Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 84


__ADS_3

Sandra yang tadi menikmati teh dan cemilan kedatangan tamu yang tidak terduga.”Bos ada tamu yang ingin bertemu dengan anda,”ucap sekertarsi bawahan Tera.


“Siapa dia bukan tidak ada janji hari ini untukku,”kata Sandra.


“Beliau berkata kalau dia adalah ketau kesembilan di akademik militer khusus,”kata sekertaris bawahan Tera.


“Untuk apa dia datang. Biarkan dia masuk,”ucap Sandra yang tadi damai akan menjadi dingin kembali.


“Jika anda tidak ingin bertemu dengan ketua sembilan kenapa anda tidak menolaknya saja bos,”ucap Tera.


“Jika aku menolak akan jadi masalah lagi orang itu tidak bisa ditebak,”kata Sandra. Yang mengambil kue kering didepannya. Sandra yang mulai memakan kue keringnya dengan santai sambil menuggu dia datang masuk ke dalam ruangan.


Terdengar suara pintu terbuka dan suara yang mengatakan.”Enaknya bos bisa bersantai dengan teh dan kue saat aku datang ke sini,”ucap ketus kesembilan.


“Anda sudah datang. Jika kamu mau juga bisa menikmatinya,”kata Sandra dengan santai.


“Apa,”ucap ketua sembilan.


“Apa ada yang salah dengan apa yang aku katakan, tidakkan,”ucap Sandra.


“Tapi kurasa aku tidak diharapkan yang datang ke sini, kalau kamu saja masih santai,”kata ketua sembilan.


“Apa kamu datang ingin membahas kerjas sama itu,”ucap Sandra sambil menikmati teh dan kue kering.


“Jika kamu tahu bukan seharusnya kamu menyiapkan dokumennya bukan. Apa kamu merasa kerja sama ini tidak penting,”ucap ketua sembilan.


“Kerja sama sudah aku batalkan. Aku rasa kalian tidak usah datang lagi ke tempat saya. Apa lagi mulai mengacau atau mencoba menghabat perusahan kami berkembang,”kata Sandra.


“Tapi apa kamu yakin tidak ingin memikirkannya lagi,”ucap ketua sembilan.


“Saya yakin tidak ingin memikirkan lagi. Lebih baik anda pergi. tapi satu lagi jangan pernah mencoba mendekati Intan lagi. Masalah ini tidak ada kaitanya dengan dia orang asing,”ucap Sandra dengan santai sambil meminum tehnya.


Ketua sembilan hanya tersenyum tanpa berkata.”Kamu sangat sayang dengan dia ya. Tapi aku tidak sangka kalau kamu akan tahu dengan saya secepat ini. Aku masih ingin bermain,”kata ketua sembilan.

__ADS_1


“Apa benar aku cepat mengenal kamu. Tapi tadi aku hanya asal bicara saja, tapi tidak aku sangka kamu meladeni perkataanku dengan baik,”ucap Sandra menatap ke arah ketua sembilan.


Ketus kesembilan hanya diam saja dan menatap ke arahnya.”Kamu hebat juga ya, sampai bisa bercanda seperti ini,”kata ketua sembilan.


“Iyakah, bukan kamu sendiri yang memulai ingin bercanda. Aku sih tidak ingin berkata  apa-apa lagi. Tapi melihat kamu yang sedikit berbeda aku ingin tahu kamu ini ada dipihak siapa ya sebenarnya,”ucap Sandra.


“Aku berpihak kepada siapa itu tidak ada urusan dengan kamu bukan,”ucap ketua sembilan.


“Itu benar tidak ada urusan dengan kamu. Tapi apa kamu yakin kamu dalam kondisi baik saja,”kata Sandra.


“Apa kamu juga mengkhawatirkan diriku kamu dan dia sama saja mengkhawatirkan musuh kalian,”ucap ketua sembilan.


“Siapa yang kamu maksudkan?,”kata Sandra yang mencari tahu dari kata yang dia ucapkan. Karena merasa ada yang aneh Sandra teringat dengan Intan. Kembali Sandra menatap ketua sembilan dengan tajam.”Apa kamu baru sadar dengan perkataanku, tidak aku sangak pekerjan kamu banyak juga. Jika aku mengganggu aku minta maaf. Sebaiknya aku pergi saja,”ucap ketua sembilan yang berdiri dari tempat duduk.


“Kmau mau pergi kemana terburu-buru begitu,”ucap Sandra yang sedikit mengeluarkn auranya.


“Kenapa pa aku tidak boleh pergi sekarang setelah kamu tahu apa yang kita bicarakan,”ucap ketua sembilan yang tersenyum licik.


“Jangan harap kamu bisa keluar hidup-hidup,”ucap Sandra yang membuka ruang hampa dimana hanya ada mereka berdua.


Ketua sembilan yang bisa melepaskan ruang hampa yang dibuat oleh Sandra segera meninggalkan ruangan Sandra.”Tidak aku sangka dia bisa menghancurkannya dengan mudah. Siapa dia sebenarnya?,”ucap Sandra melihat ketua sembilan yang pergi meninggalkan ruangan dan perusahan Sandra.


“Bos apa anda baik-baik saja,”ucap Tera berjalan menghampir Sandra yang masih duduk santai.


“Aku baik saja. Tapi Tera hubungi Edwan dan pengawalnya untuk kembali,”ucap Sandra.


“Baik bos,”ucap Tera yang pergi keluar dari ruangan.  Sandra yang kembali bersandar dan memikirkan apa yang dikatakan oleh ketua sembilan. “Dia bertemu dengan Intan sebelum dia datang ke sini,”ucap hati Sandra. Yang menghubungi tentara bayaran yang ada di rumah Intan.


“Ketua bos menghubungi kita,”ucap tentara bayaran kedua.


“Aku tahu, tapi apa yang harus aku katakan kepada bos,”ucap tentara bayaran pertama.


“Kalian dengar tidak apa yang aku katakan bagaimana dengan Intan. Apa dia baik-baik saja?,”ucap Sandra dengan alat komunikasi beda dunia.

__ADS_1


“Kami disini bos nona Intan baik-baik saja hanya saja dia sedang menjual kuenya,”ucap tentara bayaran kedua.


“Apa ada hal yang terjadi saat aku tidak ada disana?,”kata Sandra.


“Jawab saja tidak ada kebohongan dari laporan yang kalian berikan kepadaku,”ucap Sandra lagi.


“Itu bos,”ucap tentara bayaran kedua yang kembali terdiam.


“Cepat katakan apa terjadi masalah dengan Intan,”kata Sandra.


“Baik bos sebenarnya kami diserang tapi nona dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang nona sedang menjual kue barunya dan kemungkian dia sedang berbelanja sekarang. Karena kami tidak mengawasi nona Intan karena kondisi kami tidak baik sekarang karena penyerangan orang asing dengan bayangan,”ucap tentara bayaran pertama yang harus mengatakan kebenarannya.


“Apa yang kamu katakan ada benar, tidak ada kebohongan,”ucap Sandra.


“Itu benar bos, maafkan saya tidak bisa menjaga nona. Tapi nona baik-baik saja, dia malah membantu kami menjaga luka kami,”ucap tentara bayaran kedua.


“Kalian sedang bicara dengan siapa,”ucap Intan yang sudah kembali dan naik ke atas.


“Alat komunikasi apa itu Sandra yang sedang bicara,”kata Intan. Tentara bayaran hanya menganggu saja. Sandra yang juga mendengar suara Intan ikut diam.


“Sandra apa itu kamu,”ucap Intan yang mendekat.


“Itu benar. Aku dengar kamu diserang. Apa itu benar bagaimana kondisi kamu,”ucap Sandra.


“Aku baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir dan satu lagi jangan memarahi tentara bayaran yang kamu suruh. Mereka sedang terluka saat menolongku,”ucap Intan.


“Aku akan memaafkan mereka, tapi apa benar kamu baik-baik saja,”ucap Sandra yang merasa lega setelah mendengar suara Intan.


“Aku baik saja. Tapi kenapa kamu menghubungi mereka berdua. Apa kamu gelisah dengan diriku yang dalam bahaya,”kata Intan.


“Kamu tahu apa yang aku pikirkan,”ucap Sandra yang tidak bisa mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


“Aku tahu tapi aku mau mengirim kamu kue yang baru aku buat bagaimana caranya,”ucap Intan yang mengubah suasana pembicaran yang suram.

__ADS_1


“Kue. Kamu bisa melalu mereka berdua untuk mengirimnya. Apa itu kue yang baru tadi kamu buat,”ucap Sandra.


“Bagaimana kamu tahu kalau itu kue baru,”ucap Intan.


__ADS_2