Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 77


__ADS_3

Morgan dan Petra yang terkejut karena Sandra tahu Mila yang diserang oleh Monster. Tapi mereka berdu yang belum lama mengenal Sandra hanya bertanya dalam pikiran mereka.”Bagaimana dia  tahu tentang penyerangan itu. Siapa dia sebenarnya,”hati kecil Morgan dan Petra.


Sandra yang menatap kedua orang itu hanya bisa menghela nafas saja sampai Tera masuk bersama dengan Mila.”Apa yang kalian bicarakan sampai serius itu?,”ucap Mila yang berjalan masuk bersama dengan Tera.


“Bos ini laporan kondisi saat ini,”ucap Tera berjalan ke arah Sandra. Dimana Tera memberikan laporan kepada Sandra. Sandra yang dengan santai membaca laporan minggu ini. “Ternyata kehilang sedikit saja ya,”ucap hati Sandra.


Tapi Sandra yang melihat laporannya ada yang sedikit aneh.”Ternyata masih ada tikus yang bertahan,”ucap Sandra. Tera yang mendengar itu langsung menyerahkan laporan lain untuk masalah yang terjadi barusan. Sandra yang dengan santai hanya bisa mengamati dan memperhatikan bawahannya bekerja.”Aku suka dengan rencana ini. Lakukan dengan baik jangan sampai ada kesalahan lagi,”ucap Sandra yang telah membaca laporannya.


‘Stop,”ucap Mila di tengah pembicaraan.”Ada apa lagi kamu masuk?,”ucap dingin Sandra.


“Aku hanya ingin bertanya. Apa yang kalian bertiga bicarakan tadi sampai serius,”ucap Mila.


“Jadi kamu mengganggu hanya ingin tahu apa yang kami bicarakan. Tanyakan saja kepada kedua kakak kamu saja. Sekarang jika kamu tidak ada urusan lagi cepat keluar. Ada data dan laporan yang harus aku periksa,”ucap Sandra mulai memeriksa hasil kerja bawahannya.


“Kenapa kamu masih bersikap dingin Sandra,”ucap Mila yang membentahkan tangan di meja kerja Sandra. Tera yang melihat langsung membawa Mila keluar.”Maaf yang bos istriku sedikit kepo,”ucap Tera. Sandra tidak berkata apa-apa hanya langsung menjalankan tugas yang sudah dia kerjakan.


Morgan dan Petra yang juga ikut keluar bersama dengan Mila.”Kenapa kamu bersikap seperti itu Mila,”ucap Morgan.


“Itu kakak apa yang kakak bicarakan dengan dia disana tadi,”ucap Mila.


“Kami hanya membicarakan tentang akademik saja dan membicarakan tentang kamu yang diserang. Bagaimana Sandra bisa tahu tentang monster itu?,”ucap Morgan.


“Jadi kakak penasaran dengan itu,”ucap Mila.


“Iya apa kamu bisa katakan kepada kedua kakak kamu ini,”kata Morgan.


“Aku bisa ceritakan kepada kakak. Tapi apa hanya itu saja yang kalian bicarakan,”ucap Mila dengan menatap tajam.


“Iya,”ucap Petra.


“Baiklah aku akan ceitakan kepada kakak,”ucap Mila yang kembali tersenyum. Tapi pada saat yang sama Mila mendapatkan pukulan lembuat dari Tera. Karena dia sudah bersikap tidak sopan kepada Sandra.

__ADS_1


Mila yang mendapatkan hukuman hanya bisa tersenyum. Sampai mereka berempat menuju cafe yang ada diseberang. Tera yang meminta bawahannya untuk memberikan laporan kepada Sandra. Di dalam cafe mereka mulai duduk dan memesan cemilan dan minuman.”Jadi Mila kapan kamu akan menceritakannya,”ucap Petra.


“Sabarlah kakak. Tapi kenapa kakak ingin tahu tentang kejadian waktu itu,”ucap Mila.


“Mungkin itu ada kaitannya dengan Akdemik yang sudah bekerja sama dengan perusahan ayah kamu,”ucap Tera.


“Apa?,”ucap Mila yang sedikit terkejut. “Apa itu benar kakak,”ucap Mila menatap ke arah kedua kakaknya.


“Itu benar. Tapi kamu jangan terlalu khwatir,”ucap Morgan. Mila yang menghela nafas dan mulai bercerita soal kejadian waktu itu dimana dia bertemu dengan Sandra dan Intan. Dimana mereka berdua melawan para monster. Morgan dan Petra yang sudah mendengar cerita dari adiknya merasa. Kalau Sandra menyembunyikan banyak hal. Sampai mata mereka berdua tertuju kepada Tera.


Tera yang menyadari itu hanya berkata,”Maaf aku tidak bisa mengatakan lebih jauh. Jika kamu ingin tahu lebih baik kamu tanyakan kepada Sandra saja. kenapa dia bisa ada disana.”


Morgan dan Petra hanya bisa menghela nafas.”Bagaimana kami bisa bertanya kepada dia?,”ucap Petra.


“Kenapa tidak bisa kalau kalian mau membuat janji aku bisa jadwalkan,”kata Tera.


“Bukan itu karena dalam dua hari lagi kami harus kembali ke camp,”ucap Morgan.


“Itu benar. Jadi tidak bisakah kalau kamu memberitahukan kami saja apa yang Sandra ketahui tentang dunia ini. Lalu bagaimana dia bisa tahu semuanya. Siapa dia sebenarnya?,”ucap Morgan.


“Dia adalah Sandra, tidak ada yang lain. kenapa kalian ingin tahu tentang dunia ini. Apa ada yang terjadi saat kalian melakukan tugas lapangan,”ucap Tera.


“Jika iya apa kamu akan mengatakan kepada kami berdua,”ucap Petra.


“Tidak. Karena belum waktunya kalian tahu,”ucap Tera. Tapi pada saat yang sama Mila melihat ke luar jendela dan melihat Mawar bersama dengan leo.”Bukan dia Mawar dan Leo ya. Tapi mereka berdua bersama siapa ya disana,”ucap Mila sambil berpikir.


“Apa yang kamu lihat Mila,”ucap Morgan yang ada didepannya.


“Itu dia,”ucap Mila sambil menunjukan ke arah luar.


“Bukan itu Mawar dan Leo kenapa mereka bisa bersama dengan pihak akademik,”kata Tera. Yang langsung menghubungi Sandra yang ada di ruangannya. Sandra yang saat itu sedang melihat keluar jendela menatap ke arah bawah.”Mereka datang lebih cepat ternyata,”ucap Sandra.

__ADS_1


Tapi pada saat yang sama Tera menghubungi Sandra yang melihat keluar jendela.”Ada apa Tera?,”ucap Sandra melalui telepon.


“Mereka datang bersama dengan Mawar dan Leo,”ucap Tera.


“Jadi mereka datang bersama dengan dua pengacau,”ucap Sandra.


“Apa peluh aku panggil Edwan saja?,”ucap Tera.


“Tidak usah biarkan saja mereka masuk ke dalam,”kata Sandra. Yang sudah tahu niat mereka datang untuk membantu perusahan Sandra yang dalam krisis. Tapi mereka masih belum tahu kalau perusahan sudah melewati masa krisis.


“Sandra,”ucap Mawar yang masuk begitu saja.bawahan Sandra yang sudah melarang mereka masuk tetap masuk merobos.”Maaf bos mereka masuk dengan paksa,”ucap bawahan.


“Tidak apa-apa kalian bisa melanjutkan kerja kalian,”ucap Sandra. Dimana Sandra masih duduk santai.”Kami masih saja sombong Sandra, bukan perusahaan kamu dalam masa kritis ya. Apa kamu perluh bantuan kami berdua,”ucap Loe yang berjalan mendekat.


“Apa yang bisa kalian berikan kepadaku sampai percaya diri seperti itu,”ucap Sandra.


“Tentu saja kami bisa memberikan modal kepada kamu,”ucap Leo sambil menyombongkan dirinya.


“Seberapa besae kalian akan membantuku. Tapi pasti kalian minta imbalan bukan dunia ini tidak ada yang gratis,”ucap Sandra yang sudah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh mereka berdua.


“Aku suka kamu yang langsung ke intinya Sandra,”ucap Mawar.


“Tapi yang kami inginkan adalah apa yang kamu miliki,”kata Mawar lagi.


“Apa yang aku miliki, seperti apa itu?,”ucap Sandra yang mengikuti alur dari permainan mereka.


“Itu adalah perusahan kamu dan jantung kamu saja,bisakan,”ucap Mawar dengan wajah dingin dan penuh kebencian.


“Kalian memang bisa mendapatkan apa yang sudah aku bangun dan sudah aku miliki. Kalain tidak tahu malu yang ternyata. Aku sunggu malu bertemu dengan mantan istriku yang masih saja sama seperti dulu dan tidak berubah,”ucap Sandra.


“Tapi dengan kondisi kalian. Apa mungkin kalian bisa mendapatkan apa yang kalian inginkan,”ucap Sandra lagi yang berdiri dari kursinya.

__ADS_1


“Kamu tidak usah sombong Sandra. Kami sudah tahu kalau perusahan kamu dalam masa kritis,”ucap Leo. Dimana pihak akademik yang dibawa oleh Mawar dan leo menyerahkan satu kontra kerja sama. Sandra dengan santai membaca isi kontar dan tersenyum yang kemudian dia merobek kertas itu di depan mereka.”Maaf aku tidak butuh bantuan kalian, pergilah darai tempat ini sekarang juga. Kalian datang hanya membawa bau yang tidak sedap,”ucap Sandra smabil tersenyum ramah yang menyembunyikan wajah liciknya.


__ADS_2