
Sandra yang tidak bisa berkata lagi karena apa yang dikatakan oleh Intan. Tapi Sandra tahu kalau Intan akan memaafkan dirinya. “Aku akan mengatakannya, tapi kamu jangan marah,”ucap Sandra.
“Tidak, akan marah. Karena kamu terpaksa dengan Mawar bukan karena wasiat itu,”ucap Intan yang tersenyum.
“Apa yang kamu katakan itu benar. Kalau aku mantan suami dari Mawar. Tapi semua itu dulu, mereka juga yang sudah membuat aku jatuh dari tebing dengan kecelakaan yang mereka buat,”kata Sandra.
Intan dan Jaya bersama yang lain hanya diam saja. Sampai akhirnya Intan memeluk Sandra untuk bisa membuat Sandra tenang.”Aku baik saja Intan,”ucap Sandra di pelukan Intan.
“Aku tahu kalau kamu baik saja, hanya saja aku yang tidak baik saja. Kamu tahunya kalau aku merindukan kamu. Aku berharap bisa bertemu dengan kamu,”ucap Intan yang memeluk erat Sandra. Sandra yang membalas pelukan dari Intan,”Maafkan aku yang sudah meninggalkan kamu sendirian.”
“Sudah belum kalian berpelukan. Tapi kakak ada satu hal yang ingin aku pastikan,”ucap Jaya.
“Apa Jaya? Katakan saja jika itu bisa aku jawab,”ucap Sandra.
“Sejak kapan kamu terkena racun dan selalu diawasi oleh pihak akademi. Kapan kakak menyadari itu,”kata Jaya.
Sandra terdiam sambil berpikir tapi sempat melirik ke arah Intan yang juga sedikit tahu tentang apa yang dikatakan oleh Jaya. Tapi Intan yang menyadari itu memalingkan wajah dan melihat ke arah pohon besar. Intan yang berdiri berjalan ke arah pohon besar. Sementara Sandra yang memberitahukan kepada Jaya.
“Aku akan memulai dari mana ya,”kata Sandra.
“Dari mana saja boleh. Asalkan kakak mau membagi ceritanya dengan diriku,”ucap Jaya. Sandra hanya tersenyum saja sampai akhirnya dia melihat ke arah Intan yang menyentuh pohon besar. Tapi pada saat yang sama Sandra merasakan kalau Intan akan segera pergi meninggalkan dirinya.
Sandra dengan reflek cepat segera menghampiri Intan. Tapi disela itu Intan sedikit melirik ke arah Sandra dengan senyum ramah yang selalu di lihat oleh Sandr. Tapi pada saat yang terakhir Intan berkata,”Maaf Sandra biarkan aku yang bertanggung jawan untuk semuanya. Tunggu aku kembali setelah seratus tahun. Jika kita ditakdirkan untuk bersama.”
Intan dengan perkataan terakhir cahaya terang menyelimuti dunia monster dan pohon besar. “Tidak Intan,”ucap Sandra yang berlari ke arah Intan. Tapi Intan sudah menjadi sumber kehidupan untuk dunia Monster.
“Intan kamu diaman,”ucap Sandra yang mencari disekeliling pohon dengan air mata yang bercucuran membasahi wajahnya.”Intan,”teriak dari Sandra. Karena seperti kehilangan sosok wanita yang dia cinta.”Kenapa kamu pergi,”ucap Sandra yang masih tertunduk menangis.
Tapi di tempat lain mereka yang mersakan hawa kehidupan dunia moster telah kembali dengan tiba-tiba. Membuat mereka bertanya-tanya.”Apa yang terjadi disini, kenapa semua sudah kembali seperti tidak terjadi apa-apa,”ucap Jami.
__ADS_1
“Aku merasakan hawa keberadaan orang lain dari hawa kehidupan,”ucap Sega.
“Apa semua sudah selesai,”ucap Fros.
“Aneh,”kata Fresthe sambil berpikir dengan kondisi yang dia lihat.
“Hai Pil kurasa ada yang mengobarna dirinya demi kehidupan dunia ini,”uap Pol.
“Kurasa iya tapi perasaan ini sangat hangat dan nyaman bukan,”ucap Pil.
“Kurasa semunya sudah kembali,”ucap Wati.
“Itu benar sudah kembali. Tapi menurut kamu bagaimana bisa kembali seperti sedia kala ya,”ucap Atik.
“Itu karena kekasih Sandra yang mengorbankan nyawanya untuk memberikan sumber kehidupannya untuk dunia monster,”ucap Pocky.
“Tapi kenapa dia melakukan itu,”ucap Jarmy.
“Apa maksud kamu kekasih dari Sandra sudah tekontiminasi begitu. Makanya dia menyerahkan dirinya kepada dunia ini,”ucap Jarmy. Pocky melihat ke arah Jarmy dengan tatapan serius dan menganggukan kepalanya saja.
“Seberapa besar cinta anak itu kepada Sandra,”ucap Jeni.
“Ada apa sayang?,”ucap Richal.
“Kurasa ada yang sudah berkorban. Tapi kenapa harus anak itu ya, pasti anak itu akan sedh lagi,”ucap Raja monster.
“Yang kalian maksud itu siapa,”kata Richal yang masih saja tidak sadar dengan menghilangnya Intan.
Tapi di pusat dunia moster Sandra yang kehilangan Intan mengurung dirinya dibawah rumput menjalar yang mengelilingi dirinya.”Kakak,”ucap Jaya yang merasa kalau kakaknya sedang terpukul.
__ADS_1
“Biarakan saja tertidur untuk waktu yang lama. Mungkin itu adalah pilihan untuk dirinya yang sudah kehilangan. Apalagi semua hal di dunia monster sudah kembali,”ucap Naga.
“Biarkan saja dia sini. Kami yang akan menjaganya,”ucap para dewa. Jaya yang tidak tahu harus begaimana hanya bisa menuggu kak Sandra kembali. Tapi melihat kejadian yang sudah beberapa lama itu. Pasti kak Sandra sedih karena kehilangan Intan.
Tapi pada saat dimana Sandra melihat Intan yang menghilang dihadapannya. Semua menjadi hitam dan tidak tahu harus pergi kemana. Karena hati Sandra yang tergunjang Sandra mengurungkan dirinya di rumpul menjalar yang mengelilinginya untuk beberapa tahu yang akan datang. Sambil menuggu Intan datang dihadapannya.
“Intan,”cuap Sadra dalam mimpi yang panjang. Air mata sandra yang masih saja menetes.”Kenapa kamu pergi. Aku tidak meminta kamu untuk meninggalkan diriku, kenepa kamu pergi,”ucap Sandra. Tapi sudah beberapa tahun berlalu dunai moster yang sudah berkembang dan penduduk yang juga berbagai ras berkumpul. Perubahan setelah kebangkitan dari pohon besar dengan jiwa Intan yang membentu inti pohon yang baru.
“Tapi bagaimana bisa Intan melakukan itu ya,”ucap Jaya Sementara mereka berkumpul bersama menikmati suasana yang damai. Mereka yang sedang membahas Intan dan Sandra yang dalam pusat dunia monster.
“Menurut kamu apa Sandra akan bangun,”ucap Jami.
“Tidak tahu tapi sampai sekarang saja dia masih mengurung dirinya,”cuap Wati. Semua hanya bisa menghela nafas sampai Revin datang bersama dengan koro dan Kara.”Apa yang sedang kalian renungkan?,”ucap Revin.
“Melihat mereka bukan bisa ditebak pasti sedang membicarakan tentang Sandra dan Intan lagi,”ucap Koro.
“Tapi kak Jaya.Apa kak Jaya sudah membaca buku yang Momo berikan,”ucap Momo yang berlari le arah Jaya.
“Sudah bukunya sangat bagus. Tapi kenapa kamu datang ke sini dan kalian juga,”ucap Jaya yang melihat ke arah Revin dan bersama yang lain. “Ibu dan ayah ingin bertemu dengan kamu,”ucap Revin.
“Apa bibi dan paman ingin bertemu dengan diriku. Tapi kenapa?,”ucap Jaya yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“Mungkin saja soal pertunangan kamu dengan Gayam,”kata Revin.
“Kenapa lagi dengan pertunanganku,”ucap Jaya yang berdiri. Jaya yang segera pergi ke tempat bibi dan paman untuk membahas pertunagan yang tidak di inginkan oleh Jaya. Tapi sementara yang lain sedang berganti topil membahas Gayam dan Jaya.”Bukan Jaya tidak suka dengan Gayam ya,”kata Atik.
“Itu benar, tapi sampai kapan dia akan terus sendiri,”cuap Revin.”Mau bagaimana lagi kalau Jaya masih menuggu kakaknya,”kata Fros.
Tapi pada saat yang sama mereka tidak tahu kalau Sandra yang mengurung dirinay sedang berkeliling ke dunia manusia untuk menjalankan kehidupannya sebagai pengusaha kedua di negaranya. Sandra yang melihat ke arah luar jendela perusahannya sedang menuggu seorang.
__ADS_1
“Masih saja kamu melamun,”ucap Tera sekertaris kepercayaan Sandra. Yang sudah lama tinggal di belahan bumi yang damai.”Bagaimana hasil dari penyelidikkan kamu,”ucap Sandra.