
Pocky yang tahu akan kejadian ini hanya bisa memanggil peliharaan dia untuk datang. Karena dia harus menyusul Sandra yang sudah pergi lebih dulu. Hanya dengan satu panggilang Elang datang. Dimana Pocky juga segera pergi setelah menyelesaikan musuh didepannya. Tapi dari tempat Pocky pergi ada si kembar Pil dan Pol.
“Dia sudah tahu kalau akan kejadian seperti ini ya,”ucap Pil. Pol yang melihat ke arah Pil yang saling menganggukan. Karena mereka juga mau pergi kesuatu tempat yang berbeda dengan mereka berdua yang pergi ke arah yang sama”Pergi sekarang,”ucap Pol.
“Pergi saja,”ucap Pil. Mereka berdua yang sudah membuka identitas mereka yang sudah lama disembunyikan. Tapi pada saat yang sama Fros yang merasakan aura Pil dan Pol hanya melihat saja didepan matanya. Saat mereka berteleportasi dimana Fros hanya menghela nafas saja.
“Tiga orang pergi ya, mau kemana lagi sekarang,”ucap Fros.
“Mau bagaimana lagi kalau mereka berdua pergi,”ucap Fresthe.
“Hai kakak, kamu sudah selesai dengan musah itu,”ucap Fros.
“Sudah tapi kenapa kamu hanya diam saja mereka pergi, tidak ingin menghalangi mereka,”kata Fresteh.
“Mau menghalangi bagaimana? Kalau pimpinan kita sudah merencanakan untuk pergi ke lubang dimensi itu sendiri dengan naganya sementara Pocky yang sudah tahu akan rencana Sandra. Hanya bisa pergi dari belakang. Untuk Pil dan Pol mereka pergi ke lembah laut monster,”ucap Fros.
“Kenapa kalian tidak menghalangi Sandra pergi jika kalian sudah tahu dia akan pergi,”kata Jaya dari belakang. Fresthe dan Fros yang mendengar suara Jaya menoleh sambil tersenyum.
“Hai Jaya kenapa kamu ada di sini. Bagaimana dengan kondisi kamu apa kamu baik saja?,”cuap Frethe yang mengganti topik. Tapi Jaya hanya melihat tajam saja kepada mereka sampai semua datang ke tempat mereka.
“Jangan mengalihkan topik. Apa kalian sudah tahu kemana kakakku akan pergi,”ucap Jaya dengan tajam.
“Jaya sudah untuk apa kamu bersikap kasar seperti itu,”kata Jami.
“Bagaimana aku tidak berkata seperti itu. Kakakku pergi begitu saja apa lagi kondisi dia dalam keadaan tidak baik,”kata Jaya.
“Apa maksud kamu tentang racun?,”ucap Saga.
“Bagaimana kak Saga tahu?,”ucap Jaya.
__ADS_1
“Aku tahu kondisi dia tidak baik. Tapi melihat dia bisa memanggil naga dengan cepat kurasa kondisi dia sudah lama mengendalikan racun itu,”ucap Saga.
“Tapi dari pada itu tiga orang lagi kemana?,’ucap Saga yang tidak melihat Pocky, Pil dan Pol.
“Mereka pergi ke lembah laut monster untuk pil dan Pol.Tapi kalau untuk Pocky aku tidak tahu kemana dia,”ucap Sga.
“Pocky mengikuti Sandra ke lubang dimensi bersama elang,”kata Jarmy.
“Kurasa ada banyak dari kalian menyembunyikan identitasnya ya,”kata Wati.
“Bukan kamu juga sama saja ya Wati,”kata Atik. Mereka semua hanya tersenyum saja samapi Jaya membuka mulutnya.”Jika sudah seperti ini apa kalian hendak pergi dari desa ini. Untuk pergi ke tempat tujuan asal kalian ingin pergi ke zona merah dan Hitam,”ucap Jaya.
“Jaya kamu sudah tahu semuanya ya. Tapi kenapa kamu tidak terlalu terkejut dengan identitas kami semua. Apa kamu sudah tahu identitas kita smeua dari awal,”kata Fros.
Jaya hanya diam saja sampai semua melihat ke arah Jaya.”Jaya,”ucap Richal. Jaya menoleh ke arah Richal ayah dari Revin.
“Mereka sudah kalah. Kakak kamu berpesan untuk kamu tinggal bersama kami. Untuk kawannya juga di persilakan untuk tinggal jika mau. Sandra meminta kami untui menjaga kalian semua,”ucap Richal.
“Sayang apa maksud kamu?,”ucap Jeni yang bersama dengan Revin datang dari arah lain. “Sayang kenapa kamu datang ke sini. Ini masih belum aman untuk kamu keluar,”kata Richal.
“Aku datang ke sini untuk bertemu dengan Sandra. Tapi dia pergi untuk membatu kalian, tapi dimana dia pergi sekarang,”ucap Jeni.
“Lalu naga yang datang tadi bagaimana?,”kata Revin.
“Naga tadi pegri bersama dengan Sandra. Aku juga tidak tahu bagaimana Sandra bisa memanggil naga datang ke sini,”ucap Richal.
“Sejak kapan Sandra tahu identitas kita sebagai keluarganya,”kata Jeni dalam hatinya. Jaya yang tidak tahu kalau semua ini adalah rencana kakaknya untuk pergi ke lokasi itu sendirian. Fresthe yang datang menepuk punggung Jaya.”Tidak usah khwatir dengan kakak kamu. Dia akan baik saja walaupun kita tidak ikuT. Di tambah lagi tidak hanya satu naga yang bisa dikendalikan oleh Sandra,”ucap Fresthe.
“Apa maksud kamu tidak hanya satu. Tapi sejak kapan kakakku bisa mengendalikan naga ya,”kata Jaya sambil berpikir.
__ADS_1
“Sejak awal kita pergi dia sudah bisa mengendalikan naga, hanya saja dia tidak ingin orang lain tahu. Dari kita semua yang tahu hanya beberapa orang aku Fros dan Pocky saja waktu itu,”kata Fresthe.
Setelah kejadian dimana Sandra pergi meninggalkan desa monster. Mereka bersama penduduk yang lain memulihkan desa yang sudah hancur. Jaya dengan kawan dari Sandra yang masih tinggal didesa ikut membantu membangun ulang desa yang sudah hancur. Tapi saat ada kesempatan kawan Sandra juga akan pergi menyelinap mencari apa yang mereka butuhkan.
“Jaya,”ucap Jeni dari belakang.”Bibi Jeni ada apa mencari saya,”kata Jaya yang sudah merasa nyaman dengan keluarga Bibi Jeni bersama dengan paman Richal.
“Bibi mau bicara dengan kamu bisa,”kata Jeni.
“Bisa aku akan kesana sebentar lagi,”ucap Jaya yang membersihkan dirinya lebih dulu. Setelah selesai Jaya ikut dengan bibi Jeni ke tempat dimana dia akan berkunjung.
“Tapi kita mau kemana bibi,”ucap Jaya. Jeni hanya tersenyum saja sampai mereka sampai di satu ruangan yang sudah ada Richal dan Revin disana.
“Kamu sudah datang ya Jaya. Ayo duduk,”kata Richal.
Jaya yang duduk bersama dengan mereka. Tapi dalam hati apa yang akan dibicarakan dengan Jaya membuat kepikiran.”Kamu tidak usah khawatir kami hanya ingin mengenal keponakanku saja,”ucap Richal.
“Tapi tidak biasanya bibi dan paman ingin bicara dengan diriku. Apa ini ada kaitannya dengan kak Sandra yang sudah tahu bibi dan paman,”kata Jaya.
“Itu benar salah satunya,”ucap Revin yang membuka mulutnya.
“Baiklah aku akan mengatakan jika itu yang aku ketahui. Tapi jika aku tidak tahu aku hanya akan diam saja tidak apa-apakan,”ucap Jaya.
“Tidak masalah. Apa yang ingin kami ketahui mungkin sedikit kamu tidak ketahui,”ucap Jeni. Jaya hanya menganggukan saja sampai mereka bertanya apa yang ingin mereka tanyakan kepada Jaya.
“Kamu tahu identitas bibi sejak kapan. Lalu untuk Sandra bagaimana?,”kata Richla.
“Kalau aku tahu identitas bibi saat Richal membuka mulutnya saat aku tidur dikamar dan saat melihat wajah bibi yang sama dengan album foto. Kalau untuk kak Sandra aku tidak tahu sejak kapan dia sudah tahu tentang kalian,”ucap Jaya.
Mereka bertiga hanya diam saja sampai pertanyaan berikutnya datang.”Lalu untuk penyusup yang datang dan para mosnter. Apa kamu sudah tahu akan kedatangan mereka?,”ucap Richla.
__ADS_1