”ucap Intan yang berjalan ke arah dasar.


“Aku ingin mengambil sample air untuk aku lihat. Tapi sebelum itu Jaya kakak bisa meminta bantuan kamu tidak,”kata Intan.


“Minta bantuan apa kak. Jika aku bisa membantu,”kata Jaya.


“Apa kamu bisa mencari tahu dari mana sumber merah ini ada,”kata Intan.


“Bisa. Tapi kakak harus bisa bersama naga. Jangan pergi jauh,”kata Jaya.


“Aku tahu aku tidak akan pergi jauh. Jadi tidak usah khawarir,”kata Intan. Tapi pada saat yang sama Jaya yang sudah pergi dan tidak terlihat oleh Intan. Ada rombongan monster datang menghampiri Intan.”Kurasa masih ada monster ya,”kata Intan yang dengan santai melihat ke arah monster. Karena ada naga di dekat Intan hanya bisa duduk melihat. Tapi Intan yang melihat kalau monster itu tidak akan mendekati Intan.


“Apa mereka takut dengan kamu,”ucap Intan melihat ke arah samping dimana naga ada.

__ADS_1


__ADS_2