Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 29


__ADS_3

Sandra dengan yang lain yang sedang melihat Jaya mengalahkan tiga monster kabur dari pembantaian. Sega dan Frod yang melihatnya hanya diam saja sampai Jaya menoleh ke belakang.”Kita lanjutkan perjalanannya bagaimana kak,”kata Jaya setelah menyimpan barangnya.


“Kamu hebat ya  Jaya,”ucap Frod.


“Tidak juga kak. Yang hebat itu adalah kak Sandra bisa mengalahkan para monster dengan mudah,”ucap Jaya.


“Tapi menurutku kalian berdua emang hebat kok,”kata Saga. Jaya yang melihat kedepan ada kak Sandra yang sudah menuggu mereka. Sandra berjalan ke arah Jaya yang mengelus kepala Jaya.


“Kamu tidak terlukakan,”ucap Sandra. Jaya hanya menggelengkan kepalanya saja. Smapai penduduk desa merasa berterima kasih telah dibantu oleh mereka. Kara dan Koro yang datang menghampiri mereka saat mereka sedang berkumpul.


“Kalian bagaimana bisa mengalahkan para monster itu dengan mudah,”ucap Koro.


“Bagaimana kita bisa mengalahkannya sama dengan bagaimana kita semua datang ke sini,”ucap Frsthe.


“Jadi begitu, tapi siapa yang kalian bawa itu,”ucap Kara.


“Mereka adalah pengendali monster. Aku tidak tahu berapa kali tempat tinggal kalian diserang secara berkelompok seperti hari ini,”kata  Atik.


“Ini sudah ke tiga kalinya. Kami juga tidak tahu kenapa mereka menyerang,”ucap Kara.


“Bagaimana jika kita pergi menemui para tetua terdahulu agar kalian tahu apa yang sedang terjadi. Karena hanya mereka yang bisa membantu kalian,”ucap Koro. Sandara menatap ke lain yang menganggukan kepalanya karena setuju.


“Baiklah kami akan ikut dengan kalian. Tapi sebelum itu, kami ingin mengintograsi mereka dulu, tidak masalahkan,”ucap Sandra.


“Tidak, jika kalian mau aku tunjukan tempat yang bagus untuk kalian mengintrograsi mereka berlima,”kata Koro.


Sandra bersama dengan kawannya membawa para pengendali monster untuk di introgasi. Sampai dilokasi Sandra dengan santai hanya melihat Fros dan Pil mulai bertanya kepada pengendali.”Tapi apa mereka mau buka mulutnya,”ucap Atik.


“Tidak ada yang tahu mereka mau buku mulut atau tidak. Jika tidak paling mereka mencoba bunuh diri dulu sebelum membuka mulut.  Sama seperti di tempat para Elif,”kata Wati. Fros dan Pila yang mulai bertanya kenapa mereka menyerang desa para monster campuran sampai apa tujuan mereka. Tapi mereka tidak memberikan raspon yang bagus hanya penolakan.

__ADS_1


Di antara mereka ada yang bunuh diri, pada akhirnya mereka tetep tutup mulut. Hanya satu orang saja yang masih bertahan. Sandra yang tidak tahan hanya berjalan dan berbisik.”Kalian serius datang ke tempat ini hanya untuk mencari barang yang tidak ada,”ucap Sandra.


Tapi pengendali yang masih hiduo itu hanya tersenyum saja.” Kamu tidak tahu kalau kamu mencari kebenaran ini kamu akan mati sama seperti mereka,”ucap pengendali sebelum dia menggigit lidahnya sendiri.


Sandra hanya menghela nafas saja sampai akhirnya tidak ada yang mereka dapatkan dari para pengendali.”Sekarang mau apa,”ucap Saga.


“Mau apa lagi mereka yang sudah sampai sini pasti menyembunyikan kebenaran dari dunia. Kita harus tetap mencari tahu apa yang sedang terjad segera mungkin,”ucap Sandra.


“Kak,”ucap Jaya dibelakang. Sandra yang  menoleh ke belakang dimana Jaya memanggilnya.”Ada apa Jaya,”ucap Sandra.


‘Kakak kesal ya karena tidak menemukan apa-apa,”ucap Jaya.


“Iya kakak kesal. Tapi dengan mereka menyembunyikan rahasia dari kebanyakan orang. Pasti ini semua emang ulah manusia dari awalnya,”kata Sandra.


“Kita harus mencari buktinya dulu jangan berpikir negatif lebih dulu. Sekarang mungkin bisa bertanya kebenaran dari sedikit informasi dari para tetua monster campuran bagaimana?,”ucap dari  Jami.


Sandra hanya terdiam saja sampai Jaya mendekat.”Kakak apa kamu baik-baik saja,”ucap Jaya. Sandra melihat ke arah Jaya dan tersenyum dan mengelus wajah Jaya.”Aku baik saja. Kita pergi sekarang juga,”ucap Sandra.


“Tapi para tetua apa mau menerima kita Koro,”ucap Wati.


“Mereka pasti mau menerima kalian. Apa lagi kalian sudah membantu desa kami dari gelombang para monster,”ucap Koro.  Di perjalanan menuju tempat para ketua Sandra bersama denan yang lain juga melihat pemandangan yang sama dengan desa pada umumnya.


“Bagaimana kalian bisa membangun desa seperti ini,”ucap Pol.


“Itu karena pengetahuan yang kita miliki dibagi kepada kita semua. Termasuk bahasa dan bagaimana para monster dulu di tempat kami yang dulu bagaimana bisa berkembang. Kita terapkan disini, walaupun hanya terbatas kondisi saja,”ucap Kara.


“Hai Kara Koro kenapa kamu datang ke sini?,”ucap penjaga pintu rumah tetua.


“Kami ingin bertemu dengan para tetua,”kata Koro.

__ADS_1


“Lalu mereka juga akan ikut masuk ke dalam juga,”kata Kara. Para penjaga pintu rumah tetua membukanya pintunya dan mengizinkan mereka masuk.”Ayo masuk,”ucap Kara. Sandra bersama dengan yang lain ikut masuk ke dalam di mana mereka disambut dengan suasana taman yang hujau dan sejuk. Membuat mereka sangat nyaman di dalam halaman para tetua.


“kak Kara kak Koro siapa yang kalian bawa itu,”ucap anak kecil.


“Halo Momo bagaimana kabar kamu apa baik saja,”kata Koro yang langsung mengangkat Momo digendongannya.


“Apa para tetua ada di dalam Momo,”ucap kara.


“Ada kak,”kata Momo. Suasana yang nyaman dan damai mereka rasakan di dalam halaman para tetua. Belum sempat mereka masuk lebih jauh mereka di lihatkan dengan moanster campuran yang sama dengan Kara dan Koro. Tapi tidak tahu kenapa Sandra merasa kalau yang dihadapan mereka ini sedikit berbeda.


‘Bagaimana menurut kalian,”ucap Koro.


“Berbeda dengan yang diluar ya,”ucap Wati.


“Itu benar mereka berbeda dengan yang diluar. Karena darah daging mereka merupakan keturunan langsung dari para tetua,”ucap Koro.


“Keturunan langsung bagaimana maksud kamu. Bukan yang diluar sana juga keturunan langsung dari gan kalian bukan,”kata Atik.


Kara dan Koro hanya menggelengkan kepalanya saja.”Itu karena memiliki kemampuan berubah yang sama dengan para monster ras kita,”ucap Momo.


‘Kalau yang diluar sana tidak bisa berubah bentuk sama seperti kak kara dan kak Koro. Kapan dan dimana saja mereka bisa beruabah wujud menjadi serigala dan harimau,”ucap Momo.


“Tapi kenapa mereka tidak bisa berubah?,”kata Pil.


Jaya yang merasakan ada hawa aura sama seperti kakeknya berlari ke arah hawa perasaan tersebut. Fros yang melihat berteriak,”Hai Jaya kamu mau kemana?.” Sandra yang melihat Jaya melihat ke arah satu laki-laki yang membuat dia rindu. Sandra berjalan ke arah laki-laki itu tapi Jaya sudah sampai di depan laki-laki itu.


“Kakek,”ucap Jaya. Wajah laki-laki itu terlihat bingung dengan perkataan Jaya.”Maaf adik saya jika tidak sopan dengan anda,”kata Sandra mendekat.


“Jaya ayo minta maaf kepada kakak di depan kamu,”kata Sandra. Jaya yang kembali melihat kedepan baru sadar kalau didepannya itu bukan kakeknya. Tapi orang yang memilik aura sama dengan kakeknya.

__ADS_1


“Maafkan aku ya kakak,”ucap Jaya. Tapi kawan Sandra yang datang berkata,”Ada apa Sandra?.”


__ADS_2