
Anak buah Sandra yang datang mendekat dengan informasi yang sudah dia tulis. Sandra yang menoleh ke belakang dimana anak buahnya yang datang berjalan mendekat.”Kenapa kamu datang ke sini.Apa ada hal yang ingin kamu laporkan kepadaku,”ucap Sandra.
“Ini adalah laporan yang ada cari tuan. Tapi apa anda baik-baik saja melihat anak terlihat pucat,”kata anak buahnya yang khawatir dengan atasannya.
“Aku baik saja. jadi tidak usah khawatir. Kamu boleh pergi setelah memberikan lapotan itu kepadaku,”kata Sandra. Anak buah memberikan laporannya dan segera dia pergi meninggalkan Sandra.
Sandra yang sudah mendapatkan laporan dari anak buahnya membacanya secara perlahan dan hati-hatai. Setelah dia membaca semua datanya dia menyimpannya di tempat aman. Dimana wajah Sandra yang terlihat lelah. Tubuhnya yang bersandar dan menutup mata dengan tangan satu dia tarih diwajahnya.
Dalam pikiran Sandra yang mencernah semua informasi yang dia dapatkan. Setelah dia selesai mencernaknya tubuh dan jiwa Sandra berpisah dimana Sandra berkeliling di tempat batu yang menyebabkan wabah wilayah tersebut. Sandra yang pergi ke danau yang disebutkan oleh penduduk wilayah. Sampai di danau Sandra yang melihat hanya bisa menghela nafas.”Kenapa bisa sampai seperti ini danaunya,”ucap Sandra.
Tapi tidak lama kemudian ada satu orang yang datang. Sandra yang masih melayang melihat orang yang datang tersebut. Tapi Sandra yang melihat dengan seksama hanya bisa berkata,”Kenapa dia ada disini,”ucap Sandra yang kenal dengan orang yang datang tersebut.
“Dia datang sendirian. Apa ingin mengambil batu yang dia taruh di dalam danau. Atau dia hanya ingin melihat saja,”ucap Sandra yang masih menuggu orang tersebut diam diri di depan danau.
“Aku tidak tahu kenapa kamu melakukan hal kecih seperti ini. Apa hanya itu opsesi kamu saja atau hanya itu untuk raja yang kamu dukung,”kata Sandra yang tidak tahu apa yang akan dia lakukan kepada orang yang disebut dengan dewa penghancur.
“Apa yang dia lakukan,”kata Sandra setelah melihat beberapa jam. Ada pergerakan dari dewa penghancur yang sedang menyentuh danau. Dimana awalnya danau berubah warna menjadi jernih.
__ADS_1
“Apa dia mengambil batu tersebut?,”kata Sandra yang menuggu apa yang akan dilakukan setelahnya. Setelah menuggu beberapa lama dewa penghancur mengambil batu yang dia tanam didalam danau. Sandra yang mengamati itu sedikit tidak asing yang kemudian. Batu yang diambil dari dalam danau yang tadinya berwarna hitam berubah menjadi jernih.
“Jadi batu itu yang membuat wabah. Tapi bentuk batunya kok sama dengan batu kehidupan ya,”ucap Sandra sambil berpikir. Setelah mengamati beberapa lama batu yang tadi berubah hitam berubah menjadi jernih. Dimana batu itu dimasukkan ke dalam tubuh dewa penghancur.”Apa lagi yang dia lakukan,”kata Sandra yang masih melihat.
Tapi Sandra yang melihat tersebut dewa penghancur yang menukar batu yang menjadi sumber energinya yang tadi berubah hitam diganti dengan batu yang dari danau. Sementara batu yang hitam yang diambil di dalam tubuhnya dia kembali ke dalam danau. Yang mana danau kembali berubah menjadi hitam lagi.
“Apa yang dilakukan menukar jantung yang sudah kotor dengan jantung yang bersih. Tapi melihat auranya yang sedikit berbeda kekuatannya bertambah kuat dari sebelum dia datang. Apa yang terjadi sini,”kata Sandra. Yang sudah melihat semua kejadian yang dilakukan oleh dewa penghancur.
“Berapa lama jantung yang bersih bertahan lama?,”kata Sandra yang melihat dewa penghancur pergi dari danau. Tapi Sandra yang merasa ada hal yang aneh di dalam danau pergi masuk ke dalam danau dimana batu itu tertanam. “Gelap,”ucpa Sandra yang sudah turun di dasar danau yang hitam.
“Tapi apa yang nanti aku temukan ya,”ucap Sandra yang tidak sabaran. Sandra yang pergi masuk lebih dalam menuju batu itu berada. Tapi diperjalanan dia pergi ke dasar ada aura yang hangat dan nyaman membuat Sandra ingin mendekat ke arah aura tersebut.
“Apa itu di sana?,”kata Sandra yang merasa penasaran berjalan ke depan dengan hati-hati. Setelah mendekat Sandra seperti masuk ke dunia lain yang dimana dia melihat ke sekelilingnya.
“Ini dimana tempat yang asing tapi nyaman,”kata Sanra yang terus berjalan sampai dia melihat batu yang tadi di taruh oleh Dewa penghancur.
“itu jantung batu dewa penghancur. Tapi bagaimana bisa dia bercahaya di dasar laut ini dan tidak tercemar sama sekali. Apa yang kamu sembunyikan dewa penghancur. Aku ingin tahu lebih banyak tentang kamu,”kata Sandra berjalan mendekat.
__ADS_1
Didepan batu yang dimana Sandra mengamati dengan seksama. Sandra yang ingn menyentuhnya tapi dia urungkan. Karena mata Sandra melihat ke arah lain yang membuat dia tertarik.
“Bagaimana bisa disini banyak buku ya?,”kata Sandra yang sedikit bingung. Sandra yang tidak tahu apa yang sudah terjadi disini. Tapi melihat rak dengan buka yang ada di ruangan batu itu berada. Membuat Sandra ingin mengambil satu buku untuk dia baca. Sandra yang melihat judul buku satu persatu dengan hati-hati sampai akhirnya dia melihat judul yang membuat dia penasaran.
“Masa kecil dewa penghancur,”ucap Sandra yang merahi buku tersebut. Dimana Sandra mulai membuka halaman buku tersebut. Yang dengan hati Sandra membaca buku yang dia ambil. Tapi dengan santai dia membaca buku dengan perlahan sampai beberapa jam sudah berlalu. “Jadi ini kehidupan sederhana dewa penghancur yang memiliki hati bagaikan malaikat. Tapi bagaimana bisa dia berubah, siapa yang memicunya,”kata Sandra. Yang telah selesai membaca buku yang pertama dan kemudian dia mengambil buku kedua lanjutan dari buku pertama.
Sandra yang membaca sampai dia tahu apa penyebabnya hingga dia tidak tahu kalau waktu sudah berlalu.”Sudah berapa lama aku ada sini. Aku harus segera pergi dari sini segera,”kata Sandra setelah dia menaruh buku di tempatnya.
Sandra yang sudah selesai karena waktu dia harus kembali ke tubuh aslinya. Sandra yang naik lagi ke permukaan dimana dia melihat danau yang hitam. Sandra yang kembali ke tubuhnya dimana dia ada ditaman. Sandra yang membuka matanya sudah melihat Leo dan para dewa sudah berkumpul di tempat Sandra sedang tertidur.
“Kamu sudah bangun,”ucap dewa pencipta.
“Kalian kenapa ada di sini. Apa sudah tahu siapa dewa yang menaruh batunya,”kata Sandra. Mereka tidak berkata tapi malah melihat ke arah Sandra. Sandra yang merasa ada yang aneh hanya bisa tersenyum saja dengan sikap yang diberikan kepada Sandra.
“Kamu tidak bertanya kenapa kamu bersikap dingin kepada kamu Sandra,”kata Leo.
“Untuk apa ini sudah biasa saja bagi saya. Tapi kenapa dengan wajah kalian yang pucat. Apa kalian lelah,”kata Sandra.
__ADS_1
“Bukan kami lelah hanya saja kamu tahu tidak siapa yang membuat wilayah ini hancur,”kata Leo.
“Memangnya siapa?,”kata Sandra yang tidak tahu. Tapi dewa kehidupan yang melihat sikap Sandra yang santai dan tidak terlalu perduli itu hanya bisa diam saja.”Apa kamu sembunyikan Sandra?,”kata hari dewa kehidupan.