
Sandra yang hanya mendengarkan saja hanya diam saja dengan apa yang dikatakan oleh Morgan dan Petra.”Memangnya apa yang terjadi dengan perbatasan dan wilayah kalian,”ucap Jack.
“Perbatasan sudah kemasukan monster yang tidak dikenal,”ucap Petra.
“Monster yang tidak dikenal yang kamu maksudkan itu seperti apa?,”ucap Jack. Morgan yang memberikan hasil gambar yang mereka ambil dan diberikan kepada Sandra. Sandra yang mengambilnya dan melihat monster yang ada didalam gambar.
“Kenapa mereka bisa masuk ke dalam sini dengan cepat,”ucap Sandra dalam hati.
“Edwan Lotto bagaimana dengan informasi tentang perbatasan,”ucap Sandra yang menayakan kepada anak buahnya.
“Dari laporan yang kami dapatkan ada dua kelompok moster yang sudah datang ke perbatasan. Tapi mereka belum menyerang manusia,”ucap Lotto.
“Tapi kami juga mendapatkan kabar ada kelompok lain yang menyerang desa. Setelah diselidiki mereka menggunakan kaluang pengengakang,”ucap Edwan.
“Kalaung pengengkan. Jika seperti itu carai orang dibalik orang dibelakangnya. Orang itu yang mengendalikan mosnter yang menyerang desa. Tapi bagaimana dengan kedua kelompok yang masih diam saja. Apa ada pengerakan yang tidak terduga,”ucap Sandra.
“Cari tahu lebih lanjut dan kerja sama dengan kelompok Morgan dan Petra yang menghadapi monster,”ucap Sandra yang melempar satau buku tentang monster.
“Apa ini Sandra?,”ucap Morgan yang mendapatkan satu buku yang dia sendiri tidak tahu apa isi dari bukunya.
“Di dalam situ ada langkah untuk mengalahkan monster yang kalian temu dan manfaat dari tubuh monster termasuk jantungnya,”ucpa Sandra.
“Bukan itu sangat berharga kenapa anda memberikan kepada kami,”ucap Morgan yang terkejut setelah mendengar kata Sandra.
“Itu tidak terlalu berharga,”ucap Sandra.
“Apa yang dikatakan oleh Sandra itu benar itu hanya buku biasa saja dia tempat kami itu mudah untuk didapatkan. Jadi ambil saja untuk kalian mempelajari monster yang ada,”kata Tera.
“Apa kalian juga sudah tahu apa isi dari buku itu,”ucap Petra.
“Ya kami tahu karena semua orang bisa mendapatkan dengan mudah,”kata Edwan.
“Itu benar sampai bosanya aku sudah membuang buku itu,”ucap Jack.
“Kalau aku jual kembalilah lumanyan dapat 300 ribu,”ucap Lotto.
__ADS_1
“Itu mah kamu yang kekurangan uang,”ucap Tera.
“Memang aku kekurangan uang. Kalian tidak tahu bagaimana aku hidup dari yang berjaya sampai terjatuh sampai ke dasar. Tapi jika tidak ada kamu tidak mungkin aku bisa bangkit lagi Tera. Makasi ya,”ucap Lotto.
“Tntu saja jadi pekerjaanku ada yang sedikit berkurang,”ucap Tera.
“Kalian seoerti sudah biasa saja dengan semua ini,”ucap Petra.
“Yang bisa dibilang kaya begitu kami sudah terbiasa dengan semuanya,”cuap Edwan. Sandra yang masih dengan dokumen yang belum selesai dengan kue yang dia makan. Mila yang menatap ke Sandra yang terlihat biasa saja membuat Mila bertanya.”Intan itu wanita seperti apa sampai bisa meluluhkan gunung es didepanku itu ya,”ucap hati Mila.
Tera yang sedikit melirik ke arah Mila hanya tersenyum saja. Tera yang santai dan tidka cemburu dengan Mila yang menatap ke arah Sandra.”Apa yang kamu pikirkan Mila?,”ucap Tera tersenyum.
“Itu aku hanya penasaran saja gunung es yang dingin siapa yang berani melelahkannya ya,”ucap Mila.
“Adalah kamu saja yang tidak tahu siapa dia,”ucap Jack.
“Memangnya kamu tahu siapa dia?,”ucap Mila.
“Sudah kenapa kalian masih saja membahas Sandra. Bahas yang lain saja,”ucap Edwan.
“Diam kamu. Bos orang yang kamu cari tahu dia memiliki tubuh dewa dan hati dewa. Tapi dia memiliki peran yang berbeda dengan pihak akademik. Walaupun dia bergabung dengan pihak mereka. Orang itu juga memiliki kelompokya sendiri,”ucap Edwan.
“Apa kamu sudah tahu kelompok mana itu,”ucap Sandra.
“Masih belum ketahuan bos. Tapi kami tidak bisa terus mengawasi pergerakan mereka lagi,”kata Edwan yang sedikit menyesal.
“Jadi kamu ketahu sudah dengan perkataan kamu itu,”ucap Sandra.
“Itu benar, maaf aku tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik,”kata Edwan.
“Tidak masalah yang penting kamu sudah kembali dengan selamat,”ucap Sandra yang tidak menyesal.
Setelah membicaranan yang tidak terduga mereka kembali pulang karena hari sudah mulai malam. Sandra yang juga pergi ke vila. Di perjalanan yang ramai dengan cahaya lampu yang menerangi jalan. Sandra terpikir dengan diary Intan yang dia baca.”Jika intan tahu apa yang terjadi. Bagaimana aku harus bertemu dengan dia lagi. Aku pusing,”ucap Sandra yang masih tidak berani untuk bertemu dengan Intan.
Tapi hatinya yang resah selalu mengkhawatirkan Intan. Apa lagi Intan baru saja diserang oleh orang asing. Tibat-tiba mobil yang tadi melaju berhenti.”Ada apa berhenti?,”ucap Sandra kepada sopir.
__ADS_1
“Maaf tuan di depan kurasa terjadi sesuatu,”ucap sopir. Sandra yang melihat ke depan kalau ada aura yang tidak asing dan aura itu sangat menekan.
“Kmau tetap disini biar aku lihat ke sana. Apa yang sedang terjadi?,”ucap Sandra.
“Tapi tuan,”ucap sopir yang merasa kebratan.
“Aku bilang kamu tetap didalam saja aku yang akan memeriksa sendiri,”uap Sandra lagi denga tegas. Sandra yang berjalan melihat mobil yang terhenti dan ada orang yang juga keluar dari mobil. Sandra yang melihat sekitarnya masih merasa ada yang aneh dengan suasana yang ada.”Maaf tuan apa yang sedang terjadi disini,”ucap satu penjalan yang melewati jalan.
“Apa anda juga mau lewat jalan ini juga tuan. Itu didepan terjadi masalah yang membuat mobil didepan mengalami kecelakaan,”ucap penjalan.
“Apa sudah ada ambulan yang datang menolong atau petugas polisi,”ucap Sandra.
“Kurasa sudah,”ucap penjalan.
“Baik tuan terima kasih ya,”ucap Sandra yang berjalan melihat kedepan. Sandra yang sudah kedepan terhadpan ada barisan polisi yang menghalani dan penjalan yang lain. Sandra yang sudah didepan melihat ada aura yang tidak asing yang terpancar.”Apa ada monster yang lewat lagi disini,”kata hati Snadra sambil berpikir.
Sandra yang tidak tahu apa yang sedang terjadi ingin masuk ke dalam. Tapi para polisi melarang Sandra masuk ke dalam. Sampai dia melihat Petra yang sedang bertugas.”Waktu yang tepat,”ucap hati Sandra yang kemudian dia memanggil Petra dari jauh.
Petra yang ada didalam melihat Sandra yang ada diluar garis pembatas.”Sandra kenapa kamu ada di sini?,”uca Petra yang sudah sampai didepennya.
“Apa yang terjadi didalam,”ucap Sandra dengan santai. Tapi wajah Petra melihat kesegala arah dan berbisik kepada Sandra.
“Ada yang aneh dengan retakan yang muncul,”ucap Petra berbisik.
“Retakan,”ucap hati Sandra sambil berpikir.
“Izinkan aku masuk ke dalam Petra. Mungkin aku bisa membantu kamu,”ucap Sandra.
“Baiklah ayo masuk. Tapi kamu harus ikut denganku dibelakang,”kata Petra.
“Aku mengerti,”ucap Sandra yang masuk melewati garis pembatas mengikuti Petra. Dimana Sandra yag berjalan mengikuti melihat retakan yang dimaksud oleh Petra.
“Apa itu retakan yang kamu maksudkan?,”ucap Sandra yang berjalan masuk.
“Apa sudah ada korban?,”ucap Sandra lagi.
__ADS_1
“Untuk sekarang belum ada korban karena pengemudi yang melihat langsung melaporkannya kepada petugas polis terdekat,”ucap Petra. Sandra yang sambil berpikir memperhatikan apa yang sedang terjadi di ruang hampa didepannya..”Ada yang aneh,”ucap Sandra sambil berguman.