Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 113


__ADS_3

Malam yang damai dimana semua merasa tenang setelah dimana mereka mengalami hal tidak terduga di bumi. Di sepanjang malam yang melelahkan mereka beristirahat. Sandra yang sudah kembali ke dunia kegelapan berkumpul dengan mereka Leo Black.”Kamu dari mana saja?,”kata Leo Black.


“Aku hanya jalan-jalan saja. Tapi ada apa wajah kamu yang tidak baik itu,”kata Sandra.


“Itu bukan urusan kamu. Tapi aku mendapatkan kabar kalau bumi diserang apa kamu tidak ingin kembali,”kata Leo.


“Aku tidak menyangka kalau kamu tahu akan kabar di bumi,”kata Sandra.


“Kamu kira aku ini siapa. Jadi bagaimana kamu,”kata Leo.


“Aku sih baik saja. Aku tidak perduli dengan kondisi dibumi yang sudah hancur, dari awal emang sudah hancur bukan,”kata Sandra yang acuh tak acuh dengan kondisi di bumi.


“Aku tidak tahu,tapi bagaimana dengan rekan kamu akan mereka baik saja. perusahaan yang kamu kelola bagaimana. Apa kamu juga tidak rugi,”kata Leo.


“Aku sih tidak khawatir dengan mereke. Mungkin saja mereka sudah ada di dunia monster,”kata Sandra.


“Kamu tadi berkata kalau rekan kamu ada di dunia monster. Tapi bagaimana mereka bisa masuk ke sana,”ucap Leo sambil berpikir.


“Aku sudah memberikan izin kepada dua orang yang aku percayai. Aku juga sudah berbesan kalau bumi diserang lagi dan kondisi tidak baik. Bawa mereka yang bisa dipercaya dan kelurga yang mereka anggap penting untuk tinggal di dunia monster. Karena mereka tidak akan bisa masuk ke sana sampai raja dewa sekalipun,”kata Sandra.


“Kenapa kamu begitu yakin sekali,”kata Leo.


“Tentu saja kamu kira aku tidak menyiapkan apa yang perluh dipersiapkan,”kata Sandra yang dengan santai melihat sekelilingnya.


“Kamu itu tidak bisa ditebak,”kata Leo yang juga menyelesaikan beberapa urusannya. Para dewa yang sudah kembali ke dunia dewa termasuk dewa penghakim yang juga ikut dengan mereka setelah melihat kejadian yang tidak terduga.


Sandra yang sedang berjalan-jalan hanya melihat kondisi dunia kegelapan yang sudah mulai membaik. Tapi masih saja ada monster yang datang berkeliaran.”Sandra,”ucap Naun.


“Naun ada apa kamu ke sini. Apa luka kamu sudah sembuh,”kata Sandra dengan santai.


“Aku sudah baik. Tapi kamu Sandra apa yang kamu lakukan disini, bukan katanya kamu akan pergi ke dunia dewa,”kata Naun.


“Rencananya iya. Tapi tidak hari ini. Aku harus melihat perkembangan kondisi di dunia ini dulu. Apa lagi ada yang selalu mengawasiku,”kata Sandra.


“Siapa yang kamu maksud. Apa dia Leo,”kata Naun.


“Leo, bukan,”kata Sandra.

__ADS_1


“Jika bukan dia lalu apa itu para dewa yang datang kemarin itu,”kata Naun.


“Bukan juga orang lain. Tapi bagaimana setelah ini kalian mau kemana,”kata Sandra mengganti topik pembicaraan.


“Kami rencananya akan membuat pemungkiman di sekitar sini. Karena pulau apung sudah tidak ada dan hanay penduduk ini saja yang masih ada,”kata Naun.


“Tapi wilayah lain bagaimana?,”kata Sandra.


“Wilayah lain juga sama saja mendapat serangan yang tidak terduga,”kata Wildan.


“Kamu disini Wildan,”kata Naun yang melirik ke arahnya.


“Tapi tadi kamu berkata wilayah lain juga mengalami hal yang sama,”kata Sandra.


“Itu benar. Dua hari yang lalu aku bersama dengan Leo pergi ke sana untuk meminta bantuaN. Tapi wilayah sana juga sudah hancur,”kata Wildan.


“Apa tidak menemukan orang satupun,”kata Sandra.


“Tidak ada kehidupan disana,”kata Leo yang sudah kembali.


“Apa kamu yakin tidak ada kehidupan disana. Lalu wilayah lain di belah dunia lain. Apa juga sama,”kata Sandra.


“Baiklah nanti aku akan lihat. Jadi jika apa yang kamu katakan hanya ada kelompok kamu saja yang masih ada,”kata Sandra.


“Tapi Sandra kamu tahu tiga orang yang saat itu membantu kami. Waktu itu,”kata Wildan.


“Emangnya Leo tidak memberitahukan kepada kalian siapa mereka bertiga,”kata Sandra.


“Tidak,”ucap Naun.


“Mereka ada dewa angin, api dan penghakim. Mungkin kalian sudah tahu dewa penghakim yang diminta untuk membunuh kedua kakek moyang kalian karena ketidak tahuan dewa penghakim soal kebenarannya,”kata Sandra.


“Apa,”ucap Wildan dan Naun.


“Jika mereka adalah dewa apa mereka datang untuk membunuh kami,”kata Naun.


“Tidak mereka tidak akan percaya dengan raja dewa yang sekarang. Lebih tepatnya mereka bertiga ingin membuat raja sekarang menyesal atas kesalahannya. Kamu bukan sudah tahu apa yangterjadi dengan raja dewa terdahulu bukan,”kata Sandra.

__ADS_1


“Kami tahu apa yang sudah terjadi,”kata Wildan.


“Jika sudah tahu. Jadi aku tidak akan jelaskan apa yang sudah terjadi,”kata Sandra.


“Tapi Sandra kamu juga dewa bukan,”kata Naun.


“Aku dewa itu tidak mungkinlah. Aku itu adalah manusia biasa saja yang mencari kebenaran dari dunia ini saja,”kata Sandra.


“Itu tidak mungkin jika kamu bukan dewa kenapa kamu bisa mengalahkan mereka yang merupaka dewa dan monster yang di ciptakan oleh dewa,”kata Wildan.


“Itu hanya kebetulan saja kalian jangan pikiran. Itu juga termasuk dalam pengetahuan dasar dalam bertarung untuk mengetahi kelemahan musuh bukan. Semakin kita mengamati kita bisa mempertajam mata dan telinga kita untuk membuat mereka kalah,”kata Sandra.


“Apa yang kamu katakan ada benarnya juga. Tapi kamu ini sedikit berbeda Sandra. Saat aku bertemu dengan kamu. Kamu sama sekali tidak terkejut dengan kedatanganku. Tapi mereka yang bersama kamu mewaspadai aku,”kata Naun.


“Itu mah berbeda alur. Mereka waspada dengan kamu karena kamu terlihat mencurigakan yang datang tiba-tiba. Aku mah sudah tahu soal keberadaan kamu saat itu yang bersembunyi,”kata Sandra.


“Apa itu benar Leo?,”kata Naun melihat ke arah  Leo.


“Apa,”ucap Leo yang tidak tahu pembicaraan apa yang sedang mereka bicarakan.”Itu soalpertemuan pertama yang kalian waspada dengan Naun,”kata Sandra.


“Ohhh waktu itu emang aku waspada karean sedikit berbeda pada penduduk yang kami lihat saja. Di tambah lagi aura yang kalian miliki sama dengan aura kami,”kata Leo.


“Aura apa yang kalian katakan,”ucap Wildan.


“Aura yang di turunkan oleh kakek moyang kalian,”kata Leo.


“Maksud kamu aura dewa milik kakek kami tercampur dengan aura pendududk disini. Begitu maksud kalian,”kata Naun.


“Itu bisa jadi bisa dikatakan kalian sama dengan kami darah campuran antara dewa dan penduduk lokal begitu jelasnya,”kata Leo.


“Lalu Sandra juga sama dengan kita bukan,”kata Naun.


“Untuk anak itu sedikit berbeda cerita. Orang tuanya dikalangan penduduk lokal dia memiliki aura tersebut itu karena jantung yang dia miliki didapatkan oleh dewa kehidupan dari dunia monster,”kata Leo.


“Apa maksud kamu Sandra sudah mati dan dihidupkan kembali begitu ceritanya,”kata Naun. Wildan dan Naun yang melihat Sandra yang hanya diam saja.


“Kalian tidak usah kasihan denganku. Aku baik saja,”kata Sandra yang melihat raut wajah dari mereka berdua yang tidak enak setelah mendengar cerita dari Leo.

__ADS_1


“Aku tidak tahu kalau kamu ini sedikit berbeda dan menderita dari kami. Maaf membuat kamu teringat masa lalu kamu lagi Sandra,”ucap Wildan.


“Tidak apa aku sudah terbiasa dengan semua itu. jadi kalian tidak perluh kasihan denganku. Karena aku baik-baik saja,”kata Sandra yang dengan bisa berkata santai.


__ADS_2