Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 171


__ADS_3

Intan yang telah selesai membuat sarapan  pagi yang disukai oleh Sandra. Mulai menatap di meja makan di bantu oleh Sandra. Dimana semua makanan telah di tatap di meja makan Snadra yang duduk berhadapan dengan Intan memulai makanan yang dibuat oleh Intan. Intan yang melihat dan menuggu respons yang diberikan oleh Sandra.


Sandra menggigi  dan mengunyah makanan yang dibuat oleh Intan. Dimana dia merasa senang dan teringat dimana mereka bisa bermain bersama saat dunia masih damai.


“Masakan kamu masih tidak berubah ya Intan,”ucap Sandra yang sedang berbohong.


“Masak tidak ada perubahan. Kamu pasti bohong ya. Aku coba,”kata Intan yang mulai mencicipi masakan yang dia masak.


“Enak kok rasa juga sudah berubah. Pasti lidah kamu yang bermasalah ya Sandra,”kata Intan yang hendak menyingkirkannya.


“Kamu mau apa,”kata Sandra yang melihat kelakukan Intan yang ingin menyingkirkan makanannya.


“Kata kamu tidak suka ya aku ambil lagilah,”ucap Intan dengan santai.


“Janganlah tadi aku berbohong makanan yang kamu buat sudah ada perubahan. Masak kamu marah hanya soal tadi akukan hanya bercanda saja. Habis dulu masakan kamu asin dan manis. Sekarang sudah ada rasa perpaduan antara keduanya dan ini enak. Aku ingin menghabiskannya. Kamu jangan marah ya,”ucap Sandra yang berwajah melas.


“Baiklah tapi jangan diulangi lagi yaa,”kata Intan. Diman mereka makan bersama dimana keduanya saling menikmati satu sama lain. Sampai selesai mereka membereskan bersama dan melanjutkna jalan-jalan ditaman. Dimana mereka berbicang bersama sampai malam tiba dimana mereka berkata.


“Itan karena semua sudah selasai. Apa kmau mau bersamaku selamanya,”kata Sandra yang disampingnya.


“Bersama. Tapi kamu tidak akan meninggalkanku lagikan,”kata Intan yang menatap ke arah Sandra yang disampingnya.Sandra yang ada disampingnya menatap ke arah Intan.


“Tentu saja aku tidak akan meninggalkan kamu lagi. Kita akan hidup bersama sampai ajal menjemput kita,”kata Sandra. Intan yang mendengar perkataan dari Sandra merasa senang dan memeluk Sandra yang ada didepannya. Dimana Sandra yang mendapatkan pelukkan dari Intan membalas pelukan balik. Dimalam itu mereka saling berpelukan dan melepaskan rasa rindu mereka yang saling berpisah satu sama lain.


“Sekarang apa yang harus kita lakukan,”kata Sandra.

__ADS_1


“Menurut kamu apa yang kita harus lakukan,”ucap Intan  yang tersenyum dipelukan Sandra.


“Tapi kamu mau menikah seperti yang bagaimana suasananya sayang,”kata Sandra.


“Apapun itu selama itu bersama kamu aku tidak masalah. Tapi apa kita akan melaksanaka di sini,”ucap Intan.


“Jika iya apa kamu keberatan. Kita undang kerabat dan saudara kita di dunia lain untuk menjadi saksi kita atau kita laksanakan secara sederhan saja,”kata Sandra.


“Bagimana jika kita lakukan secara sederhana saja,”kata Intan yang hanya ingin berdua saja bersama dengan Sandra.


“Apa kamu tidak ingin ada lain yang melihat kita bersama,”kata Sandra.


“Jika kamu mau calon kamu direbut aku juga tidak masalah,”kata Intan.


“Aku tidak maulah kekasih hidup dan matiku direbut oleh orang lain. Jika itu yang kamu mau, kita undang saja tetangga kita di tempat ini,”kata Sandra.Intan hanya menganggu dan dimana malam itu adalah malam yang indah untuk mereka. Di langit yang penuh dengan bintang dan angin berhenbus sejuk.


Sandra yang sudah bersaksi dihadapan sang pencipta Intan yang keluar didampingi oleh kawan di tempat dia tinggal. Intan berjalan dengan gaun yang menutupi tubuhnya kain yang menutupi wajahnya. Tapi didalam balik kain putih transparan Intan makai menutup muka dimana kecantikannya akan membuat Sandra tidak bisa berbalik.


Intan yang sudah ada didepan mata Sandra yang sudah menuggu dia membuka kain tranparan yag menutup kepala Intan. Dimana setengah wajah yang terligat hanya mata yang cantik dan indah dengan rambut yang bergerai dan sedikit ada ikalan rambut agar terlihat rapi.


Setelah acara selesai mereka ada dikamar yang sama dimana Sandra membuka menutup muka yang dikenakan oleh Intan.Sandra yang ingin melihat wajah Intan dibalik penutup wajah yan dia kenakan. Saat Sandra membuka penutup wajahnya dia sangat terkejut dan hatinya berdebar melihat wajah asli dari Intan yang tidak memakai hiasan.


“Kamu sangat cantik bidadariku,”ucap Sandra yang mencium kening Intan. Dimana mereka saling malu karena melihat satu sama lain. Tapi hari itu menjadi hari yang tidak dilupakan oleh mereka. Yang selama ini berpisah kini sudah kembali  bersama. Malam pertama yang penuh kasih sayang dan cinta mereka luapkan dalam satu keranjang tempat tidur. Dimana Sandra yang tidak bisa melaskan Intan yang ada didekapannya.


Malam berganti pagi dimana Intan yang sudah terbangun dipekulan Sandra yang ada didepan matanya. Intan yang melihat wajah Sandra yang bagaikana pangeran putih yang selalu ada di dalam mimpinya selama ini.

__ADS_1


“Sampai kapan kamu melihatku seperti itu,”kata Sandra yang sudah terbangun.


“Kamu sudah bangun,”ucap Intan yang menatapnya.


“Pagi sayangku,”ucap Sandra yang mencium kening Intan.


“Pagi juga,”cuap Intan yang segera bangun. Tapi saat mereka bangun dari tempat tidur mereka berdua merasakan gelombang yang datang dari tempat lain. Mereka berdua saling memandang satu sama lain.


“Siapa yang datang ke tempat kita Sandra,”ucap Intan.


“Aku juga tidak tahu siapa yang datang. Kita lihat saja, mungkin saja orang yang kita kenal bukan,”kata Sandra.


“Kurasa iya,”ucap Intan yang segera dia bangun dari kasurnya. Tapi Sandra yang masih ingin bersama dengan Intan menarik dia ke dalam pelukkannya lagi.


“Sandra,”kata Intan. Sandra hanya memeluk Intan dengan manja dia masih terdiam. Tapi pada saat itu juga da suara dari luar yang meneriaki Sandra dan Intan untuk keluar.”Siapa yang berteriak?,”ucap Intan yang di sudah mengenakan pakian membuka jendela.


Dimana mereka berdua melihat keluar jendela yang datang adalah anakbuahnya bersama dengan pelindung  Intan dan Sandra bersama dengan raja kesepuluh.


“Sampai kapan kalian akan terus dikamaR,”ucap mereka berdua dari kedua belah pihak.


“Klaian bisa tidak jangan mengganggu tuan kalian yang sedang berbahagia, tukang kacau. Sana pergi,”kata Snadra yang merasa kehiduapan damainya sudah terusik oleh bawahan mereka.


“Sudah ayo kita turun,mungkin saja ada hal yang mendesak mereka datang ke sini,”kata Intan. Sandra yang menuruti keinginan dari Intan segera mereka membersihkan diri dan segera mereka keluar rumah.


“Jadi kalian datang ke sini ada apa?,”ucap Sandra yang bersama dengan Intan yang telah keluar dari rumah.

__ADS_1


“Tapi sebelumnya selamat ya buat kalian berdua yang sudah menikah. Bukan maksudnya mau menggangu aku ingin memberitahukan kabar yang tidak enak untuk kalian berdua,”ucap raja kesepuluh.


“Kabar buruk apa yang ingin kalian katakan. Wajah kalian sedikit serius. Apa terjadi sesuatu di alam semesta,”kata Intan.


__ADS_2