Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 66


__ADS_3

Sandra masih terdiam diri sampai dia melihat aura yang lain datang.”Kurasa aku tidak usah turun tangan. Sebaiknya aku kembali,”ucap Sandra yang sudah memasang mata lain di pohon yang dia tempati. Sandra yang segera pergi dari tempat itu sebelum ketahuan. Dimana Sandra yang sudah tahu kalau akan ada yang datang membantu peri hutan dan kaumnya. Sandra bersantai menuggu kedatangan mereka.


“Semoga saja tepat pada waktunya mereka datang,”kata Sandra yang menutup matanya. Dimana Sandra melihat apa yang sedang terjadi di sana. Pertarungan antara pihak akadmeik dan para ksatria yang melindungi hutan. Kemapuan mereka yang unggul membuat hasil yang bagus dimana pihak akademik mundur. Peri hutan yang bisa diselamatkan oleh para ksatrai pada waktunya.


Sandra yang sudah selesai melihat berpura-pura tidur sambil menuggu kedatangan para peri. Tapi sudah lama menuggu lama tidak ada yang datang sampai hari sudah gelap.”Kenapa dia tidak datang lagi. Apa terjadi sesuatu dengan dia, sampai dia tidak datang,”kata Sandra yang melihat sekelilinya yang gelap.


“Kurasa aku harus mencari kayu untuk membuat api unggun,”kata Sandra yang berdiri. Tapi tidak lama kemudian Sandra mendengar suara langkah kaki. Membuat dia menoleh ke arah datangnya orang tersebut.Sandra yang dari jauh melihat cahaya berjalan ke arahnya dan bertemu dengan para ksatria.


“Siapa di situ?,”ucap para ksatria yang mencari Sandra karena perintah dari peri hutan.


“Halo,”ucap Sandra sambil mengangkat tanganya dan terlihat senyum di wajahnya.”Kamu apa orang yang bertemu dengan peri hutan tadi. Sebelum kejadian orang asing datang,”kata para ksatria.


“Itu benar aku diminta untuk tetap di posisi. Tapi karena hari sudah gelap aku ingin mencari kayu untuk api unggun dan melihat cahaya,”ucap Sandra.


‘Jika itu kamu orangnya, ikut dengan kami,”kata para ksatria.


“Tapi dimana peri hutan yang tadi bicara dengan saya. Kenapa dia tidak datang ke sini?,”kata Sandra.


“Kamu akan tahu nanti setelah sampai di tempat,”ucap para ksatria. Sandra yang berjalan mengikuti para ksatria. Sampai di lokasi Sandra melihat banyak orang yang terluka.”Apa yang terjadi sini ini?,”uap hati Sandra yang melihat.


“Apa mereka sudah menghancurkan desa ini?,”kata hati Sandra yang terus berpikir tentang apa yang terjadi. Sandra yang tidak tahu kenapa mereka bisa sampai ke sini, hanya bisa mengikuti para ksatria sampai. Di satu tenda dimana Sandra melihatperi hutan yang terluka dan para ketua ksatria.”Peri hutan apa yang terjadi dengan kamu? Kenapa kamu terluka seperti ini?,”ucap Sandra yang tidak tahu.


“Kamu Sandrakan,”ucap salah satu murid akademik yang mengenal Sandra. Tapi karena Sandra yang merasa ada pengganggu Sandra hanya menghempaskan tanganya ke arah murid akademik. Yang membuat akademik terlempar tapi pada saat yang sama para ksatrai berdiri dan mewaspadai Sandra.

__ADS_1


“Kamu bagian dari mereka,”ucap Peri hutan.


“Tenanglah kalian aku bukan bagian dari mereka,”kata Sandra yang mendekat. Sandra yang hendak ingin merahi dahi peri hutan. Satu ksatria menghentikan tangan Sandra.”Apa yang ingin kamu lakukan?,”ucap ksatria yang mendampingi peri hutan.


“Tenang saja aku hanya hanya menghilangka racun dalam tubuhnya saja,”kata Sandra dengan santai.


Tapi dari belakang ada para ksatrai yang membawa pimpinan mereka masuk ke dalam tenda. Yang juga mengenal Sandra.”Bagaimana kamu bisa hidup?,”ucap ketua pimpinan akademik.


“Bagaimana aku bisa hidup? Kamu kira aku sudah mati sampai kamu terlihat terkejut seperti itu,”kata Sandra yang menoleh. Sandra yang tersenyum kepada mereka,”Apa ada lagi yang ingin kamu katakan? Ohh iya ada satu hal lagi katanya kalian mendapatkan musibah satau lap sudah hancur bukan. Bagaimana rasanya mendapatkan sesuatu yang tidak bisa kalian sangka. Tapi itu hanya awal saja.”


“Kamu penghinat kaum manusia. Kamu harus mati,”ucap pimpinan akademik yang ada di dunia sihir. Pimpinan itu yang hendak ingin melepaskan diri dan membunuh  Sandra. Tapi ditahan oleh para ksatria.


“Kamu bisa membunuhku,”ucap Sandra yang menunduk dan melihat ke arah pimpinan akdemik.


“Tidak kedatanganku ke sini sebenarnya. Ingin membantu kalian dan memberikan informasi. Tapi tidak aku sangka sudah sampai separah ini,”ucap Sandra.


“Kamu ingin membantu, itu tidak mungkin. Karena ada gelombang kedua yang akan datang,”kata pimpinan akdemik.


“Gelombang kedua ya,”ucap Sandra sambil berpikir. Sandra yang teleh berpikir menemukan kalau yang datang bersamanya tadi itu adalah gelombang kedua yang sudah dimakan oleh para monster. Sandra yang juga tidak tahu bagaimana kondisi mereka hanya bisa menatap kasihan.


“Kurasa apa yang kamu harapkan tidak akan kejadian,”kata Sandra.


“Apa maksud kamu?,”ucap pimpinan akademik.

__ADS_1


“Aku juga tidak tahu. Tapi aku males ingin memberitahukan kepada kamu,”ucap Sandra yang tersenyum. Sandra yang kembali berjalan ke arah peri hutan. Tapi tidak disangka pimpinan juga sudah merencanakan untuk membunuh mereka yang ada didalam tendang dengan bom yang ada didalam dirinya.


“Maaf,”ucap Sandra yang terpasksa membunuh dia dulu. Hanya dengan satu jarum dimana pimpinan akademik bisa langsung tewas. Tapi pada saat pimpinan mati Sandra juga memasang pelindung yang membuat pimpinan bisa lenyap dan racun tidan menyebar. Ksatrai yang mendampingi Peri hutan datang menghampiri Sandra.


“Kenapa kamu membunuh dia,”kata ksatria sambil menarik baju Sandra.


“Jika aku tidak membunuhnya dia akan membuat bencana disini. Kamu tidak tahukan racun didama tubuh mereka bisa membuat pencemaran di tambah lagi peri hutan terlihat pucat.Aku harus mengeluarkan racun itu sebelum terlembat,”kata Sandra yang melepaskan tangan ksatria.


Sandra berjalan melewati ksatria dimana dia menyentuh dahi peri hutan. Dimana Sandra mulai mengeluarkan racun didalam tubuh peri hutan.”Tidak aku sangka racun baru yang dibuat,”ucap hati Sandra.


“Bagaimana dia?,”ucap ksatria yang merasa gelisah. Sandra yang teleh mengeluarkan racun mulai membuat penawarnya untuk berjaga-jaga.”Dia baik saja. Tapi aku akan pergi mencari tempat lain. Aku harus membuat obat penawar untuk cadangan kalau nanti lingkungan atau penduduk desa juga terkena racun yang sama,”kata Sandra. Sandra yang pergi meninggalkan mereka. Tapi di hentikan oleh ksatria,”kata kamu ingin membantu. Dimana informasi yang kamu katakan tadi?.”


“Aku akan berikan kepada kamu,”ucap Sandra yang mengeluarkan semua data yang dia dapatkan.”Itu di dalam ada informasi yang bisa kalian baca. Bahasa sesuai dengan bahasa kalian, jadi memudahkan kalian memahaminya,”kata Sandra.


Yang menghilang begitu saja didepan para ksatria. Sandra yang sudah mendapatkan lokasi untuk eksperimennya mulai memahami komponennya. Tapi pada saat yang sama alat komunikasi Sandra berbunyi.


“Iya ada apa Intan,”ucap Sandra.


“Kamu dimana, kamu sudah lama tidak kelihatan Sandra. Di tambah lagi ada yang mirip wajah kamu datang menemui kakakku,”ucap Intan.


“Kamu rindu denganku ya,”ucap Sandra.


“Tidak,”ucap Intan. Sandra yang mendengar perkataan dari Intan merasa tenang.”Aku ada pekerjan jadi untuk beberapa bulan ini aku tidak bisa bertemu dengan kamu. Tapi jika kamu ada masalah kamu bisa meminta bantuan dari si penimpu yang datang ke tempat kakak kamu,”kata Sandra.

__ADS_1


“Sandra tapi siapa dia?,”ucap Intan. Sandra tidak memberikan respons yang membuat Intan bingung.”Kenapa tidak jawab?,”ucap Intan lagi.


__ADS_2