Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 133


__ADS_3

Iranta yang tidak setuju dengan orang tuanya marah dan dengan kasar dia berkata kepada orang tuanya.”Itu urusan kalian bagaimana caranya membayar utangnya. Aku ini anak kalian berdua aku harus sempurna dimata orang lain,”kata Iranta yang kembali merias diri.


Ayah yang mendengarkan perkataan anaknya sedikit marah.”Kamu Iranta anak yang tidak tahu terima kasih. Ayah dan ibu sudah memberikan semua kepada kamu. Tapi apa balasan kamu. Kamu berbeda dengan Intan dia selalu membantu kita tapi apa yang dia dapatkan. Aku menyesal sudah pilih kasih kepada kalian berdua,”kata Ayah yang marah dan menari istrinya pergi dari kamar Iranta.


Iranta yang juga tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh orang tuanya hanya bisa melihat kecermin saja. api di ruang kerja dengan surat utang yang sudah berkumpul. Mereka hanya bisa duduk dan berpikir bagaimana mereka bisa melunasi semua uang yang mereka pinjam.


“Sayang bagaimana ini kita sudah tidak memiliki uang lagi untuk membayar,”kata Ibu.


“Aap kita meminta kepada Intan saja,”ucap ayah.


“Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu setelah hari itu.  Kita sudah membuat kesempaan kita untuk tinggal bersama dengan Intan dna kita malah berniat untuk membunuhnya. Apa dia mau menerima kita lagi,”kata Ibu yang tahu akan kondisi mereka yang sudah mengabaikan anak mereka.


“Lalu mau bagaimana lagi. Kita tidak tahu harus bagaimana?,”ucap Aayh yang sudah tidak tahu barus berbuat apa dengan semua utang yang datang ke rumah mereka.


“Apa kita mencari pekerjaan untuk mengurangi utang kita sayang,”kata Ibu.


“au mencari diman. Anak satu-satunya yang kita miliki saja tidak perduli dengan kita,”kata Ayah.


“Mau bagaimana lagi ini salah kita bukan yang sudah pilih kasih dan didikan kita yang sudah salah sejak awal,”kata Ibu. Ayah yang mendengarnya hanya bisa terdiam saja. Karena dia sebagai ayah juga salah karena sudah pilih kasih.


“Kita harus cari kerja sayang. Apa kamu tidak masalah kerja kasar,”kata Ayah.


“Aku tidak masalah asalkan kita bisa mendapatkan uang untuk melunasi utanya walaupun hanya sedikit saja. Besok kita mulai mencari pekerjaan ya,”kata Ibu yang setuju dengan suaminya.

__ADS_1


Setelah malam itu yang panjang dan melelahkan orang tuanya beristirahat. Setelah pagi datang mereka terbangun untuk memberishkan semuanya dan mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang. Orang tua Iranta dan Intan yang sudah bangun dan mencari pekerjaan dan Iranta yang di pagi itu masih menjadi seorang putri yang belum bangun dari tempatnya.


Hingga Iranta bangun dan melihat sekitar.”kenapa tidak ada yang membangunkanny,”ucap Iranta yang mencari seorang di rumah termasuk orang tuanya. Tapi Iranta tidak menemukan orang tuanya.


“Apa mereka pergi ke tempat Intan meminta uang. Jika seperti itu aku harus melihatnya,”kata Iranta yang berganti pakaian dan segera dia pergi ke tempat Intan. Tapi Iranta yang melihat tidak melihat orang tuanya ada disana.”Kemana ayah dan ibu pergi jika tidak datang ke sini,”kata Iranta yang berpikir.


Iranta yang pergi dari tempat Intan kembali ke rumah, tapi dia bertemu dengan satu petugas reternir yang menagih utang.”Nona Iranta selamat siang,”kata reternir.


“Salama siang pak apa mau menagih utang ya. Jika mau meminta uang datang saja ke tempat ini. Adik saya yang akan membayarnya,”kata Iranta. Reternir itu tidak percaya awalnya sampai akhirnya Iranta membujuk reternir itu untuk datang ke toko adiknya.”Makan itu utang Intan,”kata Iranta.


Iranta yang sudah memberikan utang yang mereka miliki kepada Intan. Sementara orang tuanya yang tidak tahu kembali saat malam karena mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan langsung berkerja di tempat.


“Ayah dan ibu dari mana saja kenapa baru saja pulang,”kata Iranta yang turun dari anak tangga.


“Kamu tahu ibu dan ayah baru saja kembalI. Kamu bisa membuat makan untuk kamu sendiri. Kita sudha tidak memilii pelayan lagi. Karena utang yang kamu pinjam,”kata ayah.


“Utang yang mana. Utag sudah berpindah tempat ke tempat Intan. Kita hanya bisa mengambil uang yang dia dapatkan saja.Untuk apa susah-susah mencari uang,”ucap Iranta yang pergi naik ke atas.


“Iranta apa yang kamu katakan tadi. Kamu menyuruh adik kamu yang bayar...,”ucap ibu. Tapi belum sempat ibu selesai berbicara. Iranta berkata,”Lalu kenapa diakan adiku juga pantas saja jika dia yang harus membantu kita bukan.”


“Tapi adik kamu saja tidak berutang kepada mereka. kenapa kamu yang meminat dia membayar. Apa lagi dia tidak tahu soal ini. Apa kamu melakukannya dengan sengaja,”kata ayah.


“Jika iya apa masalahnya. Karena dia yang tidak mau memberikan dengan gratis, kita ambil saja dengan diam-diam,”kata Iranta yang tersenyum dan kembali melangkah  ke atas menuju kamarnya. Sementara ayah dan ibu bingung mau bilang kepada Intan atau tidak soal peralihan utangnya.

__ADS_1


Tapi karena mereka merasa bersalah mereka segera pergi malam itu juga pergi ke tempat Intan berada. Di malam yang gelap dan dingin tubuh yang sudah lelah orang tua Intan pergi ke rumahnya. Untuk memberitahukan semuanya kepada Intan apa yang sudah dilakukan oleh Iranta kakaknya. Sampai di depan rumah Intan yang sudah tertutup karena sudah malam. Mereka berdua mengetuk pintu dengan pelan.


Intan yang saat itu sedang makan bersama dengan kedua karyawan milik Sandra mendengar suara ketukan pintu.”Siapa malam-malam berkunjung,”kata penjaga pertama.


“Biar aku saja yang membukakan pintunya,”kata penjaga kedua yang berjalan ke arah pintu masuk. Dimana diluar sudah ada orang tua Intan yang dengan wajah lelah di malam hari.


“Untuk apa tuan dan nyonya datang malam-malam seperti ini,”kata penjaga kedua yang membukakan pintunya.


“Kami datang ingin bicara dengan Intan apa dia ada didalam. Kami tidak akan lama bicaranya,”ucap Ayan Intan.


“Tunggu sebentar saya akan memanggi nona kami dulu,”ucap penjaga kedua yang dari luar berteriak memanggil Intan yang ada di ruang makan. Tapi yang datang adalah penjaga pertama sambil membawa nampan memukul penjaga kedua.


“Ini sudah malam janga berterika,”ucap penjaga pertama.


“Maaf ketua habis ada orang tua Intan datang. Aku bingung mau di izinkan masuk apa tidak setelah kejadian tempo hari,”kata penjaga kedua.


“Bairkan dia masuk,”kata Intan dari belakang. Setelah mendapatkan izin dari Intan orang tua Intan masuk ke dalam dan mereka langsung duduk.


“Saya akan membuatkan minuman untuk mereka,”ucap penjaga pertama. Intan yang sudah duduk didepan mereka Wajah orang tua intan yang terlihat lelah dan melihat pakian mereka yang sedikit lusuh membuat Intan sedih.


“Ayah dan ibu apa sudah makan malam,”kata Intan yang menayakan kondisi mereka. Tapi ibu dan ayah saling bertatapan karena mereka tahu kalau mereka sudah salah kepala Intan yang sudah melakukan semuanya.


“Kami sudah makan sebelum datang ke sini,”kata Ayah yang berbohong. Tapi Intan yang melihat wajah mereka bisa tahu kalau mereka belum makan. Smapai penjaga pertama datang membawakan  teh hangat untuk mereka bertiga.

__ADS_1


“Minumlah dulu untuk menghangatkan tubuh kalian berdua. Baru kalian bisa bicara apa yang kalian inginkan datang ke sini,”kata Intan.


__ADS_2