
Sandra dan Intan yang tidak tahu apa yang terjadi setelah mereka pergi dan tidak ikut dalam beberapa urusan alam semesta yang dalam kondisi pemulihan.
“Apa yang tarjadi sampai kalian datanga dan mengatakan kalau ada hal buruk yang terjadi,”ucap Sandra.
“Soal itu. Ada retakan hitam yang kami tidak tahu ada di dihalaman belakang taman istana,”ucap raja kesepuluh.
“Retakan hitam,”ucap Intan. Sandra yang juga tidak tahu hanya bisa bertanya kepada raja kesepuluh dan pelindung mereka saja.”Apa yang dikatakan oleh mereka apa itu benar,”ucap Intan.
“Itu banar kami sudah mengejek kalau memang ada retakan hitam yang ada dihalaman belakang istana alam semesta. Kami juga mencari tahu kalau retakan itu sedikit aneh dan ada gelombang lain yang tidak tahu asalnya dari mana,”ucap pelindung dari Intan.
“Jika itu memang adalah retakkan hitam. Bisa jadi itu adalah retakan yang disebabkan oleh batu kehidupan yang mereka ambil bukan,”ucap Sandra.
“Apa benar itu berpengaruh batu kehidupan bisa membuat retakan hitam,,”ucap Intan.
“Itu bisa jadi.Kita harus memeriksa dulu untuk mencari kebenarannya,”kata Sandra. Dimana mereka segera pergi ke alam semesta setelah Sandra dan Intan berpamitan untuk berbulan madu dan meninggalkan rumah mereka kepada penduduk lokal.
Agar mereka tidak khawatir kalau mereka pergi dari rumah. Intan dan Sandra yang sudah berkemas dan segera mereka mulai pergi bersama menuju alam semesta. Di perjalanan yang singkat mereka sudah sampai di alam semesta.
Dimana Intan dan Sandra segera pergi ke retakan yang dimaksud. Mereka yang berjalan menuju halaman belakang istana. Tapi belum sempat mereka sampai ada hawa yang mencekap yang tidak tahu kenapa ada perasaan yang membuat mereka sedikit tidak nyaman.
“Perasaan yang tidak enak. Kalian sudah mengirim ornag untuk memeriksa belum,”ucap Intan.
“Pelindung kesembilan dan pelindung ketujuh dari kami sudah pergi ke dalam retakan. Tapi masih belum ada kabar dari mereka berdua,”ucap pelindung pertama dari Sandra.
“Jika mereka sudah masuk ke dalam dan belum kembali. Pasti terjadi sesuatu yang tidka terduga oleh mereka,”ucap Intan.
“Kamu tidak usah khawatir dengan mereka berdua. Mereka pasti akan baik-baik saja disana. Mereka bukan anak kecil yang selalu harus dilindungi bukan,”kata Sandra.
“Siapa juga yang khawatir dengan mereka. Aku hanya merasa ada hal yang buruk akan terjadi itu saja. Apa kamu tidak merasakannya gelombang ini,”ucap Intan.
__ADS_1
“Jadi kamu menyadarinya,”kata Sandra yang kembali fokus dengan masalah retakan yang membuat sekitarnya semuanya tercemar dan mati.
“Apa sebelumnya retakan ini seperti yang kita lihat apa bulum ada tanda yang buruk yang terjadi,”kata Intan.
“Saat kami pergi retakan hitam tidak seperti ini. Tidak merusak sama sekali,”ucap raja kesepuluh.
“Apa saat kalian pergi ada penjaga dan pelindung yang manjaga tempat ini,”kata Intan.
“Ada. Tapi kami tidak melihat mereka ada dimana sekarang,”kata pelindung dari Sandra.
“Seharusnya mereka datang ke sini. Tapi kenapa mereka tidak datang,”kata pelingdung dari Intan.
“Coba kalian pergi mencari mereka,”kata Intan.Segera mereka pergi mencari mereka semenara Sandra dan Intan yang pergi ke halaman dan melihat semuanya sudah musnah. Intan yang melihat itu sedikit tidak asing dan merasakan gelombang dari pelindung yang dia jaga.
“Mereka masih hidup tapi aura mereka dan gelombang mereka sedikit ada gangguan. Apa mereka berdua terluka,”batin Intan yang sedang berpikir. Tapi saat perasaan itu terjadi terdapat kabut yang datang. Sandra merasa kabut itu beracun memesang pelindung disekitar mereka sehingga kabur tersebut tidak mengganggu mereka mendekat ke araj retakan hitam.
“Retakan hitam yang terbentuk oleh aura negatif,”ucap Intan.
“Aura kebencian dan aura yang ingin melahap semua yang sudah menjadi racun,”ucap Intan.
“Jika itu benar apa mereka berdua bisa selamat,”kata Sandra.
“Mereka masih hidup hanya saja mereka dalam kondisi tidak baik. Tapi mereka bisa bertahan selama mereka bersama,”ucap intan yang memberikan isyarat kepada pelindung pertama dan kedua untuk menyeret mereka keluar dari retakan hitam.
Segera pelindung pertama dan kedua yang sudah mendapatkan isyarat dari Intan segera mereka berdua maju kedepan dan dimana mereka mendekat ke retakan. Tapi mereka tidak masuk ke dalam dan hanya memberikan sedikit gelombang cahaya untuk masuk ke dalam. Tapi tidak disangak sata mereka memberikan gelombang cahaya dan gelombang tarik mereka mendapatkan hal yang tidak terduga. Yaitu monster pemakan manusia level atas. Mereka yang menyadari itu segera melepaskan merek adan mencari orang mereka berdua.
“Kenapa mereka ada di dalam sana,”ucap pelindung kedua.
“Tapi jika kita perhatikan dengan seksama bukan ini sama dengan tempat itu bukan,”ucap pelindung pertama.
__ADS_1
“Yang kamu katakan juga sama. Tapi apa mereka masih hidup kondisi mereka yang menghilang setelah penyerangan dan jejak kematian mereka yang tidak ada bekasnya. Sedikit mencurigaka bukan,”kata pelindung kedua.
“Jika itu memang benar mereka dan mereka sudah menguasai satu tempat yang terdapat batu kehiduapn yang sudah tercemar, bukan ada beberapa dunia akan menjadi masalah ya,”kata pelindung pertama.
“Kita selesaikan saja dulu selamakan mereka berdua yang ada didalam,”kata pelindung kedua. Dimana mereka masih mencari keduanya yang ada dalam pembatas pelindug cahaya yang dibuat oleh pelindung ketujuh dari Intan.”Hai kamu apa baik-baik saja. Kamu harus bisa bertahan hai kamu dengar tidak,”kata pelindung ketujuh.
“Aku dengar, bisa tidak kamu tidak berteriak. Aku sedang mencari jalan ini,”kata pelindung kesembilan.
“Tapi kamu bisa bertahan sampai berapa lama,”kata pelindung ke sembilan.
“Sampai bala bantuan datang. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Pelundung ketujuh.
“Tapi kamu merasakan gelombang tarik tidak. Aku merasa ada yang manarik kita,”kata pelindung ke sembilan.
“Aku tahu apa yang ingin kamu katakan. Mereka yang menarik kita adalah kakak dari pelindung meliki tuanku. Jadi kita hanya bisa mengikuti gelombang yang manarik kita,”ucap pelindung ke tujuh.
“Jika itu benar. Kenapa kamu baru sekarang memberitahuku,”kata pelindung kesembilan.
“Kamu baru tanya sekarang. Mana mungkin aku memberitahu kamu,”kata Pelindung ketujuh yang dengan santainya.
“Aku ingin sekali memukul kamu. Tahu tidak,”ucap pelindung kesembilan.
“Kamu tidak bisa jika kamu ingin mati di sini. Kalau aku sih tidak mau,”ucap pelindung ketujuh.
“Kalau gitu ayo kita pergi ke tempat gelombang tarik itu. Tapi bagaimana dengan mahkluk itu,”ucap pelindung kesemilan yang baru sadar kalau mereka tidak bisa bergerak karena monster yang mengelilingi mereka.
“Kamu memiliki senjata atau jurus yang bisa membunuh mereka tidak, agar kita bisa berjalan ke tempat gelombang yang manarik kita,”ucap pelindung ketujuh.
“Biar aku berpikir terlebih dulu,”kata pelindung kesembilan. Yang dimana mereka sedang mecari jalan untuk mereka bisa keluar dari kepungan monster level atas. Samapi akhirnya ada gelombang tarik yang besar datang dan mereka semua tertarik termasuk mereka berdua yang dalam lingkaran pelindung cahaya.
__ADS_1
“Apa kita bisa selamat,”ucap pelindung kesembilan.