Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 129


__ADS_3

Iranta yang sudah menuggu beberapa minggu akhirnya mendapatkan kabar dari orang yang disuruh mencari Intan.”Akhirnya aku menemukan kamu adiku sayang,”kata Iranta dengan wajah liciknya.


“Ayah ibu aku sudah tahu dimana Intan sekarang,”kata Iranata yang berteriak.


“Apa benar. Kalau begitu kita harus mencari dia sekarang,”ucap Ibu Iranta. Setelah memberitahukan kepada orang tuanya Iranya segera pergi menuju lokasi yang diberi tahukan orangnya. Tapi Iranta yang tidak tahu saat dia memasuki desa ada pengawas dari anak buah Sandra yang melihat dia.


“Aku harus memberitahukan kepada nona kalau Iranta dan orang tuanya sudah ada di desa ini,”ucap anak buah Sandra yang sedang berjaga. Melalui merpati dia mengirim pesan yang menuju rumah Intan. Intan yang saat itu sedang ada di kebut melihat merpati terbang ke arahnya.”merpati pembawa pesan,”kata Intan.


Intan yang mengambil pesan yang terikat tersebut. Lalu dia membukanya dan dia baca pesan itu tertulis kalau Iranta dan orang tuanya sudah ada didesa.”Jadi mereka sudah ada disini,”ucap Intan. Dimana Intan masih saja santai dengan pekerjaannya. “Apa perluh saya sambut nona,”kata karyawan yang dipilih oleh Intan.


“Biarkan saja untuk sekarang. Jika mereka datang usir saja. Aku tidak perduli dengan gosip atau omongan mereka. kalau mereka mencoba menghancurkan barang milik kita, minta pertanggung jawaban mereka. Aku tidak mau lagi jadi budak mereka lagi yang bisa disuruh setiap saat. Tapi mereka tidak membalas apa-apa untukku, malah ingin membunuhku,”ucap Intan dengan wajah jujurnya.


Setelah mendapatkan perintah karyawan itu masuk lagi ke dalam melayani para tamu yang datang. Sedangkan Iranta dan orang tuanya yang melihat nama intan di satu toko membuat mereka menghampirinya.”Maaf tuan apa ini benar tempat tinggal Intan,”ucap Iranta dengan wajah polosnya.


“Intan yang ada maksud itu siapa ya,”kata karyawan.


“Aku ingin bertemu dengan adik saya Intan dia tinggal disini bukan,”kata Iranta yang tidak menyerah. Apa lagi setelah dia melihat tempat Intan dan usaha yang dia miliki suskses. Iranta mencoba untuk mendapatkan apa yang dimiliki Intan.


“Ini harus menjadi milikku,”batin Iranta. Tapi karyawan yang berjaga tetap tidak memberikan masuk Iranta dan orang tuanya masuk.”Kenapa kamu tidak boleh masuk kami ini adalah kelurganya,”kata Iranta.


“Itu benar dia adalah anakku. Aku ingin bertemu dengan anaku Intan tuan,”kata Ibunya yang memelas.


“Jika kamu tidak mengizinkan kami masuk. Kami akan masuk dengan paksa,”kata ayah iranya.

__ADS_1


“jika kalian masih membuat keributan di sini. Kami juga terpaksa harus mengusir kalian pergi. Kalian tidak disambut disini,”kata karyawan yang meminta penjaga toko untuk mengusir mereka pergi. Mereka yang tidak terima memberontak. Sampai akhirnya mereka bisa lepas dan masuk ke dalam toko. Mereka mencari Intan dan menemukan Intan ada di belakang rumah.


“Intan,”ucap Iranta. Ayah dan ibunya yang juga melihat Intan sedang ada dikebut langusng menghampirinya. Sementara para penjaga masih mengejar mereka. Kembali mereka tertangkap oleh pernjaga dan diseret oleh penjaga toko. Tapi mereka berteriak memanggil nama Intan yang sudah ada didepan mereka. Intan yang mendengarnya menoleh ke belakang.


“kakak ayah ibu kenapa kalian ada disini,”ucap Intan yang berpura-pura baru tahu mereka datang.


“Lepaskan aku lihat dia adikku,”kata Iranta yang mencoba melepaskan pegangan dari penjaga yang menangkapnya. Intan berjalan kearah mereka.”Kenapa mereka  ada disini,”kata Intan kepada penjaga.


“Maaf nona mereka merobos masuk ke dalam rumah,”kata penjaga. Intan menghela nafas dan melihat mereka bertiga.


“Kalian datang ke sini mau meminta uang lagi kepadaku. Apa selama ini uang yang aku berikan sudah habis dan datang ke temaptku,”kata Intan.


“Kenapa kamu berkata seperti itu anakku. Ini ibu rindu kepada kamu,”ucap Ibunya yang merangkul tangannya.


“Itu benar, kamu tahu kita selama ini mencari kamu. Kamu ini selama ini ada dimana,”kata Ayah yang juga datang disampingnya. Wajah mereka yang  meminta belas kasihan dekat dengan Intan.


“Kenapa kamu bersikak dingin kepada ayah dan ibu Intan. Mereka selalu merindukan kamu,”kata Iranta.


“Merindukan aku, tapi aku selama ini tidak merindukan kalian setelah kalian mencoba membunuhku. Apa kira kalian aku tidak tahu, kalau kalian memiliki rumah yang besar dan membakar rumah kita bersama aku,”kata Intan.


“Itu tidak mungkin,”kata Ibu.


“Ayah ibu jangan berakting lagi Intan sudah besar dan aku sudah tahu semuanya. Sekarang aku meminta kepada kalian untuk pergi dari rumahku dan jangan datang ke sini lagi,”kata Intan yang melepaskan rangkulan mereka. Segera Intan meminta kepada para penjaga untuk mengusir mereka.

__ADS_1


“intan kamu tidak tahu balas budi yang mereka sudah membesarkan kamu selama ini. Apa ini yang mereka dapatkan, kamu itu anak mereka juga,”ucap Iranta dengan suara keras. Sampai para pengunjung yang ada didepan mendengar perkataan Iranta.


“Aku tidak akan melepaskan kamu Intan. Jika kami tidak bisa mendapatkan milik kamu, Kami akan membuat kamu menderita dengan gosip orang lain,”batin Iranta yang merencanakan sesuatu. Rencana yang membuat Intan bisa bangkrut dari usaha yang dia miliki.


Intan yang sudah tahu hanya bisa diam saja dan melihat akting dari kakaknya Iranta.”Lalu aku harus apa. Aku sudah bekerja keras selama ini mencari uang untuk kalian saat kita bersama. Tapi kalian selalu menghamburkan uang yang aku cari dengan kemewaahan yang kalian inginkan. Aku sudah lelah selalu menuruti keinginan kalian. Lebih baik kalian pergi sekarang juga,”kata Intan.


“Intan kamu benar..benar tidak memiliki hati,”kata Iranta yang sedih.


“Tidak memiliki hati itu aku atau kakak yang selalu membuat ayah dan ibu menuruti keinginan kakak yang hanya hayalan semata,”kata Intan.


“Aku bisa menjaga ayah dna ibu tapi tidak untuk kakak,”kata Intan.


“Kakak sudah dewasa dan bisa mencari uang sendiri. Lebih baik kakak mencari uang sendiri dari pada meminta kepadaku,”ucap Intan.


“Kenapa kamu hanya menerima ayah dan ibu aku juga kakak kamu. Apa kamu lupa aku selalu membantu kamu selama kita bersama. Kenapa saat aku membutuhkan kamu kamu tidak mau membantuku,’ucap Iranta yang sedikit kesal dalam hatinya.


“Enak saja aku yang menemukan harta karun dalam diri kamu. Mau aku lepaskan dengan meninggalkan ayah dan ibu yang tidak berguna,”batin Iranta yang masih saja jahat dan ingin mendapatkan semua yang dia inginkan.


“Ayah  ibu bagaimana mau ikut bersama saya. Saya bisa menghiduppi ayah dana ibu. Tapi karena kakak aku tidak bisa,”kata Intan.


“kenapa kamu berkata seperti itu dia kakak kamu juga Intan,”ucap Ibu yang masih sayang dengan Iranta.


“Apa karena kakak cantik dan bisa dihandalakan ayah dan ibu mau tetap bersama dengan kakak. Jika begitu kalian pergi saja bersama dengan kakak. Aku tidak masalah tinggal sendirian,”kata Intan.

__ADS_1


“Intan,”ucap ayah yang sedikit kesal dengan sikapnya.


“Kenapa ayah mau memukulku. Tapi ayah dan ibu juga pilih kasih selama ini, itu tidak adil,”kata Intan yang sedikit sedih. Tapi mau bagaimana pun Intan harus bisa menjalani hidup ini dengan percaya diri dan tidak ingin ditindas lagi. Apa lagi semua ini adalah usaha yang dia bangun dari nol dna tidak ada yang membantu hanya Sandra yang tahu semua ini.


__ADS_2