
Iranta yang tidak bisa berkata lagi hanya bisa mengganti topik pembicaran saja. Iranta yang tidak tahu apa topik yang dia lontarkan akan berguna untuk dia atau tidak. Tapi setelah mendengar jawaban dari Intan, iranta tersenyum dan mencoba menuduh Intan bersengkokol dengannya untuk menghancurkan didirnya dan orang tuanya.
“Kamu jahat Intan kamu tahu tapi kamu tidak bilang kepadaku. Aku selama ini tertipu oleh permainan kalian. Kamu adik yang tidak memiliki perasaan ya Intan,”ucap Iranta yang kembali berdrama didepan semua orang. Intan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas.
“Apa yang kalian lakukan sini ramai sekali,”ucap Sandra yang saat itu sedang kembali ke dunia monster.
“Sandra kamu sudah kembali. Kenapa baru sekarang kamu kembali selama ini kamu ada dimana,”kata Intan yang menghampiri setelah mendengar suara Sandra. Sandra yang dengan tangan terbuka memeluk Intan didepan semuanya. Iranta yang melihat itu sedikit syok melihat Sandra.
“Kamu penipu,”ucap Iranta.
“Penipu apa yang membuat adiknya bekerja setiap hari dan uang kalian selalu gunakan setiap saat. Karena wajah Intan jelek, kalian juga pilih kasih karean kedua putri kalian yang berbeda satu cantik dan satu jelak. Kalian memilih anak cantik kalian dengan lembuat seperti harta. Tapi setelah melihat anak jelek kalian lakukan seperti budak.Apa itu sudah cukup untuk kalian,”kata Sandra yang membela Intan saat dia tiba ke dunia Monster.
Iranta dan orang tuanya yang mendengar tidak bisa berkata apa-apa lagi.”Jika kalian masih belum puas aku juga bisa memberikan bukti kepada kalian yang mencoba membunuh Intan anak kalian sendiri,”kata Sandra.
“Kami tidak membunuh anak kami, kamu pasti salah sangka dengan kami,”ucap ayah Iranta yang sedikit gemetar.Iranta yang tidak bisa berkata lain hanya bisa menundukan kepalanya. Tapi iranya yang tidak ingin semuanya hilang hanya bisa membuat kebohongan yang lain.
“Tapi kalian juga menipuku dan kamu pernah tidur denganku. Apa kamu tidak mau mengakuinya, bagaimana mungkin kamu tidak ingin bertanggung jawab Sandra,”kata Iranta yang sedih.
“Bertanggung jawab apa aku saja tidak pernah menyentuh sehelai rambut kamu saat kita bersama,”kata Jack.
“Apa maksud kamu bukan kamu itu Sandra yang menyembunyikan wajah kamu yang sebenarnya bukan,”kata Iranta.
“Ini wajah aslinya saat itu aku menggunakan wajah bosku untuk membuat kamu menderita karena kamu sudah membuat tunangan dari bos saya marah,”kata Jack.
“Kamu jangan berbohong, aku lihat kamu menyentuhku waktu itu,”kata Iranta.
“Hai Jack apa kamu menyentuh wanita itu,”kata Edwan.
__ADS_1
“Mana mungkin dia masih kalah dengan istriku yang sekarang. Dia bagiku itu sampah yang wajahnya cantik saja tapi tidak memiliki otak,”kata Jack dengan kasar. Iranta yang mendengar perkataan Jack marah dan langsung menampar Jack di depan umum.
Jack yang melihat itu hanya bisa menahan marah dan dengan kemampuannya dia menekan Iranta dengan tatapan tajam. Tidak lupa Jack berkata kasar dengan mulutnya,”kamu itu wanita murahan sana jadi pelacur saja. Untuk apa kamu mengganggu adik kamu yang sudah bebas dari cengkraman kamu.”
Iranta yang tidak bisa berkata-kata saat Jack berkata seperi itu. Di saat yang sama Jack juga mengeluarkan semua aktifitas Iranta dengan laki-laki lain.
“Lihat saja siapa disini yang murahan dan berdosa. Kamu kira aku tidak memiliki bukti apa-apa, nikmati saja hidup kamu,”kata Jack yang melemparkan lembaran gambar didepan Iranta. Iranta yang tidak tahu hanya bisa melihat apa isi darai gambar tersebut. Setelah meliaht Iranta syok dan segera dia mengambil gambarnya.
“Kamu akan aku balas semuaya,”kata Iranta yang segera pergi. orang tuanya yang melihat hanya bisa diam saja dan tetap mengikuti Iranta dari belakang. Iranta ada disampai Intan menatap tajam.
“Akan aku ambil semua yang kamu miliki Intan. Tunggu saja pembalasanku,”kata Iranta yang pergi.
“Ya aku tunggu kamu datang lagi ke sini,”ucap Intan dengan santai. Intan yang melihat ke arah Jack yangmasih sedikit marah kepada Iranta.
“Hai Jack kamu dapat semua ini dari mana,”kata Intan yang mencari tahu.
“Bos kenapa anda kembali apa urusan anda sudah selesai di dunia dewa,”kata Edwan. Intan yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa diam saja dengan dia menatap ke arah Sandra.
“Belum aku hanya ingin melihat kondisi di sini saja. Tapi bagaimana bisa monster ini ada di sini,”kata Sandra yang melihat monster dunia lain.
“Itu karena raja yang mendatangkannya. Apa kamu masih belum selesai dengan alam semensta Sandra,”kata Intan. Edwan yang mendengar perkataan Intan sedikit terkejut dengan apa yang mereka rahasiakan.
“Intan kamu tahu dari mana semua ini,”kata Edwan.
“Aku tahu dari semuanya termasuk monster itu yang ingin membunuh semua orang di dunia ini karena perintah dari raja. Tapi aku tidak tahu raja yang mana dia pilih,”kata Intan.
“Sudahlah dia memang sudah tahu semuanya dengan kecerdasan dia yang mencari tahu tentang apa yang sudah terjadi dengan dunia ini,”kata Sandra.
__ADS_1
“Tapi aku datang ke sini melihat sudah ada perkembangan yang baik ya,”kata Sandra.
“Jadi kamu sebelum datang ke sini kamu pergi kemana,”kata Intan yang tersenyum.
“Aku bertemu dengan teman lama dulu. Tapi katakan jika aku datang kamu mau membuatkan aku kue Intan,”ucap Sandra yang menagih janji kepada Intan.
“Baiklah, tapi nanti ya kita harus selesaikan semua kekacauan yang ada di depan kita dulu,”kata Intan. Sandra hanya menganggu saja sementara yang lain sibuk membersihkan semua monster yang ada.
Setelah Itu Intan pergi masuk ke dalam dimana mereka membersihkan semua dan toko di tutup sisa dari kue yang mereka buat akan diberikan kepada para penjaga. Karena sudah membersihkan wilayah. Sandra dan Edwan yang duduk berhadapan saling berbicara. Intan yang ke belakang membuat kue yang baru untuk Sandra. Waktu terus berjalan sampai kue selesai dibuat. Intan yang membawa bersama teh mawar yang dia buat.
‘Ini kuenya Sandra dan nikmati tehnya Edwan,”kata Intan dimana dia memberikan masing-masing satu.
“Intan,”ucap Sandra yang menahan langkah kaki Intan.
“Ada apa?,”ucap Intan yang menoleh ke arah Sandra.
“Apa kamu baik saja tadi saat orang tua kamu datang dan kakak kamu,”ucap Sandra.
“Aku baik saja. Jadi kamu jangan gelisah ya,”kata Intan yang tersenyum. Sandra yang sudah melihat senyum Intan sudah merasa baikan dan melepaskan tangan Intan. Intan kembali berjalan ke belakang dimana dia mulai berkebun yang belum selesai. Karyawan yang lain ikut membantu dan sebagian lainnya ikut membantu memberian kue dan teh kepada para penjaga di luar.
“Kamu datang ke sini pasti sudah tahu dengan monster ini datang ke dunia monster ya Bos,”ucap Edwan yang menebak.
“Itu benar karena baru ini mereka menyerang, jadi aku merasa gelisah dengan dunia ini. Tempat ini butuh pengawasan tambahan aku sudah bicara kepada mereka untuk menambah pengawasan,”kaa Sandra.
“Lalu bagaimana dengan para dewa yang mencoba menerobos,”kata Edwan.
“Mereka tidak akan bisa masuk ke dalam sini,”kata Sandra yang mencoba mencicipi kue hangat yang di buat oleh Intan.
__ADS_1