Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 147


__ADS_3

Iranta yang masih saja memberikan smeua beban kepada Intan. Tapi Intan yang sudah tahu juga tidak mau kalah dan tetap mengatakan kebenarannya sampai dia memberikan apa yang dia lihat kepada Iranta.”Jika kamu tidak percaya. Aku bisa memberikan semuanya,”kata Intan dimana dia menyuruh orangnya untuk masuk ke dalam.


“Kanapa kamu tidak mengizinkan aku masuk ke dalam adiku. Disini sangat dingin,”kata Irantan.


“Dingin apa benar. Tapi aku tidak akan mengizinkan kakak masuk ke dalam rumahku. Ini bukan ruamh kakak yang senekanya bisa kakak masuki dengan santai. Aku saja tidak di undang oleh kakak saat kakak memiliki rumah baru bukan,”kata Intan yang tersenyum. Sampai dimana orangnya datang dan langsung memberikan semua informasi yang dia dapatkan kepada Iranta yang menuggu di luar.


“Kakak bisa lihat sendiri atas ulah kakak. Aku tidak mau ikut dalam urusan utang kakak,”kata Intan. Iranta yang mengambilnya dan membacanya dengan perlahan. Dimana mata Irantan sangat terkejut sata melihat semua tulisn itu.


“Bagaiman akamu bisa mendapatkan informasi semua ini. Apa ini Sandra yang memberitahu kamu,”kata Iranta yang mulai gelisah.


“Kenapa dengan wajah kakak yang tadi sangat percaya diri berunah menjadi keringat dingin. Itu utang yang kakak pinjam dan aku tidak ingin membantu. Selama ini kakak ini menganggap aku ini apa?,”kata Intan yang sudah tidak perduli lagi dengan Iranta.


“Kamu mau balas dendam karena kau tidak disayangi oleh ayah dan ibu,”kata Iranta.


“Kalau iya apa ada masalah untuk kakakku untuk membayar utang kakak sendiri. Karena kita sudah pisah dan tidak ada hubungan selama 10 tahun ini bukan atau malah lebih,”kata Intan yang tersneyum.


“Intan kamu tidak memiliki perasan jika kamu aku tidak bisa membayar utang ini ayah dan ibu tinggal dimana,”kata Iranta.


“Untuk apa kakak khawatir dengan ayah dan ibu kalau kakak saya mencari mereka berdau,”kata Intan. Iranta yang tidak bisa berkata apa-apa hanya diam saja mendenagar perkataan dari Intan. Intan yang melihat wajah kakaknya hanya bisa tersenyum.


“Kakak itu benar perduli dengan ayah dan ibu tidak masak tidak bisa membayar utang kakak sendiri. Jika kakak tidak bisa menjaga ayah dan ibu aku bisa menjaga mereka berdua. Berikan kepadaku saja ayah dan ibu,”kata Intan.


Yang membuat Iranta terpojok dan hanya diam saja. Tapi dalam hatinya dia berkata,”Intan tidak tahu kalau ayah dan ibu sudah dia usir. Bagaimana jika Intan mencari tahu itu, bisa gawat aku.”

__ADS_1


Intan yang melihat ekspresi dari Iranta hanya bisa diam saja.”Bagaimana kakak usul yang aku berikan. Kakak maukan memberikan ayah dan ibu kepadaku sementara kakak melunasi utang yang kakak pinjam,”kata Intan.


“Tidak bagaimana jika kamu saja yang melunasi aku yang menjaga ayah dan ibu,”kata Iranta.


“Tapi itu utang kakak,”kata Intan yang polos.


“Tapi itu juga utang kamu juga bukan Intan. Masak kamu tega dengan kakak kamu yang cantik ini harus kerja keras dibawah matahari,”kata Iranta yang masih perduli dengan dirinya sendiri.


“Tapi kakakkan bisa menjual tubuh kakak sendiri seperti dulu,”ucap Intan yang kemudian dia menutup mulutnya.


“Intan,”ucap Iranta yang sedikit marah dan hendak menampar Intan. Tapi di tahan oleh penjaga kedua.


“Nona tolong tenanglah dulu,”kata penjaga kedua.


“Lepaskan tangaku,”ucap Iranta yang menarik tangannya kembali.


“Kita sudahi dulu ya kakak. Hari sudah mulai gelap,”kata Intan yang masuk ke dalam tapi Iranta yang juag hendak masuk ke dalam rumah dihalangi oleh kedua penjaga.”Kenapa kalian masih menghalangiku masuk. Aku juga mau istirahat, cepat menyingkir,”kata Iranta yang seperti nyonya besar.


“Intan suruh mereka pergi aku juga ingin masuk ke dalam. Aku juga ke dinginan,”kata Iranta.


“Lalu kenapa kalau kakak kedinginan. Kakakkan bisa balik pulang,”kata Intan yang masuk ke dalam bersama pengawalnya.


“Apa kamu tidak mengizinkan aku masuk ke dalam Intan,”kata Iranta yang berterik saat Intan bersama pengawalnya masuk ke dalam rumah. Iranta yang masuk ke dalam hanya bisa diam saja.”Sial awas saja kamu Intan,”kata Iranta yang segera pergi pulang ke rumah.

__ADS_1


“Paa tidak masalah membiarkan dia pergi begitu saja nona,”kata Penjaga kedua.


“Kata siapa aku membiarkan dia pergi begitu saja. Aku sudah memberikan kabar untuk dua orang menangkap Iranta dan memberikan kepada ke penagih utang itu,”kata Intan.


“Nona paling hebat,”ucap penjaga pertama. Dimana Intan dan kedua penjaga mulai istirahat. Sementara di tempat lain Iranata yang pulang dengan diam-diam dimalam hari merasa ada yang mengikutiya.”Kenapa malam ini aku sial sekali, tidak bisa masuk ke dalam rumah Intan di kejar oleh penagih utang lagi,”ucap kesal Iranta.


Tapi saat itu juga dari arah depan ada dua orang yang berbaju hitam.”Halo nona cantik mau pergi kemana kamu,”kata pembegal.


Iranta yang melihat itu sedikit takut dan melangkah mundur dengan hati-hati.”Kalian siapa,”ucap Iranta yang mulai takut.


“Siapa kami itu tidak perlu tahu. Yang penting nona ini cantik kalau dijual pasti akan laku besar bukan,”kata pembegal.


“Apa aku tidak cantik kok. Kalian salah orang,”ucap Iranta yang mencari kesempatan untuk lari. Tapi sata ada kesempatan mereka berdua menangkap Iranta. Iranta yang ingin memberontak dipukul bagian belakangnya.


Dimana Iranta pinsan dibawalah Iranta kepada para penagih yang mencari Iranta. Sementara saat Iranta bangun dari pinsannya dia melihat sel yang mengurung dia.”Ini dimana?,”ucap Iranta saat dia melihatnya.


“Nona Iranta sudah bangun,”kata penagih.


“Kalian ini dimana lepaskan aku sekarang juga. Kalian mau masuk penjara cepat lepaskan aku segera,”kata Iranta.


“Lepaskan itu mudah jika anda mau membayar utang anda nona. Jika tidak bisa terpaksa anda harus kami juak menjadi budak untuk melunasi utang yang anda pinjam,”kata penagih.


“Apa tidak, aku tidak mau cepat lepaskan aku,”kata Iranta yang meminta untuk dilepaskan. Tapi mereka tidak ingin melepaskan Iranta karena uang yang dia pinjam. Hari terlah berlalu sampai diamna Iranta di jual menjadi budak. Iranta yang merasa menderita ingin sekali lepas dari tempat tersebut. Sampai ada kesempatan dimana Iranta bisa kabur tapi sudah dicap sebagai budak. Iranta yang bisa kabur pergi tanpa tujuan. Iranta yang pergi ke rumah mewahnya sudah dijual dia hanya pergi ketempat Intan. Tapi Intan tidak menyambut Iranta dengan wajah dan pakaian yang lusuk.

__ADS_1


“Kakak untuk apa kamu datang ke sini. Apa perlu aku panggilkan penjaga untuk mengusir kakak,”kata Intan yang tegas dan dingin kepada kakaknya.


“Intan tolong maafkan aku. Tolong selamatkan aku. Aku tidak mau seperti ini,”kata Iranta yang berwajah kasihan dan tidak berdaya. Tapi Intan hanya diam saja dan menyuruh pelayannya untuk memberikan sedikit uang dan kue untuk dimana Iranta. Lalu Iranta di usir dari rumah tersebut.


__ADS_2