
Setelah pertemuan yang tidak diduga itu. Sandra yang merasa kalau ada yang tidak beres dengan apa yang terjadi mencari tahu.”Tapi siapa dia ya?,”ucap Sandra yang masih tidak tahu. Tapi dari sikap dia yang mengenal dirinya pasti dia salah satu dari orang itu. Sandra yang kembali ke tempat dewa kehidupan yang sudah selesai dengan bayangan kegelapan.”Apa sudah selesai,”ucap Sandra dari belakang.
“Kamu dari mana saja sampai tidak muncul,”kata dewa kehidupan.
“Aku menyelesaikan beberapa urusan tapi bagaimana dengan yang dibawah sana apa sudah selesai,”kata Sandra yang melihat kalau kedua pihak sudah berdamai.
“Mereka sudah selesai dan membuat perjanjian,”kata dewa kehidupan.
“Jadi selesai ya,”Ucap Sandra.
“Kamu mau kemana,”kata dewa kehidupan yang melihat kalua Sandra hendak membuka portal ke dunia lain.
“Mau kemana lagi pulanglah. Disini telah selesai dan tidak terjadi masalah. Masak aku harus tinggal disini juga itu tidak mungkin bukan,”kata Sandra yang melambaikan tangannya. Dimana Sandra masuk ke dalam ruang dan waktu menuju dunia monster. Untuk melihat Intan yang sudah beberapa hari ini sudah tidak melihatnya.
“Bagaimana kabarnya ya?,”ucap Sandra yang telah masuk ke dalam ruang dimensi yang menghubung dunia monster. Tapi di tempat lain Intan yang menjalankan kehidupan sederhananya telah mulai menaman sayuran dan bibit bunga. Tapi sambil menuggu hasil panen Intan juga menjual kue yang dia buat.
“Intan,”ucap salah satu pembeli didesa.
“Iya,”ucap Intan dengan ramah.”Apa kue yang kamu bawa masih ada. Aku ingin membelinya,”kata salah satu pembeli.
“Masih,”ucap Intan yang menunjukkan kuenya yang masih ada.
“Aku beli kue ini tiga ya,”kata pembeli yang memberikan uang kepada Intan. Intan yang menaruh kuenya di satu wadah yang bisa menampung kuenya. Selesai membungkus kuenya dia berikan kepada pembeli.”Terima kasih sudah mau membeli kuenya, datang lagi yang nyonya,”ucap Intan.
“Iya nanti aku akan beli lagi. Habis kue yang kamu buat sangat enak Intan. Kenapa kamu tidak buka toko kue saja,”kata pembeli.
“Rencananya mau begitu. Tapi kumpulkan uang dulu untuk modal,”kata Intan.
“Aku tunggu toko kamu ya Intan,”ucap pembeli yang segera meninggalkan Intan. Karena hari sudah beranjak sore dan kuenya sudah hampir habis. Intan istirahat di dekat taman, belum sempat duduk ada yang datang dan membeli kue Intan yang masih tersisa.
__ADS_1
Intan yang sangat senang dengan hasil jualannya yang sudah habis merasa senang. Intan yang duduk di taman melihat bunga yang sudah bermekaran.”Indahnya,”kata Intan. Tapi ada bayangan di pikiran Intan yang membuat dia kepikiran Sandra.”Bagaimana kabar dia ya?,”kata Intan.
Sandra yang sudah kembali ke dunia monster mendapat panggilan dari dunia manusia. Sandra yang tidak tahu kenapa perusahaannya memanggi dirinya.”Ada masalah apa lagi ini?,”ucap Sandra. Yang tadinya ingin bertemu dengan Intan jadi tertunda lagi. Sandra menghubungkan portal dunia bumi dan dunia monter. Tepat di kamar Sandra ia pergi. Melihat kondisi luar kamar yang sedikit aneh. Membuat Sandra keluar untuk bertemu pengurus rumah Ja.
“Tuan muda anda sudah datang,”ucap pengurus rumah Ja.
“Apa yang sedang terjadi di rumah?,”ucap Sandra.
“Beberapa hari yang lalu pihak akademik datang. Menghancurkan bagian dari vila,”kata pengurus rumah Ja.
“Apa jadi mereka sudah bertinda,”ucap dari Sandra yang menghela nafas.
“Tapi tidak ada yang terluka bukan,”ucap Sandra lagi.
“Tidak ada tuan muda. Tapi mereka ingin datang lagi sampai bertemu dengan tuan muda. Soal kerja sama mereka yang tidak di terima,”kata pengurus rumah Ja.
“Iya tuan muda,”kata pengurus rumah Ja.
“Apa kamu sudah bilang kepada Lotto dan Edwan,”kata Sandra.
“Sudah saya sampaikan,”kata pengurus rumah Ja. Sandra yang berjalan kelur vila merasakan hawa yang tidak asing yang sama dengan orang yang di dunia sihir yang ia temui.
“Tuan muda Sandra. Bagaimana dengan kerja sama yang kami tawarkan. Apa anda akan menolakkanya,”ucap ketua kesembilan.
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya,”kata Sandra dari samping telinga ketua kesembilan.
“Tidak kita baru saja bertemu. Ini pertama kalinya,”kata ketua sembilan yang tersenyum.
“Pertama ya,”kata Sandra. Merasa kalau orang didepannya adalah orang asing itu.”Kenapa anda melihat saya seperti itu. Apa ada yang membuat tidak suka dengan penampilan saya,”kata ketua sembilan yang tersenyum. Tapi di balik senyum itu memiliki rahasia yang disembunyikan.
__ADS_1
“Tidak,”ucap Sandra yang berjalan melewati ketua sembilan. Tapi ketua kesembilan menghentikan Sandra yang melewatinya.”Anda mau kemana?,”ucap ketua sembilan.
“Aku akan pergi ke perusahaan. Jika kamu ingin membahas kerja sama itu. Sebaiknya besok saja,”kata Sandra yang langsung melepaskan tangan ketua kesembilan. Tanpa berpikir panjang Sandra segera pergi meninggalkan ketua kesembilan.
Sandra yang sudah masuk ke dalam mobil mulai melaju. Tapi ketua kesembilan yang hanya melihat saja tersenyum.”Kamu kira kamu bisa lepas Sandra,”ucap ketua sembilan.
Sandra yang sudah sampai di perusahan langsung masuk. Dimana Sandra berjalan menuju ruangannya, tapi suasana yang ada didalam kantor sedikit berbeda.”Tera kamu sudah kembali. Apa yang sedang terjadi disini?,”kata Sandra sambil berjalan.
“Bos sistem perusahan kita diserang,”ucap Tera.
“Diserang oleh siapa,”kata Sandra.”Setelah kita membatalkan kerja sama kita dengan pihak akademik. Banyak masalah yang terjadi di perusahan. Dari sistem keaman dan penjualan yang tidak stabil,”kata Tera menjelaskan.
“Apa semua ini adalah ulah mereka agar kita melakukan kerja sama dengan mereka,”kata Sandra.
“Saya rasa itu benar,”ucap Edwan sambil memberikan lembaran kertas. Sandra membaca isi lembaran yang diberikan kepada Edwan. Setelah membaca datanya dan apa yang sudah terjadi Sandra sudah tahu kalau yang menyerang adalah pihak akademik dan musuh dari perusahan. Setelah melihat kondisi perusahan Sandra mulai berkerja. Dimana barang yang seharunya diluncurkan pada tahun besok harus diajukan lebih cepat.
“Edwan batalkan kerja sama kita dengan lima perusahan ini. Mereka yang sudah membuat saham perusahan kita menurun. Tera mulai membuat kontrak baru dengan perusahan yang berkerja sama dengan perusahan kita. Lotto aku ingin kamu mengawasil pihak akademik dan perusahan yang tidak suka dengan perusahan kita,”ucap Sandra yang dengan santai dalam bertindak.
Waktu terus berjalan sampai satu minggu telah berlalu. Dimana perusaha mulai stabil kembali. Mereka yang sudah bekerja keras sudah bisa santai kembali. “Akhirnya sudah selesai juga,”ucap Tera.Sandra yang melihat mereka yang sudah berkerja keras hanya bisa menatap Jendela ruangan kerjanya saja.”Dia mau melawan,”ucap hati Sandra.
“Apa yang kalian sedang pikirkan?,”ucap Mila yang membawa makanan.
“Mila,”ucap Tera yang jalan mendekat ke istrinya.”Mila kamu datang ke sini ada apa?,”ucap Tera lagi setelah dia ada disamping Mila.
“Aku membawa makanan untuk kalian. Pasti kalian sudah lelah bukan mengurusi krisis perusahaan yang sedang terjadi. Tapi aku tidak sangka kalau perusahaan ini bisa melewati masa kristis dengan baik,”ucap Mila.
“Kamu kira perusahan ini hanya mainan saja. Yang tidak bisa menyelesaikan krisis yang sedang terjadi,”ucap Tera dengan lembut menepuk kepala Mila.
“Maaf,”ucap Mila.
__ADS_1