Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 145


__ADS_3

Mila hanya tersnyum kepada Intan dan langsung menatap ke arah bayi kecilnya.”Aku memberi nama dia Teli. Bagaimana cantik bukan?,”ucap Mila yang langsung menggendong Teli.


Dimana Tera juga ada disampingnya juga ikut mentap Teli bayi kecil pertama mereka berdua. Intan yang mendengar dan melihat kehangatan mereka berdua ikut senang.”Bahagianya melihat kalian bisa tersenyum seperti itu. Tapi kondisi Teli baik-baik saja bukan dengan kondisi iklam di dunia monster,”kata Intan.


“Kamu tidak usah khawatir Teli sudah melewati masa kritisnya dan sudah menyesuikan diri. Tapi Intan apa benar kamu tidak ada masalah,”ucap Tera.


“Aku tidak masalah jika memang ada aku bisa menyelesaikan dengan sendirinya. Tapi apa ada kabar dari Sandra,”kata Intan. Tera hanya mengegelengkan kepalanya saja, sampai  Edwna datang menghampiri mereka bertiga.


“Kalian ada disini ternyata,”kata Edwan yang bersama dengan  Morgan dan Petra.


“Kakak kalian baru saja selesai bertugasa,”kata Mila kepada kedua kakaknya yang datang bersama dengan Edwan.


“Ada apa kalian datang ke sini apa da masalah dengan misinya,”ucap Tera kepada Edwan yang ada disampingnya.


“Tidak ada hanya saja Intan apa kamu baik-baik saja tadi malam,”kata Edwan.


“Aku kenapa tadi malam,”ucap Intan yang tidak tahu apa yang sudah terjadi. Mila yang mendengar melihat ke arah Intan dengan wajah gelisah.”Kamu tidak usah khawatir aku baik saja, hanya tikus saja yang mengganggu jalanku saja,”kata Intan.


“Syukurlah jika kamu baik-baik saja. Tapi kenapa mereka mencari kamu Intan,”kata Edwan.


“Kamu tanya aku tanya kepada siapa aku saja tidak tahu kenapa mereka mencariku,”kata Intan.


“Jadi kamu tidak tahu kenapa mereka datang mencari kamu. Tapi bagaimana dengan mereka sekarang,”kata Morgan.

__ADS_1


“Untuk apa kamu mencari mereka berlima yang sudah tidak ada,”ucap Intan.


“Bagaimana mungkin,”ucap Petra. Intan yang hanya diam saja sampai mereka mulai terdiam kembali. Dimana saat mereka sedang bersantai seteleh pembicarana yang menyakitkan. Penjaga toko datang menghampiri Intan yang sedang duduk bersama kawan dari Sandra.


“Permisi nona ada tamu yang ingin bertemu dengan anda. Mereka sudah ada di ruang tamu,”ucap penjaga toko. Intan hanya tersenyum saja dan berpamitan kepada mereka untuk masuk ke dalam rumah. Dimana tamu sudah menuggu di ruang tamu.”Maaf tuan menuggu lama, tapi ada keperluan apa anda datang menemui saya bukan iranta,”kata Intan yang melihat wajah yang duduk.


“Nona Intan bisa kita bicara dengan santai dulu,”kata reternir.


“Apa yang ingin kalian bicarakan denganku. Apa ini masalah Iranta yang berutang kepada kamu lagi setelah lunas utang pertama,”kata Intan yang duduk didepan reternir. Intan yang duduk didepannya menuggu reternir itu mmebuka mulut.”Sepertti yang kamu rencanakan dan kamu duga Iranta meminjam uangnya lagi,”kata reternir.


“Jadi,”kata Intan yang masih tidak tahu alur pembicaraannya.


“Bukan kamu sudah tahu kalau Iranta akan meminjam utang dengan uang yang lebih besar lagi. Tapi karena itu juga aku melakukan sesuai dengan apa yang kamu katakan saat aku bertemu dengan kamu. Tapi apa benar kamu kali ini tidak ingin membayar pinjaman itu nona Intan,”kata reternir.


“Saya tahu tapi jika dia menolak. Apa yang harus aku lakukan,”kata reternir.


“Apa yang harus kamu lakukan sama dengan mereka yang tidak ingin membayar. Menurut kamu apa yang akan terjadi setelah ini,”kata Intan yang tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Iranta.


“Kamu sebagai keluarganya tidak akan perduli dengan apa yang akan terjadi dengan Iranta nanti jiak dia tidak bisa membayar utangnya,”kata reternir yang sedang memastikan kondisi.


“Aku tidak akan perduli. Aku hanya akan melihat saja dari jauh. Kamu lalukan saja seperti biasa kamu menagih utang kepada mereka yang berutang,”kata Intan dengan santai. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan reternir itu segera pergi dari tempat Intan. Intan yang melihat ke luar jendela kalau tamu yang datang juga sudah pergi. Karena hari sudah malam, dimana toko juga harus tutup dnegan semua dagangan sudah habis terjual. Semua karyawan yang sudah selesai bekerja dan membereskan semuanya pergi meninggalkan tempat Intan.


Intan hanya ada di rumah bersama dengan kedua pengawal yang menjaganya.”Nona apa anda mau teh,”ucap penjaga pertama.

__ADS_1


“Boleh,”kata Intan memandang keluar jendela dengan langit malam yang sudah berubah warna.


Penjaga pertama yang sudah menbawa tehnya pergi ke arah Intan duduk. Dimana Penjaga kedua juga ada di dekat Intan.”Kalian berdua duduklah dikursi yang kosong. Bukan kalian harus beristirahat,”kata Intan. Mereka berdua langsung duduk setelah teh dan cemilan disajikan di atas meja.


Dimana mereka bertiaga bisa bersantai hanya untuk sesaat.”Nona apa nona tidak merindukan Sandra,”kata penjaga kedua.


“Menurut kamu bagaimana. Dia sibuk aku juga sibuk mau bagaimana lagi,”kata Intan.


“Apa yang nona khawtairkan pasti ada solusinya nanti,”kata Penjaga pertama. Intan hanya tersenyum saja kepada mereka berdua. Sambil menikmati teh di sore hari yang menuggu malam tiba.


Tapi di tempat lain dimana Iranta yang sedang mengadakan pesa di rumahnya denga biya yang dia pinjam kepada reternir. Pesta berjalan sangat meriah sampai ada tamud ari kalangan atas datang hanya untuk mencari informasi, pasangan hidup dan hanya ingin mencari makanan gratis saja.


Iranta yang sangat senang malam itu dengan wjaah cantiknya dan menawan semua  ruangan yang penuh dengan keindahan. Iranta yang juga mencari maksa untuk dia bisa mendapatkan kejayaannya. Sampai malam tiba pesta selsai Iranta yang sudah menandai beberapa laki-laki untuk dia jadikn mangsanya. Sementara orang tuanya yang sudah pisah dengan Iranta juga hidup dengan sederhana dengan lahan yang mereka miliki tanami beberapa sayuran.


Kadang kala orang tuanya  Intan juga mencari bekerjaan lagi saat dimana tanaman yang mereka taman belum tubuh. Seiringan waktu mereka sudah mendapatkan uang yang cukup untuk menjalankan bisnis mereka sendiri. Orang tua Intan yang sudah berubah dan Iranta yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan mendapatkan musibah.


Kalau tunangannya sudah tahu kalau Iranta memiliki utang yang banyak dan belum dibayar. Karena merasa dirugikan tunangannyayang suka dengan Iranta membatalkan pertunangannya. Iranta yang kembali ke nola dan selalu di kejar oleh reternir dan penagih utang yang lain.


“Bagaimana bisa aku yang harus membayar semua ini harusnya Intan yang membayar,”kata Iranta dengan tumpukan utang yang dia dapatkan. Sementara sebagian dari para pekerja memundurkan diri karena sudah tidak bisa bertahan lama di tempat Iranta.


Iranta yang tidak mau semua usahnya sia-sia datang mencari Intan. Iranta dengan wajah kesalnya memnaggil Intan. Tapi di jegah oleh penjaga dan penjaga toko yang membuat Iranta tidak bisa masuk ke dalam rumah. Intan yang melihat dari balik jendela hanya bisa melihat saja. Sampai Iranta mengamuk dan menghancurkan semua perabotan yang ada. Tapi pada saat yang sama penagih datang ke arah Iranta.


“Nona Iranta mana uangnya yang sudah anda janjikan. Ini sudha jatuh tempo,”kata penagih kedua.

__ADS_1


__ADS_2