Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 102


__ADS_3

Dewa penghakiman yang tahu akan kondisi yang dialami hanya bisa diam saja.”Kamu tidak ingin bertanya lagi,”ucap orang asing.


“Bertanya apa, jika nanti akan membuat kalian sedih,”kata dewa penghakim.


“Sedih,”ucap mereka berdua. Dewa penghakim yang mendapatkan perkataan yang sama hanya bisa diam saja.


“Kenapa kamu diam saja. Apa ada hal yang membuat kamu khawatir,”kata Sandra.


“Tidak hanya saja apa yang kamu lihat apa itu benar,”kata dewa penghakiman dengan informasi yang dia dapatkan.


“Kenapa masih bingung dengan apa yang sudah kamu dapatkan. Aku sih tidak masalah dengan mereka yang membenciku,”kata Sandra.


“Tapi apa kamu tidak takut jika raja dewa murka dan membunuh orang terdekat kamu. Atau malah mereka akan menhancurkan dunia kamu,”kata dewa penghakim.


“Untuk soal itu sudah ada persipakan. Mereka juga tidak akan bisa masuk ke dalam dunia yang sudah aku bangun. Tapi dunia yang sudah hancur itu urusan lain cerita,”kata Sandra.


“Kenapa kamu yakin sekali dengan semuanya,”kata Dewa penghakim.


“Jelaslah dia yakin dengan semuanya. Karena sudah semua mahkluk menincar nyawa dia,”kata orang asing.


“Apa,”kata dewa penghakim yang sedikit terkejut.


“Kamu tidak usah terlalu terkejut. Karena semua itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu,”kata Sandra.


“Kalian sudah berapa lama bermusuhan,”ucap dewa penghakim.


“Sudah berapa lama kami sudah bermusuhan. Aku juga tidak tahu berapa lama, coba kamu tanya dia saja mungkin dia bisa menjawab semua pertanyaannya. Karena semua itu berawal dari dia bukan aku,”kata Sandra.


“Kenapa dariku, bukan ini berawal dari kaum kamu yang sudah membuat kami harus berdebat,”kata orang asing.


“Apa yang kamu katakan apa ini ada kaitannya dengan akdemik yang sudah membuat kehancuran,”kata Sandra.


“Mana aku tahu,”ucap orang asing.

__ADS_1


“Kamu tidak tahu. Ya sudahlah,”kata Sandra. Dimana dewa penghakim yang mendengar hanya bisa diam saja.”Kalian tidak pernah akur. Tapi hari ini akur,”ucap Dewa penghakim.


“Itu jelas karena masalah pribadi,”kata mereka berdua. Dewa penghakim hanya tersenyum saja ke arah mereka. Sampai mereka merasakan aura yang sama dengan pohon bersar di pulau apung.”Perasaan apa ini,”kata orang asing.


“Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi perasaan ini sama dengan saa kita di pulau apung,”kata Dewa penghakiman. Mereka berdua langsung menatap ke arah Sandra yang dengan santainya berjalan ke arah aura tersebut. Tapi Dewa penghakiman dan orang asing menghentikan langkah Sandra.


“Kenapa kalian menghalangiku,”kata Sandra.


“Itu karena kami mengikuti kalian. Jadi kami ingin tahu kamu membawa kami kemana,”kata orang asing.


“kemana kita akan membawa kalian, bukan kalian sendiri yang mengikutiku. Aku tidak memaksa kalian ikut denganku dari awal loh,”kata Sandra dengan santai.


“Aku tahu kamu pasti akan berkata seperti itu. Tapi bisa tidak kamu katakan dulu sebelum menjawab,”ucap orang asing.


“Bukan tadi kamu tanya dan sudah aku jawan. Kalau aku sedang mencari pohon besar. Kenapa kamu plin plan sih,”kata Sandra yang sedikit kesal.


“Kapan,”kata orang asing.”Kurasa aku juga mendengar perkataan itu tadi,”kata dewa penghakiman.


“Dia saja mendengarnya. Kenapa kamu lupa hayo,”kata Sandra yang tetep berjalan.


“Itu benar,”kata Sandra.


“Tapi bagaimana kamu bisa tahu soal dimana pohon besar itu berada,”kata dewa penghakiman.


“Itu hanya firasat saja. Karena sama dengan dunia lain pasti ada dewa penjaga dunia ini bukan. Setiap dunia juga akan sama, termasuk di dunia ini,”kata Sandra.


“Tapi bukan kita sudah bertemu pohon besar saat pertama kita datang dan bertemu dengan dewa. Kenapa ada pohon besar kedua,”kata orang asing sambil berpikir.


“Itu pohon milik dewa yang dihukum, bukan milik dewa penjaga dunia kegelapan,”kata Sandra.


“Bagaimana kamu bisa yakin?,”kata orang asing.


“Itu ada hal yang tidak bisa aku katakan sekarang. Karena ada mata yang melihat kita, bukan kamu sudah sadar kalau kita diawasi selalu. Itu membuat aku selalu waspada,”kata Sandra.

__ADS_1


“Itu cukup aneh. Tapi kalian hanya darah campuran dan bukan dewa tapi kalian bisa merasakan kehadian orang lain dan bisa bertahan dengan aura dewa murni,”kata dewa penghakiman.


“Itulah keistimewaan dari darah campura. Berbeda dengan kalian yang hanya tahu satu hal saja,”kata orang asing.


“Aku tidak tahu itu,”ucap dewa penghakiman. Tapi Sandra yang melihat hanya tersenyum saja sambil menggeleng kepalanya. Orang asing yang melihatnya hanya bisa menatap tajam Sandra. Dimana Sandra seperti tahu apa yang dia katakan untuk tidak memberitahukan kepada dewa penghakiman.


Sandra yang kembali berjalan dimana pohon besar itu ada. Tidak lama kemudian mereka sampai Sandra yang melihat merasa nyaman dan dimana dia langsung berbaring didekat pohon besar. Karena lelah dia langsung menutup mata. Dewa penghakiman yang melihat sikap Sandra yang santai saja hanya bingung.


“Jangan pikirkan dia. Dia memang seperti itu jika sudah lelah,”kata orang asing.


“Kamu sudah mengenal lama Sandra ya,”kata dewa penghakiman.


“Dia, ya bisa dibilang begitu. Tapi aku tidak suka dengan dia,”kata orang asing.


“Kenapa kamu tidak suka apa dia sudah membuat kamu tersinggung,”kata dewa penghakiman.


“Bukan begitu aku tidak suka itu karena dia dari kalangan manusia. Yang sudah membuat dunia lain hancur,”kata orang asing.


“Dunia lain hancur, apa yang kamu katakan. Yang aku ketahui dunia lain tidak hancur dan tidak ada pemberitahuan yang lain kalau ada yang menyerang dunia lain,”kata dewa penghakiman.


“Apa yang kamu katakan. Bagaimana bisa kamu tidak tahu dengan dunia lain. Dari mana informasi yang kamu dapatakn. Duniaku dari bawah neraka saja  sudah hancur karena serangan dari dunia lain. tapi tidak hanya dunia bawah neraka saja. Duna moster dan dunia sihir, dunia pedang dan dunia lain juga hal yang sama. Tapi bagaimana bisa kamu yang dewa tidak tahu. Itu cukup aneh,”kata orang asing sambil berpikir.


“Apa yang kamu katakan itu benar. Jika kamu ingin tahu kebenarnya tanya saja Sandra dia yang sudah menyaksikan dunia bumidi bantai oleh dunia monster yang sudah dihancurkan oleh mereka dulu. Tapu dia Sandra bisa membuat dunia monster kembali pulih. Dia juga yang sudah membuat dua pihak yang kacau bisa dikendalikan saat dunia sihir,”kata orang asing.


“Tunggu dulu kapan kejadin itu terjadi. Aku sama sekali tidak mendapatkan informasi apa-apa,”kata dewa penghakim.


“Kurasa dunia dewa juga terdapat masalah juga.  Pantas saja Sandra ingin masuk ke dunia dewa,”kata orang asing.


“Kamu mengetahui apa sampai berwajah seperti itu,”kata dewa penghakiman


“Mengetahui apa yang bagian mana,”kata orang asing yang siap pada posisinya untuk berbaring.


“Kamu mau tidur setelah kamu berkata seperti itu kepadaku,”kata dewa penghakim. Orang asing hanya tersenyum saja dan dengan santai dia berkata,”Kita lanjut besok saja saat Sandra telah bangun. Aku sudah lelah. Selamat malam.”

__ADS_1


“Apa,”kata dewa penghakim yang tidak bisa berkata apa-apa. Melihat mereka yang sudah berbaring dengan santainya mereka tertidur. Apa mereka tidak terlalu waspada apa. Helaan nafas dewa penghakim yang membuat dia tidak bisa berpikir dengan informasi yang dia dapatkan.”Sebenarnya apa yang sudah terjadi denga dunia ini,”kata hati kecil dewa penghakiman.


__ADS_2