Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 32


__ADS_3

Jaya yang tidak asing dengan orang itu langsung mengingat kalau orang didepan dia. Adalah salah satu dari pembunuh kakek yang sudah diselidiki oleh Jaya selama ini di akademik.”Untuk apa kamu datang ke sini. Apa kamu ingin membunuh kakakku?,”ucap Jaya.


“Kamu benar aku datang untuk melihat kapan dia bisa mati karena racun yangs udh ditanamkan di dalam dirinya,”kata musuh.


“Racun, kamu kira dengan racun itu kakakku akan mati dengan mudah. Jangan berharap tinggi,”ucap Jaya. Tapi pikirannay juga sedikit terkejut kalau kakaknya terkenal racun. “Tapi sejak kapan?,”hati Jaya.


Tapi pada saat yang sama dia juga melihat didepanya.”Kenapa apa kamu sedang kepikiran tentang kakak kamu. Tapi bagaimana kamu bisa tahu kalau dia adalah kakak kamu yang belum pernah kamu temui,”ucap musuh yang sudah ada dibelakang Jaya. Jaya merasakan kehadiran dari musuh kakeknya juga segera menghindar.


“Kmau hebat bisa menghindar, tapi yang aku incar itu bukan kamu. Tapi melainkan adalah kakaka kamu yang tidak berdaya,”ucap musuh yang siap menusukkan pedan di tubuh Sandra. Tapi musuh tidak menyangka kalau ada penghalang yang sudah dipasang oleh Jaya. Musuh terpental karena pelindung yang dipasang. Tapi Jaya yang melihat ada kesempatan mulai bergerak dimana dia terpental.


“Kamu kali ini harus mati,”ucap Jaya yang siap menembaskan pedang ke arahnya. Tapi kawan yang bersamanya menghalangi Jaya yang membuat Jaya harus mundur dulu.”Kamu ingin membunuhku tidak akan mudah seperti itu,”ucap musuh.


Jaya hanya bisa mengehla nafas. Tapi karena itu juga sudah ada dua orang yang sudah dikalahkan oleh Jaya. Pada saat dua orang lain membantu pimpinan mereka.”Kata siapa juga yang mau membunuh kamu. Lihat di sana sudah ada dua darah yang mengalir. Kamu kira aku hanya berfokus ke kamu saja,”kata Jaya berjalan melewatinya dengan senang hati.


“Aku tahu kamu ingin membunuh kakakku karena dia bisa mengendalikan pelindung itu bukan,”ucap Jaya.


“Tapi apa denga kakakku saja apa bisa. Tidak bukan,”kata Jaya lagi. Tapi pimpinan dia sadari tiga orang yang melindunginya sudah terkena racun saat terbentur dengan senjata Jaya.


“Kamu sombong juga ya Jaya. Tapi kakek kamu sudah mati karena melindung kamu, kasihannya,”kata musuh.


‘Kasihan tidak pantas keluar dari mulut kamu. Tapi karena kamu datang dengan sendirian, aku juga tidak bisa menahan emosiku bukan,”ucap Jaya yang melepaskan segel pertama yang dia pasang pada dirinya. Seperti angin Jaya sudah ada didepan musuh dan mulai membunuhnya dengan cepat sampai pada pimpinan.

__ADS_1


Jaya ingin menusuk tapi bisa dihindar oleh pimpinan musuh. Dia terlihat terkejut dengan Jaya yang sudah berbeda pada saat dia mengawasinya.”Bagaimana kamu sedikit terkejut dengan perubahanku,”kata Jaya di sampingnya. Tapi pimpinan musuh juga menghindar sampai mereka berhadapan.


“Kamu selama ini menyembunyikan semuanya ya,”ucap pimpinan musuh.


“Kalau iya apa kamu marah. Tidakka, karena kamu juga akan mati ditanganku,”ucap Jaya yang mulai menyerang dia tanpa rasa kasihan.


Tapi di tempat lain kawan Sandra yang lain juga sedang bertarung dengan imbang dengan musuh sampai mereka berpencar. Revin bersama orang tuanya yang mendengar ada keributan terbangun.”Ada apa sayang kenapa terdengar suara ribut-ribut di luar,”ucap Jeni.


“Bair aku lihat,”kata Richal. Tapi saat Richal membuka pintu sudah ada pengawal dari tempatnya yang sudah tergeletak dengan penuh luka.


“Kalian berdua tatap didalam Revin kamu jaga ibu kamu dengan baik,”ucap Richal yang segera pergi dari kamar. Mereka berdua yang tidak tahu apa yang sedang terjadi merasa gelisah.”Kita harus segera bertemu dengan Jaya dan Sandara, Rivan,”ucap Jeni yang khawatirkan mereka berdua.


“Baik bu, tapi ibu harus tetap bersama Rivan ya jangan jauh-jauh,”kata Rivan.”Ibu mengerti, ayo segera pergi dari sini segera,”kata jeni.


“Sampai kapan kamu terus bicara kamu kira desa ini tidak ada persiapan untuk melawan dan mempertahankan tempat mereka,”kata Jaya.


“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu lihat ya. Tapi apa kamu tidak sadar kalau pertahanan mereka melemah karena penyerangan para monster,”ucap Musuh sambil menyerang. Mereka yang saling beradu satu sama lain sampai akhinya mereka membuka satu tembok karena perkelahian mereka.


“Tapi kamu lengah Jaya,”ucap musuh yang sudah menyiapkan satu hadiah lain. Jaya yang melihat sekira dan menatap ke araj Sandra. Tapi Jaya terkejut karena dari jauh tercium bau darah dantikda hanya itu saja. Hawa keberadaan moster,”Kamu!.”


“Bukan sudah aku katakan kalau ada hadiah lain yang menuggu,”kata musuh berbangga diri dengan rencananya.

__ADS_1


Tapi Jaya yang melihat dari segala arah kalau para kakak juga sedang berkelahi dengan mereka. Sementara yang lain sedang menhadapi gelombang kedua dari para monster.”Kakak tolong segera bangun,”ucap Jaya dalam hati kecilnya.


Tapi pada saat yang sama Jaya juga harus berkonsentrasi dengan pembunuh kakeknya. Karena dalam kondisi terdesak Jaya hanya bisa mengeluarkan semua senjata yang ada di dalam ruang penyimpanan. Tapi pada saat itu Jaya memberikan telepati kepada rekan kakak untuk menggunakan senjata yang akan datang ke arah mereka.


Awalnya mereka tidak percaya dengan ucapan Jaya. Tapi melihat kondisi yang tidak menguntungkan mereka karena musuh lebih kuat dari mereka. Membuat dia tidak bisa bertahan dengan senjata yang ada ditangan mereka. Tapi mereka sangat terkejut dengan senjata yang datang setelah mereka mendapatkan telepati dari Jaya.


Karena sudah pada posisinya senjata yang sudah diberikan kepada Jaya.”Kurasa aku sudah bisa lega dengan satu hal sekarang,”ucap Jaya yang melihat kalau mereka mendapatkan senjata yang diberikan.


Tapi masih ada hal yang membuat Jaya kepikiran.”Bagaimana dengan para monster ya?,”ucap hati Jaya. Tapi pada saat yang sama Sandra terbangun dari istirahatnya membuka matanya. Tapi pemandangan yang dilihat oleh Sandra adalah perkelahian dan aura yang penekan dari para monster.


Sementara ditempat Revin dan Jeni yang hendak pergi ke kamar Sandra dan Jaya. Di hadang oleh para penyusup. Revin yang dengan sikap melindungi Jeni disampingnya.”Anak campuran lumayan juga,”ucap musuh. Tapi Sandra yang sudah terbangun mendengar perkataan itu disaat dia melihat kondisi yan sudah kacau balau.


“Anak campuran,”ucap Sandra dari belakang musuh. Tapi tanpa ragu Sandra langsung memenggal kepala musuh dihadapan Revin dan jeni.”Maaf membuat kalian ketakutan, tapi apa yang sedang terjadi disini,”ucap Sandra yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Kami juga tidak tahu tapi kurasa ada penyusup yang datang ke sini. Tapi bagaimana dengan kondisi kamu,”kata Revin.


“Kondisi ku sudah sedikit baik,”kata Sandra tapi sebenarnay kondisinya tidak dalam kondisi baik. Tapi merasakan hawa monster membuat dia harus terbangun dari istirahatnya.”Tapi kenapa kalian datang ke sini bukan bersembunyi,”ucap Sandra.


“Kami datang karena ibuku ingin bertemu dan melihat kondisi kamu,”cuap Revin.


“Halo nyonya. Maaf membuat anda gelisah, tapi saya baik saja dan izinkan saya untuk membantu para penduduk di luar sana,”kata Sandra dengan ramah.

__ADS_1


“Tapi bagaimana dengan kondisi kamu, pasti tidak akan baik kalau kamu mulai bergerak bukan,”kata Jeni.


__ADS_2