
Dalam diri Sandra kenapa dia tidak kembali ke rumah karena ada dua hal yang mengharuskannya pergi ke dua dunia yang berbeda. Tapi intan didepan Sandra yang berbeda tetapi auranya sama dengan Intan yang dia rindukan. Membuat Sandra ingin menjaganya. Di dalam lamunan itu Sandra yang melihat langit tanpa berkata apa-apa pada Intan.
“Kenapa kamu diam saja?,”ucap Intan.
“Emeng kamu tanya apa sampai kamu melihatku,”ucap Sandra yang berpura tidak tahu.
“Jangan bohong aku tahu kamu berbohong. Cepat jawab kenapa kamu tidak tinggal di rumah tapi keluyuran saja. Apa tidak ada kerjaan yang bisa kamu lakukan di rumah,”ucap Intan yang sedikit kesal.
“Aku memang tidak bisa tinggal karena pekerjaanku yang mengharuskanku untuk pergi keluar. Jika kamu mau. Kamu bisa menjadi nyonya dari rumahku,”kata Sandra yang tersenyum.
“Aku tidak mau. Aku saja tidak kenal kamu,”kata Intan yang tidak ingin menbebani Sandra yang baru saja dia kenal.
“Kenapa tidak mau. Aku akan menjaga kamu, apa kamu masih ingin tinggal di rumah ini seperti budak yang tidak di kasih sayang,”kata Sandra. Intan hanya diam saja mendengar perkataan Sanrda. Kalau dirinya juga tidak mau diperlakukan berbeda dengan kakaknya yang selalu disuruh melakukan apa saja. Tapi Intan tahu mereka melakukan itu karena kakak cantik dan aku tidak.
“Jika aku boleh mengatakannya. Kamu itu cantik hanya saja kamu tidak ingin lepas dari bayangan kakak kamu,”kata Sandra yang berdiri.
“Jika kamu berubah pikirkan kamu bisa menghubungiku melalu alat komunikasi itu. Sebut saja namaku aku akan datang menjemput kamu,”kata Sandra yang langsung pergi meninggalkan Intan. Intan yang sendirian setelah kepergian Sandra.”Tapi ini apa ya,”ucap Intan yang tidak tahu dengan alat yang diberikan oleh Sandra.
Tapi dibalik Intan sedang berbincang dengan Sandra kakaknya melihat mereka. Membuat kakak Intan merasa iri dan ingin mendapatkan laki-laki yang ada disamping Intan.”Siapa laki=laki itu aku ingin mendapatkannya,”ucap Iranta kakak dari Intan. Yang cantik dan banyak laki-laki menggoda dia.
__ADS_1
Iranta yang diam-diam melihat adiknya Intan bersama dengan Sandra ingin membuat rencana untuk nasih hidupnya berubah.”Aku harus mendapatkan alat komunikasi itu. Aku akan taklukkan laki-laki itu. Jangan harap Intan bisa bahagia, yang harus bahagia itu aku,”ucap Iranta dengan niat tidak baiknya.
Iranta yang merasa dirinya berbeda dengan orang lain. Karena kondisi keluarga yang miskin dan selalu mendapatkan ejekkan dari kalangan atas. Membuat dia iri dan merasa tidak suka sampai akhirnya dengan wajah cantinya dia bisa mendapatkan apa saja. Tanpa Iranta bersusah payah bekerja.Karena ada adiknya Intan yang bisa melakukan semuanya karena wajahnya yang tidak cantik. Orang tua mereka juga memilih Iranta yang cantik dan bisa diandalkan untuk mengubah nasibnya. Tapi sebaliknya Intan hanya mendapatkan kebencian dari orang-orang. Tidak hanya kebencian Intan juga harus melakukan kerja keras untuk menghidupi keluarganya.
“Kenapa aku merasa apa yang dikatakan oleh Sandra membuat aku sedih ya,”ucap Intan. Tapi Iranta yang melihat Intan merasa ingin menghancurkan Intan. Di saat Intan sedang berpikir Iranta datang menghampiri Intan.”Apa yang kamu lakukan disana, ini sudah malam. Sana tidur jangan lupa besok kamu harus kerja,”ucap Iranta yang dingin dan tidak suka dengan Intan adiknya.
“Kakak kenapa kakak ada disini. Aku hanya menghirup udara segar saja nanti juga aku masuk ke dalam,”kata Intan yang sedikit terkejut dengan kedatangan Iranta. Iranta yang dengan tajam melihat ke arah tangan Intan barang yang diberikan oleh Sandra.
Tapi karena dia tidak ingin rencananya ketahuan Iranta mengurungkan niatnya untuk mengambil barang tersebut. Karena Iranta berpikir belum waktunya barang yang dibawa oleh Intan dia ambil sekarang. Iranta yang masuk ke dalam lebih dulu disusul oleh Intan. Tapi mata Intan masih saja sedikit melirik ke arah belakang.
“Apa dia berkata benar,”ucap Intan. Tapi Intan tidak boleh terlalu percaya dengan Sandra yang belum dia kenal.”Aku harus fokus jangan sampai aku terlena oleh bujukkan Sandra,”kata hati Intan. Intan yang sudah masuk ke dalam kamar berbaring dan menutup mata. Tapi tanpa disadari Intan dan Iranta. Sandra melihat mereka sedang berbincang.
“Jadi itu kakak Intan yang cantik. Melihat wanita itu sama saja dengan mawar hanya ingin kekayaan saja. Aku tebak dia akan mengambil alat komunikasih itu dari Intan,”kata Sanrda.
“Ini sangat melelahkan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Melihat dunia ini yang sudah muali tercampur dengan para monster dna kondisi yang sudah berbeda pada dunia yang dulu aku kenal. Sampai kapan semua ini akan terus berlanjut,”ucap Sandra.
“Apa yang kamu gumankan Sandra,”kata Lotto mendekat.
“Lotto kamu datang untuk apa ke sini. Dimana Edwan,”ucap Sandra memandang luar jendela.
__ADS_1
“Ketua sedang mencari informasi akdemik yang baru saja dibangun. Tapi Sandra apa kamu akan datang ke pernikahan Tera dan Mila,”ucap Lotto. Dimana Mila dan Tera yang sudah bertungan untuk waktu yang lama setelah kejadian yang lalu terjadi. Kini mereka berdua bisa menikah dengan orang yang tepat.
“Tentu saja, bukan Edwan juga aka hadir pada waktu itu,”kata Sandra.
“Iya sih. Tapi ada laporan yang masuk tentang perusahaan mantan istri kamu yang mengalami krisis. Di datang ke perusahan yang bekerja sama dengan kita untuk membantu mereka. Apa yang harus aku lakukan sekarang,”kata Lotto sambil membaca datanya.
“Soal wanita itu ya... siapa saja jangan membantu bisnis mereka. Jika ada yang yang melanggar kerja sama mereka dengan perusahan kita akan dibatalkan secara sepihak. Kamu mengerti,”ucap Sandra. Yang ingin melihat dia menderita karena sudah membuat dirinya. “Hukuman yang ringan ya,”ucap Lotto.
Selesai dengan agenda yang ada diperusahan Sandra sempat berjalan-jalan berkeliling kota dengan wajah yang berbeda. Dimana dunia yang memiliki sisi yang tidak bisa di terima oleh kebanyakan orang. Dunia yang dimana yang berkuasa akan menjadi pemimpin. Tapi dunia yang tidak memiliki apa-apa akan menjadi budak.
“Dunai sudah kacau,”ucap Sandra yang berjalan menuju tempat militer tentara. Dimana dia selalu di tugaskan oleh Pet melakukan hal yang berbahaya. Tapi sekarang Sandra sudah tahu siapa Pet itu adalah penghianat.
“Kapan dunia ini akan berakhir ya,”kata Sandra. Melihat seorang budak di seret dan diperlakukan seperti binatang. Tapi pada satu tempat dimana Sandra melihat suatu hal yang tidak asing. Dimana budak dijual untuk mendapatkan uang.
“Sudah kacau,”ucap Sandra.Sampai Edwan dari belakang datang melaporkan hasil pemantauan.
“Bagaimana hasilnya apa mendapatkan sesuatu?,”ucap Sandra yang sudah tahu kehadiran dari Edwan.
“Seperti yang anda tebak mereka melakuan uji coba kepada budak yang tidak memiliki apa. Tapi ada kabar juga kalau Leo terlibat dalam uji coba tersebut,”kata Edwan.
__ADS_1
“Bukan usaha mereka sebentar lagi akan bangkrut ya. Tapi kenapa masih saja ingin melakukan kerja sama yang tidak penting ini ya,”kata Sandra.
“Sekarang bagaimana Sandra?,”ucap Edwan.”Awasi saja dulu sampai waktunya tiba. Kumpulan semua informasinya dengan hati-hati, tinggal sedikit lagi kita bisa melihat sisi lain dari dunia ini,”ucap Sandra.