Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 50


__ADS_3

Waktu sudah berjalan lama sampai Tera datang dimana Sandra sedang menikmati makan siangnya.”Tuan sudah waktunya pergi,”ucap Tera dari samping Sandra. Sementara bos tambang kristal yang sudah pergi dari tadi karena ada rapat yang harus dia hadiri meninggalkan Sandra. Setelah makan siang selesai, tapi Sandra yang masih santai menikmati makan siangnya. Sampai Tera datang memberitahukan kalau sudah waktunya untuk pergi ke pelelangan budak.


Sandra berdiri karena semua sudah dibayar oleh perusahan Sandra hanya segera pergi menuju toko pakaian. Untuk mencari pakaian yang cocok untuk dia pakai saat lelang nanti.”Kita akan pergi mencari pakain lebih dulu sebelum pergi ke tempat itu,”ucap Sandra.


“Anda tidak perlu khawatir karena semua sudah kami siapkan toko yang akan kita kunjungi,”ucap Tera yang telah mempersiapkan semuanya. Sampai di toko mereka disambut dengan para pelayan toko dimana Sandra sudah disiapkan pakaiannya. Sandra yang sudah berganti pakaian melihat Edwan yang sudah bersama dengan Tera.


“Kamu sudah datang,”ucap Sandra yang telah selesai berganti pakaian.


“Bos,”ucap Edwan.


“Kita pergi sekarang,”ucap Sandra yang berjalan melewati mereka dan masuk ke dalam mobil. Dimana Edwan dan Tera ikut serta dalam pelelangan budak ini untuk menemani Sandra.


Di perjalanan yang sunyi tanpa ada suara dari mereka berdua. Sandra menutup matanya sebentar. Tapi tidak disangka ada dua mobil yang menghalangi mobil Sandra. “Kenapa berhenti,”ucap Sandra yang masih menutup matanya.


“Saya rasa ada tikus yang berkeliaran,”ucap Edwan yang menyuruh anak buahnya untuk menyelesaikannya. Setelah ada celah jalan untuk mereka lewati mereka melanjutkan perjalanannnya dimana anak buah Edwan masih berkelahi dengan mobil yang menghalangi mereka tadi.


“Siapa yang mau mengganggu kita pergi,”ucap Tera.


“Itu ada dua hal mereka bisa saja dari musuh yang bersaing dengan Sandra dalam bisnis ada juga mata-mata yang mengawasi kita karena informasi tentang Sandra,”kata Edwan.


“Tapi bagaimana dengan Mawar apa kamu sudah urus,”ucap Sandra.


“Sudah bos, mereka akan mendapatkan peringatan malam ini juga,”ucap Edwan.


Sandra yang tidak berkata lagi suasana sunyi kembali terjadi di dalam mobil yang melaju. Sore hari yang terlihat kemerahan dimana langit mulai gelap dengan pohon yang selalu mereka lewati. Waktu terus berjalan sampai mobil berhenti dimana Sandra bersama dengan kedua orangnya keluar. Tapi sebelum mereka keluar Edwan berkata.”Pakai topeng ada Bos untuk menyembunyikan identitas anda,”ucap Edwan.


Sandra yang memakai topeng bersama dengan Tera. Baru mereka keluar dari mobil dimana mereka hanya melihat mobil dan pengunjung lain yang juga sama dengan mereka. Sandra yang berjalan masuk bersama dengan Edwan dan Tera. Di dalam yang penuh dengan ruangan Edwan menunjukan kartu VIP yang akan di antarakan ke tempat yang mereka tuju.

__ADS_1


Sampai di satu pintu pelayan yang mengantarkan mereka mempersilakan masuk Sandra dan kedua orang bersamanya.”Silakan masuk tuan,”ucap pelayan. Sandra masuk setelah di buka pintunya, dimana Sandra diperlihatkan berbagai kadang dengan berbagai jenis ukuran.


Sandra menatap ke arah Edwan untuk sesaat. Tapi Sandra yang merasa biasa saja berjalan saja dan melihat satu kandang apa yang dia bisa temukan. Sandra yang merasakan ada aura yang tidak asing datang menuju satu kadang  besi. Sandra melihat kandang yang penuh dengan para elif yang tidak asing dengan Sandra.”Kenapa kalian bisa ada disini?,”ucap Sandra.


Para elif melihat ke arah Sandra dan mentatap tajam.”Kamu,”ucap Elif. Sanda hanya tersenyum saja,”Lama tidak bertemu.”


“Bagaimana kamu bisa ada di sini, bukan kabarnya kamu ada di dunia monster setelah lubang dimensi itu tertutup,”ucap Elif.


“Itu hal yang tidak bisa aku katakan kepada kalian. Tapi melihat kalian menderita aku tidak tahu apa yang terjadi setelah kepergianku,”ucap Sandra. Dimana Sandra kedatangan pendagag yang menangkap paa Elif.


“Tuan apa anda ingin membeli budah Elif ini,”ucap pendagang dengan ramah mencari maksa.


“Tera kamu yang melakukan transaksi aku ingin masih berkeliling bersama dengan Edwan,”ucap Sandra yang berjalan meninggalkan Tera dengan para pendagang.


Belum sempat melangkah Sandra menoleh,”Tera semua ya.” Setelah menyampaikan pesan yang tertinggal Sandara kembali berkeliling bersama dengan Edwan.


“Kenal mereka tinggal di zona. Tapi aku tidak tahu kalau mereka bisa tertangkap. Apa ada informasi terbaru tentang zona tersebut,”ucap Sandra sambil melihat ke arah lain.


“Soal itu ada informasi terbaru apa anda ingin dengar sekarang atau tidak,”ucap Edwan.


“Nanti saja untuk sekarang. Kita jalan-jalan dulu ada yang ingin aku lihat lebih dulu,”ucap Sandra yang berjalan sesuai dengan aura yang keluar dari hawa para monster dan budak. Sandra yang bisa merasakan kalau ada monster dan budak yang dijual dengan aura yang berbeda membuat Sandra bis tenang. Karena dengan kemampuan dia bisa mengambil yang unggul untuk dia bawa.


“Tolong saya tuan,”ucap satau budak yang melihat ke arah Sandra.


Sandra sedikit melirik ke arah budak laki-laki bersama dengan anak kecil disatu kurungan yang sama.”Ternyata ada anak kecil juga yang di kurung disini ya,”kata Sandra.


“Tidak hanya anak kecil seorang bayi juga ada,”kata Edwan.

__ADS_1


“Cukup sadis juga ya,”kata Sandra yang melihat.”Coba kamu lihat anak laki-laki itu dan adikknya,”kata Sandra. Edwan yang pergi ke arah budak laki-laki itu dan melihat seksama ada tanda yang tidak biasa.


“Tanda itu?,”ucap Edwan yang menuju ke tempat Sandra kembali.


“Bagaimana?,”kata Sandra menatap ke arah Edwan.  Edwan bebisik di telinga Sandra kalau dia baru saja melihat tanda keturunan bangsawan dimensi monster. Sandra berjalan ke arah kandangan besi dimana anak laki-laki itu ada bersama dengan adiknya. “Kalian mau kemana?,”ucap Tera yang sudah selesai dengan transaksi. Para elif yang sudah diamankan di ruangan yang sudah menjadi milik mereka untuk istirahat.


“Kenapa kalian diam saja,”ucap Tera yang mengikuti mereka. Hingga Sandra berhenti didepan kandang besi dimana laki-laki yang berteriak tadi.”Tuan tolong beli kami berdua, saya akan membayar dengan nyawa saja asalkan kemi bisa lepas dari sini,”ucap budak laki-laki.


“Tuan ingin membeli budah keduanya tapi mereka sangat mahal karena sudah dipesan lebih dulu,”ucap pendagang.


“Tera,”ucap Sandra.


“Baik bos,”kata Tera yang tahu kalau Sandra hendak ingin membeli kedua budak tersebut.


“Berepa yang ditawarkan orang yang memesan mereka berdua,”ucap Tera.


“Mereka memesan dengan harga  1 M,”kata pendagang.


“Hanya satu 1 M saja. Saya akan tawarkan 2,5 M untuk mereka berdua. Mau atau tidak,”ucap Tera.


“Apa itu benar tuan,”ucap pendagang yang sangat senang dengan tawaran itu.’Saya terima,”ucap pendagang. Dimana Tera bersama pendagang menyelesaikan transaksi jual belinya. Dimana kedua budak dilepaskan dari kandang besi.”Kalian berdua ikut dengan orang ini yang akan membawa kalian ke teman kalian yang sudah aku beli,”ucap Sandra yang pergi lagi berkeliling.


“Terima kasih tuan,”ucap budak laki-laki dengan tubuh menundukkan tubuhnya kepada Sandra. Tapi Sandra tetap berjalan saja telah melihat sedikit.”Kenapa bisa dia ada disini?,”kata Sandra.


“Mereka bisa saja datang saat dunai mereka diserang,”ucap Edwan.


“Berepa banya dari mereka yang dijadikan budak. Tapi aku tidak melihat  ada raja disini,”kata Sandra. Tapi dalam pikiran Sandra mengingat satu hal dari raja monster kalau dia memiliki keluarga yang sudah ditangkap.”Apa mereka ada di sini?,”ucap hati Sandra sambil melihat sekelilingnya.

__ADS_1


__ADS_2