Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 59


__ADS_3

“Kamu tidak perluh tahu kenapa dia melakukan itu kepada kalian berdua. Kalian hanya perlu hidup yang baik saja,”ucap Edwan.


“Kita sudah sampai,”ucap Edwan lagi. Pet dan Baz yang keluar dari mobil. Didepan pintu Pet melihat ke arah Edwan.”Bagaimana dengan Intan?,”ucap Pet.


“Intan kenapa kamu tanya tentang wanita itu. Dia sudah lama meninggal,”ucap Edwan yang hanya bisa memberikan sedikit saja informasi.”Apa maksud kamu Intan telah mati,”kata Baz yang mersa kalau dirinya bersalah.


“Untuk apa kalian salahkan diri kalian. Karena keinginan dirinya sendiri dia pergi,”kata Edwan.”Jika tidak ada lagi aku pergi,”cuap Edwan lagi yang menatap ke arah sopir. Pet dan Baz menutup pintunya dan kemudian mobil Edwan melaju meninggalkan mereka berdua.”Kenapa kamu melakukan ini kepada kami Sandra,”ucap Pet.


“Mungkin ini adalah kesempatan kedua kita. kita harus berubah Pet,”kata Baz. Pet hanya tersenyum saja sampai mereka didepan rumah mereka yang akan di tinggali. Mereka yang senang bisa memiliki rumah baru dan kehidupan yang baru. Tapi di tempat lain Sandra yang sedang berjalan-jalan melihat toko kue yang ingin didatangi oleh Sandra.


“Sudah lama tidak membeli ini. Apa aku belikan satu untuk Intan?,”ucap Sandra. Tapi pada saat Sandra ingin memesan alat komunikasi yang terhubung dengan Intan tersambung.”Ada apa Intan kamu menghubungiku. Apa kamu berubah pikiran?,”kata Sandra.


“Intan siapa kamu?,”ucap Iranta.


“Jadi ini Iranta sudah mengambil alat komunikasi dari Intan dengan diam-diam,”ucap hati Sandra. “Jadi kamu bukan Intan. Untuk apa kamu menghubungiku. Jika tidak ada hal yang penting jangan mengangguku,”ucap Sandra yang hendak mematikan alat komunikasinya.


Tapi Iranta berkata,”Jangan maaf aku hanya ingin mengatakan kalau intan sedang sakit. Kami ingin membawa dia ke rumah sakit, hanya saja uang kami tidak cukup. Aku melihat ada barang bagus ini dan hendak menjualnya.Tapi tidak disangja aku menekan satu tombol dan ada suara kamu,”kata Iranta yang bohong.


“Apa Intan sakit?,”ucap Sandra yang berakting.


“Iya,”kata Iranta.


“Aku akan datang ke sana. Sekarang juga,”ucap Sandra yang tersenyum. Setelah alat komunikasi terputus Sandra kembali memesan kue yang ingin dia beli. Tapi pada saat yang sama Edwan datang melihat Sandra sedang membeli kue.”Apa yang kamu lakukan disni bukan kembali?,”kata Edwan.


“Kamu datang pada waktu yang tepat Edwan. Aku butuh kamu untuk mencari orang yang bisa menjadi diriku untuk main drama,”kata Sandra.


“Drama apa lagi ini?,”ucap Edwan yang merasa waspada dengan sikap Sandra yang tersenyum. Jika Sandra tersenyum dan berkata drama pasti ada suatu hal yang tidak baik. Yang akan dilakukan oleh Sandra.


“Drama kakak yang merebut kekasih dari adiknya,”ucap Sandra.


“Apa ini ada kaitannya dengan Intan,”ucap Edwan. Sandra hanya tersenyum saja kepada Edwan yang menghela nafas.

__ADS_1


“Jadi maksud kamu bermain mempermainkan kakak dari intan begitu,”kata Edwan yang bisa menebak dengan beberapa kata saja.”Tidak masalahkan. Aku juga ingin melihat sejauh mana dia akan bermain dengan diriku,”kata Sandra.


“Baiklah kamu yang berkuasa di dua dunia. Tapi bagaimana dengan Intan sendiri,”ucap Edwan.


“Intan aku akan bertemu dengan dia membawa kue ini. Aku tahu kalau dia sedang kerja dan tidak sakit. Jika benar dia sakit pasti itu adalah ulah dari keluarganya yang tidak memiliki hati,”cuap Sandra yang sudah membayar uang kuenya.”Aku pergi dulu, jangan lupa hari ini mulai berakting ya,”ucap Sandra.


Tapi Edwna menghentikan Sandra pergi dulu.”Kamu mau kemana lagi,”ucap Edwan.


“Pergilah, emang mau kemana lagi,”kata Sandra.


“Aku tahu kamu ingin langsung bertemu dengan Intan. Tapi apa kamu lupa besok adalah pernikahan Tera dan Mila, bukan,”kata Edwan yang mengingatkan Sandra.


“Aku tahu semua sudah aku persiapkan. Jadi ayo pergi cari orang itu dulu. Jika kamu mau pergi bersama dengan diriku pergi ke sana,”kata Sandra.


“Tidak kamu pergi dulu saja aku akan mencari orangnya dulu,”kata Edwan yang tidak bisa berkata melihat wajah Sandra yang tidak sabaran ingin bertemu dengan kekasih lamanya. Setelah Sandra pergi Edwna yang masih didepan kedai kue yang  Sandra beli kuenya.


Tapi di tempat lain Tera dan Mila yang sedang selesai memilih gaun untuk besok melihat Edwan.”Bukan itu Edwan ya,”ucap Mila yang menunjuknya.


“Kita kesana ya Mila,”ucap Tera lagi sambil mereka bergandeng tangan menuju Efwan berada. Sudah hampir sampai dekat  Tera memanggil Edwan.”Edwan,”ucap Tera. Edwan menoleh ke arah suara dan melihat Tera dan Mila datang ke tempatnya.


“Kenapa kalian ada disini,”ucap Edwan.


“Kami yang harusnya bertanya bukan seharusnya kamu bersama dengan Sandra,”kata Tera. Edwan menghela nafas sambil tangan satu di pinggang melihat ke arah mereka.”Ada apa dengan kamu Edwan. Apa ada masalah yang terjadi?,”ucap Mila.


“Tidak ada hanya saja...,”cuap Edwan yang tidak melanjutkan perkataannya. Tera yang melihat wajah Edwan yang merasa Frustasi bisa ditebak.”Apa ini ada drama lagi yang diminta oleh Sandra?,”kata Tera.


“Tepat sekali,”ucap Edwan.


“Drama apa lagi yang akan dimainkan. Alurnya seperti apa?,”kata Lotto dari belakang Edwan.


“Sejak kapan kamu ada disana?,”kata Edwan yang menoleh.

__ADS_1


“Baru saja karena melihat kalian bertiga. Tapi dimana bos aku tidak melihatnya,”kata Lotto melihat ke segala arah.


“Kamu mencari Sandra baru saja pergi. Drama yang tadi kita bicarakan apa kamu mau ikut. Tapi peran yang kamu dapatkan adalah sama seperti Sandra untuk mengelabui Iranta,”kata Edwan.


“Iranta siapa lagi itu,”ucap Mila yang masih belum tahu kalau Sandra bisa tinggal di kedua tempat dunia yang berbeda.


“Iranta kakak dari orang yang disukai oleh Sandra. Hanya saja kakak itu tidak suka dan hendak merebuat Sandra dari adiknya itu,”ucap Edwan yang sedikit mengarang cerita.


“Perebutan satu laki-laki dari kakak adik yang tidak akur begitu,”ucap Mila.


“Bisa jadi. Bagaimana Lotto mau menjadi Sandra untuk mendekati Iranta,”kata Edwan.


“Tidak tertarik tapi ada yang mau dia orangnya. Dia playboy mungkin bisa mempermainkan Iranta. Bagaimana Jack,”ucap Lotto.


“Kenapa kamu berkata seperti itu. Bisa tidak jangan mengatakan aib aku kepada orang lain. Tapi secantik apa Iranta itu,”kata Jack. Edwan mendekati Jack dan memperlihatkan gambar dari Iranta yang sudah diambil.”Bagaimana cantik tidak?,”ucap Edwan.


“Cantik hanya saja siapa wanita disampingnya. Apa dia adik dari kakak ini?,”kata Mila yang ikut melihat. Tera yang tidak sadar kalau Mila ada disamping mereka berdua.


“Sejak kapan kamu ada disana Mila?,”kata Tera yang sedikit terkejut. Karena tidak merasakan aura dari Mila yang pergi ke arah Edwan dan Jack.


“Yang disamping itu intan orang yang di ingin oleh Sandra,”kata Edwan.


“Apa?,”ucap Mila dan Jack.


“Bos apa tidak salah menyukai wanita jelek itu,”kata Jack.


“Kata siapa jelek kalau dia memberikan sentuhan saja dia akan cantik kok,”ucap Mila yang sebagai wanita.


“Kalian jangan menghina Sandra. Penilaian Sandra lebih tinggi dari kalian yang tidak tahu tentang dunia,”ucap Tera yang dingin.


“Sayang jangan marah kenapa aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan saja,”kata Mila yang mendekat.

__ADS_1


“Kenapa kalian ribut sekali disana. Bagaimana Jack mau apa tidak. Melihat wajah kamu pasti kamu mau membantu untuk menghancurkan kakak itu bukan,”ucap Lotto sambil membawa kue yang dia beli.


__ADS_2