
Sandra yang tanap melihat ke belakang berkata kepada tentara bayaran yang datang memberikan informasi.”Kenapa kamu datang ke sini?,”ucap Sandra yang masih melihat ke arah Intan yang pergi.
“Maafkan saya jika saya datang tiba-tiba. Saya mendapatkan informasi ada poral lain di dekat hutan terlarang,”kata tentara bayarana.
“Aku akan memeriksanya. Jadi kalian jaga dan awasi Intan. Jangan sampai di terluka lagi apa kalian mengerti,”kata Sandra.
“Saya mengerti,”kata tentara bayaran yang segera pergi dari rumah Intan. Sandra yang masih duduk menghabiskan tehnya yang lalu dia berjalan ke arah halaman belakang. Intan yang masih sibuk dengan halamannya berjalan mendekat.
“Intan,”ucap Sandra yang sudah hampir mendekat. Intan yang mendengarnya melirik ke arah Sandra yang berjalan ke arahnya.”Ada apa Sandra?,”kata Intan yang menghentikan pekerjaannya.
“Aku ingin pamit pergi kepada kamu,”kata Sandra.
“Memangnya kamu mau pergi kemana,”kata Intan.
“Ada uruskan yang aku harus selesaikan. Jadi maaf aku rasa tidak bisa menemani kamu belanja nati atau besok. Tapi jika kamu ada masalah hubungi aku ya,”kata Sandra.
“Baiklah aku akan menghubungi kamu jika ada hal yang mendesak,”kata Intan.
“Tapi kamu harus berhati-hati ya. Kamu harus kembali dengan selamat ya,”kata Intan lagi. Sandra yang tersenyum segera pergi dihadapan mata Intan.”Dia sudah pergi, cepat sekali,”kata Intan. Yang melihat Sandra yang pergi menggunakan sihir pindat tempat.
Tapi intan yang melihat Sandra merasa ada rasa rindu.”Kenapa aku memikirkan Sandra, belum lama dia pergi,”kata Intan yang kembali fokus untuk menyelesaikan halaman belakang.
Aktu terus berjalan Intan yang telah selesai merapikan halam belakang. Kini bisa bersantai dan membersihkan dirinya yang sudah terkena tanah dan rumpu yang sebagian menempel. Intan melihat kalau hari sudah berancak sore. Dari balik jendela kecil yang dimana Intan telah selesai mandi. Intan berjalan ke arah dapur dan mencari bahan apa yang dia bisa gunakan. Tapi karena tidak ada bahan lagi Intan ingin segera pergi.
Tapi tiba-tiba awan yang tadinya cerah berubah menjadi mendung dan hujan turun.”Ya hujan,”ucap Intan yang menatap kearah langit yang mendung.
__ADS_1
“Tadi cerah kenapa menjadi mendung ya. Cuaca yang tidak bisa ditebak,”kata Intan yang kembali masuk. Intan yang hanya bisa menggunakan bahan yang ada untuk makan malam. Tapi di tempat lain Sandra yang sudah sampai di hutan terlarang. Melihat para dewa yang sedang siaga.
“Apa yang kalian lakukan?,”ucap Sandra yang mendekat.
“Sandra kamu sudah datang ya. Tapi apa itu ulah kamu,”kata dewa api.
“Untuk apa aku membuka portal yang terhubung ke dunia manusia disini tanpa menutupnya,”kata Sandra.
“Jika kamu ingin keluar cepatlah. Apa maksud kedatangan kamu datang ke sini? Kamu tidak disambut di dunia monster ini. Ketua kedua dari para penghianat kaum manusia,”ucap Sandra. Yang merasakan aura yang tidak asing dan membuat Sandra ingin membunuhnya.
Orang yang sama membunuh orang tuanya dan dia yang memiliki jiwa dari penjaga dunia bumi.”Aku kira siapa yang menatangku sampai tahu siapa aku,”kata ketua kedua.
“Bukan itu tidak penting untuk anda. Tapi kenapa ketua dari para penghianat bisa membuka portal. Apa lagi secara diam-diam?,”kata Sandra. Ketua kedua hanya tersenyum dan berjalan keluar dari poral. Yang kemudian portal itu kembali tertutup.
“Untuk apa kalian waspada kepadaku. Aku hanya ingin melihat dunia monster ini. Tapi tidak aku sangka bisa berubah dan mendapatkan aura kehidupan kembali,”kata ketua kedua.
“Cukup hebat juga kamu yang tahu tentang apa yang kami lakukan. Sandra atau juga seorang penguasah di dunia manusia yang telah menoleh kerja sama dengan kami,”kata ketua kedua. Sandra yang menepuk tangan sambil wajah dia tersenyum.”Hebat juga kamu tahu siapa aku tuan,”kata Sandra.
“Tapi jika kamu datang hanya ingin mencari masalah. Maafkan aku aku harus mengusir anda dari tempat ini segera,”kata dari Sandra.
“Tidak bisa semudah itu kamu bisa membunuhku,”kata ketua yang sudah ada dibelakang Sandra. Sandra yang tidak terkejut dengan pemindahan ketua kedua hanya bisa berjalan santai.
“Kamu tidak terlalu khawatir yang dengan diriku,”kata ketua kedua.
“Untuk apa khawatir dengan anda. Kalau saja ketua ketiga saja sudah binasah. Kemampuan kalian yang tidak bersih mudah sekali untuk dihancurkan. Tapi alasan apa kamu datang ke sini,”kata Sandra.
__ADS_1
“Alasan apa aku datang ke sini. Kamu tidak perlu tahu. Yang aku inginkan adalah nyawa kamu, kamu itu pengganggu dari rencana kami,”kata Ketua yang siap untuk menusukkan pedang ke arah Sandra. Tapi Sandra yang menyadari hawa pembunuh dari ketua kedua dengan cepat dia menghindar.
“Apa kamu tidak bisa sabaran sedikit. Aku baru saja datang, tapi kamu sudah siap untuk membunuhku. Tapi apa yang kamu rencanakan tidak akan bisa terjadi,”ucap Sandra yang tadi santai berubah menjadi dingin. Akar yang dikendali oleh Sandra sudah ada dibelakang ketua kedua. Kapan saja bisa melilit ketua kedua dan membunuhnya. Tapi belum sempat Sandra menyerrang ketua kedua melihat kebelakang dan menghindar.
“Mencoba kabur ya. Tapi apa kamu bisa kabur dengan mudah,”kata Sandra yang sudah membuat segel formasi kematian. Dimana posisi formasi itu tepat dimana ketua kedua menginjakan kakinya. Saat dia menghindar dari serangan akar pohon yang dikendalikan oleh Sandra.
Ketua kedua yang merasakan aura yang berbeda di tempat dia berdiri. Melihat ke bewah dan dia sangat terkejut dengan formasi yang dipasang oleh Sandra.”Kamu bagaimana kamu bisa melakukannya,”kata ketua kedua.
“Apa yang kamu katakan, aku tidak dengar,”kata Sandra. Waktu yang bersamaan formasi diaktifkan dimana ketua kedua tersegel dalam formasi kematian.”Kasihan,”ucap Sandra.
“Bukan kamu terlalu kejam Sandra,”kata dewi angin.
“Kejam apa.Kalian tidak tahu, dia yang sudah membuat kalian menderita. Untuk apa kalian kasihan dengan orang yang sudah mati,”kata Sandra.
“Kami tidak kasihan dengan orang itu. Tapi rumput yang ada disana, mereka jadi kenah cipratan darah dari orang jahat itu,”ucap dewa air yang menyiramkan air dimana ada bercak darah.
“Maaf aku lupa memindahkan dia. Habis kesal aku melihat wajah dia,”kata Sandra.
“Tapi Sandra lama kelamaan kamu tambah kuat saja. Tapi kapan kamu akan menikah,”ucap Dewa tanah.
“Kapan ya, jika dia sudah mau menerima aku apa adanya,”kata Sandra.
“Sudah aku duga dia akan menuggu lagi,”kata dewa api.
“Kalian sedang taruhan ya,”kata Sandra yang melihat mereka dari wajah yang bahagia sampai ada yang sedih karena gagal taruhan. Tapi pada saat yang sama mereka dengan kompak berkata tidak kepada Sandra yang masih ada di hutan terlarang.
__ADS_1
“Kamu mau pergi kemana,”kata dewa tanah. Mata para dewa juga melihat ke arah Sandra karena dia hendak mau pergi.
“Aku akan pergi ke titik tertinggi untuk membuat formasi portal agat tidak kemasukkan kecoa lagi,”kata Sandra.