
Tapi wajah Sandra yang terlihat biasa saja tidak bisa di prediksi oleh dewa penghakiman.”Kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak ingin mengatakannya,”ucap dewa penghakiman. Sandra menghela nafas dan menatap ke arag dewa penghakiman.
“Apa yang kamu ingin tahu dariku,”ucap Sandra.
“Apa kamu sama dengan mereka yang juga orang tua kamu campuran antara dewa dan kalanga rendah,”ucap dewa penghakim.
“Aku berbeda dengan mereka. Aku mendapatkan kekuatan dewa ini karena orang tuaku telah menghidupkanku dengan dewa dari dunia lain,”ucap Sandra.
“Apa yang kamu maksudkan aku tidak paham,”ucap dewa penghakim.
“Maksudnya aku dari kalangan rendah dan saat aku kecil aku mengalami kematian karena ada serangand ari dunia lain. Orang tuaku yang tidak ingin kehilangan datang untuk bertemu dengan dewa kehidupan dari dunia lain untuk membantu aku bisa hidup lagi. Seperti itulah ceritanya. Tapi untuk lanjutnya aku tidak bisa mengatakannya,”ucap Sandra.
“Jadi kamu dari kalangan berbeda kamu dapat karena kasihan dari dewa kehidupan begitu. Pantas saja aura kamu sangat berbeda dengan dia,”ucap dewa penghakim sambil melihat ke orang asing.
“Kenapa kamu melihatku. Dia memang berbeda,”ucap orang asing.
“Apa yang kamu maksud kalau dia berbeda,”kata dewa penghakiman.
“Bukan tadi dia sudah mengatakan kalau dunia dia pernah diserang oleh dunia lain,”ucap orang asing.
“Itu benar. Apa yang kamu kataan ada benarnya. Tapi bagaimana bisa dunia kamu diserang,”kata dewa penghakiman.
“Kenapa itu bisa terjadi. Kenapa kamu tidak tanya pada dewa pencipta dan dewa cahaya yang sudah kamu cari,”kata Sandra.
“Tunggu dulu. Bagaimana kamu bisa tahu soal dua dewa yang aku cari,”kata dewa penghakim yang sedikit curiga dengan perkataan Sandra.
“Aku akan mengatakannya tapi tidak malam ini. lihat itu dua orang dibawa itu bukan Wildan dan Naun,”ucap Sandra. Orang asing dan dewa penghakim yang melihat ke arah luar jendela.”Itu benar, tapi kenapa dia ada disana,”kata orang asing.
“Mereka datang karena ada aura dewa yang tidak dikenal disekitar ini,”ucap dewa penghakiman.
“Itu bukan kami bukan,”kata orang asing.
__ADS_1
“Kurasa bukan,”kata Sandra. Setelah mereka saling memandang satu sama lain sampai kedua orang itu merasakan hawa keberadaan mereka yang ada didalam gedung perpustakaan.
“Wildan itu mereka di dalam perpustakaan,”ucap Naun.
“Kita masuk ke dalam. Sebelum mereka menyadari keberadaan kita,”kata Wildan. Mereka berdua masuk ke dalam perpustakaan dan menghampiri mereka bertiga.”Kalian baik-baik saja,”ucap Naun.
“Kami baik saja. Tapi kalian kenapa ada di sini,”kata orang asing.
“Itu karena kami merasakan cahaya dewa didekat sini. Tapi apa kalian tidak melihat cahaya itu,”ucap Wildan. Dewa penghakim dan orang asing hanya diam saja tapi saat mereka semua melihat ke arah Sandra.
“Kamu menyembunyikan sesuatu ya Sandra,”kata orang asing.
“Bukan begitu aku hanya tidak ingin bilang sekarang. Bagaimana jika sekarang kita tidur dulu. Baru besok aku akan mengantar kalian ke suatu tempat,”kata Sandra.
“Apa itu benar,”ucap orang asing dengan mata tajamnya.
“Kenapa kamu melihatku seperti itu. Apa kamu masih saja tidak suka denganku,”kata Sanrda.
“Kalian berdua bermusuhan,”ucap Naun.
“Bukan bermusuhan, hanya saja dia ingin jantungku dari awal. Tapi karena kita terjebak di satu tempat yang sama kita saling damai hanya untuk saat kita tinggal disini saja,”kata Sandra.
‘Itu benar. Kalian tidak usah tahu apa yang aku benci darinya. Aku hanya ingin cepat keluar dari tempat ini saja,”kata orang asing.
“Bukan sudah aku bilang kalian tidak akan mudah keluar dari tempat ini. kecuali ada yang dari dunia kalian membuka duni ini,”kata dewa penghakim.
“Itu sih mudah bagi saya. Tapi tidak tahu untuk orang itu saja,”kata Sandra.
“Tunggu jika kami bisa kembali kenapa kamu masih ada disini,”kata orang asing.
“Kenapa aku masih ada sini. Karena aku sedang mencari tahu sisi lain dunia.Bukan kamu tahu apa yang aku lakukan selama ini. Tapi aku juga ingin datang kedunia kamu. Jika aku sudah tahu,”kata Sandra.
__ADS_1
“Kamu hanya darah yang mengalir darah berbeda apa kamu tidak sakit saat menjelajah dunia lain itu,”kata dewa penghakiman.
“Tidak, seperi yang kamu katakan aku berbeda dengan yang lain. Tapi untuk apa kita bahas ini. Aku akan tidur dulu aku sudah lelah,”ucap Sandra yang mencari tempat untuk dia tidur.
“Kalian masih saja santai. Setelah melihat monster itu. Tapi bagaimana kalian bisa hidup disinikan ada racun,”kata Wildan.
“Itu kami tahu dari dia. Jadi tidak usah khawatir. Kami sudah membaik,”kata Dewa penghakiman. Mereka yang sudah melihat Sandra tertidur dan malam juga masih panjang mereka bersantai tanpa memperdulikan monster. Dimana diluar ada monster yang sudah berkeliaran. Tapi mereka masih saja santai seperti tidak terjadi apa-apa.
Malam berganti pagi Sandra yang sudah bangun sedang menyelusuri rak buku dimana malam itu Sandra terbangun dari tidurnya. Setelah semua orang sudah tertidur. Karena itu Sandra sudah membaca semua buku yang ada di dalam gedung perpustakaan. Tapi masih ada dua atau tiga buku yang sulit untuk dicernak oleh Sandra.
“Apa kamu lakukan?,”kata Wildan.
“Kamu sudah bangun. Aku sedang mengisi pagiku dengan buku ini,”kata Sandra.
“Kurasa kau suka dengan buku tersebut ya. Tapi itu sangat sulit untuk dipahami jika hanya satu kali membaca,”kata Wildan.
“Itu benar makanya aku membaca ulang bukunya,”kata Sandra. Wildan yang tersenyum kepada Sandra sampai mereka yang tertidur mendengar suara mereka.”Apa yang kalian lakukan disana,”kata Orang asing.
“Apa yang kami lakukan itu bukan urusan kamu,”kata Sandra.
“Kenapa kamu ingin mencari masalah lagi,”ucap orang asing.
“Siapa juga yang mau cari masalah. Tapi apa kalian sudah bangun semua,”ucap Sandra.
“Iya kami sudah bangun semua. Tapi kenapa Sandra,”kata Naun.
“Bukan kemarin malam aku sudah bilang kalau. Aku akan menunjukan tempat yang kalian cari,”kata Sandra.
“Apa sekarang kita pergi ke tempat itu,”kata dewa penghakiman. Sandra hanya menganggu dan mulai berjalan. Dimana mereka mengikuti Sandra dari belakang. Mereka yang tidak tahu kemana Sandra akan membawanya hanya mengikutinya saja. Sampai di satu bangunan kuno mereka hanya terdiam, tapi Sandra masuk ke dalam.”Itu tempatnya yang ada pohon besar putih disana,”kata Sandra menunjuk tempatnta.
Mereka yang tidak tahu kalau ada pohon besar berwarna putih ada disana.”Sejak kapan kamu tahu ada pohon besar Sandra,”kata orang asing.
__ADS_1
“Sejak semalam. Untuk jelasnya aku tidak bisa mengatakannya. Tapi apa kalian tahu disana ada yang menarik loh,”kata Sandra yang tersenyum ramah. Tapi dari senyum ramah itu menyembunyikan sesuatu. Mereka berempat yang merasa waspada dengan sikap Sandra yang sedikit aneh.”Ayo kita kesana. Tenang saja tidak ada jebakan atau monster disana,”ucap Sandra yang berjalan lebih dulu. Mereka yang masih ragu mesih terdiam.Tapi dewa penghakim merasakan ada aura yang tidak asing disana. Karena penasaran dia berjalan mengikuti Sandra.