Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 112


__ADS_3

Raja dewa yang tadi marah mendengar suara yang tidak asing. Lalu dia menoleh dan melihat Sandra ada dibelakang mereka. Para dewa yang melihat itu langsung bersiaga.”Kenapa kalian begitu waspada denganku. Memangnya aku melakukan apa sampai kalian waspada,”kata Sandra yang masih santai.


Sandra yang melihat mereka hanya menebak saja kalau mereka hendak ingin masuk ke dunia monster Tapi mereka tidak bisa menghancurkan penghalangnya.”Kalian ingin masuk ke dunia monster ya,”kata Sandra yang tersenyum sambil sedikit menyindir.


“Kamu habat juga bisa menyelesaikan dunia kegelapan dengan baik. Tapi kamu juga ingin masuk ke dunia monster bukan, silakan saja,”kata raja dewa.


“Aku tidak tahu kalau kalian membiarkan aku masuk begitu saja,”kata Sandra.


“Tapi maaf untuk hari ini aku hanya ingin melihat saja. Habis kalian ribut sekali, sudah bumi yang kalian hancurkan. Sekarang di tambah dunia monster. Tapi maaf saja kalian tidak akan bisa masuk ke dalam sana dengan mudah,”kata Sandra yang segera menghilang dari hadapan mereka.


Raja dewa yang melihat itu merasa kesal dan segera kembali dan menyuruh dewa yang lain untuk tetap mencoba segala cara untuk menghancurkan perlindung dunia monster. Sandra yang melihat dari bayang-bayang mereka saja hanya bisa terdiam. “Percuma saja kalian menghancurkan pelindungnya. Kalian hanya akan membuat penghalang terakhir semakin kuat,”kata Sandra sebelum dia pergi.


Di tempat lain Tera bersama dengan Mila melihat rumah mereka yang ada di dunia monster.”Apa ini dunia yang dibangun oleh Sandra. Lalu Intan yang dimaksud oleh Sandra. Apa Intan yang tadi kita lihat, sayang,”ucap Mila sambil menggandeng Tera masuk ke dalam.


“Itu banar. Dia adalah Intan ini adalah dunia yang dibuat oleh Sandra. Karena itu dia selalu berpindah darai satu tempat ke tempat lain,”kata Tera.


“Tapi sayang bagaimana dengan bumi apa kondisi disana tidak baik untuk kita tinggali,”kata Mila.


“Bumi ya aku rasa kita tidak akan bisa datang ke tempat itu lagi. Karena dunia kita sudah tercemah oleh monster dan dewa yang datang menyerang,”kata Tera.Tapi dari luar datang Morgan bersama dengan Petra.


“Tera kami ingin mendengar cerita kamu soal bumi,”kata Petra. Tapi tidak lama kemudian Edwan datang.


“Apa yang kalian lakukan disini,”ucap Edwan masuk mencari tempat untuk duduk.


“Kamu kenapa bisa ada disini. Apa semua urusan kamu sudah selesai,”kata Mila yang melihat ke arah Edwan.


“Aku sedang beristirahat dan aku datang ke sini ingin bicara dengan Tera apa ada masalah,”ucap Edwan.

__ADS_1


“Tidak kalian sudah ada disini. Kalian berdua jelaskan apa yang sudah terjadi dengan bumi dan kenapa kita harus tinggal di sini,”kata Morgan.


“Bumi sudah hacur karena para dewa,”kata Tera


“Dewa yang kamu maksudkan itu. Apa dewa yang kamu ajak berkelahi saat kami masuk ke portal yang kamu buka,”kata Petra.


“Itu banar,”kata Tera.


“Dari pada kita bicara yang tidak enak. Aku membawakan kue buatan Intan ini,”kata Jack.


“Jack kamu datang ke sini ada apa?,”ucap Edwan.


“Kenapa aku datang hanya ingin memberikan kue ini. Ini dari Intan,”kata Jack.


“Tapi bicara tentang bumi aku sudah mendapatkan laporan yang masuk. Kalau setengah dari wilayah sudah hancur hanya satu tempat yang tidak hancur yaitu wilayah yang kita tempati masih aman untuk sekarang. Tapi tidak tahu sampai kapan itu akan aman,”kata Jack. Yang segera dia pergi dari ruangan itu.


Setelah Jack keluar hanya ada Mila, Tera, Edwan, Morgan dan Petra di dalam ruangan. Mereka yang saling menatap satu sama lain. Tapi Mila yang menciuam bau harum yang dibawa Jack membuat dia menghampirinya. Setelah dibuka ternyata kue buatan Intan. Mila yang mengabil satu kue yang dia suka. Mila mekan kue itu rasa nikmat dan lezat dia rasakan di dalam kue yang dibuat oleh Intan. Tapi mata mereka berempat masih satu arah yang sama.


“Kami ingin tahu kenapa bumi diserang lagi. Apa ini semua ulah dari Sandra?,”kata Morgan.


“Itu ulah Sandra atau bukan. Sandra melakukannya hanya untuk keselamatan bagi orang yang dekat dengan mereka. Kami juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di dunia ini. Sandra juga tidak tahu makanya dia berkeliaran mencari tahu sampai musuh berdatangan,”kata Tera.


“Apa maksud kamu para dewa yang datang ke sini ingin membunuh Sandra. Apa itu alasannya,”kata Petra.


“Itu bisa jadi. Tapi untuk jelasnya kami juga tidak tahu. Tapi disini mereka tidak akan bisa masuk,”kata Edwan.


“Kenapa kamu bisa yakin. Kalau mereka tidak akan bisa masuk ke sini. Tapi mereka bisa masuk ke bumi,”kata Morgan.

__ADS_1


“Itu Sandra tidak memasang pelindung di bumi. Dia lebih memasang pelindung di dunia ini,”kata Edwan.


“Kenapa tidak dibumi,”ucap Petra.


“Bukan kalian sudah tahu kenapa dunia kita di serang oleh monster itu diakibatkan ada penghianat di bumi dan pihak akademik. Sandra tidak suka itu, untuk apa kalian bisa datang ke sini. Sandra sudah memberitahukan kami jauh hari. Jika bumi diserang lagi dan tidak ada yang menjaga bawalah orang yang kalian percayai dan keluarga yang berharga yang menyangi kalian. Untuk masuk ke dunia yang aku buat,”ucap Sandra waktu itu, kata Tera.


“Jadi karena itu kamu mengumpulkan kami waktu itu,”kata Morgan sambil berpikir. Tera hanya diam saja melihat Mila menikmati kuenya. Tapi pada saat mereka bicara mereka juga makan kue yang ada didepan mereka.


Pembincangan mereka yang panjang sampai hari mulai gelap di sana. Lampu yang digunakan adalah permata sihir. Manusia biasa bisa menggunakannya jadi mereka saat malam hari tidak terlalu khawatir dengan pencahayaan. Tapi mereka yang melihat keluar rumah mereka juga sangat senang karena mereka bisa melihat pemandangan malam hari. Bintang yang terlihat indah dimalam hari dan bunga dan kunang-kunang malam yang bersinar disekitar mereka.


“Bukan ini sangat indah,”kata Mila yang melihat pemandangan malam hari.


“Iya. Tentu saja di sini ini,”kata Tera.


“Tapi kita juga harus bisa berkembang bukan dengan kondisi yang ada,”kata Morgan.


“Kalian setelah ini mau apa?,”kata Petra.


“Kami berdua sudah ada tugas di wilayah lain. Di tempat ini kami juga menjalankan bisnis dengan beberapa wilayah,”kata Edwan.


“Apa itu benar sayang,”kata Mila yang melihat ke arah Tera. Tera yang mencium kening Mila dengan wajah ramahnya dia berkata,”Apa yang dikatakan oleh Edwan itu benar. Kamu  di sini bersama orang tua kamu ya.”


“Tapi kamu akan kembali bukan,”kata Mila yang menatap penuh perhatian dan manja.


“Tentu saja aku akan kembali saat malam hari. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Tera.


“Tapi jika kamu pergi siapa yang akan mengajak kami berkeliling,”kata Petra.

__ADS_1


“Dia yang akan membantu kalian berkeliling,”kata Edwan yang menunjuk ke arah Lotto.


“Lotto yang akan mengantarkan kalian berkeliling,”kata Tera.


__ADS_2