
Lotto yang terdiam untuk sesaat dan memikirkan apa yang sudah terjadi waktu bersama dengan Edwan.”Memang sedikit ada yang aneh. Tapi itu sudah biasa Bos. Apa ada masalah dengan surat yang dikirim oleh ketua Bos?,”ucap Lotto.
“Tidak ada kamu boleh kembali. Aku akan pergi setelah urusanku selesai,”ucap Sandra. Lotto yang tidak tahu kenapa merasa kalau Sandra sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi di pikiran Sandra sedang berkata lain.”Dia sudah masuk perangkap tapi lawan sangat hebat. Dan tidak bisa dikalahkan,”isi surat.
Sandra yang kembali duduk menyelesaikan laporan hari itu. Sementara Morgan da Petra yang melihat kalau Sandra sedang sibuk kembali segera dia keluar dari ruangan. Hanya ada Tera di tempat dengan berbagai pikiran.”Bos apa Edwan dalam masalah,”ucap Tera.
“Tidak dia hanya terluka karena masuk perangkap saja,”ucap Sandra.
“Jika seperti yang dikatakan. Apa lawan yang kita awasi sangat hebat,”ucap Tera.
“Dia memang hebat makanya kita harus berhati-hati dan mencari tahu tentang orang itu. Aku juga merasa kalau dia memiliki jiwa kehidupan yang sama dengan diriku,”kata Sandra. Tera terdian dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Sandra. Sampai Lotto kembali masuk ke dalam ruangan.”Bos apa bos menyembunyikan sesuatu dari saya soal ketua,”kata Lotto yang masuk dengan tergesa.
“Apa yang kamu maksud Lotto?bukan kamu yang tahu apa yang dia lakukan sebelum dia menyusup ke dalam markas musuh,”kata Sandra.
“Untuk sekarang aku tidak tahu apa yang terjadi. Sebaiknya kamu cari tahu denga diam-diam dulu. Kamu boleh keluar bersama dengan Tera. Aku akan bicara dengan jack,”kata Sandra.
Tera dan Lotto yang segera pergi dari ruangan, hanya ada Jack yang ada didalam dan melaporan semua yang terjadi dengan Intan.”Jadi kamu mau menceritakan apa Jack?,”ucap Sandra.
“Melihat wajah Bos kurasa bos sudah tahu. Apa yang terjadi dengan Intan dan soal kebakaran yang terjadi di rumahnya,”kata Jack.
“Apa semua ini ada kaitannya dengan Iranta dan orang tuanya yang ingin membunuh Intan,”ucap Sandra.
“Itu benar setelah dia mendapatkan hati tuan dia ingin menjadi pasangan tuan. Rumah dan harta yang dia dapatkan itu karena tuan. Tapi di balik semua itu uang yang mereka dapatkan selama ini hasil dari kerja Intan dan rumah yang sudah dijual,”kata Jack.
__ADS_1
“Aku tahu itu apa tidak ada lagi yang ingin kamu katakan,”ucap Sandra.
“Itu dia ingin saya bahas bos. Setelah mereka mendapatkan kebahagiaan apa saya harus membuat mereka menderita dengan kematian yang menyisihkan utang kepada mereka,”kata Jack.
“Jika itu sudah membuat menderita lakukan saja,”kata Sandra.
“Tapi bos bagaimana jika nona Intan ketahuan oleh mereka dan diminta untuk melunasi utang mereka,”kata Jack.
“Kamu tidak usah khawatir karena mereka tidak akan bisa menemukan lokasi tempat Intan tinggal. Tempat yang selalu di lindungi oleh cahaya dunia,”ucap Sandra.
“Jika yang dikatakan oleh bos itu benar. Aku akan melakukan tindakan kedua itu agar mereka menderita,”kata Jack.
“Lakukan saja apa yang kamu bisa aku ingin mereka menderita. Karena telah membuat Intan menderita, sekalian saja buat wajah Iranta itu hancur agar dia tidak bisa menjual tubuhnya lagi saat kamu tidak ada,”ucap Sandra.
“Tunggu dulyu Jack apa kamu penah melihat orang ini sebelumnya atau pernah bertemu walaupan hanya sekilas,”kata Sandra menunjukkan wajah ketua kesembilan. Jack yang mengambil dan mengamati kalau wajah itu tidak terlalu asing.
“Dia pernah datang ke rumah iranta bos. Tapi dia datang hanya menjalankan bisnis saja,”ucap Jack.
“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu lihat Jack,”kata Sandra.
“Iya bos. Tapi ada apa yang bos menayakan orang ini. Karena merasa orang ini sangat berbahaya dan dia memiliki aura yang hitam pekat,”ucap Jack.
“Aura hitam pekat kata kamu. Apa kamu tidak salah merasakan aura itu,”ucap Sandra.
__ADS_1
“Itu benar bos. Tapi aku juga menemukan ada bayangan aura yang sama di dekat Intan,”kata Jack. Sandra yang mendengarnya segera berdiri dan membuka portal yang terhubung dengan dunia monster. Jack yang melihat Sandra yang langsung pergi hanya menatap saja.”Apa aku mengatakan hal yang salah,”ucap Jack.
“Pergilah,”ucap Jack yang hanya sendirian di dalam ruangan. Tanpa ada Sandra didalamnya karena dia pergi begitu saja. Tapi Jack yang masih menatap foto yang diberikan oleh Sandra merasa tidak asing.”Kenapa dia menjadi ketua kesembilan. Ini sedikit aneh,”ucap Jack. Jack yang berjalan menuju pintu dan hendak membuka pintu untuk keluar. Tapi Tera yang dari luar sudah menarik pintunya. Mereka saling bertatapan untuk sesaat sampai Tera melihat kebelakang.
“Dimana Bos sekarang?,”ucap Tera.
“Dia dengan cepat pergi untuk bertemu dengan Intan. Dimana Lotto aku mau bertanya dengan dia,”kata Jack.
“Ada apa kamu mencariku Jack?,”ucap Lotto dari belakang Tera.
“Kamu mengawasi orang ini bukan. Aku minta sedikit informasi tentang orang ini dong,”kata Jack.
“Kenapa kamu ingin tahu tentang orang itu. Apa kamu pernah bertemu dengan dia?,”kata Lotto.
“Aku pernah bertemu dengan dia di dunia lain dia sedang menjalankan bisnis dan Iranta bekerja sama dengan dia. Aku hanya ingin tahu saja tentang orang ini saja,”kata Jack.
“Kita bisa bertukar informasi Jack. Ayo kita pergi dari sini,”ucap Lotto. Jack dan Lotto yang segera pergi dari ruangan menuju markas mereka. Sedangnya dengan Tera yang membereskan sebagian kerjaan Sandra yang tiba-tiba pergi.
Sementara di tempat Sandra yang sudah sampai di dunia monster mencari Intan. Tapi sampai di rumah dia tidak melihat intan. Sandra kembali berkeliling dan melihat Intan sedang berbelanja. Tapi Sandra merasa ada aura yang sangat berbeda disekitar Intan dan ada mata yang mengawasinya. Sandra yang tidak tahu siapa mereka hanya mengawasi saja dari jauh. Tapi melihat gerak-gerik dari orang yang mengawasi Intan ada yang ganjil.”Dimana tentara bayaran sekarang,”ucap Sandra yang tidak merasakan hawa keberadaaan dia. Sandra yang meresa resah mencari tentara bayaran tapi yang dia temukan tentara bayaran yang melindungi Intan sudah tewas.
“Apa yang terjadi disini sebenarnya?,”ucap Sandra sambil berpikir. Sampai Sandra kembali merasakan hawa pembunuh yang datang.”Intan,”ucap Sandra yang kembali ke tempat Intan. Tapi saat Sandra telah sampai dia tidak melihat Intan.”Dimana Intan?,”ucap Sandra melihat sekelilingnya. Sampai dia bertanya kepada pendagang soal Intan. Tapi yang dia dapatkan kalau Intan sudah lama pergi dari kios pendagang tersebut.
Sandra yang mencari tahu merasakan hawa yang busuk disekitar dia mencari Intan. Karena Sandra tidak bisa tenang dia mencari tahu Intan dengan mengeluarkan auranya. Sampai dia mengetahui posisi Intan segera dia pergi ke lokasi itu. Tapi saat dia sampai di lokasi Intan yang sudah berlumur darah dengan beberapa orang sudah jatuh tidak berdaya.
__ADS_1
“Intan,”ucap Sandra yang segera berlari ke arah Intan.