Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 33


__ADS_3

Jeni yang khawatir dengan Sandra melihat ke arah depan. Tapi tidak disangka ada musuh di belakang Sandra. Membuat Revin maju ke depan. Tapi tiba-tiba ada panah datang dari arah belakang musuh yang kemudian dia kalah seketika.


“Ada apa?,”ucap Sandra yang menoleh. Sandra hanya menghela nafas saja sampai dia melihat ke arah Jaya yang sedang bertarung.”Kurasa aku harus membantu kalian, kondisi ini membuat aku tidak bisa istirahat,”ucap Sandra yang berjalan meninggalkan mereka. Tapi Revin yang ada disampingnya menghentikannya.


“Kamu mau pergi dengan kondisi kamu seperti itu. Apa kamu akan baik saja?,”kata Revin.


“Aku akan baik saja. Tapi sebaliknya dengan aku disini aku tidak bisa tenang. Lebih cepat selesai lebih baik bukan,”kata Sandra yang melepaskan tangan Revin.


Sandra mulai lengkah dan meninggalkan Jeni dan Revin di tempat. Sandra yang mencoba merasakan aura kawannya kalau mereka sedang bertarung. Hanya bisa pergi ke luar dimana para monster datang menyerang desa.”Tapi bagaimana mereka bisa sampai datang ke sini. Apa semuanya sudah direncanakan,”ucap Sandra sambil berpikir.


Sandra yang tidak tahu hanya bisa melihat penduduk desa sudah terluka. Tapi dengan jumlah ornag yang mengalahkan monster sudah berkurang. Tapi para monster masih saja berdatangan.. Sandra bertemu dengan Kara dan Koro yang sudah mencapat batas. “Kurasa harus mencoba barang itu,”ucap Sandra mengeluarkan panah dan busur yang sudah diperbarui.


“Sandra,”ucap Koro yang melihat dari jauh. Sandra melirik ke arah Koro yang memanggilnya.”Ada apa?,”ucap Sandra dengan santai.


“Aku yang harusnya bertanya kenapa kamu ada disini. Ini berbahaya, kamu harus pergi dari sini,”ucap Koro.


“Itu benar kamu seharusnya ada di kamar untuk memulihkan kondidi kamu bukan Sanda,”ucap Richal. Sandra tidak tahu siapa yang datang menghampiri dia. Tapi Sandra yang melihat para monster yang datang silih berganti membuat dia urungkan untuk bertanya siapa dia.


Sandra tersenyum dan berkata,”Lemparkan aku ke atas, aku akan mengurangi jumlah monsternya.”


“Apa kamu yakin bisa melakukannya?,”kcat Richal.

__ADS_1


“Tentu saja, makanya lemparkan aku sekarang. Lebih cepat lebih baik. Jika terlalu lama mungkin saja kawan kalian dalam bahaya,”kata Sandra.


“Baiklah aku akan melemparkan kamu. Berapa tinggi yang kamu inginkan?,”ucap Richal.


“Setinggi lebih baik untuk diriku,”ucap Sandra.”Koro kita lakukan,”ucap Richal.


“Baik tuan,”ucap Koro. Mereka berdua siap pada posisi untuk melempar Sandra. Dua orang pada posisi memelemparkan Sandra. Dari jarak mereka berdua yang jauh Sandra berlari dan terjun diatas telapak tangan mereka berdua untuk di lemparkan.


Di atas Sandra yang sudah melihat jumlah monster dan meringankan posisi tubuhnya agar tidak terlalu jatuh lebih cepat. Sandra yang sudah memastikan para monster yang datang bersiap untuk melemparkan anak panah dengan jumlah monster yang ada di bawah. Anak panah sudah di luncurkan ke arah para monster dibawah.


Tapi pada saat yang sama Sandra bertemu dengan musuh yang mengendalikan para monster. Mereka menyernag Sandra di udara. Sandra yang menyadri itu menghindar dan juga memberikan panahnya untuk membunuh musuh. Pada saat ada kesempatan, tapi disayangkan mosnter yang sudah jatuh sudha mati. Ada lagi yang datang karena pengendalian musuh.


“Jadi kamu masih hidup Sandra,”ucap Musuh yang ingin Sandra matui. Sandra yang sudah tahu kalau mereka datang dengan tujuan lain.”Kamu mencariku ada apa ya. Apa kamu merindukan diriku yang tampan ini,”ucap Sandra sambil bersikap polos dan menawan.


“Tidak aku sangka kalian datang hanya mengepung diriku di udara. Tapi maaf yang aku tidak bisa menahan lebih lama di sini. Sampai jumpa,”ucap Sandra yang kembali turun ke darat.


Tapi sampai di darat Sandra yang belum pada posisi sudah diserang oleh musuh yang ingin membunuhnya. Tapi Sandra yang tersenyum licik hanya berkata dengan suara kecil.”Mati saja terkena duri,”ucap Sandra.


Tapi pada saat yang sama mereka yang ingin Sandra terkena jebakkan yang sudah di persipkan oleh Sandra. Sandra yang melihat hanya tersenyum licik dan menunduk kearah mereka.”Kalian sedang apa di situ. Katanya ingin membunuhku tapi kenapa tidak jadi,”ucap Sandra.


Tapi mereka yang sudah masuk ke perangkap sudah tewas karena ada racun di dalamnya.”Sudah aku duga kalau mereka mencariku lagi,”ucap hati Sandra. Tapi melihat jumlah monster yang sudah mulai berkuarang karena pengendali sudah dikalahkan. Bisa membuat Sandra lebih tenang, tapi tiba-tiba dari arah belakang ada serangan yang mengarah ke arah Sandra.

__ADS_1


Sandra menghindar dari serangan tersebut belum sempat melihat lagi musuh mulai menyerang lagi. Mmmebuat Sandra harus bisa bertahan dengan serangan kedua yang dilontarkan. Tapi Sandra yang sudah berganti senjata juga mulai menyerang pada saat yang sama musuh itu muncul.


Sandra melihat wajah dari musuh didepannya.”Jangan harap kamu bisa kembali dengan hidup,”ucap Sandra yang menusukkan pedangnya ke arah tubuh musuh. Tapi belum sempat menusuk musuh itu menghindar,”Kamu kira aku sama dengan mereka yang terkena jebakkan.”


“Aku tidak berpikir seperti itu sih. Tapi jika kamu mauaku bisa melakukan hal yang sama,”kaat Sandra yang sudah ada di belakang musuh. Tanpa musuh sadari  Sandra sudah menusuk dia dengan pedang yang berlumur racun.


“Bagaimana kamu bisa ada di sana?,”ucap musuh yang sudah mengalir darah.


“Kmau harusnya tahu dulu siapa yang kamu bunuh sebelum kamu ingin membunuhku,”ucap Sandra dengan dingin.


“Aku tahu kalau kalian menggu hari ini karena racun dalam tubuhnya sudah sampai batasnya bukan. Tapi prediksi kalian salah semua, racun masih ada tapi orangnya juga masih hidup,”ucap Sandra yang melepaskan pedangnay. Musuh tertajuh tidak berdaya di depan Sandra. Sementara para monster sudah mulai berkurang dan tidak ada monster yang berdatangan.


“Sandra,”ucap Richal yang datang bersama dengan Koro dan Kara. Tapi tatapan Sandra melihat ke arah langit yang berwarna gelap.”Kurasa sudah saatnya memanggil dia turun,”ucap Sandra.


“Sandra apa yang kamu lakukan,”ucap Richal. Karena melihat aura yang berbeda di tubuh Sandra.


Sandra yang melirik ke belakang melihat Richal sambil tersenyum.”Aku pergi ke sana sendirian, tolong jaga kawan dan Adiku,”ucap Sandra. Pada saat yang sama naga muncul yang membuat para penduduk terkejut. Tapi Sandra yang melihat naga itu datang Sandra langsung segera naik pada saat naga itu terbang mendekat tanah.


“Sandra,”ucap Richal yang berterik. Tapi pada saa yang sama Jaya yang melihat naga dan melihat Sandra di atas tubuh naga itu.”Kakak,”ucap Jaya. Tapi pada saat dimana Jaya lengah musuh yang membunuh kakeknya menyerang  Jaya. Tapi Sandra yang melihat itu dengan santai melontarkan tombak ke arah musuh yang hendak membunuh Jaya. Saat Jaya melihat ke arah dirinya yang bersama dengan naga.


“Aku akan kembali, aku tidak bisa membawa kalian ke tempat itu. Karena tempat itu berbahya,”ucap Sandar. Kawan Sandra yang mendengar telepati itu terdiam dan pada waktu yang sama juga musuh dikalahkan oleh mereka.

__ADS_1


“Sandra kamu ingin pergi ke tempat itu sendirian. Kamu bodoh kah,”ucap Pocky.


__ADS_2