
Pelindung ketiga yang bertarung dengan raja kesembilan masih belum ada hasil yang memuaskan. Karena mereka berdua hanya melihat titik terang dalam pertarungan yang mereka buat. Tapi di tempat lain penduduk lokal bersama dengan pasukan dari alam semesta sudah mulai bertarung satu sama lain. Sampai diantara mereka ada yang kalah. Penlindung pertama yang sedang berkeliling dan melihat pasukan antara kedua belah pihak diserang oleh raja ketujuh yang melihatnya.
“Mati kau,”ucap raja ketujuh. Tapi serangan yang tiba-tiba itu bisa dihindari oleh pelindung pertama.
“Kenapa kamu menyerangku tanpa berkata lain. Itu kata yang menyebalkan kalau kamu ingin aku mati bukan. Ada kata lain tidak,”ucap pelindung pertama yang santai. Pelindung pertama yang suka betarung dengan strategi meminta raja ketujuh untuk bermain cantur. Tapi raja ketuju menatap tajam ke arah pelindung pertama.
“Apa kamu takut jika tubuh kamu aku sayat,”ucap raja ke tujuh yang ada didepannya.
“Tidak, hanya saja aku ingin bermain catur saja. Apa kamu tidak mau menggunakan otak kamu dari pada fisik kamu itu,”ucap pelindung pertama.
“Bolah saja tapi ada syaratnya. Apa kamu terima tawarannya,”kata raja ketujuh yang licik.
“Apa syaratnya?,”ucap pelindung yang dengan santai masuk ke dalam perangkap musuh.
“Yang kalah harus mati. Bagaimana? Apa kamu keberatan dengan syarat yang aku minta. Jika kamu mau bermain cantur denganku,”kata raja ketujuh. Pelindung pertama dengan senang hati menganggu dan mereka menyiapkan tempat mereka untuk bermain cantur. Setelah semua siap mereka mulai bermain catur dimana formasi dan strategi dalam bermain catur mereka gunakan.
Permainan mulai dengan pelindung pertama yang maju lebih dulu.”Jangn menyesal ya kalau aku maju lebih dulu,”kata pelindung pertama.
__ADS_1
“Aku tidak akan menyesal. Tapi kamu yang akan menyesal karena sudah mau menawarkan aku bermain catur. Kamu akan mati setalah kekalahan kamu,”kata raja ketujuh yang percaya diri kalau dia akan menang. Tapi pelindung pertama tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh raja ketujuh. Dimana mereka sudah mulai dalam strategi pertarung.
Ditempat lain pelindung kedua yang berhadapan dengan raja kedelapan saling memandang satu sama lain.”Kenapa kamu memandangku?,”kata raja kedelapan.
“Emangnya tidak boleh jika aku memandang wajah kamu yang tampan. Tapi ada yang kurang dari kamunya, otak kamu agar geser,”ucap pelindung kedua.
“Apa, kamu ingin mati mengatakan itu kepadaku,”ucap raja kedelapan yang marah dan melemparkan anak panah ke arah pelindung kedua. Tapi bisa dihindari dengan mudah,malah yang mendepatakan anak panah itu adalah musuh yang ada dibelakangnya.”Kurasa serangan kamu tidak akan bisa mengenai aku,”kata pelindung kedua.
“Kamu habat. Tapi apa hanya satu anak panah saja yang aku berikan kepada kamu. Yang tidak memiliki otak,”ucap raja kedelapan yang sudah memberian panah seribuh panah cahaya.
Pelindung kedua yang melihat ke arah langit hanya bisa terdiam dan menghela nafas.”Hanya panah kecil ini dia sudah kagum dan percaya diri bisa membunuhku,”guman pelindung kedua. Anak panah mulai berjatuhan tapi pelindung kedua yang tidak bergerak sama sekali menerima dengan senang hati. Sementara raja kedelapan yang melihat itu tertawa melihat kematian dari lawanya yang tidak berkutik menghindar.
Karena dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Raja kedelapan mulai meyerang lagi, tapi bukan anak panah tapi dengan seribuh tombak. Pelindung kedua yang melihat raja kedelapan yang mengelurakn tombak hanya diam untuk sesaat. Tapi hati dari pelindung kedua bertanya,”Apa yang akan dia lakukan dengan tombak itu.”
Karena dia tidak tahu dia melihat ke arah raja kedelapan.”Apa yang ingin kamu lakukan dengan tombak itu?,”kata pelindung kedua.
“Tentu saja untuk membunuh kamu yang ada didepan aku ini. Aku tidak mungkin akan kalah dari kamu yang hanya orang rendah,”kata raja kedelapan yang dalam posis memberkan tombak kepada pelindung kedua. Tapi tombak yang akan diberikan ia lontarkan dengan sangat cepat sampai tidak ada mata yang melihat itu.
__ADS_1
Pelindung yang melihat datangnya tombak yang dilontarkan oleh raja kedelapan dia menghindar sedikit dimana tombak tidak mengenainya. Tapi tombak lain datang dengan arah yang berbeda.”Datang ke arahku anak manis,”ucap pelindung kedua.
Penlindung yang mengkeluarkan kipas dia hempaskan ke arah tombak yang datnag ke arahnya. Hanya dengan satau serangan saja. Tombak yang datang ke arahnya sudah terhenti dan berjatuhan dan terhempas ke tempat lain.”Apa ada lain yang akan kamu berikan sekarang,”kata pelindung kedua yang dengan santai mengipaskan kipas kearahnya yang marasa dirinya panas.
Sementara raja kedelapan yang melihat dengan matanya sendiri tidak percaya apa yang dia lihat.”Bagaimana bisa hanya dengan sebuah kipas kecil dia bisa menangkis semuanya dengan mudah,”kata raja kedelapan.
Tapi sata raja kedelapan sedang berguman dengan apa yang dia lihat. Pelindung kedua sudah ad adi bekalang tubuh raja kedelapan.”Apa yang kamu gumankan sampai berpikir begitu keras. Apa kamu butuh bantuan aku untuk menyelesaikan apa yang kamu pikirkan,”kata pelindung kedua yang dengan tiba-tiba menghempaskan kipas ke arahnya. Dimana ada angin yang kencang membuat raja kedelapan terpental mundur.
Tapi melihat raja kedelapan yang bisa menahan hempasan angin dari perlindung kedua membuat mereka saling bertanya sampai kapan dia akan bisa bertahan. Tapi disaat raja kedelapan terhempas oleh angin yang dibuat oleh pelindung kedua. Raja kedelapan juag sudah melemparakan seribuh jarum yang tidak terlihat ke arah lawan.
“Dia memang hebat. Tapi apa hanya ini saja kekuatan dia,”ucap pelindung kedua yang sudah menghindari semua jarum yang datang ke arahnya. Setelah hempaskan angin sudah meredah raja kedalapan segera maju kedepan di mana pelindung kedua barada. Pertarungan jarak jauh yang tidak bisa membuat hasil dia mulai membuat rencana lain dengan bertarung jarak dekat.
“Apa dia bisa menangani seranganku yang ini,”kata raja kedelapan yang mengambil pedang di ruang dimensi. Dimana raja kedelapan mulai menyerang dengan jarak dekat. Pelindung kedua yang melihat raja kedelapan menyerang dari dekat mulai bertahan.
“Apa kamu mengubah rencana kamu. Tapi apa itu akan menghasilkan apa yang kamu rencanakan,”kata pelindung kedua yang menahan semua serangan dari raja kedelapan.
“Apa kamu kira aku hanya bisa menyerang dari jauh saja, tidak. Aku bisa menyerang kamu dari jaraka dekat. Melihat wajah kamu yang tidak cantik dan tidak tampan membuat aku ingin muntah,”ucap raja kedelapan yang hendak menendang pelindung kedua.Tapi tendangan itu tingakap oleh pelindung kedua dimana kaki dari raja kedelapan terperangkap oleh tangan pelindung kedua.
__ADS_1
“Kamu berkata seperti itu apa kamu tidak sadar akan kemampuan kamu ini terlalu lemah untuku,”ucap peindung kedua yang sudah mulai bosan dengan serangan dari raja kedelapan.