
“Iya aura dewa, bukan kamu juga merasakan aura itu dari mereka berdua bukan,”kata Sandra.
Orang asing hanya diam saja sampai dewa penghakiman menatap mereka berdua.”Kalian tahu siapa mereka berdua,”ucap dewa penghakiman.
“Bukan dia sudah memberitahukan nama mereka bukan. Naun dan Wildan, untuk apa kamu tanya lagi siapa mereka,”kata orang asing.
“Aku tahu nama mereka tapi apa kalian tahu dari siapa mereka mendapatkan aura dewa itu,”ucap dewa penghakiman.
“Aku tidak tahu soal mereka,”ucap Sandra.
“Untuk soal itu aku juga tidak tahu. Kenap kamu tidak mencari tahu saja dari pada kamu tanya kepada kami yang tidak pasti,”kata orang asing.
Dewa penghakiman yang tidak tahu hanya diam saja menyelesaikan makanan mereka. Sampai selesai mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali. Tapi di temapt lain Naun dan Wildan yang menuju tempat kejadian masih penasaran dengan mereka bertiga.
“Apa kamu tidak penasaran dengan mereka bertiga Wildan,”ucap Naun.
“Maksud kamu tiga orang yang memberikan catatan itu,”ucap Wildan.
“iya, apa kamu tidak ada yang aneh dengan mereka,”kata Naun.
“Apa yang kamu katakan memang benar. Tapi mau bagaimana lagi kita ada kerjaan yang harus diselesaikan. Jadi kita tidak bisa melakukan apa-apa,”kata Wildan.
“Jika kita bisa bertemu lagi aku ingin berbicara lebih banyak lagi,”ucap Naun. Tapi di tempat Sadnra yang melanjutkan perjalanan sampai di satu desa yang sangat sepi.
“Apa tempat ini tidak ada penghuninyakah,”kata Sandra.
“Kenapa kamu berkata seperti itu Sandra. Mungkin saja orang yang ada disini sedang ada didalam rumah,”kata orang asing.
“Tidak apa yang dikatakan oleh Sandra benar tempat ini sepi tidak ada hawa keberadaan orang lain,”ucap dewa penghakiman.
__ADS_1
“Tapi bagaimana kalian berdua bisa tahu soal tempat ini tidak ada penghuninya,”kata Orang asing.
“Hanya firasat saja,”ucap Sandra.
“Insting hewan saya yang merasakan hawa manusia,”ucap dewa penghakiman.
“Jika itu benar. Aku akan meocoba melihat ke satu rumah penduduk,”ucap Orang asing memeriksa rumah penduduk. Tapi setelah ditelusuri memang tidak ada orang satu pun. Tapi kenapa ada ruamh penduduk. Yang membuat mereka bertiga ada yang aneh.”Apa ada sesuatu yang terjadi di sini,”ucap dewa penghakiman.
“Aku tidak tahu. Lebih baik kita mencari tahu yang lain saja dulu,”ucap Sandra terus berjalan sampai di satu bangunan yang cukup besar. Sandra bersama dengan dewa penghakiman masuk ke dalam dan ternyata yang mereka masuki adalah perpustakaan.
“Kita sudah samapi di perpustakaan di pinggiran kota. Tapi kenapa tidak ada orangnya ya,”kata Sandra.
“Mungkin saja dia sedang pergi,”kata dewa penghakiman yang masih berjalan masuk. Sandra yang juga ingin tahu tetap masuk dan mengambil buku yang bisa membantu dia mengetahui tentang dunia kegelapan.
Di tempat lain Naun dan Wildan yang teringat akan satu hal saling menatap.”Wildan tadi mereka mau pergi kemana?,”ucap Naun.
“Mereka mau pergi ke pinggiran kota perpustakaan itu ada,”ucap Wildan.
“Apa perluh kita datang mencari mereka ke sana. Karena hari ini adalah hari itu,”kata Wildan.
“Itu tidak mungkin. Karena kita tidak akan bisa masuk ke dalam desa itu,”ucap Naun.
“Jika itu mereka aku rasa mereka akan baik-baik saja,”ucap Wildan yang tahu kalau mereka bertiga bukan orang biasa.
“Aku juga berpikir seperti itu. Tapi kita lupa memberitahukan kepada mereka kalau ada monster disana,”kata Naun.
“Mau bagaimana lagi pertemuan kita hanya singkat,”kat Wildan. Tapi di tempat orang asing yang sedang menjelajak desa masih tidak menemukan para penduduk. Tapi ada aura yang sangat tidak asing. Aura monster yang tercampur dengan darah manusia.”Apa ini hanya perasaanku saja kalau tempat ini sangat berbeda dengan desa yang lain,”kata orang asing.
“Itu tidak mungkin. Tapi apa yang aku rasakan memang sama seperti bertemu dengan monster,”ucap orang asing sambil berpikir.
__ADS_1
“Aku harus bertemu dengan mereka berdua,”kata orang asing yang kembali mencari Sandra dan dewa penghakim. Kedua orang yang ada di dalam perpustakaan sedang membaca buku. Sandra yang merasa ada pergerakan yang tidak biasa hanya melihat ke jendela ruangan.”Kurasa para penduduk sudah mengusikan untuk beberapa hari ini,”ucap Sandra yang sedikit tahu apa yang sudah terjadi.
Sementara dewa penghakim yang mencium bau monster disekitara desa hanya diam saja. Sampai orang asing datang masuk ke dalam perpustakaan.”Kalian ternyata ada disini,”ucap orang asing.
“Kamu sudah kembali. Apa kamu menemukan sesuatu saat menyusuri jalan desa,”kata dewa penghakiman.
Orang asing yang melihat mereka yang biasa saja orang asng menebak saja kalau mereka berdua sudah tahu apa yang sedang terjadi.”Kalian berdua sudah tahu bukan. Apa yang sedang terjadi di desa ini,”ucap orang asing.
Tapi mereka berdua hanya diam saja tanpa berkata apa-apa. Sandra yang masih membaca buku yang di pegang. Dewa penghakiman yang masih menatap saja melihat mereka berdua.”Apa kalian tidak ingin pindah dari desa ini atau hanya ingin masih menetap ke sini saja,”kata dewa penghakiman.
“Aku akan disini saja. Jika kalian berdua mau pergi silakan saja,”kata Sandra. Dimana mereka berdua masih menatap satu sama lain.
“Apa kamu yakin akan menetap disini. Para monster akan datang saat malam hari,”ucap dewa penghakiman.
“Aku tahu, tapi aku juga ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan desa ini,”kata Sandra.
“Jadi intinya kalian mau tinggal disini bukan,”ucap orang asing. Orang asing hanya menghela nafas saja dan mencari buku yang dia bisa baca. Tapi sebelum dia pergi orang asing berkata,”Kalian sudah tahu bukan tentang monster yang ada didesa ini.”
“Aku tidak tahu, tapi melihat kesunyian ini aku tebak ada monster didekat desa yang membuat penduduk pengusi darai desa ini sejak beberapa hari yang lalu,”kata Sandra.
“Aku mencium bau monster didekat desa sata aku masuk ke dalam perpustakaan,”ucap dewa penghakim. Orang asing melangkah menuju rak dimana dia mencari tentang dunia ini dan dewa yang dicari oleh dewa penghakiman.
“Tapi kalian sudah tahu berapa banya informasi tentang dunia ini,”kata orang asing.
“Hanya sedikit yang bisa aku dapakan,”kata Sandra.
“Aku juga,”kata dewa penghakiman. Tapi pikiran mereka yang juga menyembunyikan sesuatu dari masing-masing anggota. Sampai malam sudah akan beranjak malam mereka masih di perpustakaan. Sandra yang menyalakan lilin yang ada untuk menerangi ruangan. “kurasa mereka akan muncul,”ucap dewa penghakiman.
“Aku juga berpikir seperti itu. Tapi apa ada yang kalian rasakan dimalam ini,”kata orang asing. Sandra yang masih sibuk dengan buku didepannya tidak mendengarkan orang asing dan dewa penghakiman. “Apa teman kamu itu sedikit tidak bisa diberi tahu ya,”ucap dewa penghakiman.
__ADS_1
“Dia bukan temanku. Lebih baik kamu tahu tidak dimana posisi monster itu berada,”kata orang asing.
“Tidak bisa terdeteksi dimana monster itu akan muncul,”ucap dewa penghakiman yang merasa ada penghalang. Yang membuat aura para dewa tidak bisa merasakn keberadaan monster tesebut.