
“Kurasa itu bisa kita tanyakan kepada orang ini kenapa alat itu bisa ada dileher mosnter yang kitalawan barusana,”kata Wati.
“Banyak ternyata yang kita tidak ketahui,”kata Sandra. Para penduduk yang melihat pertempuran sangat terkejut karena mereka baru pemula dan kenapa mereka bisa sangat kuat. Di tambah lagi alat pengenkang monster yang ada di leher monster yang mereka lawan. Setelah selesai membunuh monster mereka pergi masuk ke dalam pemungkiman desa.
“Kalian baik-baik saja,”ucap penduduk.
“Kami baik saja, hanya saja apa kalian tahu apa yang terjadi disini,”kata Atik.
Para penduduk hanya diam saja dengan pertanyaan dari Atik sampai Fresthe melihat sekitarnya.”Jangan paksa Ati mungkin mereka tidak bisa bilang untuk sekarang. Lebih baik kita masuk kedalam saja dulu,”kata Fresthe. Setelah perkataan Fresthe mereka masuk ke dalam pemungkiman.
Dimana mereka pergi ke tempat penduduk mereka tinggal.”Apa benar kalian tidak akan membunuh kami,”kata gadis penduduk.
“Tidak, untuk apa kami membunuh kalian kita satu jenis bukan. Jika kita membunuh kalian bagaimana jika kita puna,”kata Sandra.
“Sandra ucapan kamu sedikit dramatis dan tidak cocok dengan kamu,”kata Pil.
“Lalu mau bagaimana lagi,”kata Sandra.
“Jika benar kalian adalah pemula tapi kenapa kalian bisa dibawa kesini. Apa yang kalian katakan tadi adalah di antara kalian berdua anak dari pelindung yang membuat pembatas dua dunia,”kata kepala desa.
“Bukan kami sudah memberitahukan kepada kalian Aku dan Jaya adalah anak dari orang yang membuat pelindung ini. Aku datang ke sini hanya untuk mencari kebenaran dari retakan dimensi. Aku tidak tahu kalua mereka ingin kami mati disini,”kata Sandra.
“Jaya, apa kamu tahu tentang ini,”ucap Fros. Mata Sandra yang juga melihat ke arah Jaya. Jaya mengangguk kepada mereka semua.
“Jika kamu tahu kenapa tidak menghalangi kakak kamu,”kata Pol.
“Jika aku menghalangi apa kakak mau mendengarkan aku,”ucpa Jaya yang wajah sedih.
“Untuk apa kamu sedih seperi itu. Kita sudah disini untuk apa takut,”kata Sandra dengan percaya diri.
“Kenapa kamu percaya diri seperti itu kak,”kata anak kecil.
“Kalau mau bilang tidak percaya diri. Sudah menjadi bubur bukan, untuk apa menyesali jika sudah sampai sini. Apa lagi masih ada yang ganjil darai retakkan dimensi ini dengan monster bisa dijinakan,”kata Sandra.
__ADS_1
“Itu banar juga,”kata Saga.
Malam tiba dimana Sandra bersama rekannya pergi kembali ke tempat tinggal sementara. Para penduduk yang merasa tidak khawatir lagi dengan kedatangan Sandra bersama kawanya. Karena mereka tidak ada niatan untuk membunuh mereka yang tinggal di lingkungan zona.
Sandra yang bersama dengan Jaya beristirahat sedangkan yang lain ada yang berjaga dan sedang membuat makan malam.”Hai Fros, apa kamu tahu apa itu alat pengengkang yang kita temukan tadi,”kata Sandra.
“Sebenarnya kita juga mau menayakan itu hanya saja mata-mata yang kita tangkap bunuh diri,”ucap Wati.
“Bukan itu saja di tubuh mata-mata ada racun yang sama di tempat para Elif,”kata Fresthe.
“Bukan tambah aneh saja darai kata para penduduk kalau pelindung yang dibuat oleh orang tua kamu. Bisa akan hancur jika semua keturunan mereka mati semua,”kata Pil.
“Di tambah lagi saat kita di akademik kedua pimpinan besar menawarkan kita untuk pergi ke tempat ini. Apa mereka sudah tahu kalau kamu adalah anak dari orang tua yang membuat pelindung,”kata Pol.
“Kurasa mereka sudah tahu sejak awal tentang diriku. Aku juga tidak menyangka kalau mereka menginginkan aku mati di sini,”kata Sandra yang santai.
Karena malam sudah tiba dan makanan sudah mereka habiskan mereka waktunya beristirahat, berjaga dan ada yang meneliti kondisi suasana zona. Sandra, Sega dan Jarmy yang sudah lelah karena pertarungan tadi beristirahat. Jaya yang masih membuka mata melihat ke halaman yang dimana ada kak Pil dan Pol yang juga bersamanya.
“Iya kak,”kata Jaya yang duduk sambil melihat ke langit malam yang penuh dengan bintang.
“Langit malam ini sedikit berbeda ya,”ucap Pol.
“Iya tidak aku sangka di tempat seperti ini langit masih bersih dan bintang masih saja indah dan banyak. Tapi bagaimana bisa tempat kita tinggal ada monster yang tidak tahu asalnya,”kata Pil.
“Kehidupan tidak ada yang bisa menebak bukan, kapan kita serang kapan kita bisa menang dan kapan kita bisa bersatu kembali,”kata Jaya.
Pil dan pol menghela nafas sambil menikmati malam yang indah ini dan damai.”Tapi Jaya kenapa kakek kamu bisa dibunuh apa yang dia sembunyikan sampai dibunuh,”kata Pil.
“Itu rahasia kakak, nanti jika sudah waktunya aku akan bicara. Tapi untuk sementara kenapa retakan dimensi bisa ada dan terus apa kaitannya dengan portal dua dunia,”kata Jaya.
“Itu benar tapi itu sangat menyulitkan bukan,”kata Pil.
“Sulit atau mudah pasti ada rintangan yang harus dihadapi bukan,”kata Pol. Semua terdiam sampai Atik datang membawa cemilan.”Kalian sedang membicarakan apa,”kata Atik dengan memberikan cemilan yang baru saja dibuat.
__ADS_1
“Tidak ada hanya menceritakan tentang hidup itu sulit ya,”kata Pil.
“Emang sulit kata siapa mudah,”kata Atik. Pil dan Pol bersama dengan Jaya menikmati cemilan yang dibuat oleh Atik.
“Jaya kamu tidak ingin tidur, bukan kakak kamu sekarang tidur,”kata Atik.
“Aku belum mengatuk kak,”kata Jaya. Malam yang sangat nikmat sampai pagi datang mereka kedatangan kepala desa bersama beberapa orang lain yang berpengaruh.
“Apa kami mengganggu kalian,”kata penduduk.
“Tidak jika kalian mau apa mau bergabung dengan kami sarapan pagi,”kata Wati.
“Apa tidak masalah kami bergabung dengan kalian. Bukan akan membuat bekal kalian sia-sia,”kata penduduk.
“Kata siapa sia-sia. Kami juga akan membuat makanan untuk yang lain juga,”kata Fros. Para penduduk yang merasa senang dengan tawaran yang diberikan merasa senang. Karena mereka belum merasakan masakan yang lama sudah menghilang.”Ayo kita makan bersama,”ucap Jarmy.
Suasana makan terasa seperti keluarga yang membuat mereka santai dan damai menikmati makan pagi. Sampai selesai makan Sandra yang tidak tahu kedatangan kepala desa dan beberapa penduduk membuat Sandra dan yang lain penasaran. Taoi karena Fros, Atik, Jami dan Wati di belakang membuat makanan yang akan dibagikan jadi tidak ikut berbincang.
“Kami tahu kedatangan kami membuat kalian terganggu. Tapi ke sini ingin menceritakan apa yang terjadi dulu,”kata kepala desa.
“Apa yang ingin anda ceritakan kepada kami,”kata Fresthe.
“Kalian datang ke sini hanya untuk mencari tahu tentang retakan dimensi itu bukan,”kata penduduk.
“Itu benar salah satunya. Tapi kami juga mencari tahu tentang penelitain bodoh yang membuat dimensi lain menderita dan menyerang bumi,”kata Jarmy.
“Jadi kalian sudah tahu sampai situ ya,”kata kepala desa.
“Jadi sebelum kalian menceritakan tentang apa yang kalian ketahui. Kami ingin tahu kenapa pelindung bisa hancur jika keluarga mereka hancur juga,”kata Sandra.
“Sudah kami tebak kamu akan menyakan itu,”kata penduduk.
“Kami sudah berunding, kenapa pelindung bisa dibuat dengan jiwa orang tua kamu. Tapi jiwa itu tidak akan bisa bertahan lama jika garis keturunan mereka lenyap,”kata penduduk.
__ADS_1